Fakta.blogsome.com ! www.Fakta.cjb.net ! www.Fakta.info.tm :: FAKTAkan yang Haq

26 - April - 2008

BAUS Buas? (1) Konspirasi untuk Mengelabui Kebuasan Dakwah IM

Filed under: Umum, Fakta

Berdusta Ala Ustadz Sururi (BAUS) UPDATE 16/05/08

Pengantar redaksi

Bismillah. Mohon maaf, mungkin judul ini teramat janggal, demi memplesetkan buku Belajar dari Akhlak Ustadz Salafi (BAUS), lantas diambil judul Berdusta Ala Ustadz Sururi. Memang yang hendak dikritik disini lebih tepat disebut "Ust. Ikhwani" menjadi BAU… Ikh (Sururi adalah cabang dari paham Ikhwani, pen). Tapi tak apalah, dalam bahasa ilmu komunikasi, judul dibuat sedemikian rupa agar menarik untuk dibaca isinya.

Darah dan kehormatan umat Islam masih belumlah kering. Sejarah Ikhwanul Muslimin masih berlumuran darah kaum Muslimin sebagian kecilnya telah diungkap dalam artikel terdahulu:

http://fakta.blogsome.com/2007/12/16/demokrasi-ikhwan-bersimbah-darah-umat-islam-1/

http://fakta.blogsome.com/2008/01/11/demokrasi-ikhwan-bersimbah-darah-umat-islam-2/

Upaya untuk memperbaiki wajah dan tampilan yang begitu "sangar" dan "mengerikan" tentulah menjadi suatu keniscayaan. Mengubur dan menyembunyikan dalam-dalam sejarah kelam masa lalu, mempercantik dan me-make-up wajah seram agar tampil cantik menipu pirsawan. Bahasa dan akhlaq santun yang dikibar-kibarkan seolah sejarah hanya mereka sendirilah yang memegang kunci rahasia. Kenyataannya? Tuding sana, tuding sini, bak penasehat bijaksana nan penuh kelembutan, padahal tangan masih berlumuran darah umat Islam yang menjadi tumbal ambisi duniawi dan kedudukan. Siapa yang melakukan bombing dan kekacauan? Teror dan peledakan? Kudeta dan penggulingan kekuasaan? Upaya menegakkan ambisi menguasai negeri walau darah, air mata dan kehormatan saudara sendiri yang menjadi taruhan. Dengan entengnya mereka (menghargai nyawa dan kehormatan umat Islam) menjawab: "Setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan!" Na’am, di Poso sedemikian sadis membunuh dan memutilasi beberapa pelajar wanita atas nama bendera jihad!

Ya Subhanallah, adakah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang menjadi uswah dan teladan kalian dalam berjihad? Sementara wanita dan anak-anak tidaklah boleh untuk disembelih dan dikaparkan! Demikianlah jika Iblis yang menjadi teladan sehingga mengubah sosok "santun dan bijak" menjadi bengis tak berperasaan tanpa aturan. Bahkan pohonpun dilarang untuk dibakar dalam peperangan. Demikianlah rahmat dan kesejukan Islam menaungi seluruh penghuni alam dan mereka menampilkannya sebagai drakula-drakula bengis tak mau aturan! Jangankan wanita dan anak-anak kafir yang terlarang untuk dibunuh, bahkan ketika di wilayah Ambon (tepatnya di Loki, Pulau Seram) para "Mujahidin" itu dengan speedboat melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan di pantai, Allah takdirkan salah satu penyerang itu mati/sekarat.
Tahukah para pembaca sekalian bagaimana cara mereka menghilangkan jejak sebelum melarikan diri? Wajah kawan seperjuangan sendiri yang telah meninggal, diberondong peluru tajam untuk menghilangkan jejak. Mereka mengira dengan praktek kekejaman terhadap kawan sendiri akan terhapus jejak pelaku penyerangan, tetapi Allah Maha Pembuat Makar. Lihatlah wahai saudaraku aksi kebiadaban ini! Anda tentu telah mengetahui sejarah kekejaman PKI yang menyiksa dan membunuh para Jenderal TNI yang menjadi musuh mereka. tetapi, di sini anda sedang dihadapkan dengan fakta kebiadaban para Ikhwani terhadap saudara-saudara mereka sendiri! Yang dihancurkan wajahnya bukanlah musuh mereka sebagaimana aksi kekejaman PKI terhadap para Jenderal kita!! Sungguh Allah tidak ridha dengan semua aksi kebiadaban dan kekejaman ini, dan aparat-pun berhasil mengidentifikasi dan membekuk para penyerang. Walhamdulillah.

Ngeri, ngeri, bau anyir darah di mana-mana menghiasi sejarah kelam Ikhwanul Muslimin dan orang-orang yang teracuni oleh fikrah takfiri para dedengkot Ikhwanul Muslimin. Benar, wajah keji dan kejam sedemikian rupa tidaklah menguntungkan untuk menggaet dan mencari mangsa. Bedah plastik, bedah silikon murah dan instan dengan dokter gadungan menjadi solusi. Sok berlagak menjadi orang santun penuh pengertian dan toleransi pada sesama.

Dan artikel di bawah ini adalah salah satu "infeksi" akibat bedah plastik dengan silikon murah dari para "dokter gadungan" Ikhwanul Muslimin. Silakan pembaca menyimak bahwa mereka marah semata-mata karena tabir kejahatannya dipublikasikan kepada umat! Bisa bangkrut dakwah IM kalau semua umat mengetahui…" (selamat menyimak,red).

Selengkapnya…

BUTAK SUTAK, "keadilan" ala Partai Politik Ikhwanul Muslimin
BUTAK (Baik Untukmu Tidak bAik untukKu), SUTAK (Sopan Untukku Tidak sopAn untuKmu). Sungguh BUTAK SUTAK Ikhwanul Muslimin adalah jual beli yang tidak adil!

Abduh dan Pustaka Al Kautsar meradang dengan pengungkapan kejahatan dan kesesatan Ikhwanul Muslimin, menuduh pengungkapnya telah melakukan ghibah yang diharamkan, kasar, tidak santun dan tak beretika:
“…Apalagi menjadikannya sebagai dalil bolehnya membantah dan mengkritik dengan cara yang kasar, tidak santun, serta tidak memperdulikan etika” kemudian Abduh ZA memberikan contoh pernyataan di atas dengan sebutan Syaikh Muqbil rahimahullah terhadap gembong IM yang dielu-elukan kesesatannya oleh Abduh, yakni Yusuf Qaradhawi “sebagai anjing yang menggonggong” (BAUS, hal. 276).

Demikianlah orang-orang yang teracuni fikrah Ikhwanul Muflishin/bangkrut dan para pembelanya. Mereka menetapkan kaidah-kaidah kesopanan bagi diri-diri mereka yakni kudeta, gerakan pengkafiran kepada penguasa-penguasa Muslim sebelum menetapkan penghalalan darah mereka dan "anterk-antek" mereka, pembunuhan, terror bombing dan peledakan di tanah air, perampokan harta orang-orang kafir untuk biaya “jihad”, menghancurkan wajah temannya sendiri dengan berondongan senapan demi menghilangkan jejak penyerangan, memenggal kepala pelajar Nasrani di Poso. Itulah kesopanan dan kelembutan dakwah mereka! Dan itulah yang dibela-bela oleh Abduh, Tohir Bawazir dan Pustaka “Lady Di Conspiracy” Dusta Al Kautsar dengan slogannya “Kami berdiri untuk semua umat Islam, kami independen. Kami bukan milik suatu kelompok/golongan/aliran tertentu, dan tidak berafiliasi ke mana pun. Kami tidak disponsori juga tidak menjadi sponsor ataupun mewakili satu kelompok/golongan/aliran tertentu." Semua ini nonsense, bukti fakta telah mendustakan omong kosong mereka. Sungguh Allah adalah sebaik-baik saksi, walhamdilillah.

Adapun orang-orang yang membongkar segala kepalsuan dan “kesopanan” kebiadaban Ikhwanul Muslimin di atas? Siap-siaplah menerima gelar sebagai orang kasar, tidak santun serta tidak mempedulikan etika!

Berbicara tentang “kesopanan” dan “kesantunan” Ikhwanul Muslimin, alangkah afdhalnya jika kita langsung mempertontonkan bukti kelembutan dan kejujuran dakwah mereka. Inilah 100 Pelajaran dari Para Pemimpin Ikhwanul Muflishin:
http://img362.imageshack.us/img362/8949/sampulbukuimhv5.jpg

Mursyidul ‘Am Ikhwanul Muslimin, Hasan Hudhaibi juga mengajarkan kesopanannya dalam meng”anjing-anjingkan” penguasa. Tidak percaya? Silakan klik fakta di bawah ini:
http://img216.imageshack.us/img216/5154/imvonisanjingjugaxa3.jpg

Cukuplah bermanis muka ketika Mursyidul ‘Am bertemu dengan “utusan anjing” itu, kemudian memasang “foto anjing” tersebut di toilet rumahnya!
http://img216.imageshack.us/img216/6701/kesopananimas7.jpg

Gerakan bawah tanah haruslah menggunakan "ssssst…perintah rahasia” agar bisa mengelabui dan mengecoh pemerintah “thaghut”:
http://img59.imageshack.us/img59/2943/albannaperintahrahasiaak4.jpg

Demi apa semua itu dilakukan? Demi ambisi dan kerakusan kekuasaan untuk menggenggam dunia! Walau organisasi telah dibubarkan. Akulah Khalifah Pemimpi Negara Khayalan:
http://img219.imageshack.us/img219/4845/imrakuskkuasaanxt2.jpg

Seperti kita ketahui, para pendusta, para pelaku teror suka memiliki beberapa nama, banyak nama, itulah ciri khasnya. Bagi pembaca yang sempat membaca rilis nama-nama terkenal ‘teroris’ takfiri. Misal, Imam Samudra alias ABDUL AZIZ alias ABU OMAR alias BIN SIHABUDIN alias FATIH alias HENDRI alias HERI alias KUDAMA alias Faiz YUNSHAR. Sebagian nama di atas diakui sendiri oleh pemiliknya di buku (katanya) AMT (Aku Melawan Teroris!), buku yang berisi dalil-dalil (baca:dalih-dalih) pembelaan untuk menjustifikasi terhadap aksi bombing yang dilakukannya. Itulah terpidana  mati pelaku teror di Bali, yang sempat menulis buku dari balik jeruji penjara berjudul (asli) AMT (baca: Akulah Manusia Teroris!) lantas dibantah dengan mantap oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh hafidhahullah dengan buku berjudul Mereka Adalah Teroris! (MAT).

Rupanya tak tahan dibantah habis-habisan lewat buku MAT, karena tidak hanya buku Imam Samudra, sebab ustadz Luqman juga membantah pemikiran yang mendasari perilaku si "demen yang ribut-ribut dan berbau kematian". Muncullah relawan “bergaji” yang berposisi sebagai manajer redaksi Pustaka Al Kautsar, Abduh Zulfidar Akaha, Lc, membuat buku berjudul STSK (baca : Saya [Bela] Teroris? Saya [Bela] Khawarij?)”. Tentu saja, pertarungan al haq dan al bathil akan terus berlanjut ila yaumil akhir. Bantahan demi bantahan disusun ulang dengan sekian koreksi oleh al Ustadz Luqman Ba’abduh menjadi buku Menebar Dusta, Membela Teroris-Khawarij (MDMTK).

Rupanya pembelaan atas Imam Samudra dan inspirator pikirannya dari kalangan Ikhwanul Muslimin tersebut terus berlanjut. Belajar dari Akhlak Ustadz Salafi yang disingkat BAUS, itulah besutan terbaru karya Abduh. Grup penerbit Pustaka Al Kautsar yang diberi nama Hujjah Press juga tak tinggal diam dalam pertarungan pena ini. Pustaka Al Kautsar berkenan mengangkat prajuritnya yang setia menjadi penulis disana, yang bernama Joko Waskito. Dipilihlah nama samaran Abu Abdirrahman Al Thalibi untuk si JW ini saat membuat buku Dakwah Salafiyah Dakwah (DSDB), Meluruskan Sikap Keras Dai Salafi, sampai berturut-turut dua edisi.

Siapa yang tidak kenal buku DSSB dan nama penulisnya? Tapi siapakah yang kenal nama aslinya? Demi mengobati penasaran pembaca, sebagian user forum myQuran yang berkata "jd penasaran wajah org yg menebar talbis dan penyesatan opini umat?", "Iya nih bikin penasaran aja, mungkin banyak yg berdebar-debar ingin melihat wajahnya". Maka perkenankan penulis melakukan hal-hal seperlunya di artikel Siapakah Abu Abdirrahman Al Thalibi – Lelaki (?) di balik cadar yang ditulis tanggal 16 Januari 2007. [1]

Memiliki Banyak Nama Samaran
Perilaku memiliki banyak nama samaran baik sekedar untuk kamuflase, agar tidak mudah terlacak, untuk alasan keamanan, rupanya menjadi kegemaran rekan Abduh ini. Sebenarnya lebih tepat karena takut setelah berbuat salah, keras, kasar, dia mencoba tidak bertanggung-jawab, lari dan sembunyi. Lempar batu, sembunyi tangan, kata pepatah.

Walhamdulillah
, atas taufik dan hidayah dari Allah Ta’ala, yang menggerakkan hati hamba-Nya, upaya penulis mendapatkan titik terang, ybs ternyata berinisial JW dan tinggal di kota B, belakangan diralat di kota C. Siapa sih ikhwan Salafi yang tidak marah dengan ulah ‘kurang kerjaan’ si JW ini ? Walaupun dijamin tidak ada satu ustadzpun dari kalangan Salafi yang menghalalkan darah, harta, seorang muslimin bernama JW. Tidak seperti yang disangka oleh JW sendiri saat menyembunyikan diri setelah lempar batu ke asatidz Salafy, ikhwan Salafy bahkan ke ulama Salafy !

Demi mengetahui ‘belang’ dustanya terbongkar, meluncurlah kata-kata marah, bahkan membongkar aib ikhwan kita di tempat terbuka. Pembaca forum Myquran jadi saksi tingkah kekanak-kanakan si JW.

Si JW ini memiliki kepribadian yang labil, emosional dan mudah ketakutan dengan ulah tingkahnya sendiri. Suka membikin sensasi tetapi ngeri jika terkenal dan diketahui biodata pribadinya. Dilihat dari sekadar menulis nama saja sudah suka bergonta-ganti, berikut hal yang perlu dilakukan untuk mengecek siapakah Abu Abdirrahman Al Thalibi lewat sekedar masalah kecil yakni menulis nama sbb. Baiklah, mari kita lakukan searching lewat Internet, karena dari sanalah informasi berikut  bisa kita dapatkan sbb:
a. Berawal dari nickname Hak Jawab yang dipakai Abu Abdirrahman Al Thalibi di Myquran, maka didapatkan informasi sbb :
- Nama Abu Abdurrahman At Thalibi [2] tanggal 2 Oktober 2006, 4 Desember 2006
- Nama Abu Abdirrahman Al Jawiy tanggal 2 Februari 2007
- Nama Abu Abdurrahman (min thulabil ilmi) tanggal 29 November 2006, 4 Desember 2007, 13 Juni 2007
- Nama Abu Abdurrahman An Nusantari (Joko Waskito) tanggal 4 Juni 2007
- Nama Abu Abdurrahman tanggal 9 Juni 2007
- Nick name yang dipakai ‘Hak Jawab’ tanggal 2 Oktober 2006 – 13 Juni 2007 [3]
- Email langitbiru1000@gmail.com [4]
- Email pronusantari@yahoo.com [5]

Kesimpulan, jelas nama aslinya Joko Waskito dengan beragam nama alias Abu Abdirrahman Al Thalibi alias Abu Abdurrahman At Thalibi alias Abu Abdirrahman Al Jawiy alias Abu Abdurrahman alias Abu Abdurrahman An Nusantari alias Hak Jawab

b. Tambahan dari thread di myQuran [6] alamatnya : "…yang beralamat di Pondok Mutiara VI No. 4, Cibabat, Cimahi".

c. Berbekal identitas email langitbiru1000@gmail.com didapatkan dari myQuran di atas, maka didapatkan sbb :
- Nick name yang dipakai ‘AM Waskito’ [7] tanggal 23 Juni 2007 – 21 Juli 2007
- Nama Abu Muhammad Waskito dari forum myQuran tanggal 23 Juni 2007 [8]
- Lokasi yang sering diakui, Bandung 13 Juni 2007, 11 November 2007 [9], [10], [11]

d. Berbekal nama "Abu Muhammad Waskito" yang muncul di poin c, ditemukan buku karyanya selain DSDB 1 dan 2, berjudul "Muslimah Wedding" diterbitkan Pustaka Al Kautsar, "Hidup itu Mudah" diterbitkan oleh Khalifa – Pustaka Al Kautsar Grup.  Terbitan Khalifa lainnya adalah Retorika Islam karya Yusuf Al-Qaradhawi.[12] Jelas sudah siapa penerbit Khalifa ini.

e. Apa jadinya bila kita tulis kata kunci "joko waskito" cimahi di google ? Ternyata muncullah data pribadi yang diekspos oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung. Siapakah Joko Waskito suami dari seorang istri yang namanya tercantum disana, yang menghuni rumah Pondok Mutiara VI no 04 RT 05 RW 23, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. Mudah-mudahan penulis disini tidak dicap dhalim, karena informasi yang diambil dari tempat umum, internet, yang diserahkan kepada Dinas Pendidikan tersebut yang sangat detail. [13]

f. Berbekal nama yang muncul dari poin a "Abu Abdurrahman an Nusantari" dengan menghilangkan ‘an’, maka ditemukan karya Joko Waskito lainnya. Menepis Godaan Pornografi ditulis dengan nama samaran Abu Abdurrahman Nusantari, penerbit Darul Falah, tahun terbit 2005.[14]  Tanpa memakai kata Abu, ternyata juga menemukan karya Joko Waskito lainnya berjudul Life Is Beautiful, ditulis dengan nama samaran Abdurrahman Nusantari Hidup Tanpa Tekanan Stres, penerbit PT. Pena Pundi Aksara, Jakarta, tahun terbit 2006. [15]

g. Berbekal informasi nama "Abdurrahman Nusantari" seperti di poin f, ternyata ditemukan situsnya ada di http://nusantari.blogspot.com dengan profil ditulis di 
http://www.blogger.com/profile/02199208706121103051 memakai nama Abdurrahman Nusantari, tertulis posting tanggal 7 Oktober 2006. Lokasi yang disebut sama seperti poin c yakni Bandung, Jawa Barat. Juga ditemukan karya lainnya di Pustaka Al Kautsar berjudul "21 Risiko Buruk Busana Seksi" dan "Ummat Menggugat Gusdur"

h. Berangkat dari nama putranya yang kedua, M ABDURRAHMAN QOWIY yang dipampangkan di publik [16] serta nama alias Joko Waskito lainnya yakni "Aa Qowiy" yang cocok dengan nama anaknya.[17]  Maka kita coba searching di Google kembali. Maka kita temukan karya Joko Waskito dengan nama alias lainnya yakni berjudul 10 SIKAP POSITIF MENGHADAPI KESULITAN HIDUP, tahun terbit 2001 penerbit Remaja Rosdakarya. Penerbit Remaja Rosdakarya, siapa yang tidak mengenalnya sebagai penerbit milik Syi’ah ? Buku berjudul "Catatan kang Jalal" yang mendokumentasikan ucapan Jalaludin Rahmat pentolan Syi’ah, juga diterbitkan oleh penerbit ini. Berikut link rekomendasi dari situs milik Syi’ah terkenal di Indonesia yakni fatimah yang menyertakan nama-nama penerbit yang mencocokinya.[18] Duhai, makin nampak saja kekacauan manhaj dari ustadz Sururi bin Ikhwani ini! Manhaj fulus tentunya mudah terendus oleh siapapun.

i. Berbekal info tentang nama aslinya Joko Waskito, dapat kita kombinasikan dengan data awal alamat rumahnya di kota Cimahi di poin b. Misal ditulis di google waskito+cimahi. Apabila tekun melihat hasilnya, pada halaman ke 5 dari google, maka kita dapat lihat hal yang sangat mencengangkan. Ternyata Waskito pernah menulis proporsal kerjasama pada tanggal 4 September 2006 di forumnya orang kafir kristen milik Gereja Toraja (di 
http://gerejatoraja.com/phpBB2/viewtopic.php?p=710&sid=e201df6701f4c09a7d9ab20680b02be3)

Berikut informasi selengkapnya :
"Posted: Tue Sep 05, 2006 9:45 am    Post subject: seputar kenaskahan (text), misalnya merancang surat, menyus."
Kutipan : Tulisan :
"Bapak, Ibu, Saudara, Saudari…
yang saya hormati.
Mohon maaf bila surat (e-mail) ini mengganggu kesibukan yang sedang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari jalani. Nama saya Waskito, saya seorang pekerja freelance, kini tinggal di Cimahi Bandung. Saat ini saya sangat membutuhkan **** untuk membiayai sekolah anak-anak kami. Melalui surat ini saya ingin menawarkan diri untuk mengerjakan ****-**** tertentu yang ada di perusahaan/lembaga Bapak/Ibu/Saudara/Saudari.

Bidang kerja saya ialah seputar kenaskahan (text), misalnya merancang surat, menyusun proposal, membuat publikasi (seperti buletin), membuat naskah promosi, mengedit naskah, mencari data, dan menyusun analisis berdasarkan informasi. Semua ini dikerjakan secara individu dan freelance, sehingga tidak membebani anggaran sebuah perusahaan/lembaga.

Jika Bapak/Ibu/Saudara/Saudari memiliki **** seperti di atas, atau ****-**** lain yang kira-kira bisa saya kerjakan, silakan mengirimkan e-mail balasan. Sebutkan pekerjaan yang harus dikerjakan, sebutkan target waktunya, dan jangan lupa kirimkan data-data atau sample yang dibutuhkan. Adapun soal pembiayaan, hal itu disesuaikan anggaran yang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sediakan untuk pekerjaan tersebut.

Cara seperti ini akan sangat membantu perusahaan/lembaga Bapak/Ibu/Saudara/Saudari untuk menutup kekurangan-kekurangan yang ada. Biaya sesuai anggaran yang disediakan. Namun komitmen kerjasama yang baik dalam hal ini juga berarti akan meringankan beban keluarga kami. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kemurahan kepada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari karena kemurahan hati Anda kepada sesama.

Akhir kata, saya ucapkan terimakasih atas perhatian Bapak/Ibu/Saudara/Saudari. Semoga kita bisa saling membantu!

Bandung, 4 September 2006

( Waskito ).

Alamat surat: Jl. Jati Serut, Pondok Mutiara VI, No. 4 Cibabat, Cimahi, Bandung (40513)."

Nah, silakan pembaca menyimpulkan sendiri **** (baca: fulus) siapakah yang dikejar oleh calon pembedah buku BAUS di masjid PUSDAI ini?

Lintas Manhaj, Lintas Agama
Begitulah prajurit Pustaka Al Kautsar ini bersikap, benci kepada Salafy dan Ulama Salafy, sayang kepada hizbi dan pentolannya. Bahkan demi materi semata, karena hendak mencari nafkah untuk anak-anaknya, tak segan melintas ke penerbit Syiah (Pemuda Rosdakarya) serta berupaya menjaring fulus ke situs gereja Tana Toraja. Inilah ciri khas hizbiyyah, mengutamakan hawa nafsu belaka yang melekat pada Joko Waskito.

Simak buktinya yang telah penulis simpan agar menjadi bukti, siapa tahu Waskito dkk mengupayakan dihapusnya bukti tersebut.  
http://img150.imageshack.us/img150/579/jokowaskitotanatorajajq4.jpg

Lihat bahasa yang dipakai yang ditebalkan di forum gereja Tana Toraja tersebut. "Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kemurahan kepada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari karena kemurahan hati Anda kepada sesama." Nampak sekali Waskito berharap diterima oleh komunitas kafir di forum gereja Tana Toraja ini dengan memakai kata ‘Tuhan’ dan ‘sesama‘.  Bukankah engkau wahai pak Joko sudah menjadi penulis buku Islam yang menghasilkan sekian rupiah royalti sejak tahun 2001? Sebenarnya siapakah Joko Waskito ini? Apakah dia agen agama Syi’ah, agen Ikhwanul Muslimin ataukah agen Gereja Tana Toraja? Terus agen siapa lagi mengingat tidak semua hal bisa penulis ketahui.

Dan Subhanallah, inilah “sebagian” kunci jawaban mengapa Joko Waskito begitu ketakutan ketika nama dan identitas lengkap pribadinya sedikit dikuak oleh situs ini pada artikel yang lalu.  

Kalaulah dirinya menulis karya-karya tersebut berdasarkan keyakinan kebenaran yang benar-benar terpatri di dalam hatinya, tentulah dirinya tidak perlu sampai ketakutan sedemikian rupa. Salafiyyin bukanlah segerombolan preman yang siap menghalalkan darah muslim lainnya. Salafiyyin diajari betapa berharganya nilai darah seorang muslim. Haram untuk ditumpahkan dan dialirkan tanpa haq! Adapun para takfiri yang menjadi teman-temannya? Tentulah lebih layak baginya untuk takut kepada mereka! Sayang, tulisan karyanya berlatar belakang duniawi untuk mencari dan mengeruk fulus semata telah menjadikan dirinya ketakutan luar biasa. BBKB, Berani Berbuat Ketakutan Bertanggungjawab. Allahul Musta’aan.

Mencari Fulus dengan Berselubung Dakwah
Pembaca yang budiman, silakan periksa berapa banyak halaqah-halaqah, daurah, pengajian yang diisi oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh hafidhahullah? Alhamdulillah, al Ustadz Luqman Ba’abduh sehari-harinya mengasuh ma’had As Salafy, membina hubungan dengan asatidzah dan ulama Salafy, mengisi daurah, ta’lim di kotanya maupun di luar kota, tanpa dikait-kaitkan dengan sekadar jualan buku. Jauh sekali beliau dari dakwah untuk materi ala Abduh Zulfidar Akaha, apatah lagi ala Joko Waskito.

Mungkin pembaca bisa melihat, tren yang berkembang di kalangan Turotsi, Ikhwani, dimana penerbit buku mempromosikan buku barunya dengan bedah buku, sambil menjajakan dagangannya di arena bedah buku tersebut dengan harga khusus tentunya. Bila tidak berjualan buku di lokasi, terkadang dibagikan voucher diskon di toko buku tertentu yang menjadi sponsornya.

Nama Abduh hampir tidak ditemukan dimanakah halaqah pengajian rutin seperti umumnya seorang ustadz. Maklum, gelar ustadz dari Pustaka Al Kautsar pada Abduh dan Joko Waskito ini baru muncul setiap ada bedah buku saja. Publikasi pengikut setianya di forum myQuran hanya berkisar bedah buku belaka, jelas untuk promosi bukunya. Baik sejak terbitnya buku STSK sampai buku barunya BAUS. Sehingga dapat disimpulkan, ketika Abduh ini datang berceramah, Abduh selalu membawa misi yakni menjajakan bukunya dan pemikiran anehnya, biar laris-manis bak kacang goreng.

Menurut situs penerbit Pustaka Kautsar, sebentar lagi tanggal 27 April 2008 di masjid PUSDAI, Bandung akan diadakan acara menjajakan buku, disebutkan "Ust. Abduh Zulfidar Akaha, Lc (Penulis)" dan "Ust. Abu Muhammad Waskito (Penulis & Pemerhati Gerakan Islam)". Pembaca dapat mengetahui bahwa bedah buku Belajar dari Akhlaq Ustadz Salafi pertama dilangsungkan ‘kurang sukses’ di kota Bekasi tanggal 13 April 2008 yang silam.

Lihatlah dalam bedah buku Pustaka Al Kautsar itu, selalu ada wakil dari komunitas Imam Samudra, sebab bagaimanapun MMI terpukul dengan buku-buku ustadz Luqman mulai MAT dan MDMTK. Maka dari itu, tak salah bila Halawi Makmun (MMI) hadir disana untuk membela keduanya, membela Imam Samudra dan membela ‘si pembela’ Imam Samudra, Abduh Zulfidar Akaha, Lc. Tentu saja dengan judul "Kajian dan Bedah Buku", sambil menyelam minum air.

Belum lama ini, Halawi menjadi penceramah bersama Ganna Pryadharizal Lc (wartawan SABILI) di acara yang judulnya sangat buas "Tabligh Akbar Membongkar kekeliruan dan kebohongan Dakwah Salafy" tanggal 6 April yang silam di Bekasi yang diadakan Komunitas Penegak Syari’at Islam Bekasi (CP Ibnu Yasin : 94215251, Syamsudin Uba : 0815 1438 7470). User myQuran dengan nickname "Abu Hafizh" yang kebetulan menghadiri acara tersebut dan merekam ceramah disana, tergopoh-gopoh mengedit terlebih dahulu sebelum dibagikan ke rekannya sendiri di myQuran.[20] Maklum, ucapan Halawi Makmun si takpiri (maaf, beliau tidak fasih dalam mengucapkan takfiri, red) disana sangat kasar, tidak cocok dengan bendera ‘santun’ yang dikibarkan rekan dakwahnya, Abduh.

Pustaka Al Kautsar kini hendak menggarap kota Bandung dan sekitarnya untuk menjajakan bukunya. Dipilihlah Abu Muhammad Waskito bersama Abduh dalam kegiatan promosi buku berjudul "Kajian dan Bedah Buku …", inilah bukti kegiatan-kegiatannya hanyalah mengeruk materi semata. Mereka tentu berharap dengan bedah buku keliling Indonesia tersebut, bukunya laris-manis seperti kacang goreng, menjadi best seller, naik cetak berkali-kali, semuanya bakal kecipratan fulus dari bapak Tohir Bawazir sang pemilik Pustaka Al-Kautsar. Termasuk acara bedah buku dengan di VCD-kan, akan mengalir fulus lagi. Di situs Pustaka Al-Kautsar, VCD Bedah Buku STSK dibandrol Rp. 25.000, dengan modal CD blank sekitar tiga ribuan!! [21] Duit lagi, lagi lagi ujung-ujungnya duit.

Berdusta sebagai Pekerjaan dan Menuduh Dusta
Melihat data yang masuk dapat disimpulkan bahwa nama Joko Waskito memiliki nama alias sampai sekian nama diantaranya sbb :
1. Abu Abdirrahman Al Thalibi
2. Abu Abdurrahman At Thalibi
3. Abu Abdirrahman Al Jawiy
4. Abu Abdurrahman
5. Abu Abdurrahman An Nusantari
6. Abu Muhammad Waskito
7. Abu Abdurrahman Nusantari
8. Abdurrahman Nusantari
9. Aa Qowiy
10. Abu Abdurrahman Qowiy
11. Abu Abdurrahman Al Qowiy
12. Anwar Shiddiq [19]

Lihatlah bahkan Imam Samudra saja kalah dalam jumlah nama aliasnya, kalaupun dikurangi karena ada kemiripan, yang benar-benar beda adalah nomor 1, 3, 5, 6, 8, 9 dan 12. Bisa dibayangkan betapa licinnya si Joko apabila nama-nama ini benar-benar tertulis di dokumen paspor maupun KTP, satu orang dengan sekian nama !

Kalau Joko Waskito berdusta dengan banyaknya nama aliasnya diantaranya Abu Abdirrahman Al Thalibi alias Abu Abdurrahman At Thalibi alias Abu Abdirrahman Al Jawiy alias Abu Abdurrahman alias Abu Abdurrahman An Nusantari alias Hak Jawab alias Abu Muhammad Waskito. Inilah kenyataan yang ada penulis top dari buku best seller pujaan yang dielu-elukan Abduh ZA dan penerbit Hujjah Press, grup Pustaka Al Kautsar.

Sementara Pustaka Al Kautsar dengan terbitannya juga tak lepas dari kedustaan, seperti buku yang berjudul "The Lady Di Conspiracy" karangan Indra Aidil. Komentarnya : "Buku semi-fiksi ini mengambil latar belakang kematian Lady Di dan Dodi Al-Fayed. Layaknya buku semi-fiksi, batasan antara realita dan ceritanya cenderung samar, membuat kita tidak bisa membedakan mana info yang nyata dan mana yang fiksi." "Alur logiknya sangat cerdas, dan mampu menggiring kita untuk mempercayai bahwa skenario pembunuhan Putri Diana takkan berbeda jauh dari cerita semi fiksi yang dikarang oleh Indra Aidil." (Taufiq Ismail, Pujangga Angkatan 66)" [22] Apa kesimpulan pembaca tentang buku ini ? Jelas buku yang sarat dengan kedustaan, yang kedustaan  “yang nyaris sempurna” yang dibuat untuk menipu dan mengelabui pembacanya, bahkan mana fakta, mana yang fiksi susah dibedakan! Sungguh suatu kejahatan yang luar biasa. Jelas bukan dienul Islam dan akhlaq Islam yang hendak dijajakan, tetapi tipu daya kedustaan untuk mengeruk fulus dan kekayaan. Benar-benar terobosan “pekerjaan” bagi Abduh dan Tohir Bawazir yang mengaku sebagai Ahlu Sunnah!! Berdusta sebagai lapangan pekerjaan!! Na’udzubillahi min dzalik.

Simak tulisan al Akh Abu Amr Ahmad Alfian "Dalam buku barunya yang berjudul Belajar Dari Akhlaq Ustadz Salafi (BAUS), saudara Abduh Zulfidar Akaha masih pada kebiasaan lamanya, yaitu senantiasa menggiring pembaca untuk sampai pada kesimpulan-kesimpulan yang dia maukan, seperti : menuduh Al-Ustadz Luqman berdusta, beliau menuduh tanpa bukti dan fakta, menjatuhkan kredibilitas beliau, atau meragukan keabsahan data dan bukti yang ditampilkan oleh beliau, yang itu semua dilakukan dengan gaya bahasa dan cara-caranya yang penuh jebakan dan permainan. Maka kami ingin mencoba menampilkan beberapa contoh kecil yang akan membantu para pembaca mengetahui gaya dan cara saudara Abduh yang penuh jebakan tersebut. Insya Allah kami akan bawakannya dalam beberapa tulisan/artikel. Semoga bermanfaat.

1.Keabsahan Penegasan Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-’Abbad hafizhahullah yang diragukan  
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=40 ]
2. Cara Abduh Zulfidar Akaha Mengabaikan Kemanusiaan Seorang Manusia
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=42 ]
3. Benarkah Pustaka Qaulan Sadida Mengkritik Pustaka Al-Kautsar??  
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=43 ]
Untuk memudahkan para pembaca berikut tulisan berseri dalam arsip catatan baus kami buat dalam format pdf sekelumit catatan untuk Abduh Zulfidar Akaha  
[ http://www.merekaadalahteroris.com/catatanabduh.pdf ]
4. Masih Membahas Masalah-Masalah Sepele (1)  
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=44 ]
5. Masih Membahas Masalah-Masalah Sepele (2)
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=45 ]
6. Masih Membahas Masalah-Masalah Sepele (3)
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=46 ]
7. Masih Membahas Masalah-Masalah Sepele (4)
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=47 ] ".
(Dikutip dari http://www.merekaadalahteroris.com/mat/ )

Tambahan ringan, entah ini telah menjadi sifat lantas kebiasaan berdusta. Di iklan yang diposting tanggal 14 Maret 2008 tersebut untuk acara Kajian dan Bedah Buku “Belajar dari Akhlaq Ustadz Salafi”, tertulis: "Pembicara: Abduh Zulfidar Akaha (Penulis Buku) &  Lukman Ba’abduh (dalam konfirmasi)*." [23]
Sama persis ketika bedah buku STSK di Jogjakarta, banyak ikhwah yang tertipu gara-gara tertulis: "Ust. Luqman bin Muhammad Ba’abduh* ". [24]
Akhirnya Ibnu Abdul Muis webmaster situs ihwansalafy menambahkan pada tanggal 17 Maret 2008 agar tidak tertipu, nama Lukman Ba’abduh dibuang saja, "Sorry lupa, tadinya ana fikir dari pada mengecewakan hadirin, khan mending nggak usah di tampilin ajha ghitu loch". Sudah tahu tidak bakalan hadir dalam acara bercampur-baur dengan orang MMI, Ikhwani, karena beliau jelas bukan seperti Abdullah Hadrami itu [25]?

Demikianlah sekelumit yang bisa penulis haturkan pada pembaca. Lebih kurangnya mohon maaf, kebenaran itu datangnya dari Allah Ta’ala dan kesalahan semata-mata dari penulis. Wallahu ta’ala a’lam.

Abu Abdillah Ibrahim

Catatan tambahan :
Penulis menyusun artikel Siapakah Abu Abdirrahman Al Thalibi – Lelaki (?) di balik cadar pada tanggal 16 Januari 2007 sesuai tanggal posting. Artinya penulis sama sekali blank sebelumnya tentang nama Abu Abdirrahman Al Thalibi. Ada postingan dengan nick AMW yang mengakui bahwa orang yang menamakan dirinya AM Waskito alias Joko Waskito (JW) memang mengirimkan penawaran itu, namun dia mengingkari posting di forum gereja Tana Toraja. Malah JW menuduh penulis justru merekayasa bukti di http://gerejatoraja.com/phpBB2/viewtopic.php?p=710&sid=e201df6701f4c09a7d9ab20680b02be3 yang diposting tanggal 4 September 2006. Wallahi, penulis tidak berkepentingan dengan nama Joko Waskito di September 2006, apalagi merekayasa bukti, karena belum dapat informasi siapakah sebenarnya jati diri si Abu Abdirrahman Al Thalibi. Rentang waktu 4 September 2006 – 16 Januari 2007 sampai 4 bulan lebih. Barulah Allah Ta’ala singkapkan siapakah Abu Abdirrahman Al Thalibi lewat al Akh Irfan Bastian, juga lewat forum myQuran. Padahal menurut nickname "Hak Jawab", si JW sudah pamit dari myQuran dengan posting "Saya Undur Diri" pada 13 Juni 2007. Hak Jawab : "Saya Bangga Sebagai Alumni Forum MyQuran…" Dan ini bukti dua kedustaan JW dan kelabilan emosinya sekali lagi. Wallahul musta’an.

Footnote:

[1] Artikel ini baru diposting tgl 16 Januari 2007 di  http://fakta.blogsome.com/2007/01/16/siapakah-abu-abdirrahman-al-thalibi-lelaki-dibalik-cadar/ .
[2] http://myquran.org/forum/index.php?topic=21772.0
[3] http://myquran.org/forum/index.php?topic=21772.0  
[4] http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;u=8018;sa=showPosts
[5] http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;u=8018;sa=showPosts
[6] http://myquran.org/forum/index.php/topic,21248.msg472246.html#msg472246
[7] http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;u=27306;sa=showPosts
[8] http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;u=27306;sa=showPosts
[9] http://donowidiatmoko.wordpress.com/2007/06/23/harta-di-jalan-allah/
[10] http://bunda-thousand-word.blogspot.com/2007/11/sms-satu-kata.html
[11] http://fitrirama.blogspot.com/2006/11/hari-hari-di-mekkah-al-mukaromah-14-29.html
[12] http://rumahbukuislam.com/index.php?id=5&kode=16
[13]http://www.simdik.disdikkotabandung.com/direktori_sekolah_guru_detail.php?kode_sekolah=50161&id_pegawai=50161_501610002&nip=501610002
[14] http://www.palasarionline.com/detail.php?kode=DRF0167
[15] http://www.palasarionline.com/detail.php?kode=PEN0014
[16]http://www.simdik.disdikkotabandung.com/direktori_sekolah_guru_detail.php?kode_sekolah=50161&id_pegawai=50161_501610002&nip=501610002
[17] http://myquran.org/forum/index.php/topic,21727.0.html
[18] www.fatimah.org/pustaka/judul_qrs.htm
[19] Kontribusi akh Irfan Bastian, keluarlah nama Anwar Shiddiq. Lebih lengkapnya simak disini http://www.electronicfiles.net/files/10312/joko_waskito.rtf
[20] http://myquran.org/forum/index.php/topic,37089.30.html . Simak hasil cuplikan alias editan Abu Hafizh di http://www.fileflyer.com/view/pYA4kAx   dan http://www.fileflyer.com/view/akMGNB3
[21] http://www.kautsar.co.id/vcd.php
[22] http://www.kautsar.co.id/detail_LadyDi.php
[23] http://ihwansalafy.wordpress.com/2008/03/14/kajian-dan-bedah-buku-belajar-dari-akhlaq-ustadz-salafi/
[24] http://img205.imageshack.us/img205/8348/abduhkautsar2ru4.jpg
[25] http://fakta.blogsome.com/2006/11/21/bedah-buku-siapa-khawarij-siapa-teroris-di-malang/

20 - April - 2008

SuperMan dan Dakwah dari Dalam

Filed under: Umum, Fakta

Pengantar
Siapa yang tak pernah mendengar nama SuperMan? Manusia super bodi yang menebar kebaikan dengan menolong orang serta memberantas kejahatan. Sayang semua itu hanyalah bualan, cerita dusta yang tak pernah ada di alam kenyataan selain bikinan Hollywood produsen cerita-cerita khayalan dan kebohongan yang tak mengenal halal dan haram. Pun para ulama bukanlah SuperMan, manusia superkuat yang yakin tak terkalahkan. Dibalik ketaqwaan dan kemapanan ilmunya yang bersinar di sepanjang generasi umat Islam, mereka adalah manusia biasa yang memiliki rasa takut akan terjerumus kepada bid’ah dan kesesatan. Hal mana yang mengharuskan mereka untuk selektif dan hati-hati dalam memilih teman bicara dan kawan sepergaulan.

Ada seorang laki-laki yang berkata kepada Ibnu Sirrin rahimahullah, “Sesungguhnya si fulan mau datang kepadamu dan dia tidak berbicara sesuatu apapun”.
Ibnu Sirrin berkata, “Katakan kepada fulan: Tidak! Tidak usah dia datang”’ karena hati anak Adam itu lemah dan aku khawatir kalau aku mendengar suatu kalimat, lantas hatiku tidak kembali sebagaimana mestinya.” (HR. Ibnu Baththah dalam Al Ibanah ‘an Syari’ah Al Firqah An Najiyah 399)
Yahya bin Ubaid rahimahullah berkata, “Seorang Mu’tazilah pernah menemuiku. Lalu dia berdiri dan akupun berdiri. Maka aku katakan, “Entah engkau yang pergi atau aku yang pergi, karena jika aku berjalan bersama seorang Nasrani, itu lebih aku sukai daripada berjalan bersamamu” (Al Bida’ wan Nahyu ‘anha, Ibnu Wadhdhah, 59).

Sungguh tidak ada para A’immah yang merasa aman (baca: kebal manhaj) dari bid’ah dan para pengusungnya! Al Firyabi rahimahullah berkata:
“Dulu Sufyan (Ats Tsauri rahimahullah) melarang aku duduk bersama fulan, yakni seorang dari kalangan ahli bid’ah” (Al Ibanah, 454)

Satu dua pertanyaan kepada para pembaca sekalian, Apakah ada diantara anda yang meragukan kapasitas keilmuan para ulama Salafush Shalih di atas? Lalu mengapa mereka masih merasa khawatir bahwa pergaulan mereka dengan sembarang orang akan dapat menjerumuskannya ke dalam fitnah, syubhat dan kesesatan? Benar, mereka bukanlah SuperMan, mereka adalah manusia-manusia utama yang telah Allah anugerahkan ilmu dan ketaqwaaan yang membuat mereka begitu menghargai jalan keselamatan. Dan dengan ilmu itu pula telah membikin mereka sangat takut terjerumus ke dalam bid’ah dan kesesatan karena tidak menjaga pergaulan.

Di sisi lain, telah muncul para SuperMan-SuperMan ‘kebal manhaj’ yang begitu Pede (baca : percaya diri) dengan ilmu dan hujjah yang mereka miliki. Ini bukanlah kisah SuperMan khayalan, tetapi SuperMan yang benar-benar hidup di alam kenyataan. Manusia-manusia gagah yang dengan kegagahannya mencoba mendobrak pintu “bid’ah dan maksiat”, masuk ke dalamnya dan berupaya memperbaiki dari dalam…dalam dalam, mereka adalah para pahlawan bagi kaumnya. Siapa saja mereka? Simak artikel berikut ini…

Dakwah dari Dalam
Dakwah dari dalam, membina dari dalam, masuk terlebih dahulu, berkubang di dalam dan memperbaiki dalam dalam. Demikian indah kata-kata ini untuk menghiasi sikap seseorang yang sengaja ‘terjun langsung’ di organisasi, kelompok atau partai yang jelas-jelas bukan bermanhaj Salaf, bahkan yang jelas-jelas memusuhi dakwah Al Haq. Walaupun di dalam sana, nun jauh disana mengawali “niat baiknya” dengan terpaksa mengikuti acara-acara bid’ah dan maksiat serta berdekat-dekat dengan para gembong penghasung bid’ah dan maksiat pula.

Masalahnya adalah masuk ke dalam berarti berkubang bersama orang-orang yang kita ingin ubah. Sementara siapa yang menjamin dirinya memiliki pendirian yang cukup teguh dan memegang prinsip melebihi ulama Salaf ? Padahal sejatinya manusia lemah seperti kita bisa mudah terbawa lingkungan, mudah hanyut dibawa arus. Selalu ada nilai-nilai yang di dalam sana harus dikompromikan. Baru masuk saja sudah harus banyak kompromi, bagaimana dengan nanti ?

Kita ketahui, organisasi, kelompok atau partai yang tidak bermanhaj Salaf (dan atau memusuhi dakwah Salaf), seringkali meramaikan hari selain dua hari Ied, bisa diistilahkan dies natalis atau milad. Terkadang acara tersebut diramaikan dengan musik, suasana ‘pakaian rapi’, berjas, berdasi, campur-baur wanita dan lelaki dan hal-hal ngeri lainnya.  Kadang disana, nun jauh disana, terkadang harus berpapasan dengan hizbi, dalam rapat, seminar, arena lomba ilmiah, tak pelak lagi mewajibkan mereka akrab dengan para pembawa pemikiran keliru, dan sesat, para penyebar bid’ah dan maksiat. Kadang harus ‘merapat’ bersama pengajar "filsafat Islam", toleransi dengan tokoh aliran, sekulerisme, materialisme dll. Bagi yang berstatus mahasiswa program keIslaman tentulah harus berpenampilan ramah, baik dan sopan serta kooperatif kepada para dosennya kalau tidak ingin nilainya “E” alias tidak lulus.

Tangan tak kuasa melawan, mulut tak mampu membuka, lidah tentu saja tidak mampu bergoyang ‘tuk mengatakan enggan, tidak atau jangan. Hatipun mulai dirayu setan. Lama-lama kini acara yang sarat bid’ah dan maksiat itu mulai dinikmati setengah hati… sampai sepenuh hati. Ternyata bergabung di dalam, senyum dan kerjasama dengan hizbi disana, membawa penghidupan yang layak, meningkatkan derajat kehidupan, memperpanjang gelar, bahkan menghasilkan uang

Pendakwah dari Dalam
Beberapa buktinya, pendakwah di Surabaya sana, demi meraih tujuan sebuah gelar rela masuk "ke dalam". Kendati harus ‘belajar" materi yang mengerikan dari dosennya, "Filsafat Ilmu", "Filsafat Hukum". Tepatnya hal ini menimpa dua nama yang tidak asing bagi Irsyadiyyun, Mubarok Bamualim dan Salim Ghanim.[1] Kisah dua orang da’i Mahad Al Irsyad As Salafi ini simak di artikel berikut bertajuk "Benar !! Mubarak Bergabung dengan JIL di Sarangnya."[2] Paradoks memang, antara ikhtilath dengan mahasiswi dengan sukarela, rela mendengarkan celotehan filosof guna meraih gelar sebagai orang intelek.

Alih-alih hendak menguasai medan dakwah dengan bergabung ‘di dalam’ terlebih dahulu walau dengan tokoh PK Al Ikhwani di markas lamanya[3]. Bapak Abdurrahman Tamimi direktur Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya, akhirnya didepak oleh Al Irsyad sehingga terpaksa menyingkir dari markas Al Irsyad Surabaya, pindah ke Sidotopo Kidul dan mengubah nama ma’hadnya menjadi "Mahad Ali Al Irsyad As Salafi". Kemudian nama Al Irsyad-pun benar-benar hendak dihapus dengan ganti nama Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib. Kalau benar-benar dibuka, maka kontribusi ijazah dua orang tim majalah Adz Dzakhiirah, kandidat Magister Agama STAIN Sunan Ampel, akan sangat berguna untuk memperkaya dosen lulusan S1 dan S2.

Contoh lainnya, seseorang yang bernama Randi Fidayanto, Lc yang juga termasuk diundang dalam acara daurah Al Irsyad 10 – 13 Juli 2006 dan 14 – 18 Februari 2006 tertulis "Rendi Fak. Tarbiyah UnMuh Purwokerto Jl. Raya Dukuh Waluh Purwokerto)".[4] Semula Randi dikenal ‘berdakwah dari dalam’ di Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto sesuai data tahun 2006 di atas. Kini di tahun 2008, Randi tercatat sebagai dosen di STIE Swastamandiri, Solo bahkan menjabat sebagai Kepala bidang kepesantrenan. STIE Swastamandiri ini membuka program ala pesantren dengan nama Pondok Pesantren Al-Es’af.

Tentu saja, program studi Ekonomi diminati banyak kaum Hawa, sehingga pembicaraan antara dosen dan mahasiswinya penuh keakraban jelas tidak terhindarkan. Simak yang terekam di buku tamu situs STAS berikut ini : "tia muthiah_ali@yahoo.com 14 Sep 2007 09:03 pak ustad randi….santrieeeeeeeeee, lom tau tuh nama masjidnya, katanya bingung yang di maksud majid ibadurrahman atw masjid pak kasman, tolong di konfirmasikan lagi ya…..
oke cukup sekian ya…kapan2 tia sambung lagi cakp2nya.[5]"  Sang ustadz menjawab "Rafanda randifa@telkom.net www.stas 21 Sep 2007 09:30 wah, yang jelas ya Masjid Kasman Singodimeja atau Masjid Al-Es’af ( ini nama nanti lho kalo udah kapsitas 300 orang), kalo sekarang tuh walau disebut Musholla atau bilik sholat atau mihrab-seperti zamannya Maryam- atau kamar sholat. Kalau bukan qt qt yang meramaikannya- tapi jangan terika-teriak lho- siapa lagi. Untuk paket Ramadlan memang sholat malam setiap hari, nanti diluar ramadlan ya paling 3 hari sekali aja cukup. Tapi sholat malam harus dilakukan setiap hari walaupun sendiri-sendiri. gitu lho." Entah bagaimana suasana praktek belajar-mengajar di STIE Swastamandiri, interaksi dosen dan ratusan mahasiswi yang hanya didukung 3 dosen wanita ?

Dakwah dari dalam benar-benar sedang dipraktekkan oleh Bapak Rendi/Randi yang lulusan Universitas Islam Madinah. Kendati posisi di STIE tersebut berdampingan dengan Eman Badru Tamam, Lc, rekan Abu Bakar Ba’asyir. Eman sebagai petinggi MMI, juga dewan pengasuh PP Isy Karima, Solo yang sama-sama pernah menjadi pejabat Kompak DDII Jawa Tengah[6] bersama pengasuh PP Isy Karima lainnya, KH Wahyudin (juga pengasuh PP Al Mukmin Ngruki, Solo) dan Syihabuddin AM.[7] Disanalah Rendi berada, berteman dengan petinggi Ngruki, DDII, bergabung dan bersatu dalam lembaga tersebut. [8]

Tersebutlah sebuah nama nnur pada tanggal 6 September 2005 mengirimkan email ke Adinda Praditya di milis Salafyoon. Sejenak pembaca bisa mengecek di situs resmi terkait instansi yang disebut-sebut, ternyata nick nnur telah menjadi dosenwati [9] Silakan pembaca mengecek, nnur adalah seorang akhwat yang pernah menjadi admin jilbab.or.id serta moderator milis Salafyoon, aktivis milis Assunnah, apakah gerangan yang mendorong untuk mengambil keputusan menjadi pengajar di kampus campur-baur tersebut ?

Tertulis kalimat di pesan nnur tadi dibuka dengan kalimat Adinda : "…Afwan, bukan bermaksud apa-apa selain ingin memberikan info pekerjaan (yang lingkungannya relatif lebih baik dari pada perkantoran pada umumnya), sekaligus menyemarakkan jumlah dosen yang bermanhaj salaf di Univ. Islam…" Bagaimana lingkungan kampus bagi dosen wanita ? Jelas, sebagai nampang di depan, mengajar di depan mahasiswa pria, sebagai pembimbing mahasiswa kadang harus berdua, rapat dengan dosen pria, dst.dst. Duh, ternyata ‘dakwah dari dalam’ lagi alasannya, dengan menjadi dosen.

Sepertinya, ‘dakwah dari dalam’ telah menjadi trend alasan bagi sejumlah da’i dan person yang mengaku bermanhaj Salaf yang berkepentingan dengan dunia. Contoh lain, Bapak Arifin Riddin, Lc lulusan Universitas Islam Madinah yang menjadi pendakwah ‘dari dalam’ di Mu’allimin Muhammadiyyah sesuai informasi tahun 2006[10]. Tragisnya, Arifin juga aktif dalam acara yang sarat akan bau bid’ah, yakni Pengajian dalam rangka Sekaten di masjid Gede Kauman, nama Arifin Riddin juga disebutkan mengisi tanggal 27 Maret 2007 dengan tema "Ibadah Sebagai Kunci Meraih Kesuksesan Dan Kebahagiaaan Dunia Akhirat".[11] Padahal sudah sejak tahun 2005 – 2008, Arifin juga aktif di acara "Salafi" dengan nama Islamic Center Bin Baz, Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM) alias YPIA a.k.a LBIA, seperti Studi Islam Intensif (SII) tanggal 20-27 September 2005 dan SII 2007 tanggal 8 Desember 2007. [12]

Ditambah lagi, rekan lainnya yang bernama Afifi Abdul Wadud rekan Aris Munandar di YPIA, pemilik toko Ihya’ Jogjakarta. Kini dirinya makin leluasa bergerak ceramah, salah satunya di masjid Syuhada.[13] Di acara Tsiqoh Studi Islam Efektif yang dipanitiai Tsiqoh Organizer, didukung oleh Barokah, CDMS Corp Dakwah Masjid Syuhada, Binder, dijanjikan akan dibuat Album Kenangan alias di foto-foto, duh… Acara yang diisi Afifi tanggal 14 Maret, sedangkan ciri khas acara ikhwani yakni ‘MABIT’ bersama CDMS Crew tanggal 5 April 2008.

Nama-nama pengisi selain Afifi, yakni tokoh politik, Ketua Dewan Syariah PKS Sleman Drs. Syathori Abdurrauf, Ghazali Mukri, Lc (trainer kader PKS), Sigit Yulianta (penceramah masjid Mardliyah, tempat kaderisasi PK al Ikhwani),Ma’ruf Amary, Lc (Ketua Dewan Syariah DPW PKS DIY), Cahyadi Takariyawan, Apt (Wakil Ketua DPP PK Wilayah Dakwah III), Abdullah Sunono, ST (Ketua DPD PK Kabupaten Sleman). Jelas sudah siapakah pengundang Afifi tersebut dan komunitas masjid Syuhada. Saking campur-aduknya manhaj jama’ah masjid Syuhada tersebut, sampai-sampai ada perayaan tahun baru Imlek di tahun 2003, padahal sarat akan pemahaman agama Khong Hu Chu.

Simak juga artikel "Aris Munandar, Bapak Pramuka Jogjakarta" yang juga diakui muridnya ‘berdakwah dari dalam’ PP Taruna Al Quran/L-Data[14], akrab dengan tokoh Wahdah Islamiyyah, semakin melengkapi khazanah kita tentang dakwah dari dalam tersebut.[15] Tak lupa bapak Yazid Jawwas[16] dan Abdul Hakim Abdat[17] yang ‘berdalam-dalam’ di DDII, sampai-sampai mendapatkan tempat tetap di markasnya. Ternyata tidak hanya dalam pengajian, Yazid juga terlibat jauh dalam bisnis dengan tokoh DDII.[18]

Dus, yang terakhir ‘dakwah dari dalam’ layar kaca TVRI yang dilancarkan oleh Zainal Abidin, Lc, da’i resmi Al Sofwah. Dengan penuh gegap gempita, para pengagum dakwah Turotsi ini menyebarkan lewat SMS, milis, situs-situs, "Mohon kesediaan antum untuk menyampaikan kepada keluarga, tetangga, teman, karib kerabat". Dakwah Tauhidkah di televisi tersebut ? Tentu tidak, dakwah yang mudah diterima yakni fiqh pernikahan berjudul "Indahnya Pernikahan Dini"[19], ada yang mengabarkan bertema "Langkah Serasi Menuju Keluarga Islami".

Apa yang akan terjadi ? Pemirsa yang mengaku bermanhaj Salaf tadi akan menyaksikan rangkaian dakwah plus-plus. Dakwah plus iklan televisi, dakwah plus musik, dakwah plus maksiat. Hal itu tidak dapat dihindari mengingat stasiun TV pada umumnya demikian. Selepas acara Hikmah Pagi, pemirsa yang memang hobi nonton TV terus mengikuti acara tersebut, ketika bosan, ganti stasiun televisi. Begitu seterusnya.

Mau tahu acara lain di TVRI yang ‘nyeleneh’ itu ? Menurut situsnya, acara TVRI setiap harinya diawali dengan diputarnya lagu, lantas acara yang ‘diidam-idamkan’ itu, Hikmah Pagi. Acara lainnya yang dapat disimpulkan mengerikan dari judulnya saja misalnya, Gebyar Keroncong, Ketoprak, Ngejinggo Bareng Slank, Sinetron Kolosal, Gerai Musik, Tembang Anyar, Festival Nasyid, Kamera Ria, Dangdut Pro, Country Road, Bintang Kampung dst.

Itulah prinsip dakwah dari dalam yang ‘bercampur aduk di dalam’, membersihkan dan menjernihkan air selokan satu demi satu agar siap diminum, demikianlah mereka menghabiskan umur dan waktunya. Allahul musta’aan. Padahal air jernih dari berbagai mata air pegunungan serta air Zam-Zam yang bersih masih banyak tersedia.

Tentu saja pada kesimpulannya, bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, bapak Mubarok, Randi, Afifi, Arifin Riddin, Zainal, Aris Munandar, Yazid Jawwas, ibu nnur, dkk, para pendakwah dari dalam tidak akan berani membawa prinsip-prinsip Manhaj Salafus Shalih, yakni dakwah Tauhid, mengenal Allah Ta’ala, Asma’ dan Sifat Allah, Rububiyyah, Uluhiyyahnya, menentang bid’ah secara terbuka, membela Sunnah Rasulullah yang asing, dst.

Ada baiknya pembaca menyimak kembali terjemahan dari fatwa Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah disini. "Televisi dewasa ini, 99% banyak menayangkan nilai-nilai atau faham-faham kefasikan, perbuatan dosa, nyayian haram, ataupun perbutaan yang mengumbar hawa nafsu, dan lain-lain sejenisnya. Hanya 1 % tayangan televisi yang dapat diambil manfaatnya. Jadi kesimpulan hukum televisi itu dilihat dari penayangan yang dominan. Jika telah terdapat Daulah Islamiyah, dan dapat menerapkan kurikulum ilmiah yang berfaedah bagi umat, maka berkaitan dengan televisi untuk saat itu; saya tidak hanya mengatakan boleh (jaiz) tetapi wajib hukumnya."[20]

Fatwa Ulama tentang memperbaiki dari dalam
Adakah penjelasan gamblang dari para Ulama terkait berdakwah dari dalam yang banyak dipraktekkan para dai tersebut? Mengingat ‘dakwah dari dalam’ tersebut belum ada kenyataan keberhasilannya, misalnya berhasil menghilangkan stigma gaulnya dengan hizbi, pudarnya batas-batas pergaulan antara Ahlussunnah dan Ahlul bid’ah. Juga dituntut pula mereka berhasil memurnikan pemahaman muridnya, untuk berpemahaman lurus, tegas bersikap sesuai manhaj Salafus Shalih dst. Berikut salah satu penjelasan asy Syaikh Abu Yasir Khalid ar-Raddadi hafidhahullah untuk menyingkap syubhat para SuperMan yang begitu semangat memperbaiki dari dalam.

Al Ustadz Muhammad Wildan pada tanggal 17 Dzulhijjah 1423/ 19 February 2003 bertanya pada syaikh Khalid ar- Raddadi : "Apa bantahan anda terhadap perkataan sebagian da’i tentang bolehnya bergaul dengan firqah-firqah atau jama’ah-jama’ah yang ada dengan alasan untuk memperbaiki dari dalam ?"
Syaikh Kholid menjawabnya  : "Yang pertama, perbaikan dari dalam bukan berarti bahwa engkau tetap bersamanya. bentuk pengingkaran paling kecil adalah tindakanmu memisahkan diri darinya. Pengingkaran terkecil itu adalah tindakanmu memisahkan diri darinya, tidak bergaul dengannya. Adapun apabila engkau tetap bersama mereka, bergaul dengan mereka, mendiamkan kemungkaran-kemungkaran mereka, maka tidak akan terjadi perbaikan pada diri mereka dan tidak pula pada dirimu.
Jadi, perkataan seperti itu adalah perkataan yang tidak benar. Khususnya jika disana ada saudara-saudara salafiyyun, hendaknya saudara-saudara kita yang salafiyun tersebut menyeru, menda’wahi mereka dan menasehati mereka dari/dalam keadaan jauh dari mereka. Apabila mereka menerima nasehat tersebut, Dan juga apabila diantara mereka ada  yang menerima kebenaran, Alhamdulillah …(ada perkataan yg tidak jelas)… bahwa bentuk pengingkaran yang paling kecil adalah memisahkan diri dari mereka. Tidak bersama mereka dan tidak bermajlis dengan mereka sebab tidak akan tercapai bentuk pengingkaran apabila seseorang itu tetap bersama mereka, mereka/kaum muslimin tidak memahami ketika seseorang tetap bersama suatu kelompok yang mempunyai penyimpangan, bahwa orang tersebut mengingkari manhajnya.
Ketika meninggal Abu Rawwaad, manusia pada waktu itu melihat Sufyan ats-Tsawry, mereka mengatakan "Sufyan (Sufyan ats-Tsawry) akan menyolatkan orang tersebut". Kemudian ketika Sufyan tidak menyolatkan orang tersebut ditanyakan kepada beliau, "mengapa kamu tidak menyolatkannya". beliau menjawab, "agar manusia tahu bahwa ia seorang mubtadi’".
Jadi, agar manusia tahu bahwa ia seorang mubtadi’, terutama apabila orang yang tidak menyolatkan tersebut adalah seorang yang mempunyai kedudukan dan derajad yang tinggi di tengah-tengah masyarakat. "

Syaikh juga menjelaskan, "Masyaa Allah, ada seseorang yang berani pergi bersama ahlul bid’ah/orang-orang yang menyimpang, bermajelis dengan mereka dengan mengatakan, "Saya akan menasihatinya" dan ia merasa aman terhadap dirinya dari fitnah. Ini adalah termasuk musibah paling besar dan termasuk pintu yang dijadikan oleh Syaithan untuk menjerumuskan banyak manusia. Dimana banyak dari kalangan manusia yang berhujjah bahwa mereka ingin menasihati dengan bergabung dengan mereka atau dengan  alasan untuk memperbaiki dari dalam seperti yang telah disebutkan sebelum ini atau yang semisalnya, yang pada akhirnya akan menjadikan ia seorang pentolan dari kalangan pentolan mereka (yaitu ahlul bid’ah).
Dan telah diriwayatkan dari Imran bin Hithaan dan ia adalah seorang rawi yang telah dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhaary dalam shahihnya. Dan Imran bin Hithaan ini pada akhirnya menjadi salah seorang pimpinan dari al-Khawaarij padahal sebelumnya dia adalah pemimpin Ahlus Sunnah. Imran bin Hithaan mempunyai seorang sepupu perempuan dan sepupu perempuannya ini adalah seorang pentolan dari kalangan khawaarij. Imran bin Hithaan berkata, "Saya menikahi sepupu perempuan saya tsb agar saya bisa mengembalikannya kepada sunnah". Maka Imraan bin Hithaan menikahi sepupunya tsb kemudian akhirnya ia berubah menjadi salah seorang pemimpin al-Khawaarij.
Jadi seseorang itu jangan merasa aman dari fitnah thd dirinya dengan bergaul dengan ahlul bid’ah, bermajelis dengan  mereka, mendengarkan kajian2 mereka dan bergaul dengan  mereka. Bagaimana mungkin ia merasa aman dari fitnah thd dirinya dan ini merupakan suatu keberanian, yaitu keberanian yang besar dari kalangan pemuda saat ini. Seseorang yang merasa percaya diri dan tidak khawatir fitnah akan menimpa dirinya. Dan di dalam sebuah hadits yang disebutkan oleh Ibnu Bathah dalam kitabnya al-Ibaanah, Dan ini adalah hadits shahih dari sabda Nabi ‘Alayhi Shallaatu Wasallam, " Barang siapa diantara kalian yang mendengar ttg kedatangan Dajjal maka janganlah ia mendatanginya." Demikian hadits ini disebutkan oleh Ibnu Bathah dalam kitabnya al-Ibaanah. Dan Ibnu Bathah berdalil dengan hadits ini ttg tidak bolehnya mendatangi ahlul bid’ah dan bermajelis dengannya. Hendaknya ia jangan pergi sekalipun ia tahu bahwa itu adalah dajjal bahwa ia adalah seorang yang kadzab/pendusta. Sekalipun ia mendengar kedatangannya dan ia yakin itu adalah dajjal tapi hendaklah ia tidak pergi karena dikhawatirkan ia akan tertimpa fitnah." (Dikutip dari http://tazhimussunnah.files.wordpress.com/2008/01/dialog-ustadz-wildan-dengan-as-syaikh-abu-yasir-khalid-ar-raddadiy.pdf)

Ada pertanyaan yang disampaikan kepada Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah. Bagaimanakah masuk menjadi anggota kelompok-kelompok yang ada dengan tujuan ingin memperbaiki dari dalam?
Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz menjawabnya : "Adapun berkunjung untuk mendamaikan di antara mereka, mengajak dan mengarahkan kepada kebaikan dan menasehati mereka, dengan tetap berpijak di atas jalan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah maka tidak apa-apa. Adapun menjadi anggota mereka maka tidak boleh. Dan jika mengunjungi Al Ikhwanul Muslimin atau Jamaah Tabligh dan menasehati mereka karena Allah seraya berkata: "Tinggalkanlah oleh kalian fanatisme, wajib bagi kalian (menerima) Al Qur’an dan As Sunnah, berpegang teguhlah dengan keduanya, bergabunglah kalian bersama orang-orang yang baik, tinggalkanlah perpecahan dan perselisihan", maka ini adalah nasehat yang baik." (At Tahdzir Minattafarruqi Wal Hizbiyyah, hal. 15-16) (Dikutip dari http://assalafy.org/al-ilmu.php?tahun3=13)

Fakta tentang dakwah dari dalam
Partai politik Ikhwanul Muslimin adalah contoh menyedihkan dari prinsip dakwah dari dalam, merekalah pendahulunya. Masuk parlemen dengan alasan berdakwah dari dalam, menegakkan syariat Islam. Setelah memperoleh kursi dan kedudukan? Kalkulasi politik yang dikedepankan, kompromi dan jual prinsip agar para simpatisan dan pemilih tidak lari. Agama dan syariat? Hanyalah lipstik ketika dulu berkampanye. Ketika Ikhwanul Muslimin menguasai Sudan, gereja terbesar malah berdiri megah di ibukota Khartoum, para menterinya mayoritas Nasrani. Untuk apa semua ini mereka lakukan? Dalam rangka menegakkan syari’at Islam? Tentu tidak!! Berpolitik telah menuntut anda untuk jual prinsip dan harga diri bahkan prinsip agama harus siap anda gadaikan dan jual! Tidak ada yang mau melakukannya kecuali para petualang politik yang mengejar gemerlapnya kenikmatan duniawi. Tentulah bukan perkara luar biasa jika yang melakukannya adalah partai-partai dengan platform sekuler atau liberal, yang menjadi masalah besar adalah mereka mengklaim sebagai partai Islam dan berjuang untuk menegakkan syariat Islam!! Kalau anda tidak merasa puas dengan “kepandaian” Ikhwanul Muslimin dalam menegakkan syariat Islam di Sudan maka di negeri ini (Indonesia) lihatlah bagaimana mereka menjadikan pemasalahan aqidah sebagai barang dagangan dan jual beli untuk mencari muka:
“Bersama Galungan & Kuningan Kita Hiasi Kehidupan Dengan Darma”!
http://img90.imageshack.us/img90/5244/ikhwanulmusliminimdibaldj2.jpg

Engkau lempar kemana slogan penegakan dan penerapan syariat Islam (wahai para politikus Islam! Para Muslim Negarawan!) sebagaimana teriakan janji-janji kalian di podium-podium kampanye? Bagaimana kalian hendak menghiasi hidup kalian dengan syariat Islam jika Darma Hindu yang menjadi hiasan kehidupan kalian?! Ketika kalian mengajak diri-diri kalian sendiri untuk menerapkan Darma Hindu makasungguh itu adalah urusan kalian sendiri dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.Tetapi ketika kalian menyeru kepada seluruh masyarakat untuk mengamalkan kepada Darma Hindu maka seketika itu pula seruan kepada kesesatan dankekafiran ini menjadi urusan seluruh kaum muslimin untuk membungkam dan menjelaskan kebatilannya!
Kita berlindung kepada Allah dari segala perbuatan yang dapat mengantarkan kepada kekufuran.
Tetapi demikianlah, jual prinsip dan gadaikan prinsip telah menyingkap kebohongan janji-janji kosong penerapan syariat Islam. Islam hanyalah barang dagangan untuk menggaet mayoritas pemilih Muslim. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Mencetak generasi hura-hura dan hore-hore:
http://img230.imageshack.us/img230/2888/hurahoreepu5.jpg

Demikianlah contoh berharga politik omong-kosong penegakan syariat Islam, ya ‘dakwah dari dalam’ dan menghancurkan diri di dalam sana. Mereka akhirnya menggunakan sistem demokrasi ala Yunani tersebut dan menghiasinya sebagai demokrasi Islam. Sangat tragis bahwa demikian pula halnya ‘dakwah dari dalam’ para dai kondang yang mengaku Salafi.

Tragis memang, banyak kelompok yang telah ‘menguasai’ masjid dengan berbagai kegiatannya yang cenderung berpemahaman miring. Sehingga panitia kajian Islam Salafy perlu waspada dalam memilih masjid untuk tempat kajiannya. Masjid yang diwakafkan untuk umum, tidak menjadi simbol dakwah partai tertentu, menghadirkan ustadz Salafy, dengan panitia dari ikhwan Salafy sendiri, ini jelas paling aman. Juga waktu kajian sebaiknya menghindari hari-hari besar selain dua Ied, dikhawatirkan dianggap ikut merayakannya. Sponsor-sponsor pendukung yang juga mendukung kegiatan hizbiyyah, bid’ah, maksiat dkk, sebaiknya dibuang jauh-jauh.

Walhamdulillah, sekian banyaknya kajian Salafy yang ada, tidak satupun yang bercampur dengan hizbi dalam kepanitiaan kajian maupun ustadznya. Adapun Turotsi? Duh, slogannya selalu sedang ‘DAKWAH dari dalam’ (dan… babak-belur agamanya di dalam) ya akhi… Maunya mewarnai apa mau dikata jika kenyataan akhirnya malah berubah menjadi warna-warni tak berbentuk. Ingin mempercantik malah terkena infeksi di sana-sini. Wallahul musta’aan.

Abu Abdillah Ibrahim

Footnote:
[1]  http://img329.imageshack.us/img329/1223/presensistainnp2.jpg
[2] http://fakta.blogsome.com/2007/05/14/mubarak-bergabung-dengan-jil-di-sarangnya/
[3] Simak gabungnya tokoh PK al Ikhwani dengan dai Al Irsyad di masjid Al Irsyad sebagai berikut http://img205.imageshack.us/img205/963/file24ya5.jpg , http://img407.imageshack.us/img407/9953/file24ckt4.jpg , http://img407.imageshack.us/img407/5003/file24bhh6.jpg
[4] http://img71.imageshack.us/img71/4380/pesertadaurahalirsyad14da8.jpg
[5] http://www.stas.ac.id/buku-tamu.php?p=30
[6] http://www.megaone.com/kompak/profil4.htm
[7] Dalam profil PP Isy Karima, memang disebutkan bahwa PP tersebut dibidani oleh para pengurus DDII perwakilan Jawa Tengah  http://isy-karima.com/index.php?option=com_content&task=view&id=18&Itemid=35
[8] http://www.stas.ac.id/tentang-kami/struktur-organisasi.php
Sungguh anda sekalian tidak akan menyangka bahwa ustadz Randi Lc yang ramah kepada akhwat dan nyata-nyata bergandengan dakwah dengan elemen-elemen teroris Khawarij inilah yang begitu garang dan ganas pada tahun 2005 mengirim email (setelah pembubaran LJ)  dan memvonis ex-LJ sebagai bajingan-bajingan Khawarij! Berikut nukilan email ganasnya:
“From Forum Konsultasi Terpadu Al-Islam Sun Sep 25 23:53:13 2005
fktalppi@telkom.net
ass.wr.wb,
kalian memang orang-orang Berkepala Batu Dan Tahu Malu (???!-peny). serta Tidak Punya Muka And Muka Tembok(???!-peny).
…JADI RENUNGKANLAH BAJINGAN-BAIJNGAN KHAWARIJ. sebelum Allah membuka borok-borok kalian yang menjijikkan.
Atau KALO KALIAN MASIH PUNYA NYALI DAN JANTAN MANA PEMBESAR-PEMBESAR KALIAN, YA BAJINGAN KHAWARIJ YANG MENGAKU SALAFY, INILAH TANTANGAN RANDI FIDAYANTO, jika kalian memang orang-orang yang benar.
…JANGAN KALIAN WAHAI PEMBESAR-PEMBESAR KHAWARIJ YANG BISANYA MENIPU DAN MENDOKTRIN BEBEK-BEBEK YANG TIDAK PUNYA DALIL.

Randi Fidayanto, Lc
Purwokerto

Maka kita tanyakan kepada ustadz yang bahasanya “kacau balau” di atas: “Kalau anda begitu yakinnya menghukumi isi hati-hati kami ini sebagai bajingan-bajingan Khawarij (padahal kami telah menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa kami telah bertaubat dan rujuk kepada Al Haq) lalu apa sebutan yang pantas dan tepat bagi orang-orang semacam anda yang secara sadar sesadarnya bertemanan dan bekerjasama sependapatan dengan “bajingan-bajingan Khawarij” dari NII?! Kalau anda bukanlah seorang pendusta sebagaimana teman-teman kondang anda, tunjukkanlah kepada seluruh umat Islam dengan bukti nyata yang kami tidak akan mampu mengingkarinya bahwa kami (setelah pembubaran LJ) pantas untuk dicap sebagai bajingan-bajingan Khawarij!! Bagaimana mungkin tahun 2005 anda begitu percaya diri menuding kami sebagai bajingan-bajingan Khawarij padahal justru kamilah yang memegang bukti bahwa bajingan-bajingan Khawarij itu ada ditengah-tengah barisan anda!http://img242.imageshack.us/img242/3249/khawarijalmukmindarusyact1.jpg Ataukah anda yang berkepala batu and tak punya malu sedang mengeluarkan jurus Maling Teriak Maling, Sembunyi dibalik dinding tembok and muka tembok?  
[9] http://www.fti-uii.org/index.php?option=com_wrapper&Itemid=233
[10] http://img292.imageshack.us/img292/5490/pesertadaurahalirsyad10hg6.jpg
[11] http://img389.imageshack.us/img389/4930/dalamsekatenza3.jpg
[12] http://img382.imageshack.us/img382/3844/sii2007qi9.jpg
[13] http://img143.imageshack.us/img143/4407/dalamsyuhada2tl0.jpg
[14] http://img143.imageshack.us/img143/9913/dalamtarunact4.jpg
[15] http://fakta.blogsome.com/2008/03/10/aris-munandar-bapak-pramuka-jogjakarta/
[16] http://fakta.blogsome.com/2007/01/06/ddii-bukan-sekadar-organisasi-biasa/
[17] http://fakta.blogsome.com/2008/01/11/abdul-hakim-abdat-pakar-hadits-indonesia/
[18] http://fakta.blogsome.com/2007/04/02/antara-ddii-dan-yazid-jawas-bukan-sekedar-ngaji/
[19] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/38310
[20] http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=440






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham