Fakta.blogsome.com ! www.Fakta.cjb.net ! www.Fakta.info.tm :: FAKTAkan yang Haq

15 - August - 2007

Ketika Para Ulama Dijadikan Lelucon dan Tertawaan…

Filed under: Umum, Fakta

KETIKA ULAMA DIJADIKAN LELUCON & TERTAWAAN (TAMBAHAN PENTING 14/09/07)
Topik kita kali ini masih seputar sepak terjang Qiblati “Agus Hasan” Al-Ikhwani. Sebelum kita membeberkan FAKTA menyakitkan sebagaimana judul di atas, akan kami tunjukkan bukti “kehebatan” majalah Qiblati yang dipimpin oleh Agus Hasan Bashari si penerjemah Fatwa Keji Hizbul Irsyad Penghina Para Ulama Pewaris Para Nabi yang tentunya bekerjasama dengan para Irsyadi.
Sekadar mengingatkan, setelah diblow-upnya dan diungkapkannya bukti-bukti tikaman Irsyadiyyun yang bekerjasama dengan Agus Hasan Qiblati dalam menerjemahkan fatwa keji Majelis Ifta’ dan Tarjih Al Irsyad maka dengan tergopoh-gopoh Agus Hasan berupaya mencuci tangan dari kejahatan tersebut dengan berdalih :
“Dengan penuh amanah ilmiyah saya terjemahkan dan saya lengkapi dengan komentar-komentar singkat yang bermanfaat namun sayang, pada tahun 2004 buku itu terbit – dengan judul Himpunan Tiga Risalah  -, tanpa menyertakan komentar-komentar saya – dan itu sah-sah saja karena hak sepenuhnya ada pada jam’iyyah -, padahal di bagian akhir risalah tersebut ditekankan penetapan bulan berdasarkan hisab. Maka demi kemaslahatan bersama dan memotifasi aktivitas ilmiyah berikut ini saya kutipkan Fatwa tersebut beserta komentar (catatan) saya, yang saya tulis sebagai bahan perbandingan dan koreksi…” (Qiblati Vol.02/No.01/10-2006M, hal.24)
Walaupun demikian, ternyata catatannya yang dinyatakan sebagai “komentar singkat yang bermanfaat” tersebut hanya menekankan kebenaran rukyatul hilal daripada metode hisab. Agus Hasan sama sekali tidak menyentuh fatwa tikaman-tikaman keji dan brutal Majelis Ifta’ dan Tarjih Al Irsyad yang diterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia! Na’am, Agus Hasan sama sekali tidak memberikan catatan ataupun komentar tentang kekejian terhadap para ulama pewaris para nabi! Inilah yang dinyatakannya dengan PD (Percaya Diri” sekali sebagai “  Dengan penuh amanah ilmiyah saya terjemahkan..”. Sekali lagi, atas nama amanah ilmiyah Agus Hasan menerjemahkan tikaman-tikaman keji Hizbul Irsyad terhadap para ulama pewaris para nabi!! (Simak bukti kejahatannya serta bantahan yang menghinakannya – sehina-hinanya – di dalam artikel Badai Fitnah Dakwah Ihya’ At-Turots yang berjudul: Kejahatan Irsyadiyyun Terhadap Ulama Pewaris Para Nabi )

Ya Subhanallah, ke mana larinya rasa takutmu kepada Allah dan di mana pula engkau tanggalkan "kesalafiyyahanmu" – wahai Agus Hasan – sehingga tanganmu mampu mengerakkan pena menuliskan tuduhan-tuduhan keji terhadap para ulama pewaris para nabi hasil fatwa Majelis fta’ dan Tarjih Hizbul Irsyad? Berapa rupiah dirimu dibayar wahai Agus Hasan oleh Farouk Badjabir dan teman-teman Hizbul Irsyadmu? Apakah engkau juga telah menceritakan kejahatan kejimu ini kepada Syaikh Mamduh yang selama ini membiayaimu? Betapa dirimu sama sekali tidak menunjukkan rasa takut kepada Allah apalagi menyesal  dus apalagi mengikrarkan taubatnya  dari  sikap brutalnya ini!! Kepada hizbi jahat seperti inilah Irsyadiyyun Abu Salma dengan bangga menasabkan dirinya dengan berkata: "Guru dan Ustadz Saya:…Ustadz yang mulia, Agus Hasan Bashori –semoga Alloh menjaganya-, seorang da’i yang giat dari Malang. Saya banyak mengambil manfaat dari beliau terutama dalam masalah bantahan-bantahan terhadap para penyeleweng.”
Orang yang tidak punya bagaimana dia akan memberi? Bilamanakah perahu layar akan berjalan di atas daratan? Tentu dengan kelicikannya Abu Salma akan dengan mudah menjawab:"Bila dipasangi roda, as dan gardan!! Yassalam!

Ternyata makar lainpun telah disiapkan ustadznya untuk mencuci tangan dari FAKTA kekejian di atas.
Dari penjelasannya itu kita akan memahami bahwa Agus Hasan telah membuat catatan-catatan singkat akan tetapi tidak ikut diterbitkan dalam buku Himpunan Tiga Risalah terbitan PP.Al-Irsyad Farouk Badjabir, artinya sebagaimana penjelasannya, ketika buku itu terbit tahun 2004 (tepatnya bulan Oktober 2004 sebagaimana bukti yang kita pegang):
http://img405.imageshack.us/img405/1603/coveragusbashariirsattiff6.jpg
Agus Hasan Bashari telah membuat catatan/komentarnya (hanya saja tidak ikut diterbitkan), demikian pengakuannya sendiri di majalahnya  sendiri (Qiblati). Tetapi tampaknya kelicikannya tidaklah begitu “canggih”! Di Qiblatinya  dia menganyam kedustaan  di Qiblati pula dirinya menuai kehinaan!  Perhatikanlah bukti FAKTA di bawah ini:
http://img490.imageshack.us/img490/4764/qiblatbashorilicikiumatym2.jpg
Tertulis: “Malang, Rabu 22-05-1426 H 29-06-2005 M Dibaca ulang pada 26 Agustus 2006”
Siapapun orang yang bisa membaca akan dengan mudah memahami bahwa buku terjemahannya  diterbitkan bulan Oktober 2004 semenntara catatan/komentar singkat “bermanfaatnya” ternyata ditulis pada 29-06-2005;  Benar, ditulis DELAPAN BULAN SETELAH BUKU TERJEMAHANNYA DITERBITKAN!!

Agus Hasan Qiblati Terperosok Helah Sendiri

Haihata..haihata kedustaan hanyalah akan berbuah kehinaan dan kerendahan!! Walaupun setelah akh Abdul Ghafur menulis dengan mengungkapkan kecurangan dan kelicikan Agus Hasan di atas yang “tidak canggih" ini,  dirinya harus menerima konsekwensi  ancaman  (secara langsung) pembunuhan  dari  salah  seorang kru Qiblati  (bagian Marketing  dan Iklan) sekaligus informan Abu Salma, yakni Abu ‘Aliy!! Tampaknya,  setelah  kalah  bukti  dan hujjah akhirnya preman Sururi yang gerah dan marah.
Semoga Allah membalas makar kejahatan mereka dengan balasan yang setimpal, amin.
Walaupun para bawahannya berupaya sekuat helah untuk berkelit, para ustadz mereka jelas beraliansi dengan Abdullah Hadrami pembela takfiri-ba’asyiri bom bunuh diri (baca transkrip Bedah Buku Abduh ZA di kota Malang) dan Turatsi Khalid Syamhudi beserta Zainal Abidin (lebih jelas, lihat sepak terjang da’i ini bersama Al-Sofwa Al-Muntada Al-Hizbi; 

Al-Sofwa Al-Muntada & Pendukungnya

Klik pula  http://turotsi.wordpress.com/ )

http://fakta.blogsome.com/go.php?http://img183.imageshack.us/img183/7282/qiblatiturotsihadromi1ad9.jpg
Baru-baru ini Qiblati telah sukses mendatangkan para ulama Mekah, termasuk kehadiran mufti Masjidil Haram Fadhilatu Syaikh DR. Abdurrahman Al-Qassas.
http://img469.imageshack.us/img469/7040/qiblatiundangulamaop0.jpg

“Lebih dari itu semua sejak saat ini beliau secara resmi menjadi mustasyar (penasihat) bagi majalah Qiblati yang tercinta ini. Tatkala yang mulia mufti Masjidil Harammenjadi penasihat Qiblati, maka ini bagi kami artinya sangat banyak, minimal ini menunjukkan bahwa kita berada di atas manhaj yang benar –insya Allah – dan kita berjalan dengan langkah yang benar.” (Qiblati, ed.11 tahun II-Agustus 2007, rubrik Assalamu’alaikum).
Maka mulai edisi tersebut yang tertulis:
http://img168.imageshack.us/img168/3815/qiblatipengantarredaksipd8.jpg
Penasehat: MUFTI Masjidil Haram Syekh DR.Abdurrahman al-Qassas!!

Demikianlah, Qiblati mengukuhkan diri menjadi satu-satunya majalah dengan penasehat MUFTI Masjidil Haram, Yassalam!
Dan sekarang saatnya kita simak isi majalah yang “sudah selayaknya kita bergembira, bersuka cita dengan adanya kepercayaan yang diberikan kepada kita ini.” (ibid)
Inilah cara Qiblati bersuka cita dan mereka ingin menunjukkan kepada semua pembaca majalahnya bukti keakraban serta kedekatan Agus Hasan Bashari beserta kru Qiblatinya dengan para Masyayikh…
1. Pada saat rihlah (tamasya) ke Air Terjun Coban Rondo Batu, Syekh Mamduh meminta kepada Syekh Khalid untuk membacakan sebagian ayat-ayat al-Qur’an karena suara beliau sangat indah dan merdu. Maka Syekh Khalid segera membuka mushhaf dan membaca dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya:
“Dihalakan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al-Baqarah:187)
Karuan saja para masyayikh langsung tertawa sebab ayat yang dibaca tentang hubungan suami istri di malam hari di bulan Ramadan, bukan tentang keajaiban alam ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka Syekh Mufti mengomentari bahwa kasus Syekh Khalid mirip dengan yang disebutkan oleh Ibnul Jauzi tentang orang-orang pandir, mereka membaca al-Qur’an tidak pada tempatnya,…”
Komentar:
Tidak perlu komentar lebih panjang lagi, demikianlah kewibawaan ulama di sisi Qiblati yang mesti dipublikasikan agar diketahui oleh segenap umat Islam!! Entah, apakah Syaikh Khalid membawakan ayat tersebut semata karena ingin menciptakan suasana yang lebih santai dan segar ataukah “kepandiran” (baca:bahan tertawaan) Qiblati yang dipertontonkan?! Wallahul musta’an.
Benar-benar kisah yang dipublikasikan “tidak pada tempatnya!”
 
2.Di Villa Masyayikh Batu ada satu kolam renang yang sangat indah. Para Syekh tidak pernah memanfaatkannya kecuali sekembalinya dari penutupan daurah. Syekh Khalid lansung menceburkan diri ke dalam kolam dan beliau sangat mahir dalam berenang. Berbeda dengan Syekh Khalid, Syekh Yusuf yang berbadan subur alias gemuk itu begitu menceburkan diri ke dalam kolam, langsung menggigil kedinginan dan megap-megap karena selama hidupnya tidak pernah berenang sama sekali. Karena berbadan besar dan gaya renangnya tidak karuan maka airpun banyak termuntahkan dari kolam, maka Syekh Mamduh dengan senyum lebar mengomentarinya: “Wah, kita hari ini sedang menonton contoh kecil dari gelombang Tsunami.”
Pada waktu itu Syekh Mufti, Syekh Mamduh dan Syekh Misy’al lebih asyik menikmati makan siang di ruang lesehan pinggir kolam, mereka bertiga memanas-manasi Syekh Khalid dan Syekh Yusuf untuk terus mandi biar tidak ikut makan siang yang lezat itu. Karena Syekh Yusuf tidak pandai berenang maka beliau terus menurus meminum air kolam, melihat hal itu Syekh Mufti berkomentar: “Antum harus membaca do’a:
الحمدلله الذي أطعمنا و سقانا
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum pada kami.”
(Cerita Unik, ibid, hal.15)
Komentar:
Benar-benar Qiblati telah “menelanjangi” sosok fisik para ulama yang mereka undang sendiri. Saya tidak ingin ada diantara pembaca yang memiliki pemikiran bahwa Qiblati sengaja mencari Villa yang ada kolam renang  yang sangat indah agar dapat menceritakan secara gamblang kepada para pembacanya gambaran fisik para ulama yang mereka undang, siapa yang “berbadan subur alias gemuk”, siapa yang pandai berenang dan tentu saja siapa pula ulama yang “menggigil kedinginan”, “megap-megap” karena “gaya renangnya tidak karuan” dan tentu saja “terus menerus meminum air kolam!”
Adalah kisah yang benar-benar unik bahwa Irsyadiyyun illegaliyyun, tetangga sebelah (Abu Salma) yang lantang berkoar-koar menuding kami menggunakan cara-cara agen CIA dalam menulis artikel! Kalau dia jujur tentu akan mengakui bahwa reportase majalah kebanggaan ustadznya ini mirip dengan cara kerja agen rahasia (tidak hanya CIA!) pada umumnya! Mereka harus menjelaskan secara detail “para buruan” yang dibidiknya! Bentuk fisiknya, tingkah lakunya dan seterusnya dan seterusnya yang tidak akan pantas diberitahukan dan disiarkan kepada masyarakat. Hanya saja CIA memiliki sedikit kelebihan  dibandingkan Qiblati. CIA tahu benar kepada siapa “laporan rahasia” tersebut mesti diceritakannya. Adapun Qiblati? Tentu saja mempublikasikan “laporan rahasia” tersebut “tidak pada tempatnya!” Entah, apakah Qiblati ingin mengokohkan diri sebagai majalah yang “mirip dengan yang disebutkan oleh Ibnul Jauzi tentang orang-orang pandir, mereka membaca al-Qur’an menceritakan suatu kisah yang tidak pada tempatnya,…”
Apa perlunya umat mengetahui kisah-kisah Masyayikh seperti ini? Dengan tingkah laku kalian seperti ini, sungguh kami sangat kuatir bahwa posisi tidurnya serta apapun aktifitas gerakan para ulama juga kalian rekam dalam video yang pada saatnya nanti akan kalian pertontonkan kepada umat!!
Apakah engkau –wahai Qiblati- hendak mengajak segenap kaum muslimin agar menertawakan para ulama?! Allahu yahdikum!
 
Ada kisah Masyayikh lain yang diceritakan Qiblati dengan lebih “sarkasme” (gaya bahasa kasar), “nekat dan lucu”, “ngebut namun meliuk-liuk”, “seperti sopir mabuk”, “sopir yang ugal-ugalan” yang “sangat mungkin bisa mengantarkan ke rumah sakit!” dimana “semua gerakan nekat dan lucu itu kita rekam dengan video!!”
3. Ketika pergi ke Watu Ulo dari kota Jember, kami mengendarai 2 mobil. Rombongan masyayikh dengan sopir Abu Hasan dan rombongan Qiblati dengan Abu Salma. Karena Abu Hasan jatuh sakit maka sopir diambil alih oleh Syekh mamduh tanpa terencana. Kami mengira beliau sudah mahir, mengingat di Makkah kalau mengendarai mobil sangat lihai. Kami berada di belakang mobil masyayikh. Tiba-tiba kami sangat terkejut melihat mobil syekh Mamduh berjalan ngebut namun meliuk-liuk, ke kanan dan ke kiri. Sepertinya sopirnya mabuk, padahal tidak mabuk, Maklum, kebiasaan di Saudi menggunakan setir kiri. Debu dan sampah sering kali berhamburan mengotori kaca depan mobil kami setiap kali mobil Syekh keluar dari aspal. Kita yang sudah ngantuk kelelahan mendadak melotot, berdebar-debar campur tawa sepanjang perjalanan. Betapa tidak, mobil Syekh kalau ke kanan terlalu ke kanan sampai melewati marka jalan dan kalau ke kiri terlalu minggir hingga jauh keluar dari badan jalan. Sampai hampir saja menabrak seorang petani yang sedang berjalan sambil mengayun-ayunkan sabitnya. Semua gerakan nekat dan lucu itu kita rekam dengan video. Saat mobil berhenti kita dekati Syekh dan kita rekam dari dekat, Syekh pun tersenyum dan melambaikan tangan, karena tidak mengerti yang kita maksudkan. Saat kita beristirahat di villa, rekaman itu kita tunjukkan. Semua Syekh tertawa, apalagi pada saat nampak wajah Syekh dari dekat, beliau mendengar suara komentar dari penyuting: “Inilah supir yang ugal-ugalan itu!” Alhamdulillah kami tiba dengan selamat. Malam itu, akhirnya kami merawat “bang sopir” kita dengan baik agar esok harinya bisa mengantar pulang dengan aman, daripada disopiri syekh yang bisa membuat jantung deg-degan atau sangat mungkin bisa mengantarkan ke rumah sakit!
Komentar:
Qiblati, demikiankah cara kalian membalas budi pada orang yang telah menyuapi dan memberikan lapangan pekerjaan pada kalian? Adakah umat yang percaya bahwa Agus Hasan Bashari-lah yang mampu mendatangkan para ulama Mekah? Bukankah ini semua hasil lobi dan perjuangan Syaikh Mamduh? Apakah Qiblati mampu terbit dan berjalan jika Syaikh Mamduh tidak mendanainya?! Haihata…haihata…
Suatu kisah yang sangat mendebarkan, mobil yang dinaiki oleh para masyayikh Mekah yang berjalan zig-zag dengan membahayakan NYAWA para penumpangnya (baca:PARA ULAMA MEKAH!) serta pemakai jalan lainnya dan kalian wahai Qiblati masih mampu berdebar debar “CAMPUR TAWA SEPANJANG PERJALANAN?!”
Wallahi, demi Allah ini adalah sikap yang sungguh sungguh sangat dan sangat keterlaluan serta melampaui batas!!”
Ada saatnya bergurau dan ada pula saatnya kita harus bersikap sebagai  orang yang beradab!! Apalagi adab dan sopan santun terhadap para ulama!!
Bukanlah kisah lucu yang pantas ditertawakan ketika nyawa para ulama Mekah menjadi taruhannya! Dan bukan pula sikap lucu yang patut mengundang tawa ketika pejalan kaki hampir mati tertabrak mobil kalian! Dengan cara "tidak beradab" seperti inikah kalian ingin menunjukkan kepada umat betapa cintanya kalian kepada para ulama dan betapa dekat serta akrabnya kalian kepada mereka?!
Bukankah sikap “sopir ugal-ugalan”, “ngebut namun meliuk-liuk”, “seperti sopir mabuk” dan mengemudi tanpa SIM adalah pelanggaran wahai Qiblati? Lalu di mana letak “keLUCUan” itu sebagaimana ungkapan kalian?! Dan semua kisah memilukan (baca:pelanggaran tata tertib lalu lintas) yang membahayakan nyawa seperti ini kalian anggap sebagai “kisah unik” yang pantas diketahui oleh umat?! Sungguh sepantasnya bagi kalian untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala bahwa semua "ugal-ugalan" ini tidak berurusan dengan polisi! Tidak berakhir di Rumah Sakit!! Adakah semua tragedi ini sesuatu yang lucu wahai Qiblati Al-Ikhwani?! Ataukah kalian ingin mempublikasikan berita besar para Masyayikh Mekah di Indonesia? Ataukah kalian memang ingin menghancurkan muruah orang yang menyuapi dan menggaji kalian selama ini? La haula wala quwwata illa billah.
Tetapi sungguh kami tidak terkejut dengan sikap “luar biasa sopan” yang “di luar kebiasaan kesopanan” ini! Sebuah sikap yang sama sekali tidak ada korelasi dan kaitannya dengan sikap majalah yang menggembar-gemborkan dirinya kepada umat sebagai majalah yang "menyatukan hati dalam sunnah Nabi!!"
Bukankah ustadz kebanggaan kalian (Agus Hasan) telah mengajarkan uswah untuk bersikap kurang ajar dan biadab kepada para ulama pewaris para Nabi? Tentu kalian belum lupa bagaimana orang ini bersama PP.Al-Irsyad menikam dan melecehkan kehormatan para ulama pewaris para nabi!
Haihata..haihata adakah air comberan nan bau akan menghasilkan air minum nan menyehatkan?!
Tidak perlu bagi anda sekalian untuk membeli Qiblati majalah “ugal-ugalan” seperti ini, bagi siapa saja yang tidak percaya dengan tulisan kami, walhamdulillah cukup klik di sini sebagai bukti FAKTAnya:
http://img184.imageshack.us/img184/3467/qiblatiunik1cd4.jpg
Tampaknya, (tanpa kami bermaksud menggurui) para ulama harus lebih berhati-hati jika diundang oleh Qiblati Al-Ikhwani jika tidak ingin kisah-kisah pribadi mereka dipublikasikan oleh Qiblati sebagai bahan lelucon dan tertawaan para pembacanya. Tetapi kami percaya, bagi para pembaca yang masih memiliki akhlak dan kesopanan terhadap para ulama tentu sepakat dengan kami bahwa semua kisah di atas bukanlah “kisah unik” tetapi kisah tentang Majalah Pandir yang menceritakan suatu kisah yang tidak pada tempatnya! 
Tetapi Qiblati tentu memiliki “senjata ampun nan licin” untuk melegalisasi kisah-kisah yang menjatuhkan muruah dan kewibawaan para ulama, apa itu? Tulisan…
“Penasehat: MUFTI Masjidil Haram Syekh DR.Abdurrahman al-Qassas!”
Apakah Syaikh Mufti masjidil Haram juga menghalalkan Kinan komik bergambar Sabung Ayam sebagaimana terdapat pada halaman “mim” dan “nun” di majalah “ugal-ugalan” ini?
Haihata…haihata jika kalian berbangga-bangga dengan “nebeng’ para ulama maka kalian akan celaka!
Taktik klasik bahwa hizbiyyin selalu “nebeng’ para ulama untuk melariskan dagangan hizbiyyahnya!
Pada akhirnya, tentu saja Qiblati harus berterima kasih kepada  Chalid Bawazer gembong Irsyadiyyun liar yang telah menyediakan apartemen Inez selama 3 hari serta L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Al-Ikhwani Jakarta yang menyediakan 1 tenaga professional selama 10 hari! Siapa dia? Saudara kandung Abu Hamzah Agus Hasan al-Qamari sendiri, yakni Abu Salma al-Qamari M.Syu’aib al-Faiz yang merangkap menjadi Staf Redaksi Qiblati!
http://img168.imageshack.us/img168/6921/qiblaticholidldataikhwasm6.jpg
Benar-benar FAKTA sinergi KLIK hizbiyyah yang NYATA.
Pertanyaan sangat sederhana kepada Qiblati yang telah memproklamirkan diri bersuka cita karena Mufti Masjidil Haram dicantumkan sebagai penasehat majalah ini. Kita telah mengetahui bahwa Qiblati lahir dari “rahim” L-DATA Al-Ikhwani Jakarta via L-DATA Cabang Jogjakarta (PP.Taruna Al-Qur’an) yang dikendalikan langsung oleh Umar BudihargoAl-Ikhwani.
http://img67.imageshack.us/img67/7831/qiblatibudiargouu2.jpg
http://img201.imageshack.us/img201/7452/qtrimsketimjogjaky2.jpg
Simak bukti kiprah Umar Budihargo (baca: saudara seperjuangan Agus Hasan Bashari) yang setelah menyerahkan pengelolaan majalah yang dilahirkan Tim Taruna Al Qur’an Lempongsari Jogjakarta kepada tim Malang kemudian menerbitkan majalah lainnya yang bermerk “Swaraqur’an”:
http://img480.imageshack.us/img480/6039/swaraquranfeb07nmredaksgp4.jpg
http://img488.imageshack.us/img488/6347/swaraqurandukunghizbilz4.jpg
Simak  pula kemeriahan promo terang benderang harokah Ikhwanul Muslimin sebagai induk semang Agus Hasan dan saudara kandungnya (Muhammad Sueb Al Faiz) walaupun selama ini mereka berlindung di balik topeng Salafy (apakah mampu mereka berkelit dan berhelah dari FAKTA kita ini?), yakni L-DATA Pusat di website mereka:
L-DATA (Lembaga Dakwah dan Ta’lim) dan Jaringannya
Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : Aldakwah – Mukadimah.htm
[Catatan : Website aldakwah.org aktif penuh 2003-2004, kini artikel lama hilang per Februari 2007]
Keterangan : nampak Aldakwah dengan nama LEMBAGA DAKWAH DAN TAKLIM (L-data). Berikut isi file :

Berangkat dari latar belakang tersebut, maka berdirilah LEMBAGA DAKWAH DAN TAKLIM secara resmi di Jakarta pada hari Rabu, 10 Ramadhan 1421 H bertepatan dengan tanggal 6 September 2000 M, dengan akte notaris H.M. AFDAL GAZALI, SH. no. 48 dan terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, tanggal 9 Januari 2001 untuk ikut berpartisipasi mengemban kewajiban dakwah, dengan harapan semoga Allah memberikan taufik, keikhlasan dan kebenaran.

Copyright © Lembaga Dakwah dan Taklim (L-Data) 2002
Jln. Kebon Nanas Utara II, RT. 004/04, No. 12, Kel. Cipinang Cempedak, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur telp. +62-021-8199992 fax. +62-021-8517706

1. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : aldakwah.mweb.co.id_005buku_islam_resensi_index.htm
[Catatan : Situs aldakwah.mweb.co.id pernah aktif tahun 2003, tahun 2007 sudah mati]
Keterangan : Tafsir Fi Dhilalil Qur’an karya Sururi tulen, Sayyid Quthb dipromosikan L-Data/Aldakwah/DDII, menunjukkan pemikiran organisasi tersebut semakin nyata, campur aduk dan cenderung pada Ikhwanul Muslimin. Berikut isi file :

TAFSIR FI ZHILALIL QUR`AN
Dibawah Naungan Al-Qur`an
Sayyid Quthb, Jilid I 408 halaman./Rp 69.000,-

2. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : aldakwah.mweb.co.id_009info_2002_index.php_idn_06.html
Keterangan : Nampak Direktur Lembaga Dakwah dan Taklim yakni Muhammad Yusuf Harun MA.
Berikut isi file :

Ramadhan 1421 bersama L-DATA
Lembaga Dakwah dan Taklim yang berdiri bulan ramadhan1421 H, usia yang masih sangat muda tidak menghalangi lembaga untuk memberikan kontribusi seoptimal mungkin untuk Islam dan kaum muslimin khususnya Indonesia. Beberapa kegiatan dan aktifitas yang telah dilaksanakan antara lain acara pengantar berbuka puasa, nama ini diambil memang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan selama bulan Ramadhan 1421 H, bulan yang penuh berkah dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
… sensor …
Diantara pembicara dalam acara tersebut adalah:
1.DR. Salim Segaf Al-jufri, seorang pakar syari’ah yang juga dosen Pasca Sarjana IAIN Syarief Hidayatullah Jakarta, serta Dosen Universitas Imam Muhammad ibn Saud (LIPIA) Jakarta.
2.Ust. Muhammad Yusuf Harun, MA, yang merupakan Direktur Lembaga Dakwah dan Taklim, juga Dosen di Universitas Imam Muhammad ibn Saud (LIPIA) Jakarta.
3.Ust. Zainal Abidin, Lc, salah seorang da’I dari yayasan Al-Sofwa Jakarta.
… sensor …
Untuk bulan Ramdhan yang sebentar lagi akan menjelang L-DATA juga akan mengadakan acara yang sama, bekerja sama dengan Radio As-Syafi’iyyah Jakarta. Silahkan ikuti Dioalog Ramadham bersama L-DATA setiap hari bulan Ramadhan mulai pukul 17.00-16.00, insya Allah ada Kuis berhadiahnya setiap hari.(habib)

3. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : aldakwah.mweb.co.id010buletin2001index.phpidn_49.htm
Keterangan : Nampak L-data/Aldakwah.org/DDII banyak mengadopsi pikiran Yusuf Qaradlawi.
Berikut isi file :

Zakat, Zakat Fitrah, Hukum, Dan Hikmahnya
Makna Dan Hukum Zakat Secara Umum
… sensor …
Oleh Abdurrauf AR.
Referensi: Fiqh Zakat, oleh Yusuf Al-Qardhawi, Majalah As-Sunnah, Ahkam "Idul Fitri Wa Yaliha Zakatul Fitri, Oleh Yusuf Bi Abdillah Al-Ahmad.

kontak berlangganan | webmaster
Copyright © 2001 Lembaga Dakwah dan Taklim. All rights reserved.
Jl. Gudang Peluru Raya B1 no. 8 Tebet, Jakarta – 12830, Indonesia
Telp. +62-21-8312566, Fax. +62-21-8296210

4. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : aldakwah.mweb.co.id_009info_2002_index.php_idn20.html
Keterangan : Muhammad Yusuf Harun MA adalah direktur L-Data/Aldakwah.org. Sedangkan ikhwani/politikus Didin Hafidhuddin, Untung Wahono, Faried Ahmad Okbah (tokoh al Irsyad), Muhammad Said, dibiayai L-Data, yang isi websitenya penuh dgn artikel Ikhwani. Maka berhati-hatilah dgn L-Data/Aldakwah/DDII dan kroninya. L-Data Jogjakarta yakni PP Taruna Al Qur’an.
Berikut isi file :
Peresmian Lembaga Studi Islam dan Bahasa Arab
Lembaga Dakwah dan Taklim
di Cibinong Kab. Bogor
Lembaga Dakwah dan Taklim yang bergerak dibidang dakwah dan pendidikan Islam, pada hari senin, 30 Juli 2001 meresmikan Lembaga Studi Islam dan bahasa Arab (L-SIA) yang berlokasi di komplek PUSDAI Cibinong kab. Bogor.

Acara dihadiri oleh wakil dewan penasehat L-DATA: DR. Umar bin Abdullah Bamahsoon, pejabat pemda, MUI, Dewan Dakwah Islamiyah, tokoh masyarakat dan pendidik, serta undangan lainnya. Juga hadir beberapa mahasiswa penerima beasiswa dari L-DATA diantaranya DR. K.H Didin Hafidhuddin, Msc, yang baru saja menyelesaikan Doktornya di IAIN Syarief Hidayatullah Ciputat, Untung Wahono, Faried Ahmad Okbah, Muhammad Said, yang sedang menyelesaikan program Pasca Sarjana mereka.
Dalam amanatnya Direktur Lembaga Dakwah dan Taklim Bpk. M. Yusuf Harun, MA, yang juga sedang meyelesaikan Doktoralnya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak PUSDAI serta pemerintahan kabupaten Bogor yang memberikan dukungan sehingga terujudnya Lembaga Studi Islam dan bahasa Arab (L-SIA). Dengan adanya L-SIA ini diharapkan Bahasa Arab akan semakin memasyarakat ditengah-tengah kaum muslimin, khususnya dikalangan masyarakat bogor dan sekitarnya.
Untuk angkatan pertama ini L-SIA baru bisa menampung 60 mahasiswa dari 261 orang yang mendaftar. Insya Allah dalam waktu dekat Lembaga akan menambah dan membuka program pendidikan untuk mahasiswi (khusus putri).
Mahasiswa yang diterima tidak dipungut bayaran apapun yang berarti pendidikan di L-SIA adalah gratis, sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Lembaga Ust. M. Yusuf Harun, MA, bahkan setiap mahasiswa akan mendapatkan tunjangan pendidikan sebesar Rp. 70.000,- perbulan.

5. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : majalah.aldakwah.org_artikel.php_art_ziarah_edisi_006_urutan_01.html
Keterangan : nampak Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah secara operasional berada dibawah Lajnah Al-Khairiyyah Jakarta, dibiayai Jam’iyyah Ihya Turats/Turots Islamy Lajnah Janub Syarq Asia yg berpusat di Kuwait, AL-Haramain Al-Khairiyyah Saudi Arabia. Ponpes ini tergabung dengan jaringan Sururi lainnya, Pondok Pesantren Tahfiz Al-Aziziyyah Lombok, Pondok Pesantren ‘Ali Al Irsyad Salatiga (Ali Saman/Yusuf Ba’isa), dan Pondok Pesantren Al-Furqan Riau.
Berikut isi file :

PONDOK PESANTREN IBN TAIMIYYAH
Dakwah—- Disebuah desa nan jauh dari keramaian kota, suasana tenang sejuk nan asri dikelilingi pepohonan, berdiri areal bangunan yang boleh dibilang amat megah. Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah… nama yang cukup dikenal masyarakat. Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah berlokasi di desa Pasir Tengah, kira-kira 8-9 km dari kota Bogor. Tepatnya dikaki gunung Salak dengan jalan bebatuan yang besar-besar. Pondok ini secara operasional berada dibawah Lajnah Al-Khairiyyah Jakarta.
Pondok yang berareal 1,5 hektar ini, secara fisik berdiri pada tahun 1993 dibangun atas bantuan para muhsinin dari Kuwait melalui Jam’iyyah Ihya Turats Islamy Lajnah Janub Syarq Asia. Pada tahun 1995 pondok ini mulai menerima murid dan menandai operasinya pendidikan. Pada awalnya, santri di pondok pensatren Ibnu Taimiyyah berjumlah 18 orang, dan hingga tahun 1997-1998 berjumlah 118 santri. Dan saat ini, santri Ibnu Taimiyyah berjumlah 355 santri. Seluruh santri di Pondok pesantren Ibnnu Taimiyyah mendapatkan tunjangan dari para muhsinin dari Kuwait melalui Jam’iyyah Ihya Turats Islamy Lajnah Janub Syarq Asia, dan dari para muhsinin Saudi Arabia melalui AL-Haramain Al-Khairiyyah serta dari keluarga Al-Marhumah Aisyah Nashir Khumais dari Emirat Arab.
TENAGA PENGAJAR
Tenaga pengajar di Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah adalah para alumnus Madinah, Fakultas Syariah LIPIA Jakarta, Pondok Pesantren Tahfiz Al-Aziziyyah Lombok, Pondok Pesantren AL-Irsyad Sala Tiga, dan Pondok Pesantren Al-Furqan Riau.

6. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : Aldakwah – Mukadimah.htm
Keterangan : nampak Aldakwah dengan nama LEMBAGA DAKWAH DAN TAKLIM (L-data).
Berikut isi file :
7. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.aldakwah.org_iklan_daftarkaset.htm
Keterangan : Nampak daftar da’i yang direkomendasikan kaset-kasetnya, sehingga jelas dianggap seide, semanhaj dengan jaringan L-Data/AlDakwah/DDII, yakni Yazid Jawwas, Yusuf Baisa (Al Irsyad), Fariq Qosim Annuz Lc (al Sofwa), Drs Hartono Ahmad Jaiz, Agus Hasan Bashori MA (al Sofwa), Badrus Salam Lc, Abu Q (Abu Qatadah), Mustafa A (Mustafa Aini), Ahmad Rafi’I Lc, Abdul Hakim Abdat, Moh Umar Assewed (Adapun nama Moh Umar Assewed disana, beliau tidak ada kaitannya dengan L-data sama-sekali, hanya kasetnya tetap diperjualbelikan disana TANPA RIDLONYA), Daud Rosyid (Ikhwani pengurus Al Haramain), Ahzami S (Dr Ahzami Samiun, pembesar PKS, Alharamain), Fadlan Abu Yasir Lc (Ikhwani tukang ruqyah majalah Ghoib, red), Badrus Salam Lc, Asmuji Muhayyat Lc, Farid Ahmad Okbah (AL Irsyad ,  Zaenal Abidin Lc, Abu Ihsan Al Atsary Al-Maidani, Ainur Rofiq Ghufron Lc (PP Al Furqan Gresik), Masrur Ahmadi, Ari Ginanjar Agustian ‘penemu ESQ’, Muhammad Yusuf Harun MA, Muhammad Wujud, Abu Bakar Basyir.Inilah bukti campur aduknya paham L-Data/AlDakwah/DDII, mulai Abu Bakar Ba’asyir teroris, AL Irsyad, Orang At Turots, Al Sofwa, Ikhwani Ahzami Samiun, Mut’azilah jadi satu.
Berikut isi file :
No
Judul Kaset
Nama Penceramah
1
3 Landasan Utama
Ust Yazid Jawwas
2
3 Landasan Utama
Ust Yusuf Baisa
4
Adab & Metode interaksi Dg Al-Qur’an
Ust Abdul Aziz Lc
5
Adab Pernikahan Menurut Islam
Ust Ibrahim Said
6
Adab-Adab Memelihara Sunnah
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
8
Ahlaq Muslim
Ust Fariq Qosim Annuz Lc
16
Aliran & Paham Sesat Di Indonesia
Ust Hartono AJ & Ust Abu Deedat
17
Aliran-aliran Sesat
Hartono AJ, Mustafa A, Amin J, Abu Qatadah
19
Al-Qur’an Kalamullah Bukan Mahluk
Ust Badrus Salam Lc.
20
Al-Wala’ Wal Bara’
Ust Agus Hasan Bashori MA.
22
Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah
Ust Ahmad Rafi’I Lc
23
Aqidah Salaf & Nasehat Untuk Para Da’i
Ust Agus Hasan Bashori MA.
24
Aqidah Yang Haq dan Bathil
Ust Abdul Hakim Abdat
26
Arti & Konsekwensi Amanat
Ust Agus Hasan Bashori MA.
28
Arti Ibadah Dlm Islam
Ust Abdul Hakim Abdat
30
Bahasa Jurnalistik
Bpk Fadhillah Zaidi
32
Bantahan Thd Pernyataan Nur Cholis Masjid
DR. Daud Rosyid & Ridwan Saidi
33
Beberapa Golongan Sesat
Ust Amin Djamaluddin
34
Beberapa Kesalahan Dlm Mendidik Anak
Ust Qurtifa W, Bambang, DR Ahzami Samiun
38
Bersemayamnya Allah di Arsy
Ust Badrus Salam Lc.
39
Biarkan kami mati Syahid
Ust Agus Hasan Bashori MA.
40
Bid’ahnya Maulid Nabi & Nisfu Sa’ban
Ust Abdul Hamid Lc
44
Darah Kebiasaan Wanita
Ust Ibrahim Said
46
Dialog Dengan Jin (2)
Ust Asmuji Muhayyat Lc
47
Dialog Dengan Jin (3)
Ust Supandi
51
Emansipasi Wanita
Ust Moh Suaib Al-Faiz Lc
52
Emansipasi Wanita Dln Perspektif Islam
Ust Farid Ahmad Okbah Dll
53
Etika Pergaulan
Ust Fariq Qosim Annuz Lc
55
Giat dlm beribadah
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
56
Golongan Selamat (Firqotun Najiyah)
Ust Abu Qotadah
58
Hak & kewajiban Orang Tua dan Anak
Ust Zaenal Abidin Lc
59
Hak & Kewajiban Suami Istri
Ust Yazid Jawwas
60
Hak Muslim Terhadap Muslim Lain
Ust Agus Hasan Bashori MA.
61
Hak-hak Rasulallah Yg Harus di Penuhi
Ust Yazid Jawwas
62
Hakikat Ahmadiyah
Ust Farid A. Okbah MA
63
Hakikat Cinta Rasulallah SAW
Ust Zaenal Abidin Lc
64
Hakikat Hijrah Rasulallah SAW
Ust Mujayyin Abdul Wahab
65
Hakikat Islam Jama’ah
Ust Hartono Ahmad Jaiz MA.
66
Hakikat Jama’ah Tabliq
Ust Abu Ikhsan Al-Medany
67
Hakikat Jaringan Islam Liberal
Ust Agus Hasan Bashori MA.
68
Hakikat Manhaj Ahlussunnah Wal J.
Ust Firdaus Sanusi
69
Hakikat Manhaj Salaf
Ust Zaenal A. Lc & Abu Haidar
70
Hakikat Manhaj Salaf
Ust Badrus Salam Lc.
71
Hakikat Manhaj Salaf
Ust Mohammad Lutfi
76
Hal-hal yg membatalkan ke-Islaman
Ust Zaenal Abidin Lc
78
Hukum & Keutamaan Ramadhan
Ust Abdullah Haidar
85
Hukum Tasyabbuh (Menyerupai Orang Kafir)
Ust Ainur Rofiq Ghufron Lc
86
Ibadah di Usia Senja
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
88
Ilmu Tajwid & Tahsin Tilawah
Ust Khairul Muttaqin Al-Hafid
89
Ilmu-Ilmu Al-Qur’an (UlumulQur’an)
Ust DR. Ahzami Samiun
97
Isbal Menurut Islam
Ust Yusuf Baisa
98
Istianah Kpd selain Allah
Ust Badrus Salam Lc.
100
Istri-Istri Rasulallah SAW
Ust Zaenal Abidin Lc
102
Jalan Menuju Kebahagiaan Abadi
Ust Zaenal Abidin Lc
103
Kaidah Ilmu Fiqqih
Ust Aman Abdurrahman Lc
104
Karakteristik Istri Sholihah
Ust Zaenal Abidin Lc
105
Kebangkitan Islam Abad 15 Hijriyah
Ust Agus Hasan Bashori MA.
108
Kehidupan Alam Kubur
Ust Qurtifa Wijaya S.Ag
109
Kemudahan Beramal dalam Islam
Ust Yazid Jawwas
110
Kesempurnaan Islam
Ust Abdul Hakim Abdat
111
Kesempurnaan Islam & Bid’ah
Ust Abdul Hakim Abdat
112
Kesempurnaan sifat-sifat Allah
Ust Badrus Salam Lc.
114
Keutamaan Mempelajari Agama Islam
Ust Zaenal Abidin Lc
115
Keutamaan Ramadhan
Ust Ahmad Rafi’I Lc
117
Keutamaan Surat Al-Baqarah
Ust Zaenal Abidin Lc
119
Kewajiban berbakti kepada Orang Tua
Ust Moh Suaib Al-Faiz Lc
121
Kiat Khusu’ Dalam Sholat
Ust Abu Ikhsan Al-Medany
122
Kiat Membina Keharmonisan Keluarga
Ust Mahsun Al-Mundiri
123
Kiat Menghafal Al-Qur’an
Ust Masrur Ahmadi
124
Kiat Menjadi Istri Yg Sholihah
Ust Abu Haidar
125
Kisah-kisah Nyata
Bpk Ari Ginanjar Agustian
126
Konsekwensi Dua Kalimat Syahadat
Ust Yusuf Baisa
127
Konsekwensi kalimat Tauhid
Ust Abdurrauf MA.
128
Konsep Hidup Bahagia
Ust Zaenal Abidin Lc
129
Kriteria Busana Muslimah
Ust Ibrahim Said
130
Kriteria Ibadurrahman
Ust Moh Suaib Al-Faiz Lc
131
Menejemen Media Masa
Bpk Ahmad Mabruri MA.
132
Mengimani perbedaan Pria & Wanita
Ust Agus Hasan Bashori MA.
133
Mengutamakan Hidayah
Ust Faris A. Okbah MA.
135
Metodologi Salaf Dlm Menerapkan Sunnah
Ust Agus Hasan Bashori MA.
138
Mutiara Tafsir Ayat-Ayat Puasa
Ust Agus Hasan Bashori MA.
139
New English Phone
English Britis
140
Niat dalam Islam
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
141
NII Dalam Timbangan Aqidah
Ust Suroso Abdussalam
143
Pelajaran Tauhid
Ust Moh Yusuf Harun MA.
146
Pengakuan Mantan Biarawati
Maria Anastasia
147
Pengaruh Bid’ah Terhadap Pelakunya
Ust Abu Haidar
152
Penyimpangan Aqidah Ikhwanul Muslimin
Ust Abdurrahman Attamimi
154
Perbedaan Ant. Dakwah Salaf & Hizbiy
Ust Abu Ikhsan Al-Medany
156
Pesan-pesan untuk suami istri
Ust Ari Wibowo Lc
159
Pintu-Pintu Rizki
Ust Mahsun Al-Mundiri
160
Pluralisme Dlam Perspektif Islam
Ust Agus Hasan Bashori MA.
161
Prinsip – Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah W. J.
Ust Zaenal Abidin Lc
162
Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah
Ust Yazid Jawwas
163
Rintangan setelah kematian
Ust Zaenal Abidin Lc
164
Risalah Ramadhan
Ust Zaenal Abidin Lc
165
Rokok Dalam Tinjauan Medis & Normatif
Ust Agus Hasan Bashori MA.
167
Segera menuju kebaikan
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
168
Sejarah Ka’bah
Abdullah
173
Sifat Sorga dan Neraka
Ust Mohammad Wujud
174
Sifat Wudlu & Sholat Nabi SAW.
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
175
Sifat Wudlu Nabi SAW
Ust Yazid Jawwas
176
Syarkh Arbain Annawawi No:10
Ust Badrus Salam Lc.
177
Syarkh Arbain Annawawi No:23
Ust Badrus Salam Lc.
178
T. Jawab Wanita & Permasalahannya
Ust Ibrahim Said
179
Tafsir Surat Al-Fatihah
Ust Zaenal Abidin Lc
180
Taklim Radio Dakta
Ust Abdul Hakim Abdat
181
Tanda-tanda Ahli Bid’ah
Ust Yazid Jawwas
182
Tanda-tanda Cinta Rasulallah SAW
Ust Yazid Jawwas
186
Taubat & Istighfar
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
187
Tauhid dan Syirik
Ust Yazid Jawwas
188
Tauhid Dasar Aqidah seorang Muslim
Ust Zaenal Abidin Lc
190
Tawassul Yg disyariatkan & Yg dilarang
Ust Yazid Jawwas
191
Tazkiyatun Nafs
Ust Yusuf Baisa
192
Tazkiyatun Nafs
Ust Zaenal Abidin Lc
193
Tehnik Distribusi & Sirkulasi
Bpk Adi Suratno
194
Tehnik Editing
Bpk Purnama Kusumaningrat
195
Tehnik Menulis Berita & Wawancara
Bpk Priyantono Umar
196
Tehnik Reportase
Bpk Hilmi Hidayat
197
Terapi Gangguan Jin Dg Ruqyah & Do’a
Ust Fadlan Lc
198
Toleransi Dalam Islam
Ust Mudrika Lc
199
Undangan Yg Wajib di Hadiri & di Hindari
Ust Ibrahim Said
200
Urgensi Jurnalistik
Ust Mahfud Sidiq MA.
201
Urgensi Musyawarah & Istikharah
Ust Badrus Salam Lc.
202
Urgensi Syariat Islam
Ust Abu Bakar Basyir
204
Wanita Muslimah bersama Rabnya
Ust Agus Hasan Bashori MA.
205
Wasiat Ali Bin Abi Thalib
Ust Yazid Jawwas
206
Waspada thd bahaya sihir
Ust Zaenal Abidin Lc
207
Zuhud Dalam Islam
Ust Yazid Jawwas
208
Pendidikan Bahasa Arab Internet
Ust Abdurrosyid Dkk
209
Arti Ikhlas & Syirik
Ust Abdul Hakim Abdat
210
Ilmu Dalam Perspektif Islam
Ust Abdul Hakim Abdat

8. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.aldakwah.org_modules.php_name_News_file_article_sid_513.htm,
.Keterangan : Menunjukkan Mahfudz Shiddiq kontributor L-Data/Aldakwah.org yang produknya Majalah Al Dakwah dipimpin Muhammad Yusuf Harun, MA (penerjemah Al Sofwa), mengacu pada pikiran Sururi Tulen, Hasan Al Banna.
Berikut isi file :

Akhlak: Berbeda pendapat dalam koridor Islam
Dipublikasi pada Thursday, 01 April 2004
Topik: Artikel Islam
Oleh: Ust. Mahfudz Shiddiq
Aldakwah.org—
…..
Sampai di sini dapat kita fahami pandangan Imam Syahid Hasan Al Banna yang mengatakan bahwa khilaf (perbedaan) fiqhiy dalam masalah-masalah furu’iyyah tidak boleh menjadi sebab perpecahan, permusuhan, dan kebencian. Setiap mujtahid telah memperoleh balasannya. Sabda Nabi : "Jika seorang hakim berijtihad dan ijtihadnya benar maka memperoleh dua pahala, dan jika ijtihadnya salah ia memperoleh satu pahala".

Salafus-shalih menempatkan perbedaan pendapat ini sebagai salah satu bentuk rahmat Allah. … 

Copyright © Lembaga Dakwah dan Taklim (L-Data) 2002
Jln. Kebon Nanas Utara II, RT. 004/04, No. 12, Kel. Cipinang Cempedak, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur telp. +62-021-8199992 fax. +62-021-8517706

9. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.aldakwah.org_modules.php_name_News_file_article_sid_30.htm, Keterangan : menunjukkan Musthofa ‘Aini, Lc da’i Al Sofwa, berpemahaman Quthbiyyun, mengambil tulisan Muhammad Quthb, penjejak Sayyid Qutb.
Berikut isi file :

Aqidah Landasan Pembangunan Sistem Ilahi
Dipublikasi pada Wednesday, 29 January 2003
Topik: Artikel Islam
Oleh: Musthofa ‘Aini, Lc. *)
… sensor…
*) Alumni Univ. Islam Madinah & Mahasiswa Pasca Sarjana di Univ. Muhammadiyah Jakarta
Wallahu A`lam.
Referensi :
- Madkhal lidirasatil `aqidah al-Islamiyah, karya Dr. Utsman Jum`ah Dlumairiyah.
- Laa ilaha illallah : aqidah wa syari`ah wa manhaju hayat, karya Muhammad Qutb.
- Syarah Aqidah Wasithiyah, oleh Ibnu Utsaimin.
- Beberapa buku Sirah Nabawiyah.
Semua Artikel yang ditampilkan di situs ini Merupakan Hak Milik masing-masing penulisnya. Ditampilkan disitus ini untuk tujuan Dakwah dan bukan untuk Tujuan Komersial
Copyright © Lembaga Dakwah dan Taklim (L-Data) 2002
Jln. Kebon Nanas Utara II, RT. 004/04, No. 12, Kel. Cipinang Cempedak, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur telp. +62-021-8199992 fax. +62-021-8517706

10. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.aldakwah.org_modules.php_name_News_file_article_sid_365.htm,.
Keterangan : menunjukkan L-Data/AlDakwah yang orang-orangnya sebagian besar juga da’i Al Sofwa, merujuk pada pendukung politikus, Didin Hafidhuddin, eks presiden PK, dan pengambil pikiran Sayyid Quthb
Berikut isi file :

Hidup Mulia dan Mati Syahid
Dipublikasi pada Thursday, 19 June 2003
Topik: Kisah & Hikmah
DR. Didin Hafidhuddin
Aldakwah.org—-Ketika ajal akan menjemput Sayid Qutb—
… sensor…
Allahu yarhamhu, Sayyid Qutb ingin mengajarkan kaum muslimin sesudahnya, bahwa hidup mulia denga mati syahid itu merupakan dua hal yang menyatu dan tidak bisa dipisahkan… sensor…
Copyright © Lembaga Dakwah dan Taklim (L-Data) 2002
Jln. Kebon Nanas Utara II, RT. 004/04, No. 12, Kel. Cipinang Cempedak, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur telp. +62-021-8199992 fax. +62-021-8517706

11. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.aldakwah.org_modules.php_name_News_file_article_sid_273.htm, Keterangan : menunjukkan Drs. Mahfuzd S (Shiddiq), kontributor AlDakwah/L-Data/DDII adalah seorang yang merujuk pada pikiran Hasan al Banna.
Berikut isi file :
Pribadi Dambaan Umat
Dipublikasi pada Monday, 05 May 2003
Topik: Artikel Islam
Ust. Drs. Mahfuzd S
AlDakwah.org—-
… sensor…
Ini pula sebabnya Ustadz Hasan Al-Banna meletakkan pemahaman (Al-Fahmu) di awal dalam proses pembinaan ummat. Al-Qur’an mendahulukan ilmu daripada keyakinan dan kepatuhan, karena keyakinan dan kepatuhan adalah cabang dari pemahaman…
… sensor…
Copyright © Lembaga Dakwah dan Taklim (L-Data) 2002
Jln. Kebon Nanas Utara II, RT. 004/04, No. 12, Kel. Cipinang Cempedak, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur telp. +62-021-8199992 fax. +62-021-8517706

Lebih jelasnya, Mahfudz Shiddiq yang dipromosikan oleh L-DATA induk semang duo Qiblati bersaudara, (Agus Hasan dan Muhammad Su’aib Al-Faiz sebagai utusan dari L-DATA Jakarta yang juga tercantum secara resmi di dalam daftar peserta Dauroh Ma’had Al-Irsyad Surabaya) adalah PEMBESAR PARTAI IKHWANUL MUSLIMIN!! Adapun buktinya, biarlah Hizbul Ikhwan sendiri yang menjelaskan jabatannya (dan kami berlepas diri dari gambar-gambar manusia yang nongol di website ini):

www.pk-sejahtera.org/2006/index.php?op=isi&id=3508

www.pk-sejahtera.org/2006/index.php?op=isi&id=3568

12. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip 

Nama File didalamnya : www.aldakwah.org_modules.php_name_News_file_article_sid_274.htm, Keterangan : nampak Farid Ahmad Okbah pembesar Al IRsyad, menyebut-nyebut Hasan Al Banna. Nyata bahwa dia adalah kontributor ElData/Aldakwah.org/DDII sekaligus tokoh Al Irsyad yang mengambil pikiran Al Banna, sururi tulen.
Berikut isi file :
Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Yang Sebenarnya?
Dipublikasi pada Tuesday, 06 May 2003
Topik: Artikel Islam
Ust. Farid Ahmad Okbah
AlDakwah.org—

Landasan langkahnya adalah Ittiba’ (mengikuti) Rasulullah SAW. dan tidak menambah-nambah (berbuat bid’ah). Inilah yang dikatakan oleh Hasan Al Banna bahwa banyak orang mengaku pengikut Nabi Muhammad SAW., tetapi pengakuan tidak berarti hingga dia betul-betul melaksanakan perintah Allah SWT. dalam firman-Nya: 
…sensor…
Demikianlah kriteria-kriteria yang meskipun tidak mencakup secara keseluruhan, namun diharapkan cukup untuk sekedar mendekatkan kita pada bentuk dan warna Ahlu Sunnah Wal Jamaah.. Hingga ketika berhadapan dengan kelompok lain, adalah mudah untuk mendefinisikan mereka, apakah termasuk Ahlus Sunnah Wal Jamaah atau tidak, Wallahu a’lam.
…sensor…

Copyright © Lembaga Dakwah dan Taklim (L-Data) 2002
Jln. Kebon Nanas Utara II, RT. 004/04, No. 12, Kel. Cipinang Cempedak, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur telp. +62-021-8199992 fax. +62-021-8517706

13. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : aldakwah.mweb.co.id_005buku_islam_resensi_index.htm
Keterangan : Tafsir Fi Dhilalil Qur’an karya Sururi tulen, Sayyid Quthb dipromosikan L-Data/Aldakwah/DDII, menunjukkan pemikiran organisasi tersebut semakin nyata, campur aduk dan cenderung pada Ikhwanul Muslimin.
Berikut isi file :
TAFSIR FI ZHILALIL QUR`AN
Dibawah Naungan Al-Qur`an
Sayyid Quthb, Jilid I 408 halaman./Rp 69.000,-

Copyright © 2001 Lembaga Dakwah dan Taklim
Jl. Gudang Peluru Raya B1 no. 8 Tebet, Jakarta – 12830, Indonesia
Telp. +62-21-8312566, Fax. +62-21-8296210

14. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.taruna-alquran.org_berita_news.php_id_83052.htm,.
Keterangan : nampak Pimpinan Lembaga Bahasa Arab Taruna al-Qur’an, Khudori, Lc. sedang memuji LIPIA
Berikut isi file :
Khudori, Lc. Pimpinan Lembaga Bahasa Arab Taruna al-Qur’an Umat Islam Indonesia sering mengalami kerancuan dalam memahami al-Quran dan Sunnah. Hal ini disebabkan lemahnya pemahaman mereka terhadap bahasa Arab. Padahal al-Qur’an dan Sunnah jelas berbahasa Arab. Inilah salah satu faktor kekurangan dan kelemahan sebagian besar umat Islam di Indonesia. Fenomena inilah yang melatarbelakangi berdirinya LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) Jakarta. Didirikan pada tahun 1980. Pendirinya pemerintah Saudi Arabia. Sebagai wujud hubungan baik dan kerja sama antara Kerajaan Saudi Arabia dan Indonesia. Dan merupakan cabang Universitas Islam Imam Muhammad ibnu Saud, Riyadh, di Indonesia. Tujuan utamanya menyebarluaskan dakwah Islamiyah dan bahasa al-Qur’an khususnya. Selain itu mencetak ulama dan da’i yang bisa Bahasa Arab dan wawasan Islam secara benar dari sumber aslinya. Semula, LIPIA bernama LPBA (Lembaga Pengajaran Bahasa Arab). Maka dari itu, hanya membuka progam bahasa Arab. Namun, seiring dengan tuntutan dan kebutuhan umat Islam Indonesia, maka dibukalah Fakultas Syariah (Hukum Islam). Hal ini mengingat pentingnya mencetak intelektual Muslim yang betul-betul memahami dan mendalami ilmu agama. Untuk menjaga kualitasnya, maka yang berminat ke Fakultas Syariah ini harus mampu menghafal Qur’an minimal 3 juz. Progam pendidikan lainnya: I’dad Lughawi (persiapan bahasa) selama 4 semester, Takmili (Bahasa Arab pra Universitas) selama satu tahun. Kemudian Ta’hilul Mu’alimin (Pendidikan Diploma Guru Agama dan Bahasa Arab) satu tahun dan Fakultas Syari’ah selama 8 semester. Untuk Fakultas Syariah sejak setahun yang lalu telah memperoleh akreditasi dengan status disamakan dengan IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Sistem pendidikan di LIPIA sengaja dirancang dengan jadwal kuliah yang sangat ketat. Untuk itu, tiada waktu tanpa membaca, menghafal al-Quran, menulis, serta murojaah (mengulang hafalan). Hal ini sebagai upaya untuk mewujudkan lulusannya yang berstandar internasional. Maka dari itu, pengajarnya sebagian besar dosen-dosen berkualitas dari Timur Tengah yang berkomunikasi dengan bahasa Arab. Khusus Fakultas Syariah, pengajarnya doktor-doktor dari berbagai disiplin ilmu syar’i lulusan perguruan tinggi terkemuka di Timur Tengah. Mereka yang berhasil belajar di LIPIA patut berbangga. Selain kualitas pendidikannya patut dibanggakan, fasilitasnya pun cukup menggiurkan. Selain sarana fisiknya berstandar Timur Tengah, semuanya serba gratis. Mulai dari biaya pendidikan, buku literatur, biaya hidup, hingga fasilitas asrama yang representatif.

Untuk mewujudkan dai yang berkualitas, maka LIPIA menyediakan perpustakaan yang cukup besar dan representatif. Puluhan ribu judul buku telah menjadi koleksinya. Sehingga merupakan perpustakaan terlengkap di Indonesia, khususnya literatur Islam dan Arab. Dan telah menjadi rujukan untuk ilmu keislaman, bahasa dan sastra Arab. Selain itu, juga dilengkapi dengan fasilitas laboratorium bahasa dengan peralatan canggih. LIPIA juga menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi umum dan Islam terkemuka di Indonesia. Yaitu dengan memberikan bantuan buku-buku pengajaran bahasa Arab, mushaf al-Quran, dan buku bacaan Islam lainnya. Selain itu, juga mengadakan seminar dan workshop tentang pengajar bahasa Arab.Yang jelas, LIPIA diibaratkan bagaikan istana yang melayani umat. Mahasiswa LIPIA berasal dari Sabang sampai Merauke. Bahkan dari luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Laos, dan Amerika Serikat. Juga dari Afrika, seperti Somalia dan Negeria. Oleh karena itu, mahasiswa dari berbagai bahasa dan etnis ini dilatih menjalin Ukhuwwah Islamiyah yang kuat. Caranya lewat berbagai kegiatan ekstra kurikuler seperti pertandingan olah raga, rihlah (Tamasya), mukhoyyam (berkemah), dan berbagai kegiatan lainnya. Sejak dua tahun lalu, 2000, LIPIA telah membuka progam I’dad Lughawi khusus Tholibat (mahasiswi). Masa pendidikan selama 4 semester dengan fasilitas pendidikan yang sama. Penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan setiap tahun ajaran, antara bulan Juli dan Agustus . LIPIA tiap tahunnya kebanjiran pendaftar. Paling tidak 1000 pendaftar. Padahal daya tampungnya hanya 100 mahasiswa. Maka dari itu, seleksinya sangat ketat. Hal ini berkat kualitas dan fasilitas yang memang mewah untuk ukuran lembaga pendidikan di Indonesia. Bagi peminat harus memiliki kemampuan dasar Bahasa Arab dan usia tidak lebih dari 23 tahun. Dan dapat menghubungi kampus LIPIA, jalan Buncit Raya Jakarta Selatan, telepon (021) 7814486.

Taruna Alquran © 2001, swaraquran@taruna-alquran.org This Site is powered by phpWebSite © Saran ke : santri@taruna-alquran.org

15. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.taruna-alquran.org_sq_cat.php_catid_5_catname_ArsipBerita.htm
Keterangan : , nampak di website TarunaAlQur’an ini nama-nama sbb : Umar Budihargo Lc, MA, pengasuh PP Taruna Alquran Yogyakarta , Khumaidi Lc, KH Fuadi, Mufti Labib,  Bustan adalah da’i Taruna AL Qur’an
Berikut isi file :

:: taruna-alquran.org :: Swara Quran- Swara Insan Qurani
08-11-2004 11:44:29
ARSIP BERITA
Pengajian Ustadz Umar Budihargo 24.01.2003
JAMAAH Taruna Alquran paket C dan C-1, Kamis (23/1) mendengarkan pengajian Ustadz Umar Budihargo Lc, MA. Dalam pengajiannya, pengasuh PP Taruna Alquran Yogyakarta ini menyampaikan pelajaran tentang haji. Berdasarkan SMS yang diterima Bambang Riyanto (Sekretariat PP Taruna Alquran), jamaah paket C dan C-1 melakukan ibadah umroh, dimulai sekitar pukul 14.00 hingga 17.00 waktu setempat. Paket reguler Taruna Alquran, Kamis mengikuti salat Istisqo’ di Masjid Nabawi dan dilanjutkan ziarah ke tempat-tempat bersejarah di sekitar Madinah. (Ono)-a KR Jumat, 24-01-2003 , Kolom – Berita Singkat
Ziarah ke Kebun Kurma 27.01.2003
JAMAAH paket reguler bimbingan Taruna Alquran, Sabtu (25/1) mengadakan pengajian yang diasuh Ustadz Khumaidi Lc, KH Fuadi dan Mufti Labib, serta dipandu Ustadz Bustan. Selanjutnya rombongan melakukan ziarah ke kebun kurma dan percetakan Alquran. Sekretariat PP Taruna Alquran, Bambang Riyanto, menginformasikan jamaah tahap II gelombang 1 berjumlah 156 orang yang berangkat Jumat sore dari Bandara Adisucipto, pada Sabtu sore sudah sampai di Jeddah. Tahap II gelombang 2 berjumlah 38 orang berangkat Sabtu. (Ono)-n

16. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.taruna-alquran.org_sq_cat.php_catid_4_catname_InfoHaji.htm
.Keterangan : , nampak Ridwan Hamidi Lc sebagai da’i resmi KBIH Taruna Al Qur’an, dibawah binaan Umar budihargo Lc, MA
Berikut isi file :
INFO HAJI
Ringkasan Informasi Perjalanan Haji KBIH Taruna Al-Quran 27.01.2003
Jamaah haji Taruna Al-Quran paket B yang diberangkatkan jum’at dan sabtu lalu, telah selesai melakukan umrah sunnah yang dibimbing langsung oleh ust. Umar budihargo Lc, MA,. Dan senin pagi mereka mengikuti pengajian yang disampaikan oleh ust. Umar budihargo pula, kondisi jamaah paket B Taruna Al-quran ini masih cukup segar bugar, memiliki semangat ibadah yang tinggi, lagipula fasilitas hotel sangat mendukung tak lebih dari 100 m dari arah Masjidil Haram. Perlu diketahui sampai saat ini ada 459 orang jamaah haji khusus Taruna Al-quran (non reguler) yang masuk Makkah dan satu orang meninggal.
Manasik Perdana Calhaj 2004 KBIH Taruna Al-Quran 01.02.2003
Suasana tampak khusyu’ mewarnai pelaksanaan manasik haji KBIH Taruna Al-Quran untuk calon jamaah haji tahun 2004. sebanyak 331 orang memadati ruang Mendut di hotel Garuda untuk mengikuti acara ini. Dalam tausiahnya Ust. Ridwan Hamidi Lc, menguraikan arti penting pelaksanaan ibadah haji yang benar-benar sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw.

17. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.taruna-alquran.org_sq_art.php_artid_15.htm,
Keterangan : nampak nama Didik Haryanto Lc sbagai pengajar Taruna Al Qur’an, dibawah asuhan Umar Budiargo Lc MA .
Berikut isi file :

Ingin Membumikan Alquran di Indonesia
oleh Redaksi SQ 18.01.2003, updated 18.01.2003
(Suara Merdeka)SLEMAN-Pondok pesantren secara sederhana dan umumnya berarti tempat orang (santri) tinggal untuk melakukan/menempuh pendidikan agama, khususnya Islam. Salah satunya dilakukan Pondok Pe-santren (Ponpes) Taruna Alquran. Namun demikian, sesuai dengan nama dan misinya di ponpes yang berbasis utama di Jl Lempongsari 4 A Desa Sariharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten, Sleman, DIY ini, para lulusannya kelak diharapkan memiliki sikap dan jiwa yang Qur’ani.
Sabtu, 23 November 2002 Jawa Tengah – Kedu & DIY
"Pokoknya, dengan segala apa yang diajarkan dan dituntunkan di sini kami menginginkan tindak-tanduk dan pemikiran santrinya akan berdasarkan segala apa yang diajarkan oleh Alquran," kata staf pengajar, Ustaz Didik Haryanto Lc. Para santri yang terdiri satas santri pria dan wanita belajar di tingkat Taman Kanak-kanak (raudhaul atfa), SLTP (tsanawiyah) dan tingkat SLTA (aliyah).

Ponpes yang didirikan pertama tahun 1995 di wilayah Kabupaten Bantul itu juga membuka program Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak Islam (PGTKI) dan program Pondok Mahasiswa.

Mahasiswa peserta program pondok ini diberi kebebasan mengatur waktu antara kegiatan di ponpes dan di kampus masing-masing. Dalam hal ini, mahasiswa hanya mengikuti kegiatan di pondok di luar kegiatan di perguruan tingginya. Lebih dari itu, bagi mahasiswa dengan prestasi tertentu juga tersedia kesempatan untuk belajar di luar negeri, khususnya di negara-negara Timur Tengah.

Yang menarik, semua jenis dan tingkat pendidikan yang digelar bisa diikuti secara cuma-cuma alias gratis. Padahal pada tahun ini misalnya, terdapat 546 santri yang mestinya memerlukan anggaran operasional yang tidak sedikit.

546 Santri
Ustaz Didik Haryanto, atas nama pimpinan lembaga tersebut bercerita, sejak awal pendiriannya, Ponpes Taruna Alquran bertujuan memperbanyak jumlah kader dai dan ulama di Indonesia. Dari situ kelak diharapkan bisa mengurangi keprihatinan akibat keterbatasan kemampuan mempelajari dan atau memahami Alquran. Padahal dari kitab suci umat Islam itulah segala kehidupan manusia di dunia diatur.

Hal ini dikatakannya, karena kenyataan sampai sekarang masih banyak orang Islam yang belum bisa membaca-tulis Alquran ataupun memahami isi serta kandungannya.

Karena itu, pengasuh ponpes itu bertekad mengasuh santri-santri hingga kelak bisa ikut membumikan Alquran, khususnya di Indonesia. Dikatakan, saat ini mereka sedang mendidik 546 santri di bawah asuhan 10 orang ustaz dan ustazah.

Bagaimana caranya? Untuk itu pondok yang dipimpin Ustaz Umar Budiargo Lc MA tersebut menyediakan fasilitas materi pendidikan dasar-dasar Islam, tauhid, tafsir, hadis, fikih ibadah, tahfidzul Quran, dan bahasa Arab.

Selama bulan Ramadan, santri yang sudah berhasil menghafal Alquran (ada sembilan orang) diberi tugas mengimami salat tarawih di pondok. Dalam hal ini karena tiap kali tarawih dibacakan ayat-ayat suci Alquran satu juz pada 10 hari pertama puasa. Tarawih yang utama di ponpes dimulai pukul 02.00 dini hari (sebelum sahur).

Pada sepuluh hari puasa kedua, salat tarawih digelar dua kali. Tarawih lainnya setelah salat isya seperti kebanyakan dilakukan masyarakat. Dengan demikian setelah 10 hari kedua puasa, mereka berhasil mengkhatamkan Alquran. Selanjutnya para santri libur dari segala kegiatan yang pada umumnya dimanfaatkan untuk pulang ke rumah orang tua atau kampung masing-masing.

Di antara sejumlah pondok pesantren lainnya, Ponpes Taruna Alquran Yogyakarta memiliki aktivitas menarik berupa adanya Divisi Radio yang dipancarkan dari basis di Jl Lempongsari 4 A. Radio yang dipancarkan sejak pukul 03.00 sampai 22.00 melalui gelombang 96,7 FM juga dikhususkan untuk menyiarkan segala kegiatan yang berkaitan dengan kitab suci Alquran. Seperti kegiatan belajar membaca, mengaji, tafsir, terjemah dan dialog interaktif seputar Alquran. Tidak ada nyanyi-nyanyi ataupun lagu-lagu. Walaupun kasidah atau nasyid.

Pertanyaannya, dari mana pengasuh Ponpes Taruna Alquran membiaya semua kegiatan tersebut? Itu karena adanya sejumlah divisi usaha. Selain Divisi Radio (Taruna Alquran), yaitu Divisi Percetakan dan Penerbitan (Sari Ilmu), Divisi Majalah Swara Quran, Divisi Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, Baitul Maal, Divisi Klinik dan Pengobatan (Klinik Taruna Husada), Divisi Penyulingan Minyak Atsiri, Divisi Perikanan, Divisi Rotan, toko besi dan kelontong. (Asril-20k)

18. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.taruna-alquran.org_sq_art.php_artid_37.htm,
Keterangan : nampak Ridwan Hamidi Lc dan Umar Budihargo Lc, MA sedang melaksanakan agenda KBIH Taruna Al Qur’an
Berikut isi file :
Artikel / Info Haji
Perjalanan II - KBIH Taruna Al-Quran
oleh Redaksi SQ 04.02.2003, updated 08.02.2003
Seusai melakukan umrah sunnah dengan mengambil miqat di Tan’im, jamaah paket B Taruna Al-Quran bertolak menuju kota Madinah, demikian pula jamaah Taruna Al-Quran paket C & C-1.
Perjalanan II - KBIH Taruna Al-Quran
Dari Tgl. 30 Januari – 04 Februari 2003

Kamis, 30 Januari 2003
Seusai melakukan umrah sunnah dengan mengambil miqat di Tan’im, jamaah paket B Taruna Al-Quran bertolak menuju kota Madinah, demikian pula jamaah Taruna Al-Quran paket C & C-1. menurut rencana mereka diberangkatkan pada pukul 02.00 siang hari ini kamis 30/01/03 waktu setempat, perjalanan Makkah Madinah ini memekan waktu sekitar 5-6 jam, maka diharapkan kamis malam mereka telah tiba di kota nabi itu. Sedangkan koper bagasi diberangkatkan lebih dulu guna kelancaran perjalanan.
Sementara itu, jamaah Taruna Al-Quran paket Reguler yang bertolak dari Madinah dua hari lalu, telah tiba di Makkah rabu 29/01/03 pukul 18.15 waktu setempat. ketika jamaah reguler ini singgah di Madinah, mereka mendapat tempat yang jauh dari masjid Nabawi, dengan persediaan air yang sering terlambat, dan banyak pula jamaah reguler ini yang tak mendapat jatah bantal dan selimut sewaktu di Madinah. Demikian halnya di Makkah ini, mereka mendapat tempat di Awwali daerah Misfalah yang terletak kurang lebih 2-3 km dari Masjidil Haram, dengan kamar yang cukup sederhana, dan al-hamdulillah persediaan air mencukupi.

Rabu, 05/02/2003
Jamaah Taruna Al-Quran paket A yang diberangkatkan senin sore 03/01/03 menggunakan pesawat GA 9801,dari bandara Soekarno Hatta menuju Jeddah dibandara Internasional King Abdul Aziz, selanjutnya mereka diberangkatkan ke Madinah.
Sebagaimana kabar dari tanah suci, oleh Ust. Ridwan Hamidi Lc, melalui SMS, bahwa selasa malam telah tiba di kota Nabi dengan selamat, dan rabu pagi 05/02/03 sejumlah 41 jamaah paket A telah menunaikan shalat subuh perdana di Masjid Nabawi, yang dilanjutkan dengan menikmati sarapan pagi.

Kamis, 06/02/03
Hari ini kamis pagi 06/02/03 Jamaah paket A berada di hotel Sheraton al-Haritsi, baru selesai mengikuti pengajian di hotel Thoyibah. Jamaah paket A ini direncanakan besok melakukan ziarah ke tempat-tempat bersejarah di Madinah, saat ini (Kamis siang) tengah dalam perjalanan menuju Masjid Quba. Adapun tempat-tempat yang akan dikunjungi; Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Khandak, dan Pasar Kurma,
Sementara itu agenda rutin jamaah paket B & C melakukan pengajian pagi berjalan lancar, kemarin giliran Ust. Umar Budihargo Lc, MA., beliau menyampaikan pentingnya meletakkan niat yang tepat dalam setiap amalan seorang muslim termasuk didalamnya niat berhaji. Sedangkan kemarin paket reguler mengadakan pengajian di lantai 3 Masjidil Haram, dan untuk hari ini pengajian diadakan di Masjid dekat hotel.

Ahad, 02 Februari 2003
Jamaah paket B & C Taruna Al-Quran, kemarin hari sabtu 01/02/03 keberangkatannya dari Makkah telah tiba di Madinah dan langsung ditempatkan di hotel Taibah, hotel besar yang terletak persis di depan Masid Nabawi, tepatnya didepan pintu Umar bin Khatthab, sehingga dalam aktivitasnya tak usah repot-repot naik angkot. Kemudian ba’da Ashar diadakan pengajian oleh Ust. H. Umar Budihargo Lc, MA. Dalam pengajiannya beliau menyampaikan tentang hikmah pelaksanaan ibadah haji, serta menekankan dan mengarahkan jamaah mengenai upaya-upaya yang perlu dilakukan selama mereka masih berada di tanah suci, agar kemabruran haji dapat tercapai.
Kegiatan jamaah Taruna Al-Quran paket reguler cukup baik dan lancar. Pada 02/02/03 Ahad siang ini mereka melakukan ziarah ke tempat bersejarah di sekitar Makkah, dan dilanjutkan menunaikan umrah.
Jamaah Taruna Al-Quran paket Reguler kemarin Ahad 02/02/03 melakukan ziarah di tanah suci Makkah, ke jabal Rahmah, Arafah, Mina, Muzdalifah, dan umrah sunnah.”- Demikian contoh fikroh Ikhwaniyyah yang dimuntahkan L-DATA dan disebarluaskan oleh induk semang Agus Hasan dan Muhammad Sueb Al-Faiz, duo bersaudara penguasa Qiblati yang bertopeng Salafi.
Wahai Agus Hasan bertopeng Salafi dan segenap pembebek mesra kalian!
Dengan bukti FAKTA di atas, jawablah dengan kejujuran iman kalian!
Apakah Mufti Masjidil Haram juga ridha dengan Tafsir Fi Dzilalil Qur’an yang dipromosikan oleh lembaga anda? Apakah Mufti Masjidil Haram juga ridha dengan berbagai artikel dan pemahaman Ikhwani yang dipublikasikan dan disebarkan oleh lembaga anda? Apakah Mufti Masjidil Haram ridha dengan para tokoh Partai Ikhwanul Muslimin yang memenuhi lembaga anda? Apakah Mufti Masjidil Haram juga ridha dengan lembaga yang menjadi corong fikrah Sayyid Quthb, Hasan Al-Banna, Qaradhawi dan selainnya? Ataukah semua pertanyaan ini hanyalah fitnah belaka? Siapa yang mampu mengingkarinya?! Jika demikian, apalah arti penampilan kalian di depan masyayikh sebagai Ahlussunnah yang mendakwahkan manhaj Salaf? Adakah korelasi antara dakwah Ikhwani kalian dengan dakwah Ahlussunnah?!  

(Dokumen) Data Rahasia Seputar Daurah Masyayikh bagian kedua

Sungguh bukti dan FAKTA telah mendustakan pengakuan kalian! Allahu yahdikum.
FAKTA, kisah FAhit ulama meKah yang nyaTA!
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Tambahan FAKTA Penting:
Qiblati lecehkan ulama Yaman. Pembaca sekalian rahimakumullah, bukanlah suatu hal yang menggembirakan jika kami harus mengupdate artikel ini “HANYA” untuk membuktikan bahwa Qiblati sungguh – sungguh merupakan majalah yang sangat – sangat jahat sebagaimana judul yang kami pilih untuk artikel ini. Update ini adalah bukti lain yang menunjukkan bahwa kebenaran dalil/hujjah dari AlQur’an dan Sunnah serta perkataan para ulama hanyalah sesuatu yang tidak memiliki harga dan nilai jika dibandingkan dalil caci maki dan umpatan! Kitapun yang telah membaca kisah tersebut, Qiblati menyebutnya sebagai “Nukat/cerita unik” dan kami lebih pas menyebutnya sebagai sebuah Syari’ah yang di“anekdot”kan agar pembacanya bisa tersenyum ataupun tertawa! Anekdot keji terhadap syari’ah yang tidak lebih dari “qila wa qola” (orang Jawa menyebutnya sebagai “kulak jare dodol jare” ) yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya! Tidak sepatutnya bagi orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya menjadikan kedustaan sebagai wasilah dakwah apalagi mempublikasikannya sebagai sebuah lelucon untuk ditertawakan!
Dan yang sangat menyakitkan lagi, ulama Yaman-lah yang sekarang ini dijadikan maskot kedunguan Qiblati yang telah mentahbiskan Mufti Masjidil Haram sebagai penasehatnya!
Kami tampilkan satu contoh saja dan silakan pembaca membaca contoh lainnya sebagaimana bukti FAKTA yang kami sertakan…
"Seseorang dari mesir dikenal suka ngeyel (suka membantah dalil). Suatu hari ia mendebat seorang syekh dari Yaman:”Menapa kalian harus mencuci bekas jilatan anjing sebanyak 7 kali, dan mengapa salah satunya harus dengan tanah?!” Syekh dari Yaman itu menjelaskan dengan alQur’an, namun orang Mesir itu tetap ngeyel, tidak terima. Begitu pula saat dijelaskan dengan Hadits dan perkataan ulama ia tetap tidak terima. Maka dengan spontan ulama Yaman itu mengatakan:”Begini saja, kita berbuat begitu – diantara alasannya – karena kamu dan manusia lain kalau mencacimaki orang mengatakan: “Anjing lho!” atau, “Dasar anak anjing kamu!” Maka orang Mesir itupun mengangguk-angguk tersenyum dan menerima. (AH)*
Kita berhak bertanya kepada Qiblati:
Dimana keunikan dari hujjah “kemungkaran” ini? Apakah lambang Nukat di bagian kiri yang berbentuk bulatan dengan jenggot di bagian bawah dengan mulut yang tersenyum? Ataukah karena lebih diterimanya “fatwa ngawur” ulama Yaman yang kehabisan hujjah dalam menghadapi mad’unya? Tunjukkan siapa ulama Yaman yang ngawur tersebut agar kalian tidak dicap sebagai barisan pendusta sebagaimana kedustaan ustadz Abdurrahman Tamimi dan pembebek mesranya Abu Salma dalam mengibuli umat atas nama dakwah salafiyyah yang mubarokah? Jika tidak, maka sungguh kalian telah menggunakan “ulama Yaman” sebagai simbol kehinaan dan kerendahan dan bahan tertawaan kalian!! Ataukah kedustaan adalah kenikmatan di sisi kalian?! Semoga kalian segera bertaubat kepada Allah atas penghinaan kalian terhadap kehormatan ulama Yaman dan jauh lebih besar dari itu semua adalah syariat Islam yang kalian jadikan sebagai anekdot yang sama sekali tidak unik apalagi lucu!! Tentu saja, semua bualan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan slogan Qiblati “Menyatukan Hati dalam Sunnah Nabi”!
Berikut FAKTA kekejian anekdot di atas: 
http://img116.imageshack.us/img116/6803/qiblatiolokulamayamanen4.jpg
Jadi, jangan coba-coba mengibuli umat dengan menyatakan bahwa anekdot tak lucu ini adalah fitnah FAlsu dan taK nyaTA sebagaimana igauan Abu Salma CTPAT centeng Chalid "Kelinci Bersikat Gigi" Bawazeer dan Surkati kolaborator lotre halal penjajah kafir harbi Belanda yang sekarang ini getol diperjuangkan oleh Irsyadiyyun menjadi pahlawan Nasional.
http://alirsyad.net/index.php?option=comcontent&task=view&id=79&Itemid=2
Ataukah ini semua adalah bukti dakwah bijaksana bijaksini nan lemah lembut (walaupun kepada kafir harbi penjajah sebagaimana yang diuswahkan oleh Syaikh "Salafi" Surkati!) yang selama ini kalian gembar-gemborkan kepada umat?!
http://img530.imageshack.us/img530/9338/surkatipenjajahah3.jpg  
Kepada segenap Irsyadiyyun, bukan kepada pemerintah RI anda sekalian mengajukan permohonan kepahlawanan itu! Tetapi mintalah royalti (bukankah royalti adalah kepiawaian ustadz Abdurrahman Tamimi?) kepada pemerintah Belanda agar menganugrahinya sebagai pahlawan karena sikap kooperatifnya serta jasa-jasanya menjadi guru/Syaikh dari para pejabat kafir penjajah Belanda! Dan bukanlah pemublikasian FAKTA kehizbiyahan serta kejahatan hizbiyyah ini begitu mudahnya mereka syubhatkan sebagai sebuah "kegemaran untuk mencari-cari kesalahan sesama Ahlus Sunnah"! Demi Allah kami berlepas diri dari sikap yang tercela tersebut. Bagaimana dikatakan sebagai kegemaran untuk mencari-cari kesalahan saudara sesama Ahlus Sunnah sementara kesalahan (baca:kejahatan hizbiyyah) tersebut dipublikasikan sendiri dan diperjualbelikan sendiri oleh hizbiyyun secara luas kepada umat dengan berbagai media yang mereka miliki baik media cetak maupun elektroniknya. Tanpa perlu kita cari-cari kesalahannya, toh kejahatan hizbiyyah tersebut disebarluaskan oleh hizbiyyun sendiri!! Di sana ada sebuah kewajiban bagi kita semua untuk meluruskan, membongkar dan membantah syubhat serta kejahatan hizbiyyah yang mereka tebarkan sebatas ilmu dan kemampuan yang kita miliki. Adakah seorang muslim yang memiliki sedikit saja kecemburuan terhadap agama ini yang mampu berdiam diri dan tertidur nyenyak manakala kejahatan hizbiyyah ditebarkan dan dilemparkan kepada umat? Semoga saja para pembaca bisa membedakan SYUBHAT EMAS antara "mencari-cari kesalahan saudaranya" dengan perkara membantah dan membongkar "kesalahan" (baca: kejahatan hizbiyyah) yang disebarkan, dipublikasikan serta dijualbelikan sendiri oleh hizbiyyun ke tengah-tengah masyarakat. Sekali lagi, "nebeng" perkataan ulama Ahlus Sunnah adalah jurus kuno hizbiyyun ketika tidak mampu lagi menghadapi hujjah dan bukti Ahlus Sunnah. Kalimatul Haq Urida bihal bathil, kalimat yang haq akan tetapi kebathilanlah yang dimaukannya. Allahu a’lam.
(Abdul Hadi)

Dakwah, antara Jamarto, Yazid Jawaz dan Aunur Rofiq

Filed under: Umum, Fakta

Nukilan
“…Seperti yang antum ketahui dan antum dengar bahwasanya di negeri kami Indonesia telah terjadi fitnah antara da’i-da’i salafiyyin dan penyebabnya sangat banyak sekali. Sebab terpenting adalah kedatangan Syarif bin Muhammad Fu’ad Hazza’ ke Indonesia dan dia mengajak ustadz Ja’far untuk mubahalah, kemudian dia menulis kitab “Kasyifuz Zuur wal Buhtan fi jawab Hizb Degolan”. Kandungan kitab tersebut adalah cercaan dan cacian terhadap saudara kita Ja’far Umar Thalib dan Muhammad Umar As-Sewed.
Lalu tersebarlah  fitnah ini di kalangan du’at salafiyyin dan terjadilah tuduhan-tuduhan besar diantara mereka dengan perantaraan murid-murid Syarif Hazza’ serta dengan bantuan Yusuf Utsman Ba’isa, dia (Yusuf Ba’isa) membela pemikiran-pemikirannya (Syarif-pent.). Dan Yusuf ini terpengaruh dengan fikrah Ikhwaniyyah dan fikrah Syarif Hazza’!

Cukuplah bagi antum (dalam hal ini-pent.) bukti-bukti dan persaksian-persaksian dari surat/tulisan Al-Akh Ja’far.
Akhirnya kami mengharapkan nasehat dan kedatangan antum ke Indonesia. Jazakumullahu khairan.
(tanda tangan)
Yazid Abdul Qadir Jawaz”

Lalu di mana KLIKnya antara FAKTA surat BERHARGA di atas dengan permasalahan yang akan kita bahas?

Selengkapnya
Hari masih pagi ketika dari kejauhan terdengar serentetan bunyi “tek dhung” berkali-kali, matahari belumlah menampakkan diri. Sesekali pula dentuman menggelegar “buum”, takbir yang dikumandangkan dengan pengeras suara masjid terus terdengar membahana semakin menambah “meriahnya” suasana. Suara itu bukanlah suara mercon dan petasan dan takbir itu bukanlah takbir hari raya Ied ketika umat Islam merayakannya. Itu adalah gambaran yang paling sederhana ketika peperangan pecah di kota Ambon! Takbir itu terus dikumandangkan dari masjid Al-Fatah Ambon dan seolah tidak mau kalah, gereja Maranatha terus membunyikan lonceng dan lagu-lagu gerejawi “Hosana” untuk menyemangati Laskar Kristusnya.  Sementara di beberapa tempat di ketinggian bukit, balon-balon udara semakin membubung ke angkasa, dibawahnya bendera RMS berkibar dengan angkuhnya. Peperangan terus berlangsung. Semakin malam, semakin tampak di langit yang gelap kilatan-kilatan cahaya berhamburan di angkasa, benar kilatan amunisi beterbangan bagaikan pesta kembang api si durjana.
Nun jauh di sana, di seberang lautan para pengamat sibuk berbuih-buih meramaikan koran dan TVnya agar laris terjual dengan berbagai prediksi murahan dan analisa rekaan. Memamerkan kebodohannya, sibuk berkelit dan menipu diri, ini adalah konflik horozontal antara pendatang dengan penduduk asli, permasalahan ketimpangan sosial yang menjadi penyebabnya, bukan perang agama tetapi tawuran antar geng!
Tanyakan kepada bapak-bapak kita yang memang bertugas menjaga kedaulatan negeri ini. Jika bendera RMS sudah berkibar, adakah ini merupakan tanda-tanda tawuran antar geng? Lagu-lagu gereja terus berkumandang dan takbir masjid Al-Fatah yang bersahutan dan mereka (para pengamat dari kejauhan) mengatakannya sebagai tawuran antar “kelompok”? Konflik antara pendatang dan penduduk asli? Hanya orang bodoh yang akan menjawab demikian.
Berapa banyak tentara TNI yang meninggal karena menjadi sasaran para “sniper’ (penembak jitu) ketika “konflik” ini terjadi? Adakah yang percaya bahwa para “sniper’ tersebut adalah para anggota geng yang sedang tawuran? Para sniper bersenjata khusus tersebut adalah orang-orang sipil? Tidak bisa dipungkiri, memang ada elemen-elemen pengkhianat negara yang menjadi agen RMS dalam permasalahan ini. Jelas bahwa RMS punya simpatisan dan kader. Tetapi demikianlah, sekian tahun para pengamat politik itu meninabobokkan masyarakat dengan analisa sok tahu dan dusta mereka sampai akhirnya rakyat Indonesia tidak mampu lagi didustai kenyataan (yang sebenarnya sudah sekian tahun terhidang) di layar kaca ketika menyaksikan atraksi para pemberontak RMS (Republik Maluku Sarani) itu yang dengan angkuhnya menari-nari di depan bapak SBY –semoga Allah merahmati dan melindungi beliau- !!
Masyarakat “baru sadar”, ternyata pemberontak RMS itu bukanlah isu “isapan jempol” yang dilemparkan oleh LJ!! Para pengamat politik itu yang sekarang giliran “mengisap jempolnya” karena tidak mampu lagi menahan lebih lama kebohongan analisa ngawurnya!
Jika bendera sudah berkibar, makar pemberontak tlah menunjukkan taringnya! Benar, RMS telah lama mengibarkan benderanya berupaya mendirikan Republik Maluku Sarani (baca:Nasrani)!! Dalam situasi seperti itulah hadir Ja’far Umar Thalib beserta segenap teman-temannya. Tetapi tulisan ini bukanlah untuk menceritakan kisah “perjuangannya’. Artikel ini adalah sisi lain dari “perubahan” sikap, tingkah laku dan pemikirannya” pasca pembubaran LJ. Benar, LJ hanyalah bagian dari sejarah dan tidak ada niat sekecil apapun untuk membangunkannya kembali. Jazahumullahu khairan atas sikap dan ketegasan pemerintah dalam menghadapi para pemberontak.  
Sangat mungkin banyak diantara pembaca yang tidak memahami siapa sosok Jamarto seperti judul di atas. Tetapi kalau sosok Ja’far Umar Tholib tentulah sudah banyak yang mengetahuinya. Padahal kedua nama tersebut dimiliki oleh orang yang sama walaupun nama Jamarto lebih “berbau” Jawa yang sebenarnya hanyalah panggilan singkat yang praktis (JA’far uMAR ThOlib alias JUT) sepraktis jalan hidup yang saat ini dipilihnya. Tidak jelas kapan tepatnya nama ini diresmikan penggunaannya di bumi pertiwi ini,  hanya saja barometer sederhana yang bisa kita pegang bahwa nama tersebut muncul seiring dengan sikap keras kepalanya yang “ogah” membubarkan Laskar Jihad untuk mematuhi nasehat para ulama.
Artikel yang kami hadirkan ini terbagi menjadi dua bagian, bagian pertama adalah file lama (dengan sedikit perubahan dan tambahan footnote) yang dulunya adalah “surat elektronik” tulisan akh Abdul Ghafur Malang yang dikirimkan via email ke redaksi majalah Salafy pada tahun 2003 yang lumayan membikin marah dan merah “telinga” ex Panglima LJ dan bagian kedua adalah bukti data mutakhir metamorfosis dakwah Jamarto yang dikumpulkan oleh akh Ibrahim dimana pada akhirnya ex Panglima LJ berubah profesi menjadi “centeng” dzikir rame-rame Arifin Iham As-Sufi, semoga Allah mengembalikan mereka ke jalan yang lurus, amin.
Bukti tersebut kami nukil dari CD Badai Fitnah Dakwah Ihya’ At-Turots di Indonesia.

Bagian Pertama————————-
MENGEMBALIKAN TUDUHAN,
MEMBUNGKAM PENANTANG[1]
(BERBUAT ADILLAH WAHAI PAK JA’FAR!)

(Tanggapan Terhadap Tulisan "Berbuat Adillah Wahai Salafiyyin!!)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Hanya satu kata yang pantas kami ucapkan kepada antum:"Allahu yahdik!". Berat rasanya bibir ini untuk mengucap, kelu dan pahit lidah ini melafadzkan "ustadz" kepada antum. Rasanya lebih pas jika sekarang kami menyebut antum dengan pak Ja’far. Lebih lancar bagi kami dan tentunya lebih sesuai sebutan tersebut untuk antum. Sekian hari ini ada dorongan yang sangat kuat untuk memegang pena menggerakkan tangan menuliskan kegundahan hati dan kecemburuan jiwa. Maka ketika bapak membaca tulisan ini, berarti dorongan tersebut telah membuncah dan tidak lagi dapat dibendung.
- Ingatkah ketika bapak (ditantang) bermubahalah dengan Syarif cs (geng Ihya’ut Turots-pen), kami berada di belakang bapak karena kami yakin bapak berada di pihak kebenaran.
- Sebelumnya, bukankah bapak pernah menulis tentang Alwi Al-Maliki di majalah As-Sunnah yang menimbulkan polemik sangat keras dan kami masih kagum dengan keberanian bapak menyampaikan Al-Haq.
- Bapak juga tahu persis ketika terjadi fitnah Abu Nida’ cs, Cahyo "katsirul lisan" Qolbun Salim Malang[2], kami sebagai bagian Salafiyyin di Malang tetap bangkit bersama bapak melawan pemikiran Sururi di Indonesia.
- Bahkan terakhir ketika Ustadz Yazid terbawa dalam fitnah itu, kamipun tetap bersama bapak.
- Puncaknya ketika terjadi pembantaian kaum Muslimin di Ambon, kami tetap bersama bapak berangkat ke medan jihad dengan bekal fatwa ulama Ahlussunnah. Kita berkeringat dan berdarah-darah bersama bahu membahu membantu kaum Muslimin Ambon.
Seiring dengan lamanya derap langkah dalam berjihad, karena adanya kelemahan dan keterbatasan ilmu yang kita miliki (terutama amirul jihadnya) sedikit demi sedikit mulai bergeser dari jihad Salafi ke jihadnya Hizbi. Dan ini merupakan konsekwensi jika jihad dipimpin oleh selain ulama! (sebagaimana bapak pernah berkata bahwa di Indonesia tidak ada ulama). Maka datanglah fatwa masyayikh (karena penyimpangan yang nyata-nyata kita lakukan) agar kita kembali belajar dan menuntut ilmu.
Apa reaksi bapak?
Jihad jalan terus, walaupun dengan itu bapak berangkat sendirian! yang bubar khan FKAWJnya.
Kenyataannya: Bapak sampai sekarang masih di Yogja berkumpul bersama keluarga, bahkan meneruskan penerbitan majalah KHOLAFY sebagai majalah dari bapak Ja’far, untuk pak Ja’far dan oleh pak Ja’far.
Pertanyaannya: Lalu kapan berangkat berjihadnya pak? Ternyata jawabannya ada di majalah KHOLAFY no.1/th.5 dengan terbitnya istilah "jihad bil lisan". Jadi jihadnya jalan terus dengan kafilah jihad bil lisan –made in- pak Ja’far. Yang lainnya? Ya DO (Drop Out).
Jika demikian kenyataannya, maka kami memang pantas di DO dari madrasah Al-Jihad karena kebodohan dan keterbatasan ilmu yang kami miliki serta kami bertaubat kepada Allah Ta’ala dari segala kesalahan dan penyimpangan ketika melaksanakan jihad. Ini merupakan kenyataan! Sungguh kami merasa bersyukur atas turunnya nasehat dari para Masyayikh tersebut. Kami tidak malu untuk di DO karena kami memang tidak pantas untuk terus mengemban amanat jihad yang mulia ini! Dan syukur kami yang tiada tara atas rujuknya para Asatidz salafiyyin kepada Al-Haq sehingga dapat meneruskan kembali dakwah Salafiyyah dalam membimbing kami yang awam ini. Walhamdulillah.
Sebenarnya sejak pembubaran FKAWJ sampai dengan bulan Mei ini (2003), di Malang relatif sangat hati-hati dalam menyikapi persoalan bapak, bahkan sangat hati-hati. Hanya saja tulisan bapak di majalah KHOLAFY itu membuat kami tidak mampu lagi menahan gejolak amarah dan kecemburuan ini! Tantangan bapak mesti dibungkam! Tuduhan bapak kami kembalikan lagi karena "tidak pantas" rasanya menerima gelar kehormatan itu, terima kasih!

#Duhai orang yang menyamakan dirinya dengan Imam Bukhari Rahimahullah!!
Sungguh analogimu itu adalah qiyas yang bathil dan rusak! Bagaimana tidak, Imam Bukhari Rahimahullah menyampaikan pembelaannya secara ilmiyyah baik dari diri beliau sendiri maupun dari para A’immah lainnya dari fitnah dan kedustaan tersebut. Sementara bapak? Apa pembelaan ilmiyyah anda?! Bukankah bapak "menduga" bahwa para ustadz kami memisahkan bapak dengan ikhwan-ikhwan Salafiyyin?! Dan justru ustadz-ustadz kami yang dengan jujur mengakui ketergelinciran kita semua dalam tandzim hizbiyyah dengan bapak sebagai amirnya justru bapak katakan sebagai pengkhianat dan kedustaan, pencoleng fatwa ulama!
"Tetapi Allah Maha Tahu dan Dia membongkar segala kejahatan di balik alas an-alasan yang memakai atribut agama itu…Dan bukan kesan buruk yang dibikin-bikin oleh para pencoleng fatwa ulama itu. Camkanlah! Pengkhianatan dan kedustaan itu berulang-ulang terus dari masa ke masa. Hanya saja pemainnya yang berganti-ganti"(KHOLAFY I/5, hal.52).
Maka kami katakan:
Kami sebagai bagian dari Salafiyyin merasa marah dan tidak terima jika ustadz-ustadz kami dihina dan direndahkan, dikatakan sebagai "gerombolan orang berbuat hura-hura"(KHOLAFY I/5, HAL.46) dan para ulama kami dihina, kami akan bangkit membela mereka!! Lupakah bapak bahwa ketika dulu bapak makan dengan enak dan tidur di kasur yang empuk, saat yang bersamaan saudara-saudara kami ada yang makan hanya dengan ikan asin bahkan rumput! Bapaklah yang hura-hura! Dan Subhanallah, ketika jari telunjuk bapak diarahkan kepada ustadz-ustadz kami, justru  pada saat itu tiga jari lainnya menunjuk kepada bapak sendiri
Bapaklah yang mengemudikan bus yang kami tumpangi dan membelokkan arahnya dari jihad Salafi ke jihad Hizbi! Bukankah dari lisan bapak keluar "titah-titah" yang telah mengarah kepada pemahaman bid’ah?! Betapa mudahnya bapak…..bapak tidak dapat menyangkal dan berkelit dari penyimpangan ini!! Kamilah saksinya! Bahkan seluruh Salafiyyin dari Sabang sampai Merauke akan dengan mudah menjelaskan penyimpangan bapak!! Ini adalah kenyataan, perkara ini bukanlah fitnah, pengkhianatan ataupun kedustaan. Suara-suara bapak masih terekam di kaset-kaset, ucapan-ucapan bapak masih terngiang-ngiang di telinga-telingan kami! Janganlah memutarbalikkan fakta ini, bapak bisa pusing jadinya.
"Semua kedustaan dan kepalsuan yang meliputi kehidupan di dunia ini akan terbongkar dan terbukti kekejiannya…Oleh sebab itu biarlah kedustaan dan kepalsan itu berhasil ditutup-tutupi oleh pelakunya dan serahkan semua itu kepada Allah Ta’ala yang akan membongkarnya dengan cara-Nya sendiri…..Perjuangan di jalan Allah haruslah dilakukan dengan ta’awun (tolong-menolong) menurut tuntunan syaria’h Islamiyah. Dan untuk itu masing-masing kita mencari teman yang tidak pernah mengkhianati kita dan tidak pernah mempernmainkan kita dengan kedustaannya. Agar perjuangan dapat dilaksanakan dengan aman, tanpa ada kekuatiran untuk ditikam dari belakang"(KHOLAFY, I/5, hal.07).
Camkanlah! Bapaklah yang telah mengkhianati amanat kami! Bapaklah yang mengkhianati para Masyayikh! Bapaklah yang berbuat kedustaan!! Bapaklah yang menikam kami semua dari belakang dan bahkan menjerumuskan kami semua ke dalam hizbiyyah!! Bapaklah yang menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangan atas nama "komando yang tak terbantahkan" bahkan dosa jika tidak mentaatinya!! Komando bapak sungguh merupakan komando yang membinasakan diri dan agama kami!!
Sekian bulan ini kami diam dan bukan karena para ustadz kami menyampaikan berita fitnah dan dusta tentang bapak. Tetapi kami menunggu dan menunggu rujuknya bapak kepada Al-Haq, mengakui dengan jujur atas kesalahan yang telah kita dan bapak lakukan, memohon ampun kepada Allah Ta’ala dan permohonan ma’af bapak kepada seluruh Salafiyyin di Indonesia. Kami semuanya berhak mengetahui sikap rujuknya bapak karena bapak pernah memimpin kami!! Tetapi apa yang kami dapati?!
Di majalah bapak tidak ada satu kalimatpun bahkan satu hurufpun rasa penyesalan mulai dari awalnya sampai akhirnya. Justru yang ada malah tuduhan-tuduhan keji dan kotor terhadap ustadz-ustadz kami Jelas-jelas bapak tidak rela terhadap pembubaran FKAWJ dan menggelarinya dengan istilah orang-orang yang DO dari madrasah al-jihad, bahkan menyuruh bertaubat?!
"Beruntunglah orang-orang yang berhasil lulus dari madrasah al-jihad dan menjadi alumninya, dan rugilah orang-orang yang DO dari madrasah ini…Bertaubatlah wahai orang-orang yang DO, selama hayat masih dikandung badan, dan berusahalah kembali menjalani pendidikan di madrasah al-jihad dan berusahalah sungguh-sungguh, jangan sampai gagal lagi. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang"(KHOLAFY I/5, hal.31).
Sungguh pola fikir bapak telah terjungkir balik! Kalau memang ilmiyyah, tentunya bapak akan dengan rinci menjelaskan kedustaan, fitnah, kepalsuan dan pengkhianatan tersebut (dan inilah gaya Sururiyyin ketika "membantah secara ilmiyyah" bukti-bukti Hizbiyyah mereka yang diajukan oleh Salafiyyin-pen)!! Apakah bapak benar-benar telah pikun bahwa kami (walaupun bukan bagian dari Asatidz) juga terlibat langsung dalam amalan jihad ini?! Kami mayoritasnya memang masih awam dalam dien ini, tetapi kami bukanlah orang-orang dungu yang pengecut sehingga tidak mau mengakui penyimpangan yang telah kami lakukan!!
Benar-benar kami bersyukur atas turunnya fatwa para Masyayikh tersebut, entah selangkah lagi jadi apa dakwah salafiyyah di Indonesia ini!! Kami mengakui kesalahan-kesalahan yang kami lakukan!! Dan kesalahan ini bukanlah kedustaan atau cerita yang mengada-ada. Kami rujuk kepada kebenaran. Betul-betul kami mencintai Syaikh Rabi’ dan Masyayikh lainnya yang memiliki kepedulian dan kasih sayangnya kepada kami!! Jangan rendahkan mereka!! Jangan hinakan mereka!! Kami semua akan marah dan bangkit membelanya!!
Entah setan mana yang telah membisiki bapak sehingga rujuknya kami semua (walhamdulillah) diterjemahkan oleh bapak sebagai pengkhianatan, kedustaan dan kepalsuan serta kesan buruk yang dibikin-bikin oleh para pencoleng fatwa ulama!!
Sekali lagi, bapaklah yang telah mengkhianati amanah kami, bapaklah yang selama ini imendustai kami dengan menyembunyikan hizbi dibalik baju salafi!! Memang, kelebihan bapak dalam berorasi hampir kami semua mengakuinya, kelebihan ini juga bapak akui sendiri (satu-satunya pengakuan jujur yang masih tersisa dari diri bapak!):
"Kita di dunia ini bisa saja bersilat lidah dalam segala perkara. Perbuatan dusta dan khianat dianggap enteng karena dilakukan dengan alasan takut sesat dan menyimpang dari jalan Allah. Padahal yang didustai dan dikhianati adalah para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah dan para Salafiyyin"(KHOLAFY I/5, hal.06). Bukankah ini pengakuan yang paling jujur?! Nah.
Kami teringat ketika bapak berceramah di Malang, bapak menyampaikan singkatan dari salah satu lembaga dengan sebutan "pol-polane ngapusi"-jawa, begitu mendengar istilah singkatan itu maka kami semua tertawa. Setelah turunnya fatwa Syaikh Rabi’ Hafidhahullah, barulah kami tersadar dari mimpi buruk bahwa bapak memang benar-benar memiliki "Sihrul bayan". Ternyata, tertawanya kami tersebut hakekatnya tidak lain adalah kami sedang menertawakan diri-diri kami sendiri yang sedang dibodohi oleh orang yang pandai bersilat lidah!! Bukankah guyonan semacam itu dan bahasa lainnya yang sejenis sering bapak ucapkan di mimbar-mimbar telah menyimpang dari pemahaman salafush shalih?! Apakah bapak juga akan mengatakan bahwa ini semua adalah dusta?! Fitnah?! Kepalsuan?!
Jika semua ini adalah kenyataannya, maka dari sudut mana bapak menyamakan kejadian memilukan dan memalukan yang bapak alami sama dengan kejadian yang dialami oleh Imam Bukhari Rahimahullah??! Tentunya katakpun akan tertawa jika saja ada yang bisa menceritakan perilaku bapak ini kepadanya!!

#Duhai bapak yang sedang mabuk kepayang!!
Ingatlah bahwa bapak pernah menulis simpati dan pengakuan bapak terhadap ustadz-ustadz kami yang saat itu masih menuntut ilmu di Universitas Islam Madinah maupun di Yaman sebagai oleh-oleh bagi kami Salafiyyin di Indonesia setelah (bapak-pen) berkunjung ke Saudi dan Yaman, setelah bapak menerangkan tentang penyimpangan ulama:"Bukanlah berita yang baru kalau ada orang yang sampai ilmunya ke derajat ulama itu menyimpang dari manhaj yang benar kepada yang bathil"(komentar:apalagi seperti kita ya pak?! Wal’iyadzubillah), maka bapak melanjutkan di bawah sub judul:BEBERAPA NASEHAT DARI PARA MURIDKU:"Kesan yang paling mendalam dari perjalanan saya di Saudi Arabia dan yaman adalah perjumpaan saya dengan para mantan muridku. Saya katakan mantan murid, karena mereka adalah orang-orang yang pernah mengenal ilmu Salafus Shalih dari saya. Dan sekarang tidak pantas lagi mereka sebagai muridku, karena rata-rata ilmu mereka jauh di atas ilmu yang saya pahami, sehingga sayapun sempat belajar dengan mereka dan menimba ilmu dari mereka. Maka sekarang saya adalah murid mereka dan sangat perlu bimbingan dari mereka. Di saat yang demikian inilah saya merasa sebagai orang yang paling bahagia di dunia, karena melihat keberhasilan mantan muridku mencapai jenjang keilmuan yang mantap jauh melampaui apa yang pernah saya capai. Semoga Allah menganugerahkan kepada mereka keikhlasan niat karena Allah dan semoga mengokohkan istiqamahnya mereka di atas jalan yang benar dan melindungi mereka dari fitnahnya dunia dan fitnahnya kelemahan pribadi dan kebodohan. Amin ya Robbal ‘Alamin"(SALAFY ED.V/1416/1996, HAL.63).
Kami kagum dengan ketawadhu’an dan kejujurannya sehingga hormat kami bertambah. Sekarang (ternyata) bapak telah menjilat kembali ludah bapak sendiri dengan perkataan:"Melalui tulisan ini, saya sebagai guru terhadap murid-murid saya, sebagai da’i (juru dakwah) kepada para mad’u (pihak yang didakwahi), atau kepada bekas murid saya yang merasa lebih pintar dari saya…[3] (KHOLAFY I/5, hal.06). Bukankah bapak sendiri yang mengakui kedalaman ilmu mantan murid-murid bapak dulu, mengakui ilmu mereka yang jauh di atas ilmu bapak!!? Dan mengaku sebagai murid mereka!!?
Kasihan, bapak telah memasuki masa-masa kritis ingatan!! Sungguh bapak telah dipermainkan dan diombang-ambingkan oleh PERASAAN bapak sendiri!! (Ingatlah do’a anda sendiri –wahai pak Ja’far- fitnahnya dunia…fitnahnya dunia dan fitnahnya harta!!-pen)

#Duhai pemilik majalah KHOLAFY yang sedang meniti jejak generasi "saafu olie"(saafu:alat pembersih)!!
Anda akan tergelincir dan terpeleset jika bermain-main dengan olie!! Justru majalah anda sendiri yang akan menjadi senjata balik menembak diri anda sendiri, membongkar dan menyingkap kepalsuan anda terhadap Salafus Shalih!! Bukti??!
Tidaklah pantas bagi seorang Salafi yang dididik untuk memiliki tanggung jawab ilmiyyah, menulis artikel tanpa keberanian untuk mencantumkan namanya!? Ini adalah kebiasaan buruk yang mulai biasa bapaka lakukan bukan?? Apakah ini majalah "ilmiyyah" ataukah majalah "oliemiyyah"?! Sekali lagi anda bisa terpeleset jika terus menerus bermain dengan olie!!

#Duhai pemilik tulisan "Sayyidul Istighfar" (KHOLAFY I/5)!!
Kami katakan: Judul itu tidak cocok dan tidak pantas!! Lihat sebelah kiri judul anda!! Ada tasbih bukan?! Jadi seharusnya berjudul "Sayyidul Bid’ah"!!

#Duhai pemilik kolom redaksi!!
Di akhir tulisan anda :"Ketika majalah ini naik cetak, Dunia Islam sedang dirundung malang dengan serangan mambabi buta para perampok dan teroris Amerika Serikat dan sekutunya ke Iraq. Kami tentu prihatin bersama kaum Muslimin seluruh dunia dengan kebiadaban pasukan perampok dan teroris terhadap rakyat Iraq. dan juga kami ikut mendo’akan semoga allah menolong rakyat Iraq melawan kebiadaban tersebut…."(KHOLAFY I/5, hal.02)
Lagi-lagi bapak telah lupa (atau pura-pura) tidak tahu), yang bapak do’akan itu rakyat Iraq yang mana?! Bukankah mereka mayoritasnya adalah Ba’athy (sosialis-komunis) dan mayoritas lainnya adalah Rafidhah sedangkan Muslimin Ahlussunnah sangatlah sedikit karena selama ini digencet habis-habisan. Bagaimana bapak bisa mengatakan SEMOGA ALLAH MENOLONG RAKYAT IRAQ? Yang benar saja Bung!! Tulisan anda ini semakin menunjukkan bahwa anda hanyalah memiliki modal emosi dan semangat saja dan bukan ilmu, apalagi bimbingan ulama Ahlussunnah. Kesombongan itu hanya akan membinasakan dan menghinakan diri saja. Bapak mesti "disekolahkan lagi" dan belajar lebih tekun agar tidak sampai di-DO, tetapi bukan model sekolahan Hizbiyyah 100% bahkan lebih, yang pernah dicicipi oleh salah satu Ustadz kami!! Sekarang coba lihat perbedaan anda dengan ulama Ahlussunnah:
Dalam situs www.salafipublication.com, Syaikh Ubaid Al-Jabiri ketika ditanya tentang sikap kaum Muslimin berkaitan peristiwa yang sedang terjadi di Iraq (31/3/2003) beliau menjelaskan, sebagian nukilannya:"So I say:Firstly, not all of the Iraaqy society is Muslim. Rather, amongst them is the Marxist, amon gst them is the Ba’athst Heretic, and amongst them are numerous orientation. And there are Muslims amongst them…And amongst them are Raafidhah. And the position of the scholars towards the Raafidhah is well known, amongst them are rhose who declared them Disbelievers…
Secondly,…
Thirdly, the banner of fighting in Iraaq who is carrying it? It is carried by Saddam Husayn At-Takreetee, and he is leader of the Ba’athy Party in his land…and the Ba’athy Party is secularist, disbelieving, heretical. Its foundation is upon mixing and not differentiating between a Sunni Muslim, and between the Jew, Christians, Communist, and others. There are all the same, equal…"Berbeda bukan antara ucapan yang asmuni (asal muni-Jawa) dengan penjelasan yang disampaikan oleh ulama yang mengerti betul permasalahan yang dibicarakan?!
Bagaimana hukum orang yang berdo’a:"Semoga Allah menolong rakyat Iraq"? Jawabannya kita serahkan kepada Syaikh:"So it is obligatory upon us, the community of Muslims that we ask Allaah in our supplication that he dilevers the Muslims among the people of Iraaq. So whoever said O Allaah save the (Iraaqy society), THEM HE HAS ERRED. This supplication of this reaches even the Marxist and the Communist. And the Ba’athy Party at the front of the (supplication of the) one supplicates for the Iraaqy society (in general). No, but supplicate to Allah that he delivers the Muslims amongst the people of Iraaq. And that He relieves  them of their distress"…
("Jadi, merupakan kewajiban bagi kita sebagai kaum Muslimin untuk memohon kepada Allah dalam do’a kita agar Alah menyampaikan (mengabulkan do’a kita) kepada kaum Muslimin yang ada diantara rakyat Iraq. Jadi siapapun yang berkata (dalam do’anya):" Ya Allah, selamatkanlah (rakyat Iraq), maka dia telah menyimpang. (Karena) permohonannya ini mencakup orang-orang Marxist dan Komunis. Partai Ba’ath juga termasuk dalam permohonan orang yang berdo’a untuk rakyat Iraq (secara umum) tersebut. Tidak, namun permohonan (do’a) kepada Allah hanyalah diperuntukkan bagi kaum Muslimin yang ada diantara rakyat Iraq. Dan Dia membebaskan dari kesulitan. Inilah yang dapat saya tambahkan sekarang ini").
Mengenai Saddam Husayn (termasuk rakyat Iraq juga kan?) lebih jelasnya dapat dilihat di www.troid.org, tentang:The Cataclysmic Tragedy of Saddam Husayn, ditulis oleh Syaikh Bin Bazz dan Syaikh Muqbil, di alamat yang sama dapat ditemui juga penjelasan Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily. Tulisan Syaikh Rabi’ bin Hadi tentang Iraq dapat dibaca di www.salafipublication.com.
Bukankah ini menjadi bukti bahwa pemilik majalah ini sudah tidak lagi butuh bimbingan dan merujuk kepada ulama Ahlussunnah?! Oleh karena itu, dengan (tanpa-dicoret) mengurangi rasa hormat kami kepada bapak maka yang lebih pantas untuk menerima kehormatan/gelar dusta-khianat-dsb tersebut bukanlah ustadz-ustadz kami, tetapi bapak sendiri dengan majalah yang bapak pimpin sebagai:Majalah KHOLAFY, dengan pemilik pak Ja’far yang merangkap penasehat, merangkap penulis sekaligus pengetik (sebagian), merangkap penanggung jawab semua rubrik (yang tidak bertanggung jawab), merangkap editor, merangkap bendahara, merangkap redaksi, merangkap pemasaran (karena Salafiyyin tidak ada yang layak memasarkannya), merangkap iklan dan promosi, merangkap…, merangkap… akhirnya terperangkap!! Inilah satu-satunya majalah di Indonesia dan bahkan (mungkin) di dunia yang memiliki gelar sedemikian panjangnya, unik-aneh namun sayangnya tidak menarik sama sekali!! Rangkap jabatan nih yee!! Point terpentingnya: bapak sebagai penasehat majalah ini, nasehatilah penulis dan penanggung jawab semua rubrik agar memiliki tanggung jawab secara ilmiyyah!!
Umumnya ketergelinciran seorang ustadz hanya bisa diketahui dan dirasakan oleh ustadz lainnya. Bagaimana jika ketergelinciran dan penentangannya kepada Al-Haq tersebut sampai diketahui dan dirasakan oleh kami yang awam-awam ini?!
Seorang awam pernah berusaha menghibur dirinya sendiri dengan mengatakan:
Alangkah bahagianya orang bodoh yang menyadari kelemahannya…
Sehingga dia dapat berhati-hati dengannya…
Daripada….
Orang pandai yang tidak mau menyadari kelemahannnya,
Sehingga dia terpeleset olie berkali-kali!

Inilah waktu yang ditunggu-tunggu oleh kaum Hizby maupun Sururi, mereka tertawa melihat kondisi yang terjadi pada kita!! Kondisi ini (mereka anggap) menjadi suatu pembenaran (atas) dakwah Hizbiyyah mereka!! Tidak, sekali-kali tidak!! Dakwah Salafiyyah akan terus berjalan dan berkibar sampai dengan waktu yang Allah tentukan. Adapun orang-orang yang berdakwah di jalan yang mulia ini, ada diantara mereka yang tetap istoqamah, ada pula yang terjatuh kemudian bangkit kembali, di sana ada juga yang terkapar dan tidak mampu lagi meneruskan perjalanan dakwah yang penuh rintang ini. Justru sikap kami terhadap bapak ini merupakan hujjah atas kaum Hizbi-Sururi (bukan hujjah mereka atas kami!) yang menuduh kami hanya taqlid dan membebek pada pak Ja’far.
Sesungguhnya selama ini kami bersama-sama bapak semata-mata karena kami yakin benar (secara ilmiyyah) bahwa bapak berada di posisi yang benar. Sehingga ketika bapak belum (mau) rujuk kepada Al-Haq dari penyimpangan yang ada serta menerima dengan lapang dada terhadap fatwa dan nasehat Masyayikh Salafiyyin, kamipun berlepas diri dari penyimpangan dan perbuatan yang bapak lakukan!! Ini sebagai bukti nyata bahwa kami mau dibimbing dan dinasehati oleh para ulama Ahlussunnah[4]!! Jika demikian keadaannya, maka apa alasan mereka menertawakan kami?! Padahal kita dalam keadaan rujuk kepada Al-Haq dengan bimbingan para ulama. Sungguh, sebenarnya, merekalah yang sedang menertawakan kebodohan dan kejahilan mereka sendiri!!

#Duhai bapak yang sedang lupa daratan!!
Tidaklah pernah diantara ustadz-ustadz kami termasuk antum (qaul qadim) yang mengajarkan kepada kami istilah dan tuntunan tentang pengkhianatan, kedustaan, kepalsuan dus apalagi membikin-bikin kesan buruk dengan mencoleng fatwa ulama!! Ketika kami bersama bapak menentang pemikiran (Dajjal) Syarif Hazza cs (geng Ihya’ut Turots), apakah kami disebut mengkhianati Syarif cs?? Ketika kami bersama bapak melawan dan menerangkan kerusakan manhaj IM, Sururiyyin, apakah kami juga mengkhianati IM dan Sururi?? Ketika kami di belakang bapak yang berseberangan dengan ustadz Yazid[5], apakah juga bisa diartikan kami menikam dari belakang terhadapnya?? Sadarlah duhai bapak, istilah khianat, dusta kepalsuan, menikam dari belakang itu tidak lain hanyalah bapak pungut dari sampah-sampah di panggung politik!! Ya benar, pergaulan bapak (walaupun sebentar) dengan para poly tikus (istilah bapak sendiri) telah menjadikan bapak digerogoti oleh tikus-tikus yang poly (banyak) tersebut!!
Tidaklah pernah di Madrasah salafiyyah, kami diajari oleh ustadz kami mata kuliah berkhianat, berdusta, apalagi menikam dari belakang. Kami yang paling awampun dari ikhwah Salafiyyin tidak ada yang mempunyai pemahaman bahwa rujuknya kita kepada Al-Haq dari penyimpangan yang kita lakukan didefinisikan sebagai pengkhianatan. Tidak ada istilah khianat terhadap kesesatan!! Tidak dikenal definisi mengkhianati Syaitan dan bala tentaranya!! Sungguh sebenarnya bapak telah mengalami krisis identitas yang akut, kata pak dokter mengalami "the post power syndrome" suatu kondisi yang umum terjadi terhadap orang yang sebelumnya "memiliki segalanya" kemudian tiba-tiba menghadapi kenyataan bahwa segala yang dia miliki tersebut tidak ada lagi, terbiasa setiap berucap selalu terkabul keinginannya, namun tiba-tiba ucapannya itu tidak mempunyai nilai dan harga sama sekali. Bapak sombong terhadap kebenaran!! Bapak tidak mau mengakui kesalahan dan penyimpangannya secara "gentleman"!! Bapak tidak mau memina ma’af kepada seluruh ikhwan salafiyyin Indonesia terutama tentang tandzim Hizbiyyah dan titah-titah menyimpang yang bapak sampaikan!! Kalaulah bapak mau rujuk kepada Al-Haq (dan itu yang sangat kami harapkan) tentunya kami menaruh simpati kepada bapak, namun sayang disayang…
Bapak justru berusaha menipu kami semua bahwa perkara-perkara manhaj ini bapak sederhanakan dan kecilkan hanya sebagai perkara pribadi antara bapak dengan beberapa ustadz kami dan tidak ada sama sekali kaitannya dengan dien ini, sebagaimana tertulis:"Tetapi Allah Maha Tahu dan Dia membongkar segala kejahatan di balik alasan-alasan yang memakai atribut agama itu" (KHOLAFY, I/5, hal.52). Ini adalah penipuan dan kedustaan yang nyata!!

#Duhai orang yang mengangkat dirinya sebagai amir "kafilah jihad bil lisan"!!
Apa yang bapak dapatkan sesaat setelah selesainya sidang pembacaan vonis bebas ketika meninggalkan pengadilan??
Bukankah sambutan yang meriah?! Ya, benar derap langkah bapak diiringi oleh para penyanyi Shalawat Badr. Apakah para penyanyi tersebut bagian dari ikhwan-ikhwan Salafiyyin?? Bukan!! Tidak mungkin Salafiyyin menyanyikan shalawat Bid’ah! Merekalah kafilah jihad –made in- bapak sekarang!! Bagaimana bisa bapak mendengung-dengungkan jihad bil lisan sementara lisan bapak tidak bergerak untuk menghentikan kemungkaran itu, padahal kami sangat yakin bapak sangat mampu menghentikannya?!! Ridhakah? Berutang budi? Orang-orang seperti inilah yang sekarang berada di sekitar bapak! Berbuat Adillah Wahai Pak Ja’far!!

#Duhai orang yang mulai berani terang-terangan merendahkan Salafiyyin dan ulama Ahlussunnah serta menghina majelis ilmu mereka
Sungguh ucapan anda adalah perkataan yang buruk dan keji!! Apa sambutan anda terhadap undangan Syaikh Muhammad bin Hadi hafidhahullah untuk mendengarkan tausyiah beliau bersama para ustadz lainnya?? Bapak katakan:"Janganlah saling mengganggu dengan undangan menghadiri acara baca puisi persatuan atau drama persaudaraan. Masa bersantai-santai sudah lewat,…"(KHOLAFY I/5, hal.07).
Bagaimana mungkin seorang salafi mampu berucap sedemikian jelek, buruk, jahat dan kotor? Sekali lagi inilah dampak buruk pergaulan bapak dengan para poly tikus. Bapak tidak mampu lagi membedakan antara majelis ilmu yang mulia dan diberkahi dengan berkumpulnya massa partai politik yang berhura-hura ketika mendeklarasikan partainya/kampanye!! Itulah hura-hura!! Itulah acara baca puisi persatuan!! Itulah drama persaudaraan!! Otak politik yang keji dan kotor telah mencengkeram anda!! Sungguh keji ucapan bapak!! Berkumpulnya para ustadz untuk mendengarkan bimbingan dan nasehat Syaikh Muhammad, anda katakan sebagai undangan yang mengganggu, masa bersantai-santai!! Ya, benar, undangan tersebut memang sangat mengganggu hawa nafsu bapak!! Keinginan untuk bertemu dan mempererat silatirrahim diantara ustadz, anda katakan sebagai drama persaudaraan!! Apakah bapak diciptakan Allah untuk mengetahui dan menghukumi hati setiap hamba?? Ucapan bapak itu tidak lebih baik dan bahkan jauuh lebih buruk daripada ucapan para dukun yang menebak-nebak nasib dan isi hati para korbannya!! Bagaimana tidak, dukun mengucapan sesuatu yang bathil untuk perkara kebathilan, sementara bapak mengucapkan kebathilan untuk suatu perkara yang mulia dari majelis ilmu!! Alangkah bedanya keadaan hari  kemarin dengan hari ini.
Siapakah yang membaca puisi persatuan yang bapak maksud?? Bukankah Syaikh Muhammad yang mengisi tausyiah terhadap ustadz-ustadz kami?! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

#Duhai pemilik "kafilah jihad bil lisan"!!
Jihad apa yang sedang anda lakukan?? Itu hanya akan mengotori wajah Islam yang mulia ini. Dengan tingkah laku dan perbuatan anda yang keji ini, sekarang anda telah meletakkan diri anda sendiri di barisan gembel-gembel hina dengan baju compang-camping mengemis kehinaan!! Bau busuk-menyengat menyebar dari mulut anda, dan…lihat… dari balik baju compang-camping tersebut terdapat huruf-huruf yang jika dirangkai akan terbaca: K-I-B-I-R-! Allahul Musta’an.
DUHAI
Duhai…duhai… dan duhai…
Janganlah mendekat kepada kami (Salafiyyin)
Dengan bau busukmu yang menyengat
Kecuali…
Dirimu telah mandi, berkeramas, menggosok gigi, berpakaian bersih serta memakai wewangian (baca:bertaubat)
Itupun….
Engkau harus tahu diri…
Tempatmu di Shof paling belakang…
Siapapun dirimu!

Wassalamu ‘alaikum Warahmatulahi Wabarakaatuh.
12-5-2003
Tertanda,
Hamba Allah yang awam
Yang cinta kepada Syaikh dan Ustadznya
Abdul Ghafur-Malang

Footnote:
[1] Tema ini kami pilih untuk mengingatkan bapak terhadap buku:MEMBANTAH TUDUHAN, MENJAWAB TANTANGAN (-pen)
[2] Sebagaimana Al-Irsyad Tengaran, kami juga memegang bukti bahwa Qolbun Sakim Malang adalah anggota jaringan Sururi internasional. Secara berkala "iman" mereka dipelihara oleh Majalah Al-Bayan yang langsung dikendalikan oleh gembong-gembong Sururi Internasional lapis pertama. Salah seorang ikhwah yang pernah sekian lama aktif di yayasan Sururi ini –walhamdulillah- telah menyodorkan kepada penulis majalah Al-Bayan edisi 2003 sebagai bukti bahwa yayasan tersebut benar-benar memiliki kaitan dengan jaringan Sururi internasional. Ikhwah lainnya yang sekian lama pernah aktif juga di yayasan ini bahkan pernah tinggal di Masjid Qalbun Sakim juga bersaksi bahwa ada kegiatan yayasan ini yang memiliki kaitan dengan Jumi’yyah Hizbiyyah Al-Haramain dan Al-Sofwa yang telah ditahdzir oleh Masyayikh Salafiyyin(-pen)
[3] Dan lihatlah jika ucapan pak Ja’far yang sombong ini berhadapan dengan ustadz Ja’far Umar Thalib yang tawadhu’ dan berwibawa:"Alhamdulillah saya juga tidak terikat dalam keilmuan itu oleh ijazah manapun. Saya merasa bodoh dalam Islam ini. Karena itu haram atas siapapun mengikuti pendapat saya bila saya tidak menyandarkannya kepada para ulama. Saya menulis permasalahan agama dengan merujuk kepada para ulama. Saya tidak pernah berijtihad dalam permasalahan agama, karena saya merasa bodoh. Saya mengajarkan kepada umat bukan dengan pidato-pidato semata, kosong dari nukilan keterangan para ulama. Dan saya terus berkonsultasi kepada para ulama Ahlussunnah dalam berbagai masalah. Allah Subhanahu wa Ta’ala terus memberi kesempatan kepada saya untuk dapat berkunjung kepada para ulama guna menanyakan berbagai masalah, ini karena kenikmatanNya dan RahmatNya. Semoga hal ini terus terlimpah kepada saya dan segenap du’at Salafiyyin. Amin Ya Rabbal ‘Alamin. Katakan:Masya Allah!! Tetapi kenapa sekarang berubah menjadi Na’udzubillah?! (-pen)
[4] Patut bagi kita untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala karena benar-benar telah memudahkan dalam menyusun bukti-bukti Makar dan Pengkhianatan Hizbiyyin-Sururiyyin terhadap Masyayikh Yordan dan kaum Muslimin secara ilmiyyah. Telah kita ketahui bersama bahwa mereka sampai tahun 2004 telah mendatangkan Masyayikh Yordan sebanyak 4 kali!! Dalam kurun waktu itu ternyata mereka telah sukses melakukan tipu daya Hizbiyyah dan kebohongan Ikhwaniyyah terhadap Masyayikh Yordan dan kaum Muslimin (berkali-kali), Inna lillahi wainna ilaihi raji’un.(-pen)
[5] [red]:Benar-benar kita telah memegang bukti bahwa orang ini adalah Hizby Tulen yang sangat berbahaya!! Jangan ada yang menyangka bahwa ketika da’i ini yang PADA AKHIRNYA memilih untuk bergabung bersama barisan Yusuf Ba’isa,Syarif Hazza’-Abu Nida cs (Turatsiyyin) dan barisan Al-Sofwa dirinya dalam keadaan tidak mengetahui akar permasalahan dari peperangan ini! Tidak, sekali-kali tidak!! Bukti surat tulisan tangan dibawah ini adalah hujjah untuk membungkam Firanda beserta orang-orang "intelektual" penipu dan pentalbis umat bahwa fitnah dakwah Ihya’ut Turaots di Indonesia bukanlah khilafiyyah Ijtihadiyah! Surat yang (sekali lagi) membungkam tuduhan keji Firanda yang diaminkan (baca: direkomendasikan) oleh Abdurrahman Tamimi, Ahmas Faiz, Abu Ihsan bahwa perpecahan ini disebabkan sikap "keras" salafiyyin dan bukan karena dakwah pecah belah dana Ihya’ut Turots!! Yazid dan Aunur Rafiq Ghufron bahkan termasuk orang-orang yang tahu persis persoalannya (baca:sumber penyakitnya!). Berikut bukti FAKTA surat tulisan tangan mereka yang dikirimkan kepada Syaikh Rabi’ hafidhahullah:
1. FAKTA Surat Yazid Jawaz. Lihatlah bahwa Yazid Jawaz benar-benar mengetahui bahwa semua penyakit dakwah ini ada di kelompok Ihya’ut Turots yang sekarang ini dikumpuli dan dibelanya! Maka jangan ada lagi yang mengatakan bahwa kami terlalu berlebihan ketika menyatakan bahwa orang ini (Yazid Jawaz) adalah Hizbi Tulen yang sangat berbahaya!!
http://img183.imageshack.us/img183/1478/suratyazid1hl7.jpg    
terjemah:
Bismillahirrahmanirrahim
Fadhilatusy Syaikh Al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi ‘Umair Al-Madkhali hafidhahullah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji bagi Allah, shlawat dan salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Keluarganya, shahabatnya dan orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari pembalasan.
Seperti yang antum ketahui dan antum dengar bahwasanya di negeri kami Indonesia telah terjadi fitnah antara da’i-da’i salafiyyin dan penyebabnya sangat banyak sekali. Sebab terpenting adalah kedatangan Syarif bin Muhammad Fu’ad Hazza’ ke Indonesia dan dia mengajak ustadz Ja’far untuk mubahalah, kemudian dia menulis kitab “Kasyifuz Zuur wal Buhtan fi jawab Hizb Degolan”. Kandungan kitab tersebut adalah cercaan dan cacian terhadap saudara kita Ja’far Umar Thalib dan Muhammad Umar As-Sewed.
Lalu tersebarlah  fitnah ini di kalangan du’at salafiyyin dan terjadilah tuduhan-tuduhan besar diantara mereka dengan perantaraan murid-murid Syarif Hazza’ serta dengan bantuan Yusuf Utsman Ba’isa, dia (Yusuf Ba’isa) membela pemikiran-pemikirannya (Syarif-pent.). Dan Yusuf ini terpengaruh dengan fikrah Ikhwaniyyah dan fikrah Syarif Hazza’!

Cukuplah bagi antum (dalam hal ini-pent.) bukti-bukti dan persaksian-persaksian dari surat/tulisan Al-Akh ja’far.
Akhirnya kami mengharapkan nasehat dan kedatangan antum ke Indonesia. Jazakumullahu khairan.
(tanda tangan)
Yazid Abdul Qadir Jawaz

2. FAKTA Surat Aunur Rafiq Ghufron Gresik
http://img237.imageshack.us/img237/7627/surataunurrofiqqy8.jpg                       
terjemah:
Bismillahirrahmanirrahim
Fadhilatusl Ustadz Ja’far Umar Thalib Hafidhahullah
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasul Allah, keluarganya, shahabatnya dan orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat. Wa ba’du.
Berdasarkan permintaanmu kepadaku untuk membubuhkan tanda tangan pada surat yang kamu tujukan ke hadirat Syaikh Al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi ‘Umair Al-Madkhali Hafidhahullah, maka saya berpendapat –wallahu a’lam bishshawab – bahwa orang yang lebih pantas dan lebih berhak menandatangani surat tersebut adalah kamu (ustadz Ja’far-pent.) beserta ustadz Muhammad Umar As-Sewed, ustadz Yazid Abdul Qadir Jawaz, Usamah Mahri dan Al-Akh Bilal Ashri karena kamu dan mereka telah mengenal dua orang tersebut (Syarif Hazza’ dan Yusuf ba’isa-pent.) dengan detail dan jelas dan kamu juga telah bergaul dengannya pada waktu yang lama.
Adapun saya, saya tidak mengenal mereka berdua kecuali darimu dari segi manhaj dakwahnya. Dan saya tidak mendengar ucapan Al-Akh Yusuf Ba’isa yang berbicara tentang dakwah kecuali di Tawangmangu, Jawa Tengah yang kita dulu berkumpul di situ dan saya telah mengetahui kesalahannya dalam masalah ini [Coba pembaca perhatikan pengakuannya tentang kesalahan pada paham Yusuf Ba’isa yang menunjukkan bahwa sebenarnya dia mengetahui letak penyimpangan manhaj Yusuf Ba’isa. Dan dari data nama-nama para da’i peserta daurah masyayikh yang dibocorkan pada kita jelas menunjukkan betapa kuatnya pengaruh Yusuf Ba’isa dan Chalid Bawazeer, beberapa nama para da’i hadir atas rekomendasi mereka berdua!-red) . –wallahu a’lam bishshawab. Adapun tentang Al-Akh Syarif, maka saya tidak bertemu dia kecuali di Semarang/Ponpes Al-Irsyad dan di Jakarta. Saya belum pernah mendengar ucapannya dan belum pernah membaca tulisan-tulisannya padahal dalam menghukumi seseorang kita harus mengenalnya dengan detail.
Ini secara ringkas yang bisa saya berikan kepadamu dan saya mohon ma’af, kita memohon kepada Allah untuk saya dan kamu taufiq dan kebenaran serta mengumpulkan kita semua kepada amalan yang diridhai Allah. Wallahul Musta’an.
Sedayu, 24 Dzulqa’dah 1417H
Saudaramu
(tanda tangan)
‘Aunur Rafiq Ghufron Hamdani

Maka kedua surat tulisan tangan tersebut adalah bukti FAKTA tak terbantahkan bahwa kedua da’i kondang ini memang dalam keadaan SADAR 100% ketika kemudian lebih memilih untuk  bergabung ke dalam barisan musuh-musuh dakwah salafiyyah!
Segala puji bagi Allah bahwa bukti-bukti tersebut masih terdokumentasikan dengan rapi sebagai harta “warisan” bagi Salafiyyin kelak agar tidak terkecoh jika mereka melemparkan talbis dan syubhat “murahan”, walhamdulillah.
 
Bagian Kedua————-
TULISAN/UCAPAN JAFAR UMAR THALIB DALAM SOROTAN
(Ibrahim)

Betapa indahnya nikah sejenis di sisi Jamarto:
http://img64.imageshack.us/img64/8573/jafarnikahsejenisuw9.jpg    
Sang da’i gaul yang “kendor” pergaulannya:
http://img237.imageshack.us/img237/7749/jafarvsfilsafat2bs8.jpg  

1. Menyatakan bahwa dakwah JUT adalah dakwah Salafiyyah dan diperbarui pada th 2003. Simak acara-acara yang diikutinya pada tahun 2003-2006 .
Yakni menghadiri acara milad negeri ini dan tahun baru hijriyah beberapa kali dengan dzikir dipimpin Muhammad Arifin Ilham, tgl 18 Agustus 2003 (hadir juga Hamzah Haz, Amien Rais, Hidayat Nurwahid dari PKS, Aa Gym), 15 Agustus 2004 (sekaligus HUT BNI ke 48, lihat file gambar CD, cd.jpg, cd_2.jpg, cd_3.jpg promotor Bank BNI), 6 Februari 2005 (Tahun Baru Hijriyah 1426 H, hadir juga Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Husein Umar, Salim Segaf Al Jufri Dewan Syuro PKS), 15 September 2005 (Menjelang Ramadhan 1426 H bersama Bupati Kampar Jefri Noer, Ketua DPRD Mahnuh),  20 Agustus 2006 (hadir juga Salim Segaf Al Jufri) bersama-sama politikus hizbi dst.
http://img490.imageshack.us/img490/8853/cdqp2.jpg
http://img234.imageshack.us/img234/7242/cd2om7.jpg
http://img237.imageshack.us/img237/5579/cd3se0.jpg
VCD Majlis Adz Dzikra edisi 15 Agustus 2004, tertulis jelas "BNI … mempersembahkan acara "Indonesia Berdzikir", di label VCD tersebut tertulis "Zikir Akbar Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan RI ke 59 dan HUT BNI ke 48, Ahad 15 Agustus 2004, 28 Jumadits Tsani 1425 H, Masjid Istiqlal Jakarta." Produksi Majelis Az Zikra. Pusat Masjid Al Amru Bittaqwa, Perum Mampang Indah Dua Depok, Depok, 16435. Telp (021) 77882187, 77882188. Sekretariat : Jl. Slamet Riyadi 5 Jaktim, DKI Jaya. (021) 8567636,85910717,8567630. (lihat file gambar CD, cd.jpg, cd_2.jpg, cd_3.jpg promotor Bank BNI)

Inilah hasil pemikiran JUT dan pembaharuan JUT dengan ucapannya sbb :
"Kami perlu menjelaskan prinsip kami ini karena memang edisi ke 42 ini adalah era baru bagi perjuangan dakwah Salafiyah di Indonesia. Era baru ini dimulai dari hitungan nol dengan koreksi total terhadap tiga belas tahun masa perjuangan kita di masa lalu, tepatnya sejak bulan Januari tahun 1990 M hingga Januari 2003 M . Kami mencanangkan era baru dengan semangat baru. Oleh karena itu kami bertekad untuk terbit kembali dengan tepat di tiap awal bulan. Tapi jangan percaya dulu dengan tekad kami ini karena memang tekad demikian ini perlu pembuktian di masa yang agak lama." (Majalah Salafy, Dari Redaksi, Edisi 42 Tahun ke IV/1423 H/2003 M)

2. Siapa saja teman Jafar di selain majlis dzikirnya Az Zikra ?
Jafar juga tercatat hadir dalam acara Rapat Akbar Solidaritas Falllujah tgl 26 November 2004 bersama Ketua Umum KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam), Abdul Rasyid Abdullah Syafi’I, ZA Maulani, Taufiq Ismail, ZA Maulani, Hussein Umar, Tifatul Sembiring, Ismail Yusanto, Habib M Rizieq Syihab, Munarman, KH Syukron Makmun, Ahmad Sumargono, KH Kholil Ridwan, Ust Ja’far Umar Thalib, Ust Arifin Ilham, Abu Jibril, Muzakkir, MUI, Muhammadiyah, NU, DDII, PKS, HTI, MMI, Daarut-Tauhid, FPI, GPMI, Hidayatullah, Al-Irsyad, Asy-Syafi’iyah dan MER-C. (Harian Terbit, www.harianterbit.com, nama file Konsep demokrasi bukan lewat saling membunuh.htm, dikopi tgl 25 Desember 2005)

3.JUT juga nara sumber acara "Refleksi Satu Hati, Sebuah Gugatan Ummat terhadap nasib Bangsa" tanggal 18 November 2003 (malam ke 23, bulan Ramadhan 1424 H) di Gelanggang UGM yang dimoderatori Emha Ainun Najib dihadiri para pendeta kafir (Hindu, A.A.N Ari Dwipayana S.I.P MSi, Prof. Dr. Humphrey S. Kariodimejo Kristen, Katolik Alfred Benedictus, Banthe Bodhi Budha) yang memberikan ceramah bersama-sama JUT penuh dengan ajaran sinkretisme, keakraban, saling ucapkan salam, dst. (Sumber CD Refleksi Satu Hati, dokumentasi panitia dari Unggul 08124952208)

4. Siapa saja teman dan guru Arifin Ilham ?
Siapa Arifin Ilham ? Muhammad Arifin Ilham bicara sendiri di Sabili dan direkam oleh rantaunet. “Kalau sudah kepegang Allah Ghoyatuna (tujuan kita), maka tidak akan ini-itu. Saya bisa ngomong tegas saja. Saya sayang dengan Ayahanda Hamzah Haz tapi lebih sayang Ba’asyir, lebih sayang Habib Rizieq, lebih sayang Ja’far Umar.” (Wawancara dengan Muhammad Arifin Ilham, judul Syariat Tak Akan Tegak Dengan Caci Maki, dikopi dari www.rantaunet.com 25 Desember 2005, nama file Syariat Tak Akan Tegak Dengan Caci Maki.htm)

5. Siapa saja teman berdakwah Ja’far ?
Aris Munandar da’i lintas manhaj adalah teman berdakwah Jafar Umar Thalib, yakni pada Daurah Ramadhan 1425 H di PP Ihya us Sunnah, Degolan, Sleman. Kaset/CD ada di Tasjilat Ad-Da’wah PP Ihya us Sunnah, membahas kitab Al Adabul Mufrad karya Al Imam Al Bukhari shohih Al Imam Al Albani. Aris Munandar adalah aktifis dakwah di PP Taruna AL Quran dengan Umar Budiargonya, Ahmad Khudlori ikhwani, Ldata Ikhwani cabang Jakarta (pusatnya dipimpin Muhammad Yusuf Harun, MA), FSRMY Masjid Jogokariyan, LBI Al Atsary pimpinan Abu Saad Muhammad Nur Huda. (Mediasalafy.com, pamflet-pamflet LBIA, L-DATA, berbagai sumber)

6. Siapa saja teman Arifin Ilham dalam Majlis Az Zikra ? Jawabnya Hizbi, JIL, dkk
Dewan Syariah Majlis Az-Zikra, sumber majalah Az Zikra : Dr. Muslih Abdul Karim (PKS), Abu Bakar Baasyir (MMI), Dr. Salim Segaf Al-Jufri (PKS), KH Dr. Didin Hafiduddin (PKS), Ja’far Umar Thalib, Habib Rizieq Syihab (FPI), Toto Tasmara , dan sebagainya.
(Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian Husaini ke 118, "Infeksi ‘Sipilis’ di Majalah Azzikra" , Minggu, 09 Oktober 2005 – 14:43:46 WIB, berita tersebut dipublikasikan oleh situs hizbi: Hidayatullah.com)

Simak tulisan Adian Husaini yang membikin artikel pada file Infeksi ‘Sipilis’ di Majalah Azzikra.html yang dimaksud adalah terinfeksi JIL. Simak contoh tulisan orang liberal JIL di majalah Az Zikra file Dialog dan Kerjasama dengan Barat.htm, file resensi buku karya Tariq Ali, di majalah Azzikra edisi Juni 2006.htm.

7. Perluasan acara Dzikir, selain dalam rangka milad RI, juga tahun baru Hijriyah dan untuk menyambut Ramadhan 1426 H
“ANTARA. Bupati Kampar Jefri Noer (tengah), Ustadz H Arifin Ilham (kiri), serta Panglima Laskar Jihad H Jafar Umar Thalib (kanan) berbicara sebelum dzikir bersama masyarakat Kampar, di stadion Tambusai, Bangkinang, Kampar, Riau, Kamis (15/9). Dzikir yang diikuti sekitar 20 ribu warga Kampar itu dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1426 H”. (http://www.mediaindo.co.id/mediagaleri/view.asp?id=1356&page=6)

8. JUT kumpul dengan Hizbiyyun
Tercatat tokoh Islam yang hadir di antaranya, Taufiq Ismail, ZA Maulani, Hussein Umar, Tifatul Sembiring, Ismail Yusanto, Habib M Rizieq Syihab, Munarman, KH Syukron Makmun, Ahmad Sumargono, KH Kholil Ridwan, Ust Ja’far Umar Thalib, Ust Arifin Ilham, Ust Abu Jibril dan Ust Muzakkir. Selepas shalat jum’at, acara dimulai dengan memberikan orasi selama sepuluh menit secara bergantian. Sementara Ormas Islam yang turut mendukung acara ini, MUI, Muhammadiyah, NU, DDII, PKS, HTI, MMI, Daarut-Tauhid, FPI, GPMI, Hidayatullah, Al-Irsyad, Asy-Syafi’iyah dan MER-C . (27 November 2004, http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=SYIAR&id=13916&start=70 )

9. Acara Dzikir JUT bersama Politikus
" Puluhan ribu umat Islam, Ahad (6/2) memenuhi Masjid Istiqlal mengikuti acara zikir akbar dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1426 H. Awan hitam yang menyelimuti langit Jakarta sejak pagi hari tak mampu menghentikan langkah mereka untuk mengikuti acara tersebut. Selain zikir yang dipimpin oleh pimpinan Majelis Zikir Az Zikra, Ustadz Arifin Ilham, acara bertema Menyongsong Negeri Bebas Korupsi itu juga diisi tausiyah dari Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Husein Umar, Anggota Dewan Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri, dan mantan Panglima Laskar Jihad, Jafar Umar Thalib ." (Tgl 6/2/2005, situs aqlani menyebarkan beritanya: http://www.icmi.or.id/ind/content/view/109/60)

10. Acara Dzikir JUT memperingati HUT RI 18 Agustus 2003
Sementara itu, hari Senin, untuk melakukan refleksi dalam peringatan HUT Ke-58 RI, ribuan umat Islam menghadiri tabligh akbar "Indonesia Berzikir". Banyak hadirin yang memenuhi seluruh lantai ruangan Masjid Istiqlal, Jakarta, menangis terharu. Tetesan air mata ribuan jemaah masjid itu mengiringi zikir dan doa yang dilantunkan dai kondang Ustadz KH Arifin Ilham yang sebelumnya juga memberikan siraman rohani untuk mengingatkan umat agar lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Tampak hadir pada tablig akbar itu Wapres Hamzah Haz, Ketua MPR Amien Rais, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat R Hartono, Ketua Umum Partai Keadilan Hidayat Nurwahid, dai kondang KH Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym, serta Ja’far Umar Thalib .

11. Memuji dan membela Arifin Ilham
"Semua pengingkaran para ulama’ sebagaimana tersebut, telah saya pelajari dan ketika semua itu saya teliti pada majlis dzikir yang dipandu oleh saudara Muhammad Arifin Ilham, hal-hal kemungkaran tersebut tidak saya dapati dan bila kadang-kadang terdapat pada sebagian yang hadir , maka pemandu segera menegurnya dan melarangnya. Ini yang saya saksikan pada mereka. Adapun berkenaan dengan dzikir yang disuarakan bersama dan dikomandoi dengan satu komando, hal ini ada catatan tersendiri berkenaan pengingkaran kepadanya oleh Al-Imam Asy-Syathibi rohimahulloh untuk kita telaah secara ilmiah. " (paragraf terakhir dari tulisan dengan judul artikel:"Kontroversi Seputar Dzikir Bersama" majalah Salafy edisi 02/TH V/1424 H/2003 M hal:67-70)

12. Menghina pemerintah dengan menyatakan pemerintah tidak berdaya, pemerintah tidak mampu dst.
"Karena kenyataan yang ada pada kami ialah :
1. …
2. Kami berjihad di Maluku adalah dalam rangka memerangi pemberontak Kristen ketika kami melihat pemerintah mendapat tekanan dari salibis dan zionis internasional sehingga pemerintah tidak berdaya menghadapi para pemberontak itu. Maka sangat aneh bila jihad kami ini dianggap memberontak kepada pemerintah. Padahal kami adalah mitra pemerintah untuk memberangus pemberontakan tersebut."
(Majalah Salafy, Menepis Rekayasa Fatwa Seputar Jihad di Maluku, paragraf ke 6, hal 10, edisi 34/1421 H/2000 M)

13. Lagi, mengecam dan mengolok-olok pemerintah
"Disaat yang demikian itulah meletus kerusuhan di Poso – Sulawesi Tengah, dan di Ambon – Maluku. Dari hari ke hari keadaan semakin memiilukan di dua daerah tersebut. Korban di pihak kaum Muslimin semakin banyak dan keresahanpun meledak pada kaum Muslimin di seluruh Indonesia. Namun mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat dalam membela saudaranya di Poso dan Ambon itu. Pemerintah tambah linglung seakan tidak mampu berbuat apa-apa menghadapi para perusuh yang dengan leluasa terus-menerus membantai kaum Muslimin disana. Saya sedih dan sedih melihat kenyataan pahit ini…"
(Paragraf 4, hal 10-11, Salafy Edisi 05 tahun ke V/1426 H/2005 M)

14. Menganggap semua orang adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah?
"Sedangkan mayoritas ummat Islam itu adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah, karena mereka berbuat bid’ah hanyalah karena ikut-ikutan dan tidak tahu bahwa perbuatan yang mereka lakukan itu adalah bid’ah."
(Paragraf 3, hal 10, Salafy Edisi 05 tahun ke V/1426 H/2005 M)

15. Mendustai publik menyatakan murid-muridnya salah dengan istilah kerusakan akhlaq shg membikin Laskar Jihad dia bubarkan (padahal Salafiyyin yang secara sepihak membubarkan diri-walhamdulillah)
"Saya memimpin operasi perjuangan Laskar Jihad selama dua tahun dengan cerita suka dukanya. Dalam maas dua tahun itu saya dapati kenyataan berbagai kekurangan pada murid-muridku dalam berhadapan dengan problem-problem masyarakat Muslimin disana. Kekurangan itu meliputi kekurangan dalam perkara akhlaq dan hikmah dakwah. Tentu kekurangan demikian amat berbahaya dalam perjalanan dakwah dan perjuangan ini. Kekurangan tersebut menciptakan jarak yang berbahaya antara masyarakat Muslimin dengan kami . Saya sedih dan sedih melihat kenyataan pahit demikian. Dan akhirnya saya putuskan pada tgl 7 Oktober 2002 untuk bubarnya Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah.Dan dengan keputusan saya untuk membubarkan dan menghentikan aktifitas jihad secara fisik ini, maka sayapun membikin langkah-langkah fundamental demi masa depan perjuangan dakwah Salafiyah di Indonesia. Saya persilakan segenap murid-muridku untuk pergi ke medan perjuangan masing-masing dan sayapun segera berkemas untuk menyongsong program-program perjuangan yang terbentang di depan langkah-langkah perjuanganku.
(Paragraf 3, hal 13, Salafy Edisi 05 tahun ke V/1426 H/2005 M)

16. Mendustai publik dengan mengistilahkan uzlah disaat ditinggalkan/dihajr karena penyimpangannya yakni tidak mau membubarkan Laskar Jihad sesuai nasihat Ulama
"Dalam masa uzlah yang saya lakukan antara bulan Oktober – Desember 2002, saya terus mempelajari kebijakan dakwah Salafiyyah yang saya lakukan sejak Januari 1990 s/d Oktober 2002 dan saya pelajari semua kekurangannya melalui kitab-kitab para Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah.."
(Paragraf 2, hal 14, Salafy Edisi 05 tahun ke V/1426 H/2005 M)

17. Kembali menegaskan bahwa era baru dakwahnya dimulai Januari 2003 dan menunjukkan sakit hatinya pada siapa ?
"Demikianlah suka-duka perjalanan Dakwah Salafiyah yang saya jalani di Indonesia dan setelah saya melakukan upaya koreksi kembali terhadap perjalanan dakwah di masa lalu, sayapun mulai menjalankan kembali perjuangan dakwah salafiyah ini pada bulan Januari th 2003 dengan semangat baru dan suasana trauma berbagai kekecewaan akibat kepedihan luka-luka lama. "
(Paragraf 3, hal 23, Salafy Edisi 05 tahun ke V/1426 H/2005 M)

18. Mengecam dai-dai mantan muridnya dengan istilah kerusakan akhlaq, tukang gosip, berebut pengikut
"Banyak para dai lulusan Universitas Islam Al Madinah an Nabawiyah dan lulusan Yaman menjadi tukang gosip dan tidak mempunyai wara’ (yakni kehati-hatian) dalam menyampaikan berita. Berita-berita dusta gampang sekali dilontarkan di majlis-majlis ‘ilmu’ mereka tanpa takut ancaman dosa besar akibat perbuatan dusta itu. Semua ini tentu adalah penyimpangan yang nyata dari manhaj Salafus Shalih. Manhaj Salaf dilecehkan oleh para perusak dakwah Salafiyah ini sebagai akibat kerusakan akhlaq mereka. Akibatnya atribut-atribut Manhaj Dakwah Salafiyah seperti Tahdzir dan Hajr tampak sedemikian buruknya dihadapan ummat Islam. Hal ini karena dua syi’ar Manhaj Salaf ini sering dijadikan alat kepentingan sang da’i untuk berebut pengikut."
(Paragraf 2, hal 17, Salafy Edisi 05 tahun ke V/1426 H/2005 M)

19. Menyikapi situs salafy.or.id yang memuat artikel tentangnya
"Sebuah lembaga penelitian di Brussel menurunkan sebuah artikel di salah satu websitenya yang menyoroti berbagai isyu perpecahan yang ada di kalangan orang-orang yang mengaku sebagai pengikut manhaj Salafus Shalih. Namun sayang artikel itu bersandarkan kepada sampah data yang terus-menerus dilansir bau busuknya oleh sebuah website Ahlul Fitnah wal Khiyanah. Sehingga kesan perpecahan yang sangat menonjol di kalangan Salafiyyin. Penulis artikel itu tidak mengerti bahwa sesungguhnya yang sedang ribut-ribut itu tidak semuanya sebagai Salafiyyin. Penulis artikel itu tidak memahami latar belakang berbagai pemikiran orang-orang yang mengaku Salafy. Yang notabene berbagai pemikiran itu bukan dari pemahaman Salafus Shalih. "
(Majalah Salafy, Dari Redaksi, Edisi 04/TH V/1426 H/2005 M)

20. Dustanya JUT dan ancamannya kepada pemerintah
“TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Panglima Laskar Jihad, Ja’far Umar Thalib menemui Menteri Koordinator Politik dan Keamanan ad interim Hari Sabarno di Departemen Dalam Negeri, Rabu (26/5), untuk membahas kondisi di Ambon.

Ja’far mengatakan, dirinya belum bisa memutuskan kapan akan mengirimkan pasukan ke daerah konflik tersebut. Dia menambahkan, pihaknya masih melihat perkembangan situasi di daerah tersebut.

Laskar Jihad sendiri telah mengirimkan lima orang intelijen untuk memantau perkembangan situasi di Ambon. Mereka terdiri dari ahli senjata, intelijen, komunikasi massa, kedokteran dan sosial politik. Hasil pekerjaan mereka dilaporkan langsung kepada Ja’far Umar Thalib.”
 (Rabu, 26 Mei 2004, http://www.tempo.co.id/hg/nasional/2004/05/26/brk,20040526-23,id.html )
“Jakarta :Laskar Jihad mengirim lima orang tim intelijen ke Ambon, Maluku, untuk memantau perkembangan situasi di daerah itu. "Tim yang terdiri dari ahli senjata, kedokteran, hukum, komunikasi dan sosial politik, dikirim Senin (3/5)," kata Panglima Laskar Jihad, Ja’far Umar Thalib kepada TNR lewat sambungan telepon, Kamis (6/5) sore. “
Dirilis berita dusta di atas oleh Situs Takfiri-Ba’asyiri: (http://annisa.majelis.mujahidin.or.id/berita/islam/laskar_jihad_kirim_tim_intelijen_ke_ambon.xhtml_1 )
“detikcom – Jakarta, Setelah dua tahun dibubarkan, Laskar Jihad siap dikirim kembali ke Ambon jika pemerintah tidak dapat mengatasi keadaan disana. Menurut Jafar, anggotanya setiap saat siap dikirim. "Tidak perlu dipersiapkan. Mereka sudah siap," ujarnya. Berapa orang yang akan dikirim?"Kemarin sebelum dibubarkan kira-kira 10 ribu orang. Yang akan dikirimkan bisa lebih dari itu," kata dia.”
(27/4/2004, http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/04/tgl/27/time/153647/idnews/129284/idkanal/10 )
"Laskar jihad akan diterjunkan kembali ke Ambon jika dinilai pemerintah tidak bisa mengatasi keadaan. Saya sedang mempelajari kondisi di lapangan menit per menit," kata Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib dalam jumpa pers di kantor MER-C, Jalan Keramat II, Jakarta Pusat, Selasa (27/4/2004). “

21. Lagi, mengancam pemerintah
“Mantan Panglima Laskar Jihad, Ustadz Ja’far Umar Thalib akan mengirim kembali Laskar Jihad ke Ambon guna menumpas gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) Hidayatullah.com—-Ustadz Ja’far Umar Thalib, mantan Panglima Laskar Jihad dalam konflik Ambon, berencana akan mengirim pasukan dari Laskar Jihad nya guna menumpas gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) jika pemerintah dan aparat tidak mampu dan mencegah meluasnya konflik yang terjadi beberapa hari ini.
"Kalau pemerintah memang tidak mampu mengatasi problem di sana, saya akan terjun kembali, " ujar Ja’far dalam wawancaranya dalam acara Jurnal Pagi, ANTV, Rabu (28/4) pagi tadi.”
(28 April 2005, berita tersebut dipublikasikan oleh situs hizbi: http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1115&Itemid=0 )

(Ditulis tgl 25 Desember 2005, diperbarui kembali 25 Agustus 2006)

(Catatan redaksi: kami menerima saran dan sumbangan data informasi dari pembaca sekalian khususnya mengenai sepak terjang Jamarto, Yazid Jawaz dan Aunur Rofiq  agar umat lebih mengenal secara utuh sosok terakhir beliau-beliau di atas setelah mengalami metamorphosis dakwah)
Jika tak kenal maka…tak waspada!






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham