Fakta.blogsome.com ! www.Fakta.cjb.net ! www.Fakta.info.tm :: FAKTAkan yang Haq

7 - May - 2007

Kenapa Islam & Al-Qur’an Yang Dinistakan?-bagian kedua-

Filed under: Umum

MENOLAK TEGAS AJAKAN MURTAD MEREKA!
Firman Allah Ta’ala:

Artinya:Dan mereka berkata, “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah, “Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”. (QS.Al-Baqarah:135)

Bagaimana mungkin kaum muslimin menjual kesucian aqidah tauhid mereka dan menggantinya dengan penyembahan rusak terhadap “Allah” yang beranak?
“Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.” (QS.Al-Baqarah:116)
“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu anak Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al-Masih itu anak Allah,” Demikian itu ucapan mereka dengan mulutnya, meniru omongan orang-orang kafir sebelumnya. Allah pasti membinasakannya, bagaimana mereka itu dapat berpaling?” (QS.At-Taubah: 30)

Benar, mereka hanyalah mengikuti ucapan orang-orang kafir sebelum mereka yang telah mempertuhankan makhluk ciptaan-Nya sebagai tandingan di sisi Allah. Allah beranak?
“Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.” (QS.Maryam: 35)
Tuhan terlahir dari rahim seorang wanita?!
Artinya: “Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu” (QS.Al-Baqarah: 13)

Dimanakah si “tuhan Yesus’ itu sendiri sebelum dirinya terlahir dari rahim seorang wanita?
Apakah dia sudah tercipta sementara tidak ada satupun ayat dari perjanjian lama yang menunjukkan keberadaan dan kekuasaan sang tuhan yang bernama Yesus?

Sejarah Gereja yang berdarah-darah telah mencatat bagaimana pertikaian panjang yang terjadi antara gereja Unitarian dengan Trinitarian yang mewakili dan meneruskan ajaran Paulus. Bagaimana seorang Iranaeus (130-200M) pada tahun 190M menulis surat kepada Paus Victor untuk menghentikan pembantaian terhadap orang-orang Kristen yang tidak setuju dengan doktrin gereja Paulus/Trinitas.
Cerita lama kembali terulang dan dia sendiri dibunuh pada tahun 200 M karena membantu tujuan orang-orang Kristen yang tidak mau mengikuti Paus. Iranaeus meyakini Keesaan Tuhan dan mendukung doktrin tentang “kemanusiaan” Yesus. Dengan sengit ia mengkritik Paulus karena bertanggungjawab memasukkan doktrin-doktrin dari agama berhala dan filsafat Plato ke dalam Kristen.

Ada satu contoh menarik bagaimana gereja Kristen Paulus dengan hasil Konsili Nicea 325M-nya memutuskan untuk mengakomodasi keyakinan-keyakinan keberhalaan masyarakat Romawi dengan Kaisar “kafir”nya ketika itu (Constantin) selaku pemimpin konsili Nicea itu sendiri:
a.Bahwa hari matahari Roma (Sun-Day) menjadi hari Kristen
b.Mengambil hari kelahiran tradisional dewa matahari (Sun-God), yaitu pada tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus, Anak Tuhan (Son of God)
Catatan penting:
Lihatlah bagaimana Encyclopaedia Britannica mempersaksikan sinkretisme agamanya:
“Certain latins, as early as 354, may hane transferred the birthday from January 6th to December 25, which was then a Mithraic feast…or birthday of the unconguered SUN…The Syirians and Armenians, who clung to Januari 6th, accused the Romans of sun worship and idolatry, contending…that the feast of December 25th, had been invented by disciples of Cerinthus…”
(Kemungkinan besar bangsa Latin/Roma sejak tahun 354M telah mengganti hari kelahiran dewa Matahari dari tanggal 6 Januari ke 25 Desember, yang merupakan hari kelahiran Anak Dewa Mitra atau kelahiran Dewa Matahari yang tak terkalahkan. Tindakan ini mengakibatkan orang-orang Kristen Syiria dan Armenia marah-marah karena sudah terbiasa merayakan hari kelahiran Yesus pada tanggal 6 Januari, mereka mengecam bahwa perayaan tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Dewa Matahari yang dipercayai oleh bangsa Romawi. Penyusupan ajaran ini ke dalam agama Kristen dilakukan oleh Cerinthus…)
Tidak mungkin Yesus lahir pada tanggal 25 Desember! Untuk semakin menguatkan fakta telah terjadinya pengadopsian ajaran keberhalaan ke dalam agama Kristen, berikut Alkitab mereka sendirilah yang mendustakannya, suasana ketika Yesus terlahir dari rahim ibunya:
“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu juruselamat. Yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud” (Lukas 2:8-11)
Demikianlah suasana kelahiran “tuhan” dari rahim “ibu tuhan” di saat “ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam” dan hal ini tidak mungkin terjadi pada bulan Desember karena pada bulan itu di wilayah Yudea adalah musim hujan dan cuacanya sangat dingin!! Mulai bulan kesembilan musim penghujan telah sedemikian lebatnya dan cuaca sedemikian dinginnya:
“…yakni dalam bulan kesembilan pada tanggal dua puluh bulan itu. Seluruh rakyat duduk di halaman rumah Allah, sambil menggigil karena perkara itu dank arena hujan lebat” (Ezra 10:9)
Pada ayat 13 lebih jelas lagi: “Tetapi orang-orang ini besar jumlahnya dan sekarang musim hujan, sehingga orang tidak sanggup lagi berdiri di luar”
Maka bagaimana mungkin ada gembala-gembala “superman” anti hujan dan anti dingin yang sanggup tinggal di padang untuk menjaga ternaknya sepanjang malam?!
Tidak ada seorangpun yang mengetahui, kapan sebenarnya hari kelahiran Yesus. Jika memang Yesus menghendaki agar gereja Paulus Trinitas merayakan hari kelahirannya, niscaya Yesus tidak akan menyembunyikan hari kelahirannya!!
c.Meminjam lambang dewa matahari, yaitu silang cahaya (salib) menjadi lambang agama Kristen
d.Memutuskan untuk menggabungkan semua upacara yang dilakukan pada perayaan kelahiran dewa matahari ke dalam upacara-upacara keagamaan mereka sendiri.

Pernyataan-pernyataan di atas pastilah sangat melegakan Constantin, karena melihat jurang pemisah yang ada antara agama Kristen dan agama resmi kekaisaran semakin tipis. Gereja Paulus telah tenggelam dalam genggamannya dan kepura-puraanya dalam mendukung gereja yang tampaknya lemah sekarang semakin kuat.

Contoh lainnya bagaimana gereja Kristen Paulus ini begitu “tergila-gila” melakukan sinkretisme dengan ajaran para penyembah berhala adalah pohon natal yang semarak mereka demonstrasikan ketika tanggal kelahiran dewa matahari itu diadopsi untuk kelahiran tuhan mereka, padahal Alkitab mereka sendiri yang menjelaskan ritual pohon para penyembah berhala ini:
“Beginilah firman Tuhan: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang.” (Yeremia 10:2-4)
Inilah ritual para penyembah berhala yang diadopsi tanpa rasa malu oleh kaum Kristen walaupun harus dengan menginjak-injak isi “Kitab suci”nya sendiri! Pada ayat ke 5:
Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baikpun tidak dapat”
Itulah keterangan Bibel tentang pohon natal, tapi siapa yang peduli dengan kitab sucinya sendiri yang ditentangnya?!
Encyclopaedia Americana menjelaskan:
“The Holly, the Mistetloe, the Yule log…are relics of pre-Christian times (Rangkaian bunga Holly, pohon Mistetloe dan batang pohon Yule…yang dipakai sebaga penghias malam natal adalah warisan dari zaman sebelum Kristen)”
Demikianlah, kisah sinkretisme agama dan peribadatan yang dibawa oleh Tuhan yang tanpa daya disiksa, diludahi dan disalib oleh makhluk-makhluk ciptaan-Nya? Dan Tuhan mati di kayu salib!? Adakah kelancangan, lelucon konyol yang lebih besar dari kisah memilukan dan menyayat hati seperti kisah pilu “Tuhan” di atas?!

Semua itu telah didustakan oleh Yesus/Isa ‘alaihis salam sendiri, artinya:
“Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.” (QS.Maryam: 30-34)
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (QS.Al-Ikhlas: 1-4)

Tidaklah Injil yang diturunkan kepada Isa ‘alaihis salam mengajak untuk menyembah beliau kecuali agar manusia bertauhid dan memurnikan penyembahannya kepada Allah Ta’ala semata. Isa sendiri telah mendustakan keyakinan-keyakinan sesat dan kafir mereka:
“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku, bukan menyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu telah mempelajarinya. Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?” (QS.Ali Imran: 79-80)
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”, Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau Mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya) yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (QS. Al-Maa-idah: 116-117)
Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim” (QS.Ash-Shaf: 6-7)

Adalah kabar “gembira” dari Allah Ta’ala bagi orang-orang kafir dengan turunnya ayat Qur’an, artinya:
“Dan wajah-wajah (orang kafir) itu muram, mereka yakin akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat” (QS.Al-Qiyaamah: 24-25)
“Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong” (QS.Ali Imran: 56)
Apakah kita kaum muslimin akan memenuhi ajakan mereka untuk menerima malapetaka dahsyat yang telah dipersiapkan oleh Allah Ta’ala di dunia dan akhirat kelak akibat kekafiran dan kelancangan mereka terhadap Allah Ta’ala? Tidak, sekali-kali tidak!!

“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat” (QS.Al-Qiyaamah: 22-23)
Inilah pilihan kita!

TIDAK ADA TOLERANSI AQIDAH DAN IBADAH
Firman Allah Yang Maha Suci dan Maha Benar:
Artinya: “Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (QS.Al-Kaafiruun: 1-6)

TANTANGAN ALLAH & JAMINAN KEASLIAN AL-QUR’AN
Bahwa Al-Qur’an yang diturunkan Allah Ta’ala kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah kitab yang terakhir diturunkan Allah Ta’ala kepada sekalian manusia. Dan bahwa Al-Qur’an tidak berubah dan tidak pernah diganti. Bukan hanya ini, tetapi malah Al-Qur’an tidak akan pernah diganti sampai hari kiamat. Ia akan tetap ada karena Allah sendirilah yang menjamin pemeliharaan dan penjagaannya dari segala macam perubahan, pergantian, penghapusan dan penambahan. Berbeda halnya dengan kitab-kitan yang diturunkan sebelumnya, yaitu Shuhuf Ibrahim dan Musa, Zabur, Injil dan lain-lain karena semua kitab yang terdahulu tersebut tidak luput dari tambahan, pengurangan, perubahan setelah wafatnya Rasul-rasul tersebut. Tetapi Al-Qur’an, Allah telah berfirman, artinya:
“Sungguh Kami (Allah)-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sungguh Kami benar-benar memeliharanya” (QS.Al-Hijr: 9)
“Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacanya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian sesungguhnya atas tanggungan Kami pulalah penjelasannya” (QS.Al-Qiyaamah: 17-19)
“Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan, baik dari depan maupun belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji” (QS.Fushshilat: 42)
Jika demikian keadaannya, maka bagi siapapun yang meragukan kebenaran Al-Qur’an, menghina dan merendahkan kemuliaannya maka inilah tantangan Allah Ta’ala kepada mereka:

“Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (QS.Al-Isra’: 88)

MISSIONARIS, ORIENTALIS DAN KOLONIALIS, PELETAK DASAR GERAKAN PEMURTADAN KAUM MUSLIMIN DI INDONESIA
Tidak disangsikan lagi bahwa missionaris dan orientalis adalah bagaikan mur dan baut-baut dari seperangkat mesin kolonialis/penjajahan yang ditancapkan dan dioperasikan di negeri kaum muslimin ini selama tiga ratus limapuluh tahun!
Adalah sebuah kenyataan pula bahwa bukti sisa-sisa peninggalan mereka di negeri bekas jajahannya adalah tertancapnya agama Masehi Eropa di negeri-negeri Islam yang ditinggalkannya.
Selain menghisap dan merampok secara besar-besaran kekayaan negeri ini, para kolonialis tersebut juga melancarkan gerakan “politik balas budi” yang tidak lebih dari topeng pemurtadan dalam bentuk yang lain untuk semakin melanggengkan cengkeraman terhadap negeri yang dijajahnya.
Betapa menyedihkan kalau ada sebagian dari kaum muslimin yang masih mampu untuk berucap bahwa kafir Belanda juga memiliki jasa-jasa baik bagi negeri Indonesia, terbukti dengan pabrik-pabrik peninggalan mereka, jembatan-jembatan yang tersebar di seantero negeri ini, gedung-gedung besar yang masih berdiri kokoh sampai saat ini, jalan raya yang panjang membentang sampai sejauh 1000 kilometer mulai Anyer sampai Panarukan hasil karya semasa penjajahan dipimpin oleh Daendels dan lain-lain igauan yang menunjukkan kebodohan mereka akan hakekat sejarah penjajahan Belanda di Indonesia. Tidaklah semua itu dilaksanakannya kecuali untuk mengeksploitasi sebesar-besarnya kekayaan alam negeri kita dan untuk memudahkan pengangkutannya ketika dilarikan ke negeri Belanda! Wallahul Musta’an.
“Politik balas budi” lainnya adalah bergeraknya para penjajah tersebut di bidang kemajuan pendidikan, seakan-akan sedang berupaya dalam meningkatkan dan mencerdaskan putra-putri bangsa yang sedang dijajahnya sebagai imbal jasa atas perampokan kekayaan yang dilakukannya. Padahal, dibalik itu semua (dengan kelicikan tipu muslihat para missionaris dan zending) terselubung maksud sebenarnya yang tidak lebih sebagai sarana perekrutan dan pembinaan kader-kader bumiputera yang menjilat pada majikan penjajahnya dalam upayanya untuk melanggengkan penjajahan di negeri ini!
Berapa banyak rakyat Indonesia yang menjadi korban kerja paksa Daendels untuk mewujudkan ambisi gila jalan 1000 kilometernya? Berapa banyak yang menjadi korban kekejaman Westerling?
Mereka inilah, para bumi putera pewaris agama Masehi tuan penjajahnya (dan orang-orang Islam yang tertipu, sadar ataupun tidak) yang terus melanjutkan tongkat estafet dalam memurtadkan kaum muslimin Indonesia, sampai hari ini! Dengan kelihaiannya mereka berupaya untuk menghapuskan memori kekejaman dan kejahatan kemanusiaan sepanjang sejarah masa lalu penjajahan tuan majikan Belanda-nya yang pernah menimpa rakyat negeri ini.
Sungguh sangat memilukan, bahwa diantara sosok-sosok bengis para orientalis, missionaris sekaligus kolonialis yang pernah memimpin proyek penjajahan di negeri ini tersembul seorang tokoh Muslim yang bernama Ahmad As-Surkati As-Sudani Al-Anshari (pendiri Al-Irsyad Al-Islamiyyah) yang dekat berada di lingkaran dalam para pejabat penjajah bahkan menjadi Syaikh bagi para pejabat kafir penjajah tersebut! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

ANTARA SEBUAH KETAKUTAN, PELECEHAN & TANTANGAN MURAHAN
Berikut ini kami nukilkan isi dialog antara anggota sekte sesat JIL dengan seorang tokoh yang mengaku beragama Islam,
(Kyai-peny): Kadang-kadang saya geli, mengapa kiai-kiai kita, kalau dengerin lagu-lagu Ummi Kultsum-penyanyi legendaris Mesir-bisa sambil teriak-teriak “Allah. Allah.” Padahal isi lagunya kadang ngajak orang minum arak, ha-ha-ha…
JIL: Gus, ada yang bilang kalau kelompok-kelompok penentang RUU APP ini bukan kelompok Islam, karena katanya kelompok ini memiliki kitab suci yang porno?
(Kyai-peny): Sebaliknya menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Alqur’an, ha-ha-ha.. (tertawa terkekeh-kekeh).
JIL: Maksudnya?
(Kyai-peny): Loh, jelas kelihatan sekali. Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha.
(islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1028)

Maka tanggapanpun deras mengalir dari masyarakat, mulai dari menyesalkan ucapan “Kyai” bingung ini, mengecamnya dan bahkan ada yang mengancamnya, berdemonstrasi ala Amerika di jalan-jalan dengan memadukan “kekuatan” campurbaurnya pria dan wanita, memberikan gelar baru sebagai “Pendeta”, sampaipun menulis bantahannya dengan mendatangkan “pisau analisis khusus” (bergaya liberal juga!) menggunakan pendekatan goyang ngebor Inul faksi syetan Iblis, syetan alas, syetan belang dan syetan gundul ala “salafi” Hartono Ahmad Jaiz (yang diundang oleh Al-Irsyad illegal kubu Chalid Bawazeer dan Abdurrahman Tamimi menjadi salah satu peserta daurah Masyayikh!) ataupun melaporkan penghinaan dan pelecehan ini kepada yang berwajib.
Ada apa dengan RUU APP yang notabene hanyalah bikinan manusia semata sehingga orang ini bersama sekte sesat JIL dan para sponsor dan big bos-nya dari orang-orang kafir sampai kehilangan akal warasnya dengan menentangnya habis-habisan dan bahkan ganti berbalik melakukan serangan keji terhadap Al-Qur’an, kitab suci umat Islam? Benarkah Al-Qur’an adalah Kitab Suci yang paling porno seperti ocehan sang “Kyai” ini? Tentulah kewajiban bagi dirinya untuk membuktikan bualannya bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci paling porno agar dirinya tidak dikatakan sebagai salah satu barisan para dajjal sang pendusta agama! Kita hanya akan menunggu apakah orang ini masih memiliki kehormatan diri untuk membuktikan kebenaran ucapannya setelah dia menjual kehormatannya dengan cara menistakan Al-Qur’an.

Tetapi nampaknya ada sisi lain yang terluput dari “pandangan” kita (yang sementara ini hanyalah tertuju pada poin pelecehannya terhadap Al-Qur’an), yaitu ucapan si penanya (JIL): “karena katanya kelompok ini memiliki kitab suci yang porno?” dan jawaban sang “Kyai”: “Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu”.
Benarkah “sesuatu” di balik pertanyaan salah seorang anggota sekte sesat JIL tersebut merupakan wujud dari “keresahan dahsyat” guru-gurunya yang notabene dari kalangan orientalis salibis kafir yang merasa terancam oleh RUU buatan manusia karena “kelompok ini memiliki kitab suci yang porno?” Bagaimana mungkin sebuah “Kitab Suci” yang dinyatakan berasal dari sang Maha Pencipta dan Maha Suci sampai merasa terancam “keporno-annya” oleh sebuah RUU yang diciptakan oleh makhluk ciptaan-Nya? Apakah hal ini merupakan kelanjutan dari sebuah aqidah konyol yang memaksa agar mempercayai bahwa Allah telah mati dengan kondisi hampir telanjang di tangan makhluk-Nya sendiri di atas tiang kayu salib (yang juga) berasal dari pohon ciptaan-Nya setelah sebelumnya dipaksa memanggul tertatih-tatih kayu tersebut?! Ataukah karena Kitab suci itu sudah tidak suci lagi sebagaimana keyakinan mereka (yang tidak meyakinkan) selama ini sehingga cukuplah jika hanya RUU bikinan manusia yang membikinnya menjadi resah dan ketakutan?

LAGI, PROVOKASI MURAHAN DENGAN CARA MENGHINA ISLAM & MENGHUJAT AL-QUR’AN
Belum lagi luka kaum muslimin membaik karena penghinaan keji dari wawancara JlL dengan seorang tokoh nasional di atas, pernyataan menyakitkan dari petinggi gereja Katolik Roma, Paus Benedictus, karikatur Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang dimuat oleh salah satu media terkemuka di Denmark, datang lagi serangan keji terhadap Islam, kaum muslimin dan (lagi-lagi) Al-Qur’an yang menjadi sasaran!! LPMI (Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia) wilayah Jatilira (Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara). Wajah-wajah penginjil yang nampang bergantian di sebuah vcd yang bergantian berorasi menghujat Islam dan Al-Qur’an dengan mengenakan atribut yang biasa dikenakan oleh kaum muslimin seperti kopyah, sarung, jilbab ataupun kerudung yang jauh dari wajah-wajah culun sebagaimana layaknya mahasiswa kafir. Sungguh hal ini adalah penghinaan luar biasa yang tidak bisa ditolerir begitu saja. Bagaimana mungkin seorang muslim bisa berdiam diri sementara Islam dan Al-Qur’annya dihinakan di depan mata sementara mereka benar-benar sadar bahwa acara penistaan tersebut sengaja direkam dan di shooting? Terbukti sesekali wajah-wajah close-up mereka dengan mimik dan raut muka ekspresi sungguh-sungguh, berdansa-dansi dengan wajah riang gembira diiringi nyanyian lagu gerejawi sengaja mendekatkan wajahnya ke kamera. Mereka 100% menyadari dan sengaja meliput ritual penistaan ini!! Kami sangat bersyukur bahwa para pendeta dan pelaku kekejian ini (penistaan terhadap Islam dan Al-Qur’an) tidak seberapa lama menghirup udara bebas “kemenangannya” dengan berkeliaran memprovokasi umat Islam karena pihak keamanan segera menangkap dan menjebloskan mereka ke dalam sel-sel tahanan. Semoga Allah hinakan dan binasakan mereka ini sebagai ganjaran atas perilaku kebinatangan mereka terhadap Islam dan Al-Qur’an, amin.
Artinya: “Sesungguhnya binatang yang paling buruk di sisi Allah adalah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman” (QS.Al-Anfal: 55)
Maka ucapan “Kyai” di atas (“Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu”) dan provokasi para pendeta pria dan wanita yang tergabung dalam wadah LPMI wilayah Jatilira (Jawa, Bali & Nusa Tenggara) yang direkam di hotel Asida Batu, Malang setelah salah seorang dari mereka mencampakkan Al-Qur’an yang dipegangnya ke lantai untuk kemudian semua yang hadir (qatalahumullah!) beraksi dengan menudingkan semua tangan mereka ke arah Al-Qur’an yang tergeletak di lantai, komat-kamit mengucapkan nama Yesus dan beraksi layaknya orang yang sedang mengusir setan dari Al-Qur’an adalah merupakan tantangan yang mesti dijawab secara ilmiyah. Tidak perlu kita mengikuti cara-cara provokasi murahan mereka dengan cara menghina agama mereka sebagaimana mereka menistakan Islam dan Al-Qur’an dengan dalih penyimpangan yang dilakukan oleh segelintir orang-orang yang mengaku beragama Islam. Cukuplah kita ungkapkan kesaksian Alkitab mereka sendiri untuk mengukur sejauh mana ajaran-ajaran amoral yang ada di dalam Kitab Suci mereka sendiri!! Alkitab sendirilah yang akan bersaksi tentang ke”suci”annya!
Jangan sampai kaum muslimin terpancing provokasi murahan semacam ini dengan bertindak anarkhis dan brutal yang justru akan merugikan Islam dan kaum Muslimin sendiri. Upaya licik untuk membenturkan kaum muslimin dengan saudara-saudara mereka sendiri yang bertanggungjawab dalam menjaga keamanan di negeri kita yang mayoritasnya toh juga dipimpin oleh muslimin!! Kita wajib untuk berhati-hati dari akal bulus dan licik mereka dalam mengadu domba dan membenturkan sesama kaum muslimin.
Kita akan menyodorkan sebuah jawaban yang cukup disusun dari beberapa literatur yang ada maupun beberapa hal yang kita dapatkan dari Alkitab secara langsung. Alhamdulillah penyusun memiliki Alkitab terbitan tahun 1960 dan tahun 1979 yang keduanya diterbitkan oleh LAI (Lembaga Alkitab Indonesia). Disebut sebagai Alkitab/Bibel kalau terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Old & New Testament).

PENDAHULUAN
(Bingkisan “Tetek” Buat Sang Kyai) [9]
Sang Kyai: “Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha.
Kita penuhi ajakannya…
Kidung agung dari Salomo.[10]
“Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat daripada anggur,
…Sementara sang raja duduk pada mejanya, semerbak bau narwastuku[11].
Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur[12], tersisip di antara buah dadaku.”(Kidung Agung 1:12-13)
“…Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau!…
Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung.” (Kid. 4:1,5)
“…Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal itu, puteri yang berwatak luhur!
Lengkung pinggangmu bagaikan perhiasan, karya tangan seniman.
Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur.
Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.
Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang…” (Kid.7:1-3)
“Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta diantara segala yang disenangi.
Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.
Kataku:”Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya.
Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.
Kata-katamu manis bagaikan anggur!”
Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!
Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju.
Mari kekasihku…”(Kid.7:6-11)
“O, seandainya engkau saudaraku laki-laki, yang menyusu pada buah dada ibuku, akan kucium engkau bila kujumpai di luar, karena tak ada orang yang akan menghina aku!
…Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada.
Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang?
Bila ia tembok, akan kami dirikan atap perak di atasnya;
Bila ia pintu, akan kami palangi ia dengan palang kayu aras.
Aku adalah suatu tembok dan buah dadaku bagaikan menara…” (Kid.8:1,8-10)
Demi Allah, sungguh berat dan malu sebenarnya hamba ini ketika menuliskan kata-kata mesum di atas!! Islam, Al-Qur’an dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah mendidik kita secuilpun dengan kata-kata jorok dan cenderung kotor dengan menggunakan bahasa pasaran seperti isi Alkitab di atas kecuali dengan ungkapan-ungkapan yang sungguh sangat indah dan lembut. Tetapi apa mau dikata? Tanggung jawab ilmiyah harus kita tegakkan bersama bukti untuk membungkam gonggongan mereka.
Jangan sekali-kali anda menganggap dan menuduh kepada hamba sebagai penulis roman picisan karena semua “roman” di atas hanyalah “setitik” contoh isi Kitab Roman Sucinya, yang mereka tuduhkan dan nasabkan kepada Nabiyullah Sulaiman ‘Alaihis salam ketika terbuai oleh cinta dan syahwat!! Semoga Allah membalas penghinaan ini dengan balasan yang setimpal. Amin.
Kita tanyakan kepada sang Kyai:” Pelajaran moral apakah yang bisa anda ajarkan kepada anak-anak dan cucu anda ketika anda “menyuruh” kaum muslimin untuk mencampakkan Kitab Suci Al-Qur’an yang paling porno (qatalahumullah) dan ganti menyodorkan “Kitab Suci” lain yang “lebih bermoral” yang menceritakan khayalan dan syahwat Nabiyullah Sulaiman ‘alaihis salam untuk memanjat pohon korma dan memegang-megang gugusannya?! Nampaknya anda harus “meneteki” Kitab Suci itu terlebih dahulu sebelum anda mengeluarkan tuduhan keji terhadap Al-Qur’anul Karim serta menyodorkan tuduhan busuk itu kepada kaum Muslimin!! Sekarang anda telah menjualnya, kenapa kaum Muslimin tidak boleh membelinya?!

PROVOKASI ITU
Tidaklah pernah terpikir bahwa kita terpaksa menulis kemesuman dan pelajaran tidak bermoral dari sebuah kitab suci yang disandarkan kepada Allah Yang Maha Suci. Tetapi ketika provokasi itu datang dan ketika bukti pelecehan itu telah ada di depan mata maka gejolak hatipun tidak lagi mampu ditahan. Apalagi (setelah melecehkan dan menghinakan Al-Qur’an!), kelicikan itu semakin menjadi-jadi untuk membikin kaum muslimin sebagai sosok-sosok manusia yang dibodohkan dan harus menerima satu pilihan untuk dihinakan yang disodorkan oleh Kyai ini, “Bagi saya, Tuhan itu tidak perlu dibela!” (http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1028)
Dengan ucapannya, ia inginkan agar kaum muslimin terbelenggu tangan dan kakinya agar Kyai ini bebas merampas dan mencampakkan Al-Qur’an dari dada-dada kaum muslimin (dan menggantinya dengan Injil!
Jadi permasalahannya wahai saudaraku sekalian, bukanlah karena apa yang kita suka atau yang tidak kita suka, tetapi semata-mata untuk menghadapi setiap serangan terhadap aqidah kita, serangan terhadap Allah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, Islam, Al-Qur’an dan Sunnah.

PARA NABI ALLAH BERAGAMA ISLAM, TIDAK BERAGAMA YAHUDI ATAUPUN NASRANI!
Firman Allah, artinya:
“Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi dan Nasrani? Katakanlah: “Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 140)
“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik” (QS.Ali Imran: 67)

PELAJARAN MORAL YANG AMORAL DARI SEBUAH “KITAB SUCI
Allah Ta’ala berfirman:
Artinya: “Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampuradukkan yang haq dengan yang bathil dan menyembunyikan kebenaran padahal kamu mengetahui?” (QS.’Ali Imran: 71)
Ketika seorang Muslim yang lurus aqidahnya ditanya: “Apakah Al-Qur’an mengajarkan akhlaq yang mulia ataukah perilaku bejat yang menyimpang?” Tentu dia dengan yakin dan mantap akan menjawab: “Pasti akhlak mulia yang diajarkannya! Bagaimana mungkin kami beriman dengan sesuatu yang membikin moral menjadi rusak…?”
Tetapi kalau seorang Nashara ditanya: “Apakah Bibel/Alkitab mengajarkan keluhuran moral dan ketinggian akhlak?” Maka jangan anda segera percaya jika mereka menjawabnya “Iya!” sebelum anda membaca bukti-bukti “ketinggian moral” isi Alkitab mereka…

BIBEL ADALAH NEO-TAURAT DAN NEO-INJIL SERTA KUMPULAN KARANGAN MANUSIA YANG TIDAK DIKENAL!
Firman Allah Ta’ala:
Artinya: “Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah” (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan” (QS.Al-Baqarah:78-79)
“Taurat” yang terdapat di dalam Bibel bukanlah Taurat Musa ‘alaihissalam!
Taurat di dalam Alkitan diyakini sebagai hasil tulisan Nabi Musa ‘alaihis salam. “Taurat” tersebut terdiri dari: Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan.
Jauh sebelum orang-orang Kristen menyadari campur tangan manusia terhadap Alkitabnya, Allah Ta’ala telah berfirman mengenai “Torah” di dalam “kitab suci”nya, artinya:
“Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya” (QS.4:46)
Lihatlah bagaimana Musa ‘alaihis salam menceritakan kematiannya sendiri dan prosesi penguburan jasadnya yang langsung dilakukan oleh Allah-nya dan kesedihan bangsa Israel karena kematiannya!
“Lalu matilah Musa, hamba Tuhan itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman Tuhan. Dan dikuburkanNyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini. Musa berumur seratus duapuluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu. (Ulangan 34:5-8)
Adakah Taurat Musa ‘alaihis salam yang menceritakan detik-detik terakhir kematiannya dan prosesi penguburannya serta kesedihan orang Israel yang ditinggalkannya? Ada, Neo-Taurat versi Bibel yang diimani oleh Nasrani dan diyakini ditulis oleh Musa! Sayang Guines Book of Record tidak mau mencatat keajaiban ini!

“Injil” di Bibel bukanlah Injil yang diturunkan kepada Isa ‘alaihis salam!
Para penulis Injil menceritakan bagaimana Yesus berkeliling mengajarkan Injil:
“Demikianlah, Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam kemah-kemah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga dan melenyapkan segala penyakit dan kelemahan” (Matius 9:35)
“Karena barangsiapa menyelamatkan nyawanya, ia kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya” (Markus 8:35)
“Pada suatu hari ketika Yesus mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, datanglah imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta tua-tua ke situ” (Lukas 20:1)
Tetapi, Injil manakah yang dimaksud?
Bukankah hanya ada satu Injil? Demikianlah gertak sambal mereka kepada kita. Tetapi Paulus, “Rasul” terbesar mereka yang merasa jauh lebih besar bahkan dari murid Yesus sendiri mengakui betapa banyaknya model-model Injil yang beredar di masanya:
“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berpaling daripada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu Injil yang lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus” (Galatia 1:6-7)
Di dalam Perjanjian Baru anda juga akan dengan mudah menemukan nama-nama asing yang bukan merupakan murid Isa ‘alaihis salam, Injil karangan Matius, Injil karangan Markus, Injil karangan Lukas, Injil Karangan Yohanes, bahkan Surat-Surat Kiriman yang ditulis oleh pendiri agama Kristen (Paulus) pun dijadikan sebagai bagian dari kitab suci, tetapi anehnya (dan alangkah anehnya!) bahwa Injil Kristus karangan Yesus sendiri (yang diceritakan oleh Paulus tersebut) tidak akan dapat anda temukan sampai halaman terakhir “kitab suci” ini!!
Padahal Paulus sendiri benar-benar menekankan tentang “Injil Kristus” ini:
“Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu Injil yang berbeda dengan Injil yang kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahlulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu Injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima terkutuklah dia.” (ibid:8-9)

Injil Karangan Lukas, hanyalah kumpulan kisah rakyat yang dibukukan
Kami akan memberikan satu contoh “kualitas” Injil sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh Paulus di atas, bukan Injil Kristus sebagaimana promosi gencarnya tetapi Injil Karangan Lukas. Iman kristiani selalu menyatakan bahwa para pengarang Injil adalah orang-orang yang mendapatkan ilham dari Allah dalam menuliskan Injilnya, benarkah demikian? Ternyata Injil ini hanyalah diambil dan disusun oleh Lukas dari berita-berita yang beredar di masyarakatnya yang berasal dari cerita orang-orang yang tidak dikenal!!
“Teofilus yang mulia, BANYAK ORANG telah berusaha untuk menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi diantara kita, SEPERTI YANG DISAMPAIKAN KEPADA KITA OLEH MEREKA, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, AKU MENGAMBIL KEPUTUSAN UNTUK MEMBUKUKANNYA DENGAN TERATUR BAGIMU, supaya engkau dapat mengetahui bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.” (Lukas 1:1-4)
Inilah pernyataan Lukas yang “paling terbuka dan paling berani” tentang himpunan kisah-kisah dari orang-orang banyak yang ditulis dan disusunnya untuk kemudian hari diangkat tinggi-tinggi derajatnya sebagai sebuah Kitab Suci Injil karangan Lukas!! Karangan tetaplah karangan dan Paulus sama sekali belum menunjukkan bukti keberadaan Injil tulisan Kristus yang digembar-gemborkannya!! Adapun yang disodorkannya? Ternyata tidak lebih dari kisah-kisah yang beredar di masyarakat yang kemudian dibukukan menjadi sebuah Kitab Suci Injil!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Tentu ada pertanyaan menarik, kalau memang Injil Karangan Lukas adalah wahyu, firman Tuhan, mengapa ia ditujukan kepada Teofilus? Apakah Teofilus seorang nabi yang sedang mendapatkan kiriman wahyu dari tuhan yang bernama Lukas?! Tentu tidak ada iman kristiani yang membenarkan kejanggalan ini. Karangan Lukas ini tidak lebih dari sebuah karangan yang disusun oleh Lukas dari sekian banyak sumber cerita yang beredar di masyarakat pada saat itu yang didedikasikan untuk dikonsumsi oleh Teofilus. Lalu sejak kapan derajatnya naik berlipat-lipat dari sebuah catatan untuk Teofilus menjadi sebuah kitab suci yang harus menjadi pegangan seluruh umat manusia?
Lukas secara jujur menyatakan kepada kita bahwa ia hanyalah mengikuti jejak orang-orang lain tak dikenal yang lebih bodoh daripada dirinya yang telah berusaha menyusun berita-berita mengenai Yesus secara kurang teratur, karenanya setelah menyelidiki segala peristiwa itu secara seksama (sebatas kemampuan yang dimilikinya) dari asal mulanya, Lukas memutuskan untuk membukukannya secara teratur buat Teofilus.
Sekian banyak orang tak dikenal yang turut andil sebagai narasumber Lukas untuk menyusun karangannya dan buah karya dengan nilai ilmiyah yang tidak akan mungkin bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiyah “setingkat inipun” dalam sekejap disulap menjadi pegangan hidup seluruh umat manusia! Lukaspun mungkin tidak pernah bermimpi bahwa karangan ala kadarnya itu akan menjadi sebuah kitab suci sekaligus wahyu Allah!!
Dalam kata pengantar terjemah “Injil Lukas” yang disusunnya, seorang pakar Kristen, J.B. Philips mengatakan:
“Menurut pengakuannya sendiri, Lukas telah secara hati-hati membanding-bandingkan dan mengedit bahan-bahan (naskah) yang sudah ada. Tetapi orang seakan-akan melihat adanya hubungan antara beberapa bahan yang ditambahkan oleh Lukas dengan Tuhan, walaupun sebenarnya dan ini sangat beralasan, kita dapat menduga beberapa sumber darimana ia dapatkan bahan-bahan itu.” (The Gospel in Modern English, penerbit Fontana)
Lihatlah pernyataan tegas pakar Kristen ini, bahwa Allah sama sekali tidak berperan dalam penulisan Injil Lukas!!
Dan jangan anda heran jika tiba-tiba saja para perevisi RSV (Revised Standard Version) memutuskan untuk menaggalkan kata pengantar mereka dari Bibel RSV. Ini semua merupakan kebiasaan mereka yang kuno, sangat kono sekali. Begitu umat Kristen menyadari belang mereka mulai terbuka, secepatnya mereka mengadakan perubahan-perubahan. Bahkan dalam semalampun bisa mereka realisasikan!

Injil Yohanes, Bukan Firman Allah dan bukan pula Yohanes Murid Yesus yang menyusunnya
Siapakah penyusun Injil Yohanes? Bukan Allah dan bahkan bukan Yohanes sendiri. Bacalah kutipan di bawah ini:
“dan ORANG yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan IA TAHU, bahwa IA MENGATAKAN kebenaran, supaya kamu juga percaya” (Yohanes 19:35)
“DIALAH MURID, yang memberikan kesaksian tentang semua ini dan yang telah menuliskannya dan KITA TAHU bahwa kesaksiannya itu benar” (ibid 21:24)
“Ada lagi banyak perkara lain-lain yang diperbuat oleh Yesus, maka jikalau segala perkara itu satu-satu disuratkan, PADA SANGKAKU dunia inipun tiada termuat kitab-kitab yang disuratkan itu” (ibid 21:25, Alkitab cetakan 1960)
Siapakah yang dimaksud dengan “Orang yang…” dan “ia” (Yoh.19:35), “dialah”, “kita” (Yoh 21:24) serta “saya” (Yoh.21:25)?
Dapatkah kata ganti tersebut dikaitkan dengan seseorang yang tiba-tiba meninggalkan Yesus di taman ketika Yesus benar-benar sangat memerlukan bantuannya, atau pada orang ke14 dalam “perjamuan terakhir”, orang yang sangat disayangi Yesus? Keduanya bernama Yohanes. Yohanes merupakan nama yang sangat umum di kalangan bangsa Yahudi pada masa Yesus dan dikalangan umat Kristen setelahnya. Kedua orang tersebut bukanlah penulis Injil ini.
Penulis Kristen sendiri, Adolf Harnack dalam bukunya “What is Christianity” halaman 20 menegaskan:
“…the fourth Gospel does not emanate or profess to emanate from the apostle John, who can not be taken as an historical authority…the author of the fourth Gospel acted with sovereign freedom, transposed events and put them in a strange light. He drew up the discussions himself and illustrated great thought with imaginary situations…”
(…Injil keempat (Injil karangan Yohanes) bukanlah berasal atau menyatakan berasal dari rasul Yohanes, dan tak bisa dianggap sebagai yang berwenang dalam sejarah…pengarang Injil Yohanes itu dengan seenaknya telah mengganti alur cerita dan menmpatkannya dalam alur yang aneh. Dia sendiri mengembangkan pembahasannya dan melukiskan pemikiran-pemikiran besar dengan berbagai situasi khayal…”
Adolf Harnack juga menunjukkan “kelainan” pada Injil Yohanes jika dibanndingkan dengan ketiga Injil lainnya. Pembahasannya menunjukkan pemikiran filosofis yang demikian tinggi yakni filsafat Yunani. Justru dengan inilah tidak mungkin Injil Yohanes tersebut berasal dari murid Yesus yang bernama Yohanes, seorang murid termuda diantara dua belas murid Yesus. Kalimat awal pada Injil “Yohanes” bukan murid Yesus itulah yang dijadikan dasar doktrin trinitas!
Adolf Harnack juga menyitir tulisan sejarawan Kristen terkenal, David Strauss yang menulis:
“almost destroyed the historical credibility not only the fourth but alsa of the first three Gospel as well”
Jelas bahwa Injil Yohanes merupakan hasil karya “Mr. X” yang belum diketahui hingga saat ini sebagaimana misteri besar yang melingkupi konsili Nicea yang meloloskan Injil versi ini. Siapakah pemegang kunci ruangan yang terkumpul padanya ratusan versi Injil dan siapa pula yang pada malam harinya membuka ruangan tersebut dan meletakkan versi injil Yohanes di atas meja?! Tentu mereka sepakat dengan kita bahwa agama bukanlah teka-teki silang, tetapi siapa yang mampu menjawabnya?!
Artinya: “Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah” (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan” (QS.Al-Baqarah:78-79)
Sungguh sangat memalukan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani menggunakan cara-cara murahan dalam menciptakan syubhat mereka kepada kaum muslimin dengan mencomot ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang Taurat dan Injil agar kaum muslimin juga mengimani Bibel yang ada di tangan mereka!! Taurat yang mana dan Injil versi siapa? Bukankah di Konsili Nicea sebelum memutuskan 4 versi Injil yang dipakai sekarang ini telah teronggok di meja di hadapan para tokoh-tokoh gereja Unitarian dan Trinitarian ketika itu dua ratus lebih versi Injil yang berlainan?! Kemana ratusan versi Injil lainnya di luar ke-4 Injil yang ditetapkan, termasuk tulisan murid Yesus sendiri sampai bisa dikalahkan keabsahannya oleh para pengarang Injil yang sama sekali bukan murid Yesus?! Sekali lagi, Taurat dan Injil yang terdapat di dalam Bibel bukanlah Taurat dan Injil sebagaimana yang diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada Musa dan Isa ‘alaihimas salam.
DR. W.Graham Scroggie dari Lembaga Pendalaman Bibel, Chicago, salah seorang missionaris agama Kristen yang paling berpengaruh di dunia, menjawab pertanyaan: “Apakah Bibel merupakan firman Tuhan?” Dalam bukunya pada sub bab berjudul: “Bibel bersifat manusiawi sekaligus Ilahi”, dalam halaman 17, ia berkata:
“Ya, Bibel bersifat manusiawi, walaupun beberapa orang yang karena ketidaktahuan mereka telah menyangkal. Kitab-kitab tersebut telah berkembang melalui alam pikiran manusia, ditulis oleh tangan manusia dan dalam bahasa manusia, serta menurut gaya bahasa yang khas dan manusiawi”
Dengan adanya pernyataan di atas, masihkah perlu kita tambahkan argument-argumen lain untuk membuktikan bahwa Bibel bukanlah firman Tuhan? Tidak! Tetapi para misionaris yang professional, bahkan setelah kelemahan mereka terbuka, masih mempunyai muka untuk berusaha meyakinkan para pendengarnya bahwa Bibel merupakan Firman Allah yang tidak diragukan. Cara mereka dalam memutarbalikkan kata-kata sangat “mengagumkan!”
Doktor di atas telah mengemukakan kepada kita dengan bahasa manusia yang paling jelas bahwa Bibel merupakan hasil karya manusia, sementara sebagian umat Kristen lainnya berusaha tetap bersikukuh bahwa mereka telah membuktikan hal yang sebaliknya, bahwa Bibel adalah Firman Allah!
“Penelitian dalam teks Yahudi dan Yunani berhasil mengungkapkan adanya ajaran-ajaran manusia yang bercampur-baur dengan ajaran-ajaran Tuhan dalam keseluruhan Bibel. Penyisipan dan ketidaksesuaian itu tidak lagi dapat disembunyikan!!” (Encyclopaedia Brittanica vol.III, hal.501, paragraf 34)
Artinya: “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah” (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan” (QS.Al-Baqarah:78-79)
(bersambung, Insya Allah)

Footnote:
9.Ingat ucapan kejinya:” Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha”.
10.Tulisan ini dinisbatkan kepada Nabi Sulaiman ‘alaihis salam. Silakan diperhatikan…
11.Sejenis bau-bauan yang dibuat dari akar serai wangi (Kid. 1:12; 4:1314; Mrk 14:3, Yoh 12:3) (Kamus Alkitab hal.341, AlkitabDeuterokanonika, LAI, Jakarta, 1979)
12.Damar yang harum baunya, yang dipakai untuk persembahan (Mat 2:1), sebagai obat (Mrk 15:23) dan dalam mempersiapkan jenazah orang untuk penguburan. (ibid, Kamus Alkitab hal.340)

Comments

The URI to TrackBack this entry is: http://fakta.blogsome.com/2007/05/07/kenapa-islam-al-quran-yang-dinistakan-bagian-kedua/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Sorry, the comment form is closed at this time.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham