Fakta.blogsome.com ! www.Fakta.cjb.net ! www.Fakta.info.tm :: FAKTAkan yang Haq

20 - May - 2007

Kenapa Islam & Al-Qur’an yang Dihujat?-bagian ketiga-

Filed under: Umum, Ilmu

Al-Qur’an Benar-Benar Wahyu Allah
Di dalam surat Al-Haaqqah, Allah Ta’ala berfirman, artinya:
38. Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat.
39. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.
40. Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,
41. Dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. sedikit sekali kamu beriman kepadanya.
42. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.
43. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.
44. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,
45. Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya[1509].
46. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.
47. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.
48. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
49. Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya).
50. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).
51. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar kebenaran yang diyakini.
52. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Maha besar.
[1509] Maksudnya: Kami beri tindakan yang sekeras-kerasnya.
Subhanallah, itulah Al-Qur’an, yang dilemparkan ke lantai oleh seorang pendeta jahat dari LPMI untuk kemudian ganti mengangkat tinggi-tinggi Alkitab yang dipegangnya sebagai solusi penggantinya. Tetapi tahukah anda sebagian isi Alkitab yang diimani dan dimuliakan oleh pendeta jahat tersebut? Simak lanjutan nukilan isi “kitab suci LPMI” di bawah ini…
 
Silsilah Kakek Moyang “tuhan” Yesus,
Hasil Kebodohan Ilmu Genealogi & Kemuliaan Persundalan para Nabi
Tidaklah kaum mukminin memiliki aqidah sesat bahwa Allah Ta’ala adalah Dzat yang memiliki cela. Wahyu Allah yang diturunkan kepada para nabi-Nya adalah Haq! Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.
Tetapi kalau ada “wahyu” yang menunjukkan kebodohan penulisnya (ataukah kebodohan yang mewahyukannya?! Naudzubillah), jangan jauh-jauh mencarinya, Alkitab yang dipegang tinggi-tinggi (setelah membanting Al-Qur’an ke lantai) oleh penginjil busuk dari komunitas LPMI-lah contohnya.
Sebagaimana artikel edisi ke-2, menurut Injil Karangan Matius, Yesus adalah keturunan ke-27 dari Daud ’alaihis salam. Adapun menurut Injil Karangan Lukas, Yesus adalah keturunan ke-42 dari Daud ‘alaihis salam.
Lebih mudahnya, berikut leluhur Yesus versi Matius 1:6-16:
Daud> 1.Salomo (dari istri Uria)> 2.Rehabeam> 3.Abia> 4.Asa> 5.Yosafat> 6.Yoram> 7.Uzia> 8.Yotam> 9.Ahas> 10.Hizkia> 11.Manasye> 12.Amon> 13.Yosia> 14.Yekhonya> 15.Sealtiel> 16.Zerubabel> 17.Abihud> 18.Elyakim> 19.Azor> 20. Zadok> 21.Akhim> 22.Eliud> 23.Eleazar> 24.Matan> 25.Yakub> 26.Yusuf> 27.Yesus
Leluhur Yesus menurut Injil Karangan Lukas 3:23-31):
Daud> 1.Natan> 2.Matata> 3.Mina> 4.Melea> 5.Elyakim> 6.Yonam> 7.Yusuf> 8.Yehuda> 9.Simeon> 10.Lewi> 11.Matat> 12.Yorim> 13.Eliezer> 14.Yesua> 15.Er> 16.Elmadam> 17.Kosam> 18.Adi> 19.Malkhi> 20.Neri> 21.Sealtiel> 22.Zerubabel> 23.Resa> 24.Yohanan> 25.Yoda> 26.Yosekh> 27.Simei> 28.Matica> 29.Maat> 30.Nagai> 31.Hesli> 32.Nahum> 33.Amos> 34.Matica> 35.Yusuf> 36.Yanai> 37.Malkhi> 38.Lewi> 39.Matat> 40.Eli> 41.Yusuf> 42.Yesus
Demikianlah, antara David dengan Yesus, “Allah” mengilhamkan Matius hanya 26 nama leluhur anak-Nya, akan tetapi kepada Lukas, “Allah” mengilhamkan 41 nama pendahulu Yesus.
Satu-satunya nama yang bersesuaian dengan kedua silsilah itu hanyalah YUSUF yang “dipaksa’ sebagai bapak Yesus. Nama ini sangat jelas, tiada lain Yusuf si tukang kayu. Anda telah menyaksikan bahwa diantara kedua silsilah tersebut benar-benar sangat berbeda satu sama lain. Dapatkah dikatakan bahwa Allah adalah tertuduhnya?! Bahwa Allah yang telah mewahyukannya?
Bagi kita kaum muslimin, jelas bahwa isi Alkitab ini adalah bukti pelecehan dan penghinaan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun bagi kaum Kristen, Allah didakwa sebagai Dzat yang menurunkan wahyu secara “ngawur” dan bodoh dan wahyu (baca: pelecehan) ini adalah bukti keimanan mereka!!
Kami katakan:
Dimana kalian wahai para musuh-musuh Allah, para penghina Islam dan penista Al-Qur’an?! Mana gelar-gelar yang berderet di depan dan dibelakang nama-nama kalian? Unjukkan kepada kaum muslimin orang yang paling pintar dan paling jenius diantara kalian untuk menguraikan benang kusut Alkitab yang kalian bangga-banggakan ini!! Silsilah “Tuhan” kalian benar-benar membutuhkan pertolongan kalian!! Seribu lima ratus tahun lebih sejak penulisan kedua Injil tersebut sampai saat ini belum ada yang mampu menguraikan benang kusut Alkitab kalian dan kita sangat berharap agar sang Kyai yang telah melecehkan Al-Qur’an sebagai kitab suci yang paling porno agar “jantan” mengakui dengan penuh keputusasaan: “Bagi saya, Alkitab tidak perlu dibela”, kenapa? Karena tidak akan ada yang mampu membela kesuciannya!! Makhluk apapun dan sampai kapanpun!!
Demi Allah, kami beriman kepada Dzat yang Maha Suci dan Maha Sempurna dan kami tidak akan pernah beriman kepada “dzat” yang berfirman dengan penuh kebodohan seperti isi Alkitab kalian di atas!!
Kami beriman bahwa Allah Ta’ala yang Maha Suci dan Maha Mulia telah mengutus para nabi dan Rasul yang merupakan orang-orang terbaik bagi kaumnya dan kami tidak akan bisa dan tidak akan pernah menghinakan dan melecehkan para nabi yang berbuat kemesuman dan perzinaan seperti gambaran isi Alkitab kalian!!
Sungguh Islamlah yang paling berhak terhadap Isa ‘aihis salam dan Islam pula yang paling membela kehormatan dan kemuliaan beliau ‘alaihis salam!! Adapun Yesus di sisi kalian, tidak lebih kalian yakini sebagai hasil dari keturunan para nabi yang berzina dengan istri orang lain, hasil persundalan yang semoga Allah Ta’ala segera membinasakan orang-orang yang meyakini dan mengimaninya!!
Silakan kalian unjukkan orang yang paling “cerdas dan jenius” di antara kalian, dan kami hanya akan memajukan pertanyaan kaum mukminin yang paling awam pengetahuannya!!
Siapakah kakek Yesus menurut Matius? Tentu akan kalian jawab dengan pongah yakni Yakub!
Maka bagaimana mungkin Lukas mengarang bahwa kakek Yesus adalah Eli? Adakah ilmu pengetahuan dan akal segenggam yang kalian bangga-banggakan mampu menjawabnya?
Siapakah anak Daud yang menjadi leluhur Yesus menurut Matius? Jawablah Salomo dari istri Uria!! Benar, menurut iman Kristiani kalian, leluhur “Tuhan” kalian terlahir Daud bapak Salomo yang berzina dengan istri orang lain!!
Bagaimana mungkin Lukas menceritakan bahwa Yesus adalah hasil keturunan Daud dari anaknya yang bernama Natan?! Mungkin akan kalian jawab: “Apalah arti sebuah nama?” Seorang anak bisa dinasabkan kepada siapapun orang yang ditemuinya di sepanjang jalan!!?”
Orang-orang berpenyakit seperti ini, tiada obat yang mampu berfaidah baginya, kita tunggu saja siksa kematian menghampirinya.
Bagaimana dengan selisih jumlah keturunan diantara kedua pengarang Injil tersebut? Mana yang benar, 26 moyang Yesus dari Daud ataukah 41?!! Apakah Matius yang telah “mengkorup” jumlah leluhur tuhan kalian?
Ataukah Lukas yang telah “memark-up” silsilah Tuhan kalian?!
Ilmu genealogi macam apa yang dipertontonkan oleh Alkitab? Tetapi demikianlah kenyataannya, mu’jizat terbesar yang memusingkan kepala setiap orang-orang Kristen yang tidak mungkin ditemukan jawabannya kecuali berkesimpulan bahwa Alkitab bukanlah firman Allah!!
Yang jelas, Allah Ta’ala sama sekali tidak ikut campur dalam penyusunan Alkitab kalian!
Yang jelas pula, keduanya (Matius dan Lukas) adalah para pendusta terkutuk! Yesus bukanlah anak dari Yusuf si tukang kayu! Membenarkan silsilah karangan mereka berdua sama halnya dengan menisbatkan tuduhan melacur terhadap ibunda beliau, Maryam.
Kedua pengarang Injil ini memaksakan Yusuf sebagai bapak Yesus untuk menyesuaikan isi Alkitabnya:
“Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya” (Kisah Para Rasul 2:30)
“Aku Yesus, telah mengutus malaikatKu untuk memberikan kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang gemilang” (Wahyu 22:16)
Maka, hanya satu pilihannya agar ramalan dan ucapan “Yesus” di atas tidak meleset, mendudukkan Yesus di bawah keturunan Yusuf agar dapat dinasabkan kepada nabi Daud ‘alaihis salam!!
Walaupun kenyataannya Yesus tidaklah pernah menduduki tahta moyangnya (Daud) sebagaimana ramalan di atas. Mahkota yang dikenakannyapun hanyalah terbuat dari anyaman duri, baju kebesaran seorang rajapun tiada sempat dikenakannya karena dirinya keburu ditelanjangi dan hanya tertinggal sehelai kain yang menutupi (maaf) auratNya! Dia telah binasa di atas kayu salib. “Tidaklah menjadi soal”, helah para penginjil, “kalau tahta tersebut belum berhasil direbutnya, Dia akan dapat mendudukinya dalam kedatangannya yang kedua, kelak”.
Orang-orang Kristen sudah sangat terbiasa dalam menghadapi kekacauan hebat keimanannya, sebagaimana ayat di atas, mereka bersikeras bahwa Yesus adalah pewaris tahta Daud dan di saat yang sama merekapun meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan. Konsekuensinya, ayat di atas juga dapat berbunyi:
“Ia (Yesus/Tuhan) akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri ( baca:Yesus) di atas takhtanya”
Jadi, Yesus akan mendudukkan Yesus di atas tahtanya!! ??!
Doktrin Athanasius tentang Trinitas, menegaskan bahwa tidak satupun dari oknum Bapa, Anak atau Roh Kudus bisa berdiri sendiri tanpa oknum lainnya dan layak menjadi Tuhan. Masing-masing setara dalam keabadian dan sempurna sebagai Tuhan, akan tetapi ketiga pribadi ini bukanlah tiga Tuhan, tetapi hanya satu Tuhan. Mereka (ketiganya) adalah satu dan banyak dalam waktu yang sama. Benar-benar Kristen Paulus telah menyembah tiga Tuhan! Bukan satu Tuhan, lihatlah ayat aneh selanjutnya setelah “Yesus mendudukkan Yesus”:
“Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkannNya apa yang kamu lihat dan dengar di sini” (Kis. Para Rasul 2:32-33)
Kalau mengikuti keyakinan kacau balau umat Kristiani bahwa Yesus=Allah=Roh Kudus, maka ayat di atas:
“Yesus inilah yang dibangkitkan Allah”
Juga berarti:
“Yesus inilah yang dibangkitkan Yesus(???)"
“Allah inilah yang dibangkitkan Allah(???!!)"
“Roh Kudus inilah yang dibangkitkan Roh Kudus(???!!)"
Walhasil, “Tuhan (yang mati di atas kayu salib) dibangkitkan oleh Tuhan(????)"
Ayat berikutnya:
“Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus”
Boleh pula dipahami:
“Yesus ditinggikan oleh tangan kanan Yesus dan menerima Yesus!"
“Allah ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Allah!"
“Roh Kudus ditinggikan oleh tangan kanan Roh Kudus dan menerima Roh Kudus!"
Walhasil, “Tuhan ditinggikan oleh tangan kanan Tuhan dan menerima Tuhan!"
Masih adakah yang mempercayai bahwa 3 tuhan=1 tuhan sebagaimana iman Kristiani hasil rumusan Athanasius? Tidak!! 3 tuhan= politeisme Kristiani!!
Artinya: “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,” (QS.Al-Mu’minuun:91)
Berikut penjelasan Lukas sebelum menurunkan silsilah nama-nama moyang “tuhan” aneh di atas:
“Ketika Yesus memulai pekerjaanNya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan MENURUT ANGGAPAN ORANG, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, …(Lukas 3:23)
Tampaknya Lukas terlalu “jujur” dalam menceritakan “anggapan orang’ ini, dia mengakui bahwa data yang ditulisnya hanyalah selevel “anggapan orang’ maka bagaimana mungkin “kumpulan data” yang ditulisnya naik derajat setinggi-tingginya menjadi sebuah Kitab Suci yang bernama Injil Lukas? Kumpulan data “anggapan orang” yang disusun Lukas yang terlalu “mempesona” ataukah orang yang mengimaninya yang terlalu “cerdas”?!
Aneh, tetapi fakta keimanan yang sungguh sangat rendah validitas dan keakuratannya!
Tampaknya Lukas “lupa’ untuk membuktikan “anggapan Allah” sendiri mengenai silsilah moyang Yesus sebagaimana “anggapan iman Kristiani” bahwa Lukas menulis Injilnya dengan mendapatkan ilham dari Allah.  Kami tidak habis pikir, bagaimana mungkin Lukas lebih mendahulukan anggapan orang dalam menyusun Kitab Sucinya daripada anggapan (baca:ilham) dari Allah? Allahul Musta’an.
Kalian wahai LPMI-yun telah menghina dan menghujat Al-Qur’an maka terhinalah dengan isi Alkitab kalian sendiri! BerIslamlah kalian maka kalian akan menjadi mulia!! Tinggalkan semua kejorokan dan persundalan yang kalian imani di dalam Alkitab kalian sendiri!
Wallahi, kami kaum muslimin tidak akan pernah terima bahwa nabiyullah Daud ‘alaihis salam kalian tuduh (baca:imani) telah melakukan perbuatan yang hina dan sedemikian kejinya, berzina dengan istri orang lain!! Daud ‘alaihis salam adalah orang yang dimuliakan oleh Allah, dan tidak boleh bagi siapapun untuk menistakan kehormatan beliau ‘alaihis salam!! Kamipun tidak akan terima bahwa Yesus kalian tuduh sebagai hasil dari persundalan!! Kami tersinggung dengan isi Alkitab kalian!!

Kitab Samuel, Bukan Samuel Penulisnya
Kita telah menyaksikan kebohongan iman Kristiani yang meyakini bahwa Taurat di dalam Bibel ditulis oleh Musa ‘alaihis salam. Kebohongan ini terkuak ketika Musa ‘alaihis salam “menceritakan kematiannya dan prosesi penguburannya sendiri”.
Kasus yang “serupa tapi tak sama” juga dituduhkan oleh iman kaum Kristiani dan bani Israil bahwa Samuel-lah yang menulis kitab Samuel! Ternyata Samuel “mampu” mendustakan tuduhan mereka dengan gemilang ketika Samuel “menceritakan sendiri” kematiannya:
Dalam bab yang berjudul: “Kematian Samuel”, Samuel menceritakan kematiannya, penguburannya serta berkabungnya orang Israel:
“Dan matilah Samuel; seluruh orang Israel berkumpul meratapi dia dan menguburkan dia di rumahnya di Rama. Dan Daud berkemas, lalu pergi ke padang gurun Paran” (1 Samuel 25:1)
“Adapun Samuel sudah mati. Seluruh orang Israel sudah meratapi dia dan mereka telah mengubur dia di Rama, di kotanya.” (1 Samuel 28:3)
Masih tersisakah orang-orang yang berakal sehat yang mengimani bahwa Kitab Samuel ditulis oleh Samuel yang telah mati dan dikubur?!! Apakah anda percaya bahwa Samuel menulis sendiri kematiannya dan penguburannya sendiri?! Bagaimana mungkin kaum muslimin mau menyandarkan keimanan kepada teka-teki penulis Kitab sucinya?
Jika bukan Samuel yang menulisnya, lalu siapa?! Tanyakanlah pada pendeta LPMI yang memiliki keberanian luarbiasa dengan membuang Al-Qur’an ke lantai dan mengangkat tinggi-tinggi Alkitabnya! Alkitab yang ditulis oleh Anonymous, Mr. X ataukah Mrs. X? Jadi, apakah kitab-kitab yang ada di dalam Alkitab yang ditulis oleh “orang tak dikenal” merupakan…

Ilham Iblis ataukah Ilham Allah ?
Artinya: “Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? kalau sekiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapati pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. An-Nisaa’:82)
Ini adalah wahyu “tantangan” dari Allah bagi siapapun yang berani mendustakan Al-Qur’an, bagaimana dengan Alkitab sendiri, ilham siapakah?
BANGKITLAH pula MURKA TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firmanNya: “Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda” (2 Samuel 24:1)
Padahal pada bagian lain Alkitab LPMI:
IBLIS BANGKIT melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel” (1 Tawarikh 21:1)
Anda sekalian dapat membaca bahwa pengarang kitab Tawarikh dan Samuel menceritakan kepada kita mengenai tindakan Daud untuk menghitung orang Israel. Dari mana Daud mendapatkan ilham? Pengarang kitab Tawarikh mengatakan bahwa Iblis-lah yang menghasut Daud. Tetapi pengarang Samuel menyatakan bahwa Tuhan-lah yang membujuk Daud. Tuhan ataukah Iblis yang menggerakkan Daud? Bagaimana mungkin Allah Ta’ala yang Maha Suci dan Maha Mulia menjadi “terdakwa’ dalam kasus “kitab suci” memalukan seperti ini? Ini adalah upaya Alkitab dalam mempermalukan Allah Subhanahu wa Ta’ala!!
Apakah Allah sinonim dengan Iblis? Nampaknya “kitab suci” Bibel membiarkan dirinya sendiri tergolek tanpa daya menjadi bulan-bulanan ayat-ayat di dalamnya. Betapa tidak, orang-orang Kristen-pun tiada memiliki kemampuan untuk membela isi kitab sucinya dan meluruskan kebengkokan yang berhamburan di dalamnya. Sekali lagi, ilham iblis ataukah ilham Tuhan?!?
Saudaraku, kalangan Kristen memang sudah dipersiapkan untuk selalu menyanjung-nyanjung kitab suci mereka, yang bisa jadi ditulis oleh sembarang orang dengan kualitas dan validitas yang sungguh sangat meragukan. Meskipun demikian, mereka masih juga percaya diri untuk mengajak orang lain menghormatinya sebagai firman Tuhan. Terkutuklah orang-orang seperti ini!
“…sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti” (Matius 13:13)
Itulah penyakit mental yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an, artinya:
“Mereka tuli, bisu dan buta[27], Maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Al-Baqarah:18)
[27] Walaupun pancaindera mereka sehat mereka dipandang tuli, bisu dan buta oleh karena tidak dapat menerima kebenaran.

Hinaan Bibel/Alkitab Terhadap Allah Ta’ala & Para Nabi
Firman Allah Ta’ala:
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus[a]. Apakah Setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (QS.2:87)
[a] Maksudnya: kejadian Isa alaihis salam. adalah kejadian yang luar biasa, tanpa bapak, Yaitu dengan tiupan Ruhul Qudus oleh Jibril kepada diri Maryam. ini Termasuk mukjizat Isa alaihis salam menurut jumhur mufassirin, bahwa Ruhul Qudus itu ialah Malaikat Jibril.

Tidak disangsikan lagi betapa besar kedurhakaan kaum Yahudi kepada Allah Ta’ala, pengingkaran mereka dan bahkan kekejaman mereka terhadap rasul-rasul Allah yang diutus di tengah mereka. Isi Alkitab telah disisipi personifikasi dari kedurhakaan kepada Allah dan kebencian orang Yahudi terhadap para utusan-Nya!! Maka bagaimana mungkin Allah Ta’ala memiliki peran dalam penyusunannya?!
Seorang nabi adalah sosok terbaik yang dimiliki oleh suatu kaum. Cukuplah persaksian dari Allah Ta’ala dengan memilih dan mengangkat mereka sebagai utusan-Nya bagi kaumnya. Para Nabi adalah cermin keteladanan yang mesti diikuti oleh kaumnya. Tetapi kalau seorang Nabi yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala memiliki perilaku bobrok dan keji, tukang zina, berjalan-jalan telanjang bulat, orang yang pandir dan gila serta berbagai perilaku busuk dan akhlaq rendahan lainnya, maka pastikanlah bahwa hanya di Bibel anda akan menemukannya!

"Sudah datang hari-hari penghukuman, sudah datang hari-hari pembalasan, Israel akan mengalaminya, Nabi adalah seorang pandir, orang yang penuh roh adalah orang gila!", oleh karena besarnya kesalahanmu dan besarnya permusuhan: Efraim, umat Allahku, sedang mengintai nabi, jerat penangkap burung ada di sepanjang jalannya, permusuhan ada di rumah Allahnya. Busuk sangat perbuatan mereka seperti hari-hari Gibea; Ia akan mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa mereka." (Hosea 9:7-9)

Inilah contoh nyata sebuah karya bani Israil yang mewakili watak pembangkang yang durhaka terhadap utusan-utusan Allah yang kemudian disandarkan kepada Allah Ta’ala yang menurunkannya! Sebuah gudang penistaan terhadap para nabi pilihan Allah Ta’ala.
 “Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang Rasul sebelum kamu Maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan Rasul-rasul itu azab yang selalu mereka perolok-olokkan.” (QS. 21:41)

Kita berlepas diri dari berbagai kesesatan, kekafiran yang dapat mendirikan buku kuduk setiap orang-orang yang beriman yang kita nukilkan. Ini semua bukanlah tuduhan fitnah, tetapi Bibel yang dijadikan pegangan iman kufur merekalah yang menceritakannya. Inilah sebagian isi Bibel yang mereka imani sekaligus iman mereka terhadap pelajaran “amoral” ini…. (qatalahumullah)

Allah Menyesal
Allah Maha Tahu? Memang demikian adanya. Firman-Nya, artinya:
 “Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.” (QS. Ar-Ra’d:9)
 “Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Baqarah: 32)

Allah Ta’ala menjelaskan mengenai penciptaan manusia dalam firman-Nya, artinya:
 “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah: 30)
 “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”, akan tetapi (ternyata) kaum Yahudi dan Kristen mengimani kelemahan “tuhan” yang disembahnya, inilah hinaan Alkitab:
“Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka MENYESALLAH TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan HAL ITU MEMILUKAN HATI-NYA. Berfirmanlah Tuhan: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan burung-burung di udara, SEBAB AKU MENYESAL, bahwa Aku telah menjadikan mereka” (Kejadian 6:5-7)
Sudahkah penyesalan ini berakhir? Lagi-lagi kekonyolan telah terjadi…
“Jadi Tuhan mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel, maka tewaslah dari orang Israel tujuh puluh ribu orang. Pula Allah mengutus malaikat ke Yerusalem untuk memusnahkannya, dan ketika hendak dimusnahkannya, maka Tuhan melihatnya, LALU MENYESALLAH IA karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya” (1 Tawarikh 21: 14-15)
“Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, maka MENYESALLAH TUHAN karena malapetaka itu” (2 Samuel 24:16)
Bagaimana mungkin kita beriman dengan “tuhan” semacam ini? Tuhan yang ternyata memiliki pengetahuan yang terbatas? Tuhan yang tidak mengetahui apa yang akan terjadi?! Ini mirip dengan kisah-kisah para Dewa dan Dewi hasil lamunan para penyembah berhala dan berhali.
Artinya: “Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.” (QS. Al-Kaafiruun: 1-2)
Maka dengan semua “lelucon” penyesalan dan kepiluan hati tuhan di atas, kita jawab isi Alkitab mereka dengan firman Allah, artinya:
“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah” (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan” (QS.2:78-79)

Tuhan Mengembara
Sebagaimana layaknya “pendekar silat” yang melanglang buana menggembala domba, ternyata tuhan Alkitab juga memiliki kegemaran yang sama, sidak, inspeksi mendadak:
“Sebab Tuhan, Allahmu, berjalan-jalan di tengah perkemahanmu untuk melepaskan engkau dan menyerahkan musuhmu kepadamu; sebab itu haruslah perkemahanmu itu kudus, supaya ia jangan melihat sesuatu yang tidak senonoh diantaramu, lalu berbalik dari padamu.” (Ulangan 23:14)
Bagaimana caranya agar Tuhan tidak berbalik pergi dari sidak yang dilakukannya? Ayat sebelumnya menjelaskan:
“Di antara perlengkapanmu haruslah ada padamu sekop kecil dan apabila engkau jongkok kada hajat, haruslah engkau menggali lobang dengan itu dan menimbuni kotoranmu.”
Berapa banyak kaum Kristen yang mengamalkan isi Alkitabnya di atas?
Tuhan-pun melanjutkan pengembaraannya:
“Pergilah, katakanlah kepada hambaKu Daud: Beginilah firman Tuhan: Bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah bagiKu untuk didiami, Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel keluar sampai hari ini, tetapi Aku mengembara dari kemah ke kemah, dan dari kediaman ke kediaman. Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkan Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umatKu. Demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagiKu rumah dari kayu aras?” (1 Tawarikh 17:4-6)

Tuhan keluar berperang seperti pahlawan, bertempik sorak, memekik, mengerang, mengah-mengah dan…megap-megap!
Jangan anda percaya dengan judul di atas sebelum membaca nukilan “Kitab Suci” di bawah ini:
“Tuhan keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang berperang Ia membangkitkan semangatNya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuhNya Ia membuktikan kepahlawananNya. Aku membisu sejak dari dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hatiKu; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mengah-mengah dan megap-megap” (Yesaya 42:13-14)
Adakah aliansi militer yang berani menantang Tuhan untuk berperang sehingga Tuhan harus memompa semangat tempurNya?! Bagaimana Tuhan bisa mengerang-erang seperti wanita yang hendak melahirkan, mengah-mengah dan akhirnya…megap-megap?!!
Semua cerita ini mirip dengan cerita-cerita para dewa berhalaisme dalam agama-agama ciptaan manusia sebagai hasil utopi atau khayalan mereka! Ini bukanlah bagian dari iman secuilpun! Dan bukan pula berasal dari ajaran Allah yang Maha Suci dan Maha Mulia!! Allah megap-megap dan mengah-mengah? Pastikan, hanya di Bibel anda akan mendapatkannya!
Inilah cara iman kufur mereka dalam meninggikan kebesaran Allah, dengan menghinakanNya dan menisbatkan kerendahan serta bahan lelucon dan tertawaan para ibu-ibu yang akan melahirkan!! Lelucon yang sama sekali tidak pantas untuk ditertawakan…apalagi diimani yang dengannya adalah jalan iman menuju surgaNya!!

Tuhan ternyata berIbu!
Siapa sangka bahwa “Tuhan” juga sama seperti kita, memiliki orang tua dan tentu saja Tuhan harus berbakti kepada ibuNya!
“Dan ketika orang tuaNya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibuNya kepadaNya:…” (Lukas 2:48)…”dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibuNya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya” (ibid:51)
Duhai, betapa sayang ibunda “Tuhan” kepada anaknya (baca:Tuhan).
Entah, lebih tinggi mana derajat ibu Tuhan ataukah Tuhan itu sendiri? Yang jelas, walaupun Yesus berkedudukan Tuhan, ternyata Ia begitu hormat kepada ibuNya (baca:makhluk ciptaanNya).
Mampukah akal sehat anda memahami, berapa bulan “Tuhan” berada di dalam rahim makhluk ciptaanNya sekaligus sebagai ibu biologisNya sebelum tuhan terlahir melalui (maaf) lubang peranakan ibuNya (baca: ciptaanNya)?!
Ketika Yesus masih berupa JANIN TUHAN yang berada DI DALAM KANDUNGAN ibuNya, siapakah yang berperan sebagai tuhan alam semesta?!

Tuhan Alkitab Memerintahkan Kawin dengan Pelacur
“Ketika Tuhan mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi Tuhan. Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu mengandunglah perempuan itu…”(Hosea 1:2-3)
Demikianlah, ketika Tuhan menyaksikan persundalan hebat dan kedurhakaan manusia kepadaNya, bukannya Hosea diperintahkan untuk menyerukan dakwah dengan mengingatkan kaumnya agar kembali melakukan ketaatan kepadaNya, tetapi bahkan Hosea diperintahkan untuk mengawini wanita pelacur!! Inilah cara tuhan Alkitab memperbaiki moral bejat manusia.

Dia Bukan istriKu!…supaya jangan Aku (Tuhan) menanggalkan pakaiannya hingga telanjang
Seperti roman picisan judul di atas, tetapi jika Tuhan mengingkari istriNya, apa yang diucapkan kepada anakNya?
“Adukanlah ibumu, adukanlah, sebab dia bukan istriKu, dan Aku bukan suaminya; biarlah dijauhkannya sundalnya dari mukanya, dan zinahnya dari antara buah dadanya, supaya jangan Aku menanggalkan pakaiannya sampai dia telanjang, dan membiarkan dia seperti pada hari dia dilahirkan” (Hosea 2:1-2)
Tuhan yang telah menyuruh Hosea mengawini wanita pelacur, akan tetapi terhadap perempuan sundal seperti ini Tuhan ternyata telah berlepas tanggungjawab..
“Tentang anak-anaknya, Aku tidak menyayangi mereka, sebab mereka adalah anak-anak sundal. Sebab ibu mereka telah menjadi sundal…” (ibid: 3-4)
“…Sebab itu Aku akan mengambil kembali gandumKu pada masanya dan anggurKu pada musimnya, dan akan merampas kain bulu domba dan kain lenanku yang harus menutupi auratnya.” (Hosea 2:8)
Setelah itu apa yang akan dilakukanNya?
“Dan sekarang, Aku akan menyingkapkan kemaluannya. Di depan mata para kekasihnya…” (ibid:9)
Allahul musta’an, adakah kemuliaan Al-Qur’an hendak disejajarkan dengan bahasa sundal pasaran seperti contoh di atas?
Sesungguhnya pedang akan hilang “kegagahannya” jika dikatakan bahwa tongkat kayu peot binti reot lebih tajam daripada pedang!

Tuhan Alkitab akan berIstri
Sungguh kami tidak bermaksud bersenda gurau apalagi mengigau dengan judul di atas, simak kehebohan ini:
“Maka pada waktu itu, demikianlah firman Tuhan, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku!…Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu…dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram. Aku akan menjadikan engkau istriKu untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau istriKu dalam keadilan dan kebenaran. Dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau istriKu dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal Tuhan.” (Hosea 2:15, 17, 18-19)
Adakah yang tertarik dengan tawaran “Tuhan” di atas? Suamiku, ini istriMu…
Bisa jadi para missionaris akan “berkelit” dengan berkata bahwa pengertian “istri’ Tuhan tidaklah sama seperti layaknya “istri’ di sisi manusia, akan tetapi memiliki pengertian rohani, itu adalah hak mereka untuk berkelit. Sebagaimana missionaris juga akan berkelit tentang “kemaluan” yang akan disingkap oleh Tuhannya (Hos 2:9), tetapi apakah pengertian rohani dari “kemaluan” yang akan disingkap oleh Tuhan setelah sebelumnya kain lenan yang menutupi auratnya dirampas Tuhan? Tetapi demikianlah bahasa Alkitab, istri-pun bisa bermakna wanita yang lama digauli tanpa pernikahan resmi, ada istri simpanan, ada pula berstatus istri dalam masa tertentu, kawin kontrak. Jadi tergantung situasi dan kondisi bukan?
Kenapa mereka tidak berlapang dada menerima kenyataan isi Alkitab bahwa Tuhan juga beristri padahal iman kristiani tidak menolak bahwa Tuhan juga berIbu?! Maryam hamil dan mengandung “janin’ Tuhan dst.?! Apakah “tuhan’ Yesus lahir normal ataukah prematur? Biarlah orang-orang Kristen LPMI yang sibuk mencari parables-nya!

Tuhan Menceraikan Istri-Nya
Kalau tuhan ternyata beristri, apakah kita harus terkejut jika Alkitab bercerita bahwa tuhan pada akhirnya menceraikan istriNya?
“Beginilah firman Tuhan: “Di manakah gerangan surat cerai ibumu tanda Aku telah mengusir dia?” (Yesaya 50:1)

Abraham Menjamu Tuhannya
Dalam kitab Kejadian pasal 18:1-9, Tuhan menampakkan diri kepada Abraham di dekat pohon terbantin di Mamre dalam bentuk tiga orang yang berdiri di depannya. Lalu sujudlah ia sampai ke tanah. Setelah  dijamu dengan roti bundar, daging anak lembu yang empuk, dadih dan susu yang telah diolah kemudian dihidangkannya dan Abraham berdiri di dekat mereka di pohon itu sedang mereka makan. Tuhan kemudian menyampaikan kepada Abraham bahwa “Ia akan kembali tahun depan dan  mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, istrimu akan mempunyai seorang anak laki-laki”. Setelah selesai hajat keperluannya “Lalu berangkatlah orang-orang itu dari situ dan memandang ke arah Sodom, dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka untuk mengantarkan mereka. Berpikirlah Tuhan: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?” bla bla bla (Kejadian 18:1-17)
Kisah ini, perjamuan makan-makan paling heboh antara Abraham dengan Allah-nya benar-benar terjadi di Alkitab! Walaupun di dalam Injil Karangan Yohanes telah tertulis:
“Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah” (Yohanes 1:18)

Tuhan Sedang Duduk
Kita telah menyaksikan kisah Abraham yang telah menjamu Tuhan dengan sedemikian hebohnya untuk mendustakan Injil Yohanes di atas. Siapa bilang hanya Abraham yang pernah melihat Tuhan? Bahkan Mikha-pun malah menyaksikan Tuhan sedang duduk didampingi bala tentaraNya!!
“Kata Mikha: “Sebab itu dengarkanlah firman Tuhan. Aku telah melihat Tuhan sedang duduk di atas takhtaNya dan segenap tentara surga berdiri di sebelah kananNya dan di sebelah kiriNya” (2 Tawarikh 18:18)

Allah Maha Besar tetapi….tinggal di bawah atap sebuah rumah bersama ibu bapanya
“Tetapi siapa yang mampu mendirikan suatu rumah bagi Dia, sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku hendak mendirikan suatu rumah bagi Dia, kecuali sebagai tempat untuk membakar korban dihadapanNya?” (2 Tawarikh 2:6)
Tampaknya Perjanjian lama tidak memprediksi bahwa kelak beratus-ratus tahun kemudianan muncul seorang nabi palsu yang bernama Saulus alias Paulus yang menjadikan Yesus sebagai tuhan. Tuhan yang memiliki rumah dan tempat tinggal, janin tuhan yang sebelumnya dikandung oleh salah satu makhluknya (baca: ibu kandungnya)! Walaupun selama hidup dan pergaulannya bersama para muridnya, Yesus tidak pernah memerintahkan murid-muridnya untuk menyembah dirinya!! Bahkan Yesus menyeru kepada mereka semuanya untuk menyembah Allah:
“..dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.” (Yohanes 20:17)
Kalau memang Yesus dan Bapa adalah sehakekat (sebagaimana keyakinan trinitas gereja Paulus), kenapa Yesus pergi ke tuhan lainnya? Tentu saja tidak masalah (dong) kalau dikatakan Yesus pergi ke Yesus, Allah pergi ke Allah. Tetapi tampaknya orang-orang Kristen LPMI adalah manusia pembebal yang tidak peduli dengan isi Alkitab mereka sendiri dimana Yesus berkata kepada Maria Magdalena: “…kepada Allahku dan Allahmu”.
Bukankah Yesus tidak berkata bahwa dirinya akan pergi kepada dirinya???
Lihatlah pengakuan Alkitab sendiri yang menyatakan bahwa Yesus hanyalah seorang utusan Allah:
“Waktu Yesus mengajar di Bait Allah. Ia berseru: “Memang aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asalku; namun aku datang bukan atas kehendakku sendiri, tetapi aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus aku.”…Maka kata Yesus: “Tinggal sedikit waktu saja aku ada bersama kamu dan sesudah itu aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus aku. Kamu akan mencari aku, tetapi tidak akan bertemu dengan aku, sebab kamu tidak dapat datang  ke tempat dimana aku berada” (Yohanes 7:28-29,33-34)

“Tuhan” Yang Penakut, Sangat Sedih & Gentar
Apalagi pelecehan Alkitab terhadap Allah pencipta alam semesta, pencipta makhlukNya?
“Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes sertaNya. Ia sangat takut dan gentar, lalu kataNya kepada mereka: “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.” (Markus 14:33-34)
Lihatlah wahai saudaraku, di satu sisi kaum Kristen mendakwakan bahwa Yesus adalah Tuhan, Allah yang harus disembah oleh seluruh manusia, pada sisi lainnya ternyata terlalu banyak contoh-contoh manusia yang memiliki keberanian dan kekuatan iman dalam menghadapi bahaya ataupun perkara yang mewajibkan mereka mempertaruhkan nyawanya. Maka hal ini adalah bentuk lain dari pelecehan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah mereka gambarkan sebagai sosok “banci’ penakut dan sangat penakut sehingga hatiNya “mau mati rasanya”.
Jika demikian halnya “kondisi kejiwaan” Tuhan sang pencipta, kepada siapa lagi makhlukNya memohon pertolongan? Kepada murid-muridNya (baca: makhluk ciptaanNya sendiri!), “Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.”
Apakah ada diantara kita yang “empati” dan “peduli” dengan ketakutan hebat yang dialami “Tuhan” Yesus?! Tidak ada, karena mereka tetap membuta babi menyembah si penakut ini! Bahkan oknum pertama, "tuhan" Bapa-pun tidak peduli dengan teriakan minta tolongnya ketika disalibkan: "Eli. Eli, lama sabakhtani?", yang artinya Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?"

Fakta menunjukkan bahwa orang yang disalib itu telah berteriak-teriak minta tolong. Dan teriakan itu bukan hanya sekadar minta tolong, akan tetapi juga merupakan teriakan putu asa. Begitu putus asanya dia sampai berteriak sedemikian takut akan bayang-bayang kematian yang ada di depan pelupuk matanya. Sesungguhnya teriakan putus asa itu sudah jelas bukanlah teriakan Yesus, Isa nabiyullah ‘alaihis salam. Ia bukanlah tipe orang yang mudah berputus asa terhadap rahmat Allah Ta’ala. Isa ‘alaihis salam tidaklah mungkin ditinggalkan oleh Rabbnya dan Isa ‘alaihis salam tidak akan mungkin menyalahkan Rabbnya seperti itu, menuduhNya pergi meninggalkan salah seorang utusanNya. Kita menolak perkataan orang yang menyatakan bahwa keyakinan Isa ‘alaihis salam benar-benar menurun secara drastis. Sampai kapanpun Isa ‘alaihis salam tidak akan bersikap demikian "cengeng". Beliau adalah Rasul dan Nabi yang Allah pilih bagi umat manusia di masanya. Beliau adalah manusia terbaik pada masanya. Dan beliau tidak mungkin memiliki keutamaan sifat dan watak yang lebih rendah dibandingan para shiddiqin,syuhada dan orang-orang shalih. Beliau adalah nabi dan rasulullah yang memiliki derajat lebih tinggi dibanding orang-orang utama tersebut. Betapa para syuhada "saja" di berbagai zaman telah memberikan tauladan iman sedemikian mengagumkan dengan menyambut kematian dengan senyum gembira sebagai sebuah jalan kemenangan menuju surgaNya. Sesungguhnya teriakan panik, rintihan putus asa dan jerit gelisah itu merupakan tambahan bukti dari sekian banyak bukti bahwa orang yang disalib tersebut bukanlah Yesus, Isa ‘alaihis salam!! Yesus bukanlah Allah dan Allah bukanlah Yesus!! 

“Tuhan” Meminta pertolongan “Tuhan” lainnya
Kepada siapa lagi “Tuhan” memohon pertolongan?
(Yesus berkata):“Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari padaNya. KataNya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagiMu (karena mustahil bagiku*peny), ambillah cawan ini daripadaKu, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” (Markus 14:35-36)
Yesus adalah tuhan, itu adalah keyakinan kafir mereka. Tetapi, kepada siapa lagi si tuhan ini merebahkan diri dan memohon dengan sangat kehendak tuhannya agar menghilangkan ketakutan yang menghantuiNya?!

Allah Tidak Tahu Kapan Terjadi Kiamat!?
Firman Allah, artinya:
“Yang mengetahui semua yang ghaib dan semua yang nampak, Maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Mu’minuun: 92)
Sungguh merupakan pelecehan yang luar biasa bahwa orang-orang Kristen meyakini bahwa tuhannya tidak tahu kapan terjadinya hari kiamat!
“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, Anakpun tidak, hanya Bapa saja.” (Markus 13:31-32)
Adakah “Tuhan” sang pencipta alam semesta beserta segala isinya tidak tahu kapan terjadinya hari kiamat?! Ada! “Tuhan” Yesus-lah orangnya. Duhai betapa “Yesus” sendiri telah mengingkari sifat-sifat ketuhanan yang dipaksakan oleh orang-orang Kristen kepadanya!
Wahai orang-orang kafir..
Artinya: “Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya? Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat.” (QS. Al-Mu’minuun:105-106)
“Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, Maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” (QS. Al-Mu’minuun: 117)

Imam maupun Nabi yang Pening karena Arak & Kacau karena Anggur
Inilah pemuliaan (baca:pelecehan) Alkitab mengenai perilaku imam dan nabi:
Dibawah judul: “Terhadap Pemimpin-Pemimpin Yerusalem” tertulis:
“Tetapi orang-orang di sinipun pening karena anggur dan pusing karena arak. Baik imam maupun nabi pening karena arak, kacau oleh anggur; mereka pusing oleh arak, pening pada waktu melihat penglihatan, goyang pada waktu memberi keputusan. Sungguh, segala meja penuh dengan muntah, kotoran, sehingga tidak ada tempat yang bersih lagi.
Dan orang berkata: “Kepada siapakah dia ini mau mengajarkan pengetahuannya dan kepada siapakah ia mau menjelaskan nubuat-nubuatnya? Seolah-olah kepada anak yang baru disapih, dan yang baru cerai susu! Sebab harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini, tambah itu!” (Yesaya 28:1-10)
Apa lagi yang harus kita katakan menyaksikan semua kebobrokan yang justru dilakukan oleh orang-orang yang mestinya mengajarkan dan mendakwahkan kebaikan?! Apalagi yang bisa diharapkan oleh manusia dengan kondisi  moralitas “orang-orang yang mulia dan dimuliakan” seperti tuduhan Alkitab di atas?! Hanya orang kafir-jahat yang tega meyakini penistaan terhadap pemuka agama dan para nabi seperti ini!

Nuh ‘alaihissalam(?) Mabuk & Telanjang Mengutuk Anak Keturunannya Sendiri
Inilah bani Israil yang telah mendustakan Nuh ‘alaihis salam:
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah Kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.
Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu."
Nuh berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku[996], karena mereka mendustakan aku." (QS. Al-Mu’minuun: 23-26)
[996] Pertolongan yang dipermohonkan oleh Nuh kepada Allah ialah membinasakan kaumnya sehabis-habisnya. Lihat selanjutnya surat Nuh ayat 26.

Inilah salah satu bukti kedustaan dan kebencian mereka terhadap beliau dengan menyandarkan kemaksiatan dan pornoaksi yang dipertontonkan oleh seorang nabi yang mulia yang harus diimani oleh umat Kristiani…
“Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya. Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka perpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya. Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya, berkatalah ia: “terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya” (Kejadian 9:21-25)
Demikianlah, setelah mabuk dan menelanjangi dirinya sendiri, Nuh ‘alaihis salam mengutuk anak keturunannya.
Cukuplah isi Alkitab lainnya yang menerangkan bahwa kedustaan terkutuk yang disandarkan kepada Nabi Nuh di atas benar-benar perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh orang-orang yang beriman! Alkitab sendiri menjelaskannya:
“Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras, jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas. Berikanlah minuman keras itu kepada yang susah hati. Biarlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya.” (Amsal 31: 4-7)
Itulah solusi “cerdas” dan instant bagi orang yang mendapatkan problema kehidupan yang disodorkan oleh Alkitab! Anda susah? Anda mengalami problema hidup? Atau apapun permasalahan yang anda hadapi, jangan sulit-sulit mencari solusinya! Cukup “ilmu instant” Alkitab yang menjadi jalan pintas penyelesaiannya. Mabuklah (walaupun ketika tersadar anda sudah dalam keadaan telanjang!) dan lupalah dengan problema anda!! Tetapi ketika sadar bukankah problema hidup masih ada di depan mata? Ya..mabuklah seumur hidup anda sehingga seumur hidup pula anda akan lupa ingatan dengan segala permasalahan hidup tersebut sampai kematian menjijikkan menghampiri anda! Setan-pun akan gembira dengan solusi cerdas ini!! Dan …binasalah!!
Benar-benar peminum anggur di sisi Alkitab adalah orang-orang yang rendah dan hina! Dan benar-benar Nabi Nuh ‘alaihis salam telah direndahkan dan dihinakan oleh Alkitab-nya LPMI!
“Janganlah engkau ada diantara peminum anggur dan pelahap daging. Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kantuk membuat orang berpakaian compang camping” (Amsal 23:20-21)
Bukan hanya compang-camping wahai Alkitab, bahkan kalian sendiri yang menceritakan bahwa mabuk bisa membikin orang tidur telanjang sebagaimana hinaan kalian terhadap Nuh ‘alaihis salam!! Qatalahumullah bagi kalian yang mengimaninya, amin.
Kita tanya kepada para penganut Kristen Paulus: Berapa banyak diantara kalian yang mau taat dengan isi Alkitab kalian sendiri? Anggur adalah lambang gaya hidup kalian!! Persundalan adalah lambang pertadaban kalian! Daging babi adalah kenikmatan lezat di sisi kalian!! Bukankah isi Alkitab kalian sendiri adalah barang yang tiada memiliki harga di sisi kalian sendiri?! Inikah ketaatan “kasih” yang kalian banggakan?
Babi adalah haram di sisi kitab suci kalian! Kenapa kalian dengan lahap memakan dan menghalalkannya?!
“Dan lagi babi, karena sungguhpun kukunya terbelah dua, ia itu bersiratan kukunya, tetapi ia tiada memamah biak, maka haramlah ia kepadamu. Janganlah kamu makan dari pada dagingnya dan jangan pula kamu menjamah bangkainya, maka haramlah ia kepasamu” (Imamat 11:7-8, Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia, Jalan Teuku Umar 34, Jakarta, 1960)
http://img216.imageshack.us/img216/1283/60ard6.jpg
Tetapi wahai saudaraku sekalian yang semoga dirahmati oleh Allah, dengan sangat culas dan berani orang-orang Kristen ini (demi menghalalkan daging babi yang telah diharamkan kepada mereka) secara terkutuk telah merubah “kitab suci”nya sendiri!! Mereka telah merubahnya:
“Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah…haram itu bagimu” (ibid, Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tahun 1979)
http://img99.imageshack.us/img99/1189/79ami2.jpg

Mereka mengira dapat menyelamatkan amalan “durhaka’ ketika menginjak-injak isi Alkitabnya sendiri dan mampu mengibuli kaum muslimin dengan cara-cara licik dan rendahan semacam ini, akan tetapi bukti ada di depan kita! Perubahan tersebut bukanlah kesalahan cetak tetapi benar-benar pengelabuan dan penyesatan yang nyata!!

http://img99.imageshack.us/img99/4357/image60bce0.jpg bandingkanlah dengan bukti di bawah ini:

http://img100.imageshack.us/img100/1295/image79bpq4.jpg

Maka katakanlah wahai Lembaga Alkitab Indonesia kepada seluruh domba-domba kalian!!
“…kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri” (Yesaya 28:15)
Bagaimana mungkin kebohongan terkutuk dapat disembunyikan selama-lamanya?
“ saksi dusta menyatakan tipu daya…lidah dusta hanya untuk sekejap mata…orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan” (Amsal 12: 17,19,22)
“..tempat tidur akan kurang panjang untuk dipakai membujurkan diri dan selimut akan kurang lebar untuk dipakai menyelubungi diri” (ibid :20)
Wahai LAI pendusta terkutuk!
“Nafsu seorang pengkhianat ialah melakukan kelaliman…Orang benar benci kepada dusta, tetapi orang fasik memalukan dan memburukkan diri” (Amsal 13:2,5)
“Siapa yang menyembur-nyemburkan kebohongan adalah pengkhianat!” (Amsal 14:25)
Kenapa kalian tidak mau mengambil pelajaran dari isi Alkitab kalian sendiri?!
Tentu kalian tahu perbedaan antara “babi” dengan “babi hutan” bukan? Jadi “babi” piaraan, babi ternak tidak termasuk yang diharamkan!! Hanya babi “hutan” yang haram!!
Sungguh LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) adalah pewaris sah watak-watak Yahudi di Indonesia!! Mereka mengubah (baca: memperkosa) “kitab suci”nya sendiri!! Walaupun mereka tahu:
“Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengarkan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seseorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini” (Wahyu 22:18)
Inilah contoh ilmiyah tindakan terkutuk yang dilakukan oleh lembaga yang khusus mencetak dan menyebarkan Alkitab di negeri kita!
Benar, merekalah pewaris sah watak kaum Yahudi yang suka mengubah-ubah wahyu Allah dari tempatnya!! Babi halal, yang haram kan babi hutan….keberanian yang luar biasa dan kelicikan kafir “resmi” yang terorganisir..
“Celakalah engkau, hai perusak yang tidak dirusak sendiri, dan engkau, hai penggarong yang tidak digarong sendiri! Apabila engkau selesai merusak, engkau sendiri akan dirusak; apabila engkau habis menggarong, engkau sendiri akan digarong.” (Yesaya 33:1)
Dengan itu semua, nabi yang pemabuk, si telanjang yang mulia, iman Kristiani mereka mengaku sedang memuliakan nabiyullah Nuh ‘alaihis salam dan para nabi pilihan Allah lainnya! Sebuah kewajiban iman untuk meraih surgaNya Yesus anak cucu pezina!! Tetapi memang kepalsuan bagi Alkitab adalah biasa dan sedap rasanya serta menimbulkan kegembiraan yang nikmat…
“Jika susunannya baik lagi tepat, maka itulah yang kukehendaki. Tetapi jika susunannya hanya sedang-sedang dan setengah-setengah saja, maka hanya itulah yang mungkin bagiku” (II Makabe 15:38)
Tentu bagi anda yang “berselera tinggi” akan bertanya, bagaimana mungkin sebuah Alkitab yang diimani sebagai sebuah “Kitab Suci” yang turun dari Dzat Yang Maha Mulia dan Maha Suci sampai memiliki bilik selera yang setengah-setengah saja? Adalah sebuah anomaly (baca:kejanggalan) yang sangat dahsyat bahwa Alkitab telah menjawab ketidakaslian ini:
“Sebab sebagaimana hanya minum anggur atau air saja adalah tidak sehat, tetapi anggur yang bercampur dengan air adalah sedap rasanya dan menimbulkan kegembiraan yang nikmat, demikianpun kesenian menyusun kisah menyegarkan pendengaran para pembaca karangan. Dan dengan ini tamatlah sudah.” (ibid:39)
Demikianlah, sepenggal kisah pelecehan seksual (baca:pornoaksi) yang dinasabkan kepada para nabi pilihan Allah yang sama sekali tidak sedap rasanya, penuh kedustaan dan penghinaan dan sama sekali tidak menimbulkan kegembiraan orang-orang beriman, demikianpun hanyalah sebuah kumpulan kesenian hasil karangan manusia yang tersusun dari kisah-kisah yang sama sekali tidak menyegarkan pendengaran pembacanya, betapa tragisnya selera kesenian setengah-setengah tersebut merupakan bagian dari iman kepada sebuah “Kitab Suci”!! Dan dengan ini tamatlah sudah! 
Artinya: “Dan Sesungguhnya telah diperolok-olokkan beberapa Rasul sebelum kamu, Maka Aku beri tangguh kepada orang-orang kafir itu kemudian Aku binasakan mereka. Alangkah hebatnya siksaan-Ku itu!” (QS. Ar-Ra’d: 32)

Luth ‘alaihissalam(?) mabuk dan digilir diperkosa oleh kedua anak perempuannya!
Betapa tingginya kedudukan sebuah keturunan di sisi Alkitab, sampaipun untuk meneruskannya haruslah dilakukan dengan cara berzina dengan bapak mereka! Seorang Nabiyullah Luth ‘alaihissalam! Qatalahumullah terhadap mereka yang menuliskan, merubah ayat-ayat Allah dan menisbatkannya sebagai wahyu dari Allah Ta’ala! Celaka dan binasalah orang-orang yang meyakini dan mengimaninya!
Kejadian 19:30-38
30.Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya. 31.Kata kakaknya kepada adiknya, “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, sepeti kebiasaan seluruh bumi. 32.Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita” 33.Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur,lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. 34.Keesokan harinya berkatalah kakkanya kepada adiknya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah, baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita”. 35.Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.36.Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka. 37.Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang. 38.Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki; dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.(ibid, hal.26)
Demikianlah jalan Kristen untuk meraih surganya Yesus!! Mengimani cerita terkutuk dengan cara menghujat Nabi Luth ‘alaihis salam sebagai pemabuk sekaligus pesundal kedua putrinya!! Semoga masih tersisa diantara mereka yang memiliki integritas moral dan kecemburuan terhadap nabiNya, amin.

Alkitab Memuliakan Persundalan! Dari hasil persundalan di atas lahirlah dua orang anak, Moab yang menjadi bapa orang Moab sekarang ini dan Ben Ami, bapa orang Amon. Tetapi tahukah anda bahwa justru dengan hasil persundalan tersebut maka tuhan Alkitab menyayangi keturunan mereka? "Lalu berfirmanlah Tuhan kepadaku: "Janganlah melawan Moab dan janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidk akan memberikan kepadamu apapun dari negerinya menjadi milikmu, karena Ar telah Kuberikan kepada bani Lot menjadi miliknya" (Ulangan 2:9) Demikian pula firman Tuhan mengenai bani Amon (ibid:19). Adapun bangsa-bangsa lain selain dua bani dari hasil persundalan antara bapak dengan dua anak kembarnya di ats, maka Tuhan membinasakan sampai habis binasa, "dan tangan Tuhan juga melawan mereka untuk menghamburkan mereka dari perkemahan, sampai mereka habis binasa." (ibid:15)

Demikianlah perlindungan "kasih sayang" tuhan Alkitab terhadap anak cucu hasil persundalan, adapun bani-bani lainnya yang beranak pinak secara "alamiah dan sewajarnya" maka Tuhan melawan mereka semua sampai habis binasa!!

Ya’kub ‘alaihis salam(?!) yang rakus kedudukan duniawiyah
“Dan Kami anugrahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Ya’qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia[1148]; dan Sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.” (QS.Al-‘Ankabut:27)
[1148] Yaitu dengan memberikan anak cucu yang baik, kenabian yang terus menerus pada keturunannya, dan puji-pujian yang baik.
Demikianlah persaksian Allah Ta’ala akan kesalehan Ya’qub ‘alaihis salam, bagaimanakah hinaan bani Israil terhadap beliau:
Ishak, anak Abraham beristrikan Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan Aram. Mengandunglah Ribka (yang mandul tersebut) karena do’a Ishak suaminya. Dua anak kembar terlahir dari rahimnya, si sulung bernama Esau dan adiknya bernama Yakub. Betapa berharga dan mulianya kedudukan anak sulung di kalangan bani Israil, sampaipun Yakub begitu berambisi untuk mendapatkan hak kesulungan walaupun ia harus memaksa dulu untuk membelinya dari Esau! Tidak ada yang gratis dalam hidup ini, walaupun ketika saudara kandung sendiri amat membutuhkannya! Roti dan masakan kacang merah ada tarifnya.
“Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. Kata Esau kepada Yakub: “Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah.” Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. Tetapi kata Yakub: “Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu” Sahut Esau: “Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?” Kata Yakub: “Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu” (Kejadian 25:29-34)
Pembaca rahimakumullah, apakah anda sedang menyaksikan Bibel yang menceritakan kedermawanan nabi Yakub ‘alaihis salam kepada saudara kandungnya ataukah bani Israil sedang mengarang cerita dusta tentang kerakusan beliau ‘alaihis salam?! 
Jika demikian, bagaimana pula beliau bisa bersikap “ikhlas dan dermawan” kepada kaumnya?

Nabi Ya’kub ‘alaihis salam (?!) menipu saudaranya
Lihatlah wahai saudaraku yang berakal sehat, bahkan sejak di dalam kandungan, Yakub memiliki kelebihan luar biasa yang di luar kebiasaan:
“Di dalam kandungan ia menipu saudaranya, dan dalam kegagahannya ia bergumul dengan Allah, Ia bergumul dengan malaikat dan menang:” (Hosea 11: 4-5)
Di dalam kandungan, Ya’kub sudah menipu saudaranya!! Dan lihatlah kegagahannya, Allah-pun dilawannya!! Sungguh kaum mukminin tidak akan ridha dengan pelecehan terhadap Allah Ta’ala sekaligus penistaan terhadap kehormatan nabi Ya’kub ‘alaihis salam! Seorang nabi yang menjadi penipu!! Qatalahumullah bagi kalian semua wahai para penghina Allah dan penghina nabiNya!!

Nabi Ya’kub dan Ibunya, Duet Pendusta Tamak dan Penipu Ulung yang sangat Licik
Nabi Ishaq ‘alaihis salam yang bodoh dan mudah dipermainkan! Belum puas Alkitab dalam menghinakan kehormatan nabiyullah Ya’kub ‘alaihis salam seperti kisah keji di atas yang menggambarkan kerakusan beliau akan kedudukan duniawiyah. Ternyata Ya’kub belum puas dengan meminta hak kesulungan dari saudara kandungnya yang malang, Esau.
Ribka, ibu mereka yang lebih sayang kepada Ya’kub suatu hari mendengar dialog antara ayah mereka (Ishak) yang sudah tua dan kabur matanya dengan Esau kakak sulungnya, dimana Ishak menyuruh Esau untuk berburu ke padang dan memasakkan hasil buruannya menjadi makanan yang enak agar Ishak dapat memberkati Esau sebelum kematiannya. Mendengar hal tersebut, segera Ribka memanggil Ya’kub dan memerintahkannya untuk pergi ke tempat kambing domba mereka (bukan ke padang perburuan sebagaimana Esau) dan mengambil domba tersebut untuk kemudian ibunya yang akan memasakkan makanan kegemaran bapaknya dan Ya’kub yang menghidangkannya agar Ya’kub dapat diberkati.
Satu kendala muncul, Ya’kub kuatir skenario “pengelabuan” di depan bapaknya (dengan memanfaatkan matanya yang sudah kabur) akan terbongkar sebab Ya’kub kulitnya tidak berbulu sedangkan Esau adalah seorang yang badannya berbulu. Tetapi Ribka adalah ibu yang benar-benar “cerdas’ bagi Yakub…Segalanya akan dipertaruhkan oleh Ribka demi obsesi pemberkatan Ishak terhadap Yakub.
Setelah Ribka selesai memasakkan makanan enak kegemaran suaminya, “kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya. Dan kulit anak kambing itu dipalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu. Lalu ia memberikan makanan yang enak dan roti yang telah diolahnya itu kepada Yakub, anaknya” (Kejadian 27: 1-17)
Mulailah Yakub “si pendusta” memerankan dirinya sebagai Esau, kakaknya…”Yakub masuk ke tempat ayahnya serta berkata: “Bapa!” Sahut ayahnya: “Ya anakku, siapakah engkau?” Kata Yakub kepada ayahnya: “Akulah Esau (kedustaan pertama*peny), anak sulungmu. Telah kulakukan, seperti yang bapa katakan kepadaku. Bangunlah, duduklah dan makanlah daging buruan (padahal bukan, kedustaan kedua*peny) masakanku (padahal masakan ibunya, kedustaan ketiga*peny) ini, agar bapa memberkati aku.” Lalu Ishak berkata kepada anaknya itu: “Lekas juga engkau mendapatkannya, anakku!” Jawabnya: “Karena Tuhan, Allahmu, membuat aku mencapai tujuanku.” (Kej. 27:18-20)
Hal yang paling mendebarkan-pun terjadi…”Lalu kata Ishak kepada Yakub: “Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan.” Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya dan ayahnya itu merabanya serta berkata: “Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau.” Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya berbulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak memberkati dia, tetapi ia masih bertanya: “Benarkah engkau ini anakku Esau?” Jawabnya: “Ya! (kedustaan keempat*peny)” Lalu berkatalah Ishak: “Dekatkanlah makanan itu kepadaku, supaya kumakan daging buruan masakan anakku, agar aku memberkati engkau.” Jadi didekatkannyalah makanan itu kepada ayahnya, lalu ia makan, dibawanya juga anggur kepadanya, lalu ia minum.
Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: “Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku” Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub (milik Esau yang dikenakannya*peny), diberkatinyalah dia..” (Kej.27:21-27)
Berhasillah strategi Ribka dan Yakub dalam mengecoh suami dan ayahnya sehingga Yakub telah mendapatkan apa yang dikejarnya selama ini, pemberkatan dari ayahnya, Ishak. Benar-benar Ishak dapat dipecundangi oleh mereka berdua. Tujuan menghalalkan segala cara.
Betapa kasihannya si Esau, “baru saja Yakub keluar meninggalkan Ishak, datanglah Esau dengan mendapatkan hewan hasil buruan, dimasaknya dengan enak dan diberikannya kepada bapaknya. Betapa terkejutnya Ishak, dirinya baru menyadari telah ditipu mentah-mentah. “Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: “Berkatilah aku ini juga, ya bapa!” Jawab ayahnya: “Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu.” Kata Esau: “Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya dan sekarang dirampas pula berkat yang untukku.” Lalu katanya: “Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?” Jawab Ishak: “…maka kepadamu, apalagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?” Kata Esau kepada ayahnya: “Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa?” Berkatilah aku ini juga, ya bapa!” Dan dengan suara keras menangislah Esau. (Kej.27:30-38)
Saudara  rahimakumullah, kisah di atas sungguh sangat menyedihkan bagi Esau, profil seorang anak yang taat dan patuh pada perintah bapanya, Ishak ‘alaihis salam. Seorang anak yang polos yang menjadi bahan permainan licik dan ibu dan adik kandungnya sendiri!! Ya’kub ‘alaihis salam seorang nabi yang shaleh (berdasarkan penegasan Al-Qur’an di dalam surat Al-‘Ankabut ayat ke 27) digambarkan sebagai manusia licik, pendusta yang beberapa kali mengecoh saudara kandungnya sendiri, Esau serta mempermainkan ayahnya sendiri, Ishak yang juga nabi pilihan Allah! Orang-orang yang beriman menolak keras dan merasa tersinggung dengan pelecehan hak dan kehormatan Ishaq serta Ya’kub ‘alaihimassalam yang dilakukan oleh Alkitab perjanjian lama, kitab suci yang diimani oleh kaum Yahudi dan Kristen!! Lihatlah wahai saudaraku sekalian betapa orang-orang kafir ini telah menuduh dan menghina bahwa Allah Ta’ala telah memilih orang-orang licik dan orang bodoh yang mudah dipermainkan sebagai para utusan-Nya!!
Cukuplah Al-Qur’an hujjah kita, Al-Qur’an-lah yang membel;a dan membersihkan tuduhan-tuduhan keji Alkitab! Al-Qur’an telah menyingkap kepalsuan isi Alkitab dalam memperolok-olokkan kehormatan Nabi Ishaq dan Ya’kub ‘alaihimassalam:
Artinya: “Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (QS. Shaad: 45-47)
Maka bandingkanlah wahai saudaraku, akhlak yang tinggi yang selalu mengingatkan manusia kepada negeri akhirat di dalam Al-Qur’an yang tergeletak di lantai hotel Asida Batu, dengan si pendusta, si rakus dan si licik “Yakub” serta si bodoh Ishak menurut Alkitab yang dipegang tinggi-tinggi oleh pendeta busuk LPMI!!
Wajib bagi kaum mukminin untuk membela kehormatan dan kemuliaan para nabi dan wajib untuk marah karena Allah dan menolak dengan tegas pelecehan mereka!!

Ya’kub ‘alaihissalam(?) bergumul melawan Allah(?) dan Allah(?) kalah!!
Rekor dunia gulat model apapun yang pernah tercatat dalam sejarah kehidupan manusia, penemuan terdahsyat manapun yang akan anda sodorkan kepada umat manusia tetap tidak akan mungkin seheboh, sekonyol dan sedungu keimanan ini…
Kitab  Kejadian pasal 32. Di bawah judul “Pergumulan Yakub dengan Allah”:
24.”Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar.”
Dan lihatlah bagaimana “laki-laki ini” bersikap licik karena Yakub terlalu perkasa baginya…25.Ketika orang itu melihat bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. 26.Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing” Sahut Yakub:”Aku tidak akan membiarkan engkau pergi jika engkau tidak memberkati aku,: 27.Bertanyalah orang itu padanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub” 28.Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, SEBAB ENGKAU TELAH BERGUMUL MELAWAN ALLAH DAN MANUSIA DAN ENGKAU MENANG
Duhai, bukan lagi seorang nabi yang mereka hina tetapi bahkan Allah Ta’ala-pun mereka nista!! Maka bagaimana mungkin kaum muslimin diajak menyembah “Tuhan” mereka yang begitu lemahnya?!

Gundik nabi Ya’kub ‘alaihis salam(?) tidur dengan anak beliau
Kej.35:22: Ketika Israel diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel” (Ibid, hal.47)
Tahukah anda bagaimana cara Alkitab menghukum tindakan rusak dan amoral seperti kejadian di atas?
“Apabila seseorang kedapatan tidur dengan seorang perempuan yang bersuami, maka haruslah keduanya dibunuh mati; laki-laki yang telah tidur dengan perempuan itu dan perempuan itu juga. Demikianlah harus kau hapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel” (Ul. 22:22)
“Seorang laki-laki janganlah mengambil istri ayahnya dan jangan menyingkapkan punca kain ayahnya” (ibid: 30)
Dengan cara apa si jahat tersebut harus mengakhiri hidupnya? Dirajam/dilempari batu  sampai mati. Dan ini adalah sekaligus bantahan kepada orang-orang kafir yang menuduh hukum Islam adalah kejam, rajam adalah contohnya sementara mereka pura-pura tidak tahu bahwa Alkitabnya sendirilah yang telah mengajarkan “kekejaman” ini!! Tuduhan bahwa perbudakan dalam Islam adalah merendahkan harkat dan martabat kemanusiaan sementara di dalam “Kitab Suci”nya sendiri justru “pergundikan” merajalela!! Persundalan memiliki kedudukan yang istimewa! Perbudakan pun diakui keabsahannya sebagaimana tertulis: “Kesayangan terhadap budak yang melarikan diri”” Jangan kau serahkan kepada tuannya seorang budak yang melarikan diri dari tuannya kepadamu…”(Ul. 23:15). Maling teriak maling…
Inilah cara mereka (pezina) “dihapus” dari muka bumi:
“maka haruslah mereka keduanya kamu bawa keluar ke pintu gerbang kota dan kami lempari dengan batu sehingga mati…” (Ul. 22:24) Sebagai sebuah realisasi: “Demikianlah harus kau hapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel”
Tetapi…istri bukanlah gundik dan gundik tidaklah sama dengan status istri. Di sini, di Alkitab si gundik mendapatkan status yang lebih istimewa dari pada si istri sehingga gundik dapat selamat dari hukuman kematian akibat persundalan yang dilakukannya! Aneh tetapi demikianlah ajaran kasih “sayang” ini. Tetapi Ruben anak Yakub tetaplah seorang lelaki yang telah meniduri perempuan milik ayahnya yang sudah seharusnya menerima ganjaran kematian akibat persundalannya tersebut sebagaimana telah tertulis: “Demikianlah harus kau hapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel”.
Sekali lagi keanehan Alkitab telah terjadi, Ruben tidak dihapus dan “harus hidup” sebagaimana gundik Ya’kub! Hukum hanya berlaku bagi bani Israel dan tidak cukup kuat untuk ditegakkan di dalam keluarga Yakub/Israel itu sendiri! Ironis dan “adil”!
Sayang, Alkitab tidak menjelaskan secara rinci, apakah persundalan tersebut terjadi karena paksaan salah satu pihak ataukah terjadi karena hubungan suka sama suka…tetapi yang pasti “Diantara anak-anak perempuan Israel janganlah ada pelacur bakti, dan diantara anak-anak lelaki Israel janganlah ada semburit bakti” (Ul. 23:17).
Kenyataannya? Hidup Ruben dan hidup gundik Yakub!

Terapi “Mesin” Biologis bagi Nabi Daud(?!) Yang Dingin
Alkitab memperingatkan: “Jangan berikan kekuatanmu kepada perempuan, dan jalanmu kepada perempuan-perempuan yang membinasakan raja-raja” (Amsal 31:3)
Tetapi masa bodoh dengan ayat Alkitab di atas! Pengarang kitab Raja-Raja tanpa rasa takut telah melecehkan kehormatan nabiyullah Daud ‘alaihis salam!
Nabi Daud yang dingin karena mulai udzur sedang diterapi “mesin biologis” (baca: wanita) untuk merangsang hawa panas tubuhnya agar timbul!! Semoga Allah membinasakan pengarangnya serta orang-orang yang meyakini kebenarannya dan membalas kekejian syahwat mereka dalam menghancurkan kehormatan beliau dengan balasan yang setimpal, amin.
“Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya, dan biarpun diselimuti, badannya tetap dingin. Lalu para pegawainya berkata kepadanya: “Hendaklah dicari bagi tuanku raja seorang perawan yang muda, untuk melayani dan merawat raja; biarlah ia berbaring di pangkuanmu, sehingga badan tuanku raja menjadi panas. Maka di seluruh daerah Israel dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatlah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada raja. Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat raja dan melayani dia, tetapi raja tidak bersetubuh dengan dia.” (1 Raja-Raja 1:1-4)
Wallahi, hanya bala tentara iblis dan setan yang mempercayai kejijikan di atas!! Sungguh Nabi Daud ‘alaihis salam akan menuntut kepada pengarangnya, dan kepada siapapun yang mengimani kebenaran isi Alkitab jorok seperti di atas!! Demikiankah cara kalian dalam memuliakan kehormatan para nabi-nabi Allah wahai Alkitab?! Imani Alkitab, hinakan dan najiskan kehormatan para nabi niscaya kalian akan masuk surga…nya setan! Qatalahumullah.

Nabi Daud Berzina dengan Istri Prajuritnya
Salah seorang nabi yang paling dibenci oleh Alkitab adalah Daud ‘alaihis salam. Demikian cara Alkitab menghinakan kehormatan beliau ‘alaihis salam:
“Maka sekali peristiwa pada waktu petang hari bangunlah Daud dari atas peraduannya, lalu berjalanlah pergi datang di atas sotoh istana baginda, tiba-tiba terlihatlah baginda dari atas sotoh itu akan seorang perempuan tengah mandi; adapun perempuan itu sangat elok parasnya. Maka disuruhkan Daud bertanyakan hal perempuan itu. Lalu sembah oranglah: Bahwasanya inilah Batsyeba, anak Eliam, istri Uria, orang Heti itu. Maka disuruhkan Daud akan orang pergi menjemput dia; setelah sudah ia masuk menghadap baginda, maka bersetubuhlah baginda dengan dia (adapun perempuan itu baharu ia mensucikan dirinya daripada kain cemarnya). Setelah itu maka pulanglah perempuan itu ke rumahnya. Maka mengandunglah perempuan itu, lalu disuruhnya memberi tahu hal itu kepada Daud, sembahnya: Bahwa patik ini ada mengandung.” (2 Samuel 11:2-5, Alkitab LAI tahun 1960)
Astaghfirullahal ‘adzim. Inilah tuduhan busuk dari Alkitab milik LPMI penghujat Al-Qur’an tentang zinanya nabi kita Daud ‘alaihis salam!!
Dan tahukah anda bahwa semua cerita kebusukan persundalan di atas telah diimani (baca:dilemparkan kemuka mereka sendiri!) oleh gereja Paulus bahwa Tuhan mereka (Yesus) adalah cucu moyang dari hasil persundalan keji ini
“Daud memperanakkan Salomo dari istri Uria” (Matius 1:6)
Demi Allah, Alkitab adalah dusta dan keji!! Bagaimana mungkin kaum mukminin mempercayai semua peperangan mereka secara total terhadap para nabi-nabi Allah?!
Lihatlah kehinaan orang-orang yang bersundal dan para keturunannya dari Alkitab mereka sendiri!
“Seorang anak haram janganlah masuk jemaat Tuhan, bahkan keturunannya yang kesepuluh tidak boleh masuk jemaat Tuhan.” (Ulangan 23: 2)
“Apabila seseorang kedapatan tidur dengan seorang perempuan yang bersuami, maka haruslah keduanya dibunuh mati: laki-laki yang telah tidur dengan perempuan itu dan perempuan itu juga. Damikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.” (Ulangan 22:22)
Maka berdasarkan keyakinan Alkitab sendiri, Daud si pezina, Salomo dan sembilan keturunan di bawahnya tidak boleh masuk jemaat Tuhan, bahkan harus  dibunuh sampai mati!! Silakan anda lihat nama-nama mereka di bagian paling atas tulisan mengenai silsilah Yesus (Tuhan gereja Paulus) yang ternyata berasal dari hasil persundalan!!
Sungguh orang-orang yang beriman akan marah dengan berbagai kedustaan isi Alkitab LPMI!!
Kembali ke kisah “pembohong terkutuk” yang menceritakan perzinaan nabi Daud dengan istri salah satu prajuritnya. Tampaknya Daud begitu berhasrat dengan wanita tersebut, maka “akal liciknya” berputar agar dia dapat merebut istri Uria. Dengan cara apa?
“..Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. ..Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati.” (2 Samuel 11:13,14)
Akhirnya matilah Uria, cita-cita Daud-pun tercapai dengan strategi licik yang diterapkannya, mengorbankan nyawa prajuritnya demi syahwatnya kepada Batsyeba.
“Setelah lewat masa berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi istrinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud adalah jahat di mata Tuhan.” (ibid:27).
Maka apalagi yang bisa diharapkan dengan berbagai kebejatan moral yang diserukan oleh Alkitabnya LPMI? Apakah karena tidak mampu mendustakan dan membuktikan kepalsuan Al-Qur’an sehingga mereka “hanya berani” membanting Al-Qur’an ke lantai?! Bukankah ini merupakan tindakan yang gagah berani wahai para pendeta LPMI?! Lihatlah isi Alkitab kalian sendiri yang memberikan andil sangat besar dalam membobrokkan moral dan peradaban manusia!! Memuliakan berbagai cara dan kasus persundalan yang bertebaran di dalam Alkitab kalian!! Persundalan adalah mulia di sisi kalian sehingga Tuhan kalian-pun kalian imani dari hasil persundalan ini!
Cukuplah bagi kalian pengalaman manis di panggung sejarah sebagaimana tragedi raja Inggris yang lalu, Edward VIII. Dia telah berniat mengawini (baca:menikahi) kekasihnya, Mrs. Sampsom yang berstatus janda, karena itulah perceraian Mrs. Sampson dengan suaminya terdahulu dinilai gereja sebagai wanita zina (dalam agama Kristen Paulus, menikah adalah ikatan janji selama-lamanya, tidak ada yang bisa memisahkan kecuali kematian!! Tidak ada kamus cerai dalam agama mereka).
Nampaknya nasib sial pun tidak dapat berkompromi dengan sang raja yang berupaya menolak reaksi tersebut. Gereja menguatkan putusannya bahwa berdasarkan ayat-ayat Alkitab, bagi siapa saja yang mengawini seorang janda maka dia adalah pezina! Akhirnya raja harus turun dari tahta untuk menyerah pada khurafat gereja.
Hal yang paling mengherankan dari peristiwa ini, seluruh gereja dan masyarakat umum-pun telah mengetahui bahwa raja Edward VIII telah lama “kumpul kebo” dengan sang pacar yang (ketika itu) masih berstatus istri resmi Lord Sampson dan bahkan mereka berdua (raja dan pacarnya) telah memiliki bilik khusus di dalam istana. Tetapi hal ini tidak mengundang suara apapun dari pihak gereja ataupun protes dari kalangan rakyatnya. Hidup bersama, kumpul kebo di istana tidaklah mengundang kutukan dari gereja, bahkan mereka semua memejamkan mata dari ajaran Alkitabnya.
Setelah Lord Sampson menceraikan istrinya secara resmi dan raja Edward mengumumkan niatnya untuk menikahi si janda ini agar dapat bergaul secara resmi sesuai “syari’ah” dan bukan lagi dengan cara berzina, secara mendadak berkumpullah para pemuka gereja menghalang-halanginya dan memaksa sang raja untuk mematuhi ajaran gereja.
Peristiwa lain yang cukup membuat pusing para pemuka agama di London yakni kisah cinta Princess Margaret dengan kapten Thomson. Sang permaisuri menjalin hubungan intim dengan Kapten yang duda. Setelah sepasang kumbang ini meningkatkan hubungan ke jenjang rumah tangga, keluarlah putusan gereja yang melarang sang permaisuri menikah dengan kekasihnya agar perbuatannya tidak menjadikan dirinya sebagai wanita pezina menurut pandangan gereja yang (sebelumnya) telah menjatuhkan putusan cerai atas diri permaisuri. Lihatlah, para pemuka gereja baru tampil dengan Injil ke permukaan jika menghadapi masalah yang berkenaan dengan raja dan pembesar Negara.
Sangatlah mengherankan jika di masyarakat Eropa dan Amerika terjadi beratus-ratus ribu kasus perceraian yang otomatis menghasilkan beratus-ratus ribu pula para janda dan duda melalui vonis pengadilan perdata terhadap pria dan wanita Kristen. Namun hal ini tidak menimbulkan reaksi apapun dari para pemuka gereja dengan membawakan ayat-ayat Alkitab untuk mencegah perceraian tersebut terjadi yang nyata-nyata hal ini bertentangan dengan ajaran gereja itu sendiri.
Inilah ajaran Kristen yang diasingkan oleh penganutnya sendiri karena para pemukanya bersifat elastis dan “tebang pilih” dalam menerapkan ajaran agamanya sendiri. Akhirnya mereka mencari jalan untuk menutupi ketidakberdayaan ini dengan melagukan suara sumbang dan nyanyian dustanya akan sistem poligami dan aturan perceraian di dalam agama Islam!! Sayangnya, betapa banyak dari kaum muslimin yang ikut-ikutan masuk dalam paduan suara keji mereka untuk menghancurkan syari’at Islam.

Anak Nabi Daud Memperkosa Adik Kandungnya sendiri
Belum puas tampaknya Alkitab “mengerjai” kehormatan nabi Daud. Sekarang giliran keluarga beliau yang dikerjai..
“Absalom bin Daud mempunyai seorang adik perempuan yang cantik, namanya Tamar; dan Amnon bin Daud jatuh cinta kepadanya. Hati Amnon sangat tergoda, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar, saudaranya itu, sebab anak perempuan itu masih perawan…” (2 Samuel 13:1-2)
Amnon memiliki seorang sahabat bernama Yonadab, dan orang ini memberikan petunjuk agar Amnon dapat “sukses” dalam melampiaskan nafsunya pada adik kandungnya. Dari petunjuk keji tersebut maka Amnon berpura-pura berbaring sakit di tempat tidurnya sehingga ketika Daud, ayahnya datang menjenguknya maka Amnon (demi kesembuhannya) memohon agar ayahnya memerintahkan Tamar untuk membikinkan kue dan menghidangkannya dengan tangannya sendiri. Maka Tamar pergi ke rumah Amnon, kakaknya yang sedang berbaring, lalu anak perempuan itu mengambil adonan, meremasnya dan membuat kue di depan matanya, kemudian dibakarnya kue itu. Selesai semuanya, maka disuruhlah semua orang yang ada di kamar itu untuk keluar dan Amnon menyuruh adiknya membawa kue tersebut dan menyuapkan ke mulutnya maka dipegangnyalah tangan gadis itu lalu Amnon berkata:
“Marilah tidur dengan aku, adikku. Tetapi gadis itu berkata kepadanya: “Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu. Dan aku, kemanakah aku bawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.” Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia.” (2 Samuel 13:11-14)
Tetapi Amnon memang bejat, setelah selesai melampiaskan kekejiannya kepada adiknya, berkatalah ia: “Bangunlah, enyahlah!” Lalu berkatalah gadis itu kepadanya: “Tidak kakakku, sebab menyuruh aku pergi adalah lebih jahat dari pada apa yang telah kaulakukan kepadaku tadi.” (ibid:15)
Tetapi Amnon memanggil pesuruhnya dan memaksa Tamar, adiknya agar keluar dan pintu kamarnya di kunci. “Lalu Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah (demikianlah puteri-puteri raja yang masih perawan, pakaiannya) yang dipakainya, meletakkan tangannya di atas kepalanya dan pergilah ia sambil meratap dengan nyaring.” (ibid:19)
Pada akhirnya, Absalom bin Daud, kakaknya yang lain dua tahun kemudian berhasil membunuh Amnon, saudaranya sendiri yang telah memperkosa Tamar!
Kita tanyakan kepada para penghujat Al-Qur’an itu, “Pelajaran moral apakah yang sedang dipaksakan oleh Alkitab agar diimani?” Tentu kita sepakat bahwa kisah di atas adalah pelajaran moral yang amoral bukan?
  
Sulaiman ‘alaihis salam(?!) Berlari-lari telanjang dan dipukuli para penjaga…
1.Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku, kukumpulkan mur dan rempah-rempahku, kumakan sambangku dan maduku, kuminum anggurku dan susuku, Makanlah, teman-teman, minumlah, minumlah sampai mabuk cinta!
Kerinduan mempelai perempuan 5:2-8
2.Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. “Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idaman-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!”
3.BAJUKU TELAH KUTANGGALKAN, APAKAH AKU AKAN MENGENAKANNYA LAGI? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula?”
4.Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku.
5.Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu.
6.Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap.Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya.
7.AKU DITEMUI PERONDA-PERONDA KOTA, DIPUKULINYA AKU, DILUKAINYA. SELENDANGKU DIRAMPAS OLEH PENJAGA-PENJAGA TEMBOK.
8.Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku! (Kidung agung, Alkitab, LAI, Jakarta, 1979, hal.748)
Seperti kita ketahui bahwa Kidung agung mereka nisbatkan sebagai hasil tulisan nabi Sulaiman bin Daud ‘alaihimassalam, sebagaimana tertulis: “1.Kidung agung dari Salomo….” (ibid, hal.745)
Sebuah kisah yang “bagus” dalam menindak tegas pornoaksi di depan mata!
Benarkah Kidung Agung ditulis oleh Salomo seperti keyakinan komunitas LPMI (penghujat Al-Qur’an) yang sama sekali tidak meyakinkan ? Ternyata tidak!
Berikut “orang ketiga/penulis Kidung Agung” yang menceritakan kerjasama bagi hasil antara para penjaga kebun dengan Salomo:
“Salomo mempunyai kebun anggur di Baal-Hamon. Diserahkannya kebun anggur itu kepada para penjaga, masing-masing memberikan seribu keeping perak untuk hasilnya. Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keeping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya.” (Kidung Agung 8:11-12)
Bisakah raja Salomo menjadi terdakwa dalam penulisan Kidung Agung di atas? Mungkin…
Agama bukanlah kemungkinan wahai orang yang berakal! Agama adalah kepastian!!
Jadi siapakah sebenarnya para penulis Alkitab?! Anonymous…Mr. or Mrs.?
 
Salomo si Raja Syahwat yang berpaling dari Tuhannya
Ayah beliau (Daud ‘alaihis salam) telah dipastikan oleh Alkitab agar harus diimani oleh segenap kaum Kristen sebagai pesundal dan pezina! Dan bahwa Yesus, "Tuhan" mereka sendiri juga dinyatakan sebagai keturunan dari hasil persundalan ini!! Tampaknya, nabi Sulaiman bin Daud ‘alaihimas salam adalah salah seorang figur nabi lain yang juga paling dibenci oleh kaum Yahudi dan Kristen. Para laknatullah itu berupaya keras untuk menghancurkan dan mencoreng-moreng kemuliaan iman beliau dengan mengarang keimanan dusta dari sebuah “kitab suci” yang menggambarkan betapa besar syahwat beliau pada para wanita dan betapa durhakanya beliau kepada Allah Ta’ala, demi wanita beliau berpaling dari ketaatan kepada Al-Khaliq. Di bawah judul: “Salomo jatuh ke dalam penyembahan berhala”, Alkitab melecehkan ketika beliau melanggar larangan Allah agar tidak mencintai wanita-wanita asing:
“Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing (dalam Alkitab tahun 1960 tertulis: “Sebermula, maka birahilah baginda raja Solaiman akan beberapa orang perempuan lain bangsa”). Disamping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon Edom, Sidon dan Het, padahal tentang bangsa-bangsa itu Tuhan telah berfirman kepada orang Israel: “Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan merekapun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka.” Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta.
Ia mempunyai tujuh ratus istri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; ISTRI-ISTRINYA ITU LEBIH MENARIK HATINYA DARI PADA TUHAN. Sebab pada waktu Salomo sudah tua, istri-istrinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. (1 Raja-raja 11:1-4)
Inilah tuduhan keji Alkitab terhadap nabiyullah Sulaiman ‘alaihis salam. Al-Qur’an telah membathilkan tuduhan keji Alkitab dengan firmanNya:
Artinya: “Dan Sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.” (QS. Shad: 40)

Sulaiman ‘alaihis salam (?!) Melakukan Kesyirikan Besar, Mendirikan Tempat Penyembahan Berhala!
“Bukit-bukit pengorbanan yang ada di sebelah timur Yerusalem di sebelah selatan bukit kebusukan dan YANG DIDIRIKAN OLEH SALOMO, raja Israel, untuk Asytoret, dewa kejijikan sembahan orang Sidon, dan untuk Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, dan untuk Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, dinajiskan oleh raja” (2 Raja-Raja 23:13)
“Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan, seperti Daud, ayahnya. PADA WAKTU ITU SALOMO MENDIRIKAN BUKIT PENGORBANAN bagi Kamos, dewa kejijikan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon. Demikian juga dilakukannya bagi semua istrinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka.” (1 Raja-raja 11:5-8)
“Aku menyesali mereka, kukutuki mereka, dan beberapa orang diantara mereka kupukuli dan kucabut rambutnya dan kusuruh mereka bersumpah demi Allah, demikian: “Jangan sekali-kali kamu serahkan anak-anak perempuanmu kepada anak-anak lelaki mereka, atau mengambil anak-anak perempuan mereka sebagai istri untuk anak-anak lelakimu atau untuk dirimu sendiri!” Bukankah Salomo, raja Israel telah berbuat dosa karena hal semacam itu? Walaupun diantara begitu banyak bangsa tidak ada seorang raja seperti dia, yang dikasihi Allahnya dan diangkat oleh Allah itu menjadi raja seluruh Israel, namun diapun terbawa ke dalam dosa oleh perempuan-perempuan asing itu. Apakah orang harus mendengar bahwa juga karena dosamu berbuat segala kejahatan yang besar itu, yakni berubah setia terhadap Allah kita karena memperistri perempuan-perempuan asing?” (Nehemia 13:25-27)
Sebab itu Tuhan menunjukkan murkanya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada Tuhan, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan Tuhan.” (1 Raja-raja 11:9-10)
Demikianlah, bagi Alkitab dan kaum kafir LPMI penghujat Islam dan Al-Qur’an, Sulaiman ‘alaihis salam adalah seorang musyrik! Sulaiman ‘alaihis salam adalah pecandu wanita (dengan 700 istri dan 300 gundik) sehingga memalingkan dirinya dari kewajiban mentauhidkan Allah Ta’ala dengan mempelopori pendirian rumah-rumah penyembahan berhala!!
Padahal Al-Qur’an telah mempersaksikan ketaatan beliau kepada Allah:
“Dan kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat ta’at (kepada Tuhannya)” (QS. Shaad: 30)
Lihatlah bagaimana sikap nabi Sulaiman ‘alaihis salam ketika kuda-kuda yang dimiliki beliau membikin lalai dari mengingat Allah:
“(ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan".
"Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku". lalu ia potong kaki dan leher kuda itu.
Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat.
Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi".
Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakiNya,
Dan (kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam,
Dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu.
Inilah anugerah kami; Maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab.
Dan sesungguhnya Dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.” (QS. Shaad: 31-40)
Jika permasalahan kuda sudah sedemikian menyesalnya beliau dengan bertaubat kepada Allah, maka bagaimana Alkitab menajiskan keimanan nabiyullah ini dengan menggambarkannya sebagai sosok tokoh dan promotor kejahatan terbesar, kesyirikan kepada Allah Ta’ala?!! Dengan cara menistakan secara keji kehormatan dan kemuliaan nabi Sulaiman ‘alaihis salam seperti ini, orang-orang Kristen mengimaninya sebagai jalan untuk mendapatkan surga!!

Menanggalkan pakaian kemudian bertelanjang adalah tanda-tanda kenabian!
Maka Saul mengirim orang-orang suruhan untuk mengambil Daud. Tetapi orang-orang ini melihat sekumpulan nabi kepenuhan, dengan dikepalai oleh Samuel. Dan Roh Allah hinggap pada orang-orang suruhan Saul, sehingga merekapun kepenuhan seperti nabi.
Lalu hal itu diberitahukan kepada Saul; ia mengirim orang-orang suruhan yang lain, tetapi orang-orang itupun juga kepenuhan seperti nabi. Saul mengirim sekali lagi orang-orang suruhan, rombongan yang ketiga, dan orang-orang inipun juga kepenuhan.
Lalu ia sendiri pergi ke Rama. Sesampainya ke dekat perigi besar di Sekhu, bertanyalah ia, katanya: “Dimana Samuel dan Daud?” Jawab orang: “Ada di Nayot, dekat Rama”
Lalu pergilah ia ke sana, ke Nayot dekat Rama dan pada diapun hinggaplah Roh Allah, dan selama ia melanjutkan perjalanannya ia kepenuhan seperti nabi, hingga ia sampai ke Nayot dekat Rama. Iapun menanggalkan pakaiannya, dan iapun kepenuhan di depan Samuel. Ia rebah terhantar dengan telanjang sehari-harian dan semalam-malaman itu. Itulah sebabnya orang berkata: “Apakah juga Saul termasuk golongan nabi?” (I Samuel 19:20-24)
Adakah Al-Qur’an mengajarkan omong kosong pornoaksi mengenai sifat-sifat para nabi sebagaimana yang diajarkan oleh Alkitab di atas? Roh Allah hinggap di tubuh makhluk-Nya dan menjadikannya mempertontonkan seluruh bagian tubuhnya sehingga derajatnya meningkat sebagaimana derajat para nabi?! Pastikan bahwa di “kitab suci” LPMI inilah pornoaksi tersebut dimuliakan!!

Nabi Yesaya berjalan telanjang selama tiga tahun lamanya!!
Kristen meyakininya sebagai nabi, dan demikianlah cara “sangat unik” Tuhan Alkitab untuk menghinakan bangsa Mesir dan Ethiopia, yakni menyuruh nabi-Nya berjalan telanjang selama tiga tahun!!
“Pada waktu itu berfirmanlah Tuhan melalui Yesaya bin Amos. Firman-Nya: “Pergilah dan bukalah kain kabung dari pinggangmu dan tanggalkanlah kasut dari kakimu,” lalu iapun berbuat demikian, maka berjalanlah ia telanjang dan tidak berkasut. Berfirmanlah Tuhan: “Seperti hambaKu Yesaya berjalan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya sebagai tanda dan alamat terhadap Mesir dan Etiopia, demikianlah raja Asyur akan menggiring orang mesir dan orang Etiopia sebagai buangan, tua dan muda, telanjang dan tidak berkasut dengan pantatnya kelihatan, suatu penghinaan bagi Mesir…” (Yesaya 20:2-4)
Aneh bukan? Tetapi inilah porno aksi terlama yang pernah terjadi dalam sejarah para nabi pilihan Allah, tiga tahun terus menerus bertelanjang dan berjalan! Dan semoga Allah membinasakan manusia-manusia yang memiliki keyakinan CABUL semacam ini, amin.

Nabi Yeremia sang Pengumpat
“Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin…Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku! Terkutuklah orang yang membawa kabar kepada bapamu dengan mengatakan:”Seorang anak laki-laki telah lahir bagimu!” yang membuat dia bersuka cita dengan sangat….karena hari itu tidak membunuh aku dalam kandungan, sehingga ibuku menjadi kuburanku, dan ia mengandung untuk selamanya! Mengapa gerangan aku keluar dari kandungan, melihat kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku habis berlalu dalam malu?”
Inilah profil “loyo” seorang nabi di Alkitab! Anehnya, mengimani pelecehan seperti ini merupakan bentuk pemuliaan terhadap seorang nabi!!

“Nabi” Simson yang Gagah Perkasa Ternyata si Dungu yang Bertekuk Lutut di Pangkuan Wanita
Tentu anda pernah mendengar kisah antara Simson and Delila. Simson yang terlahir dari seorang bapak bernama Manoah dan istrinya. Kedua orang tuanya adalah orang yang istimewa karena setelah mengambil seekor anak kambing dan sajian serta meletakkannya di atas batu untuk dipersembahkan kepada Tuhan, korban sajian ini diperkenankanNya. Keduanya mengaku telah “melihat Allah” (Hakim-Hakim 13:22), Melihat Tuhan alias Malaikat Tuhan, lho kok? Membingungkan memang tetapi demikianlah isi ajaran Alkitab:
“…Sebab Manoah tidak mengetahui, bahwa Dia itu Malaikat Tuhan. Kemudian berkatalah Manoah kepada Malaikat Tuhan itu: “Siapakah namaMu, sebab apabila terjadi yang Kau katakan itu maka kami hendak memuliakan Engkau. Tetapi jawab Malaikat Tuhan itu kepadanya: “Mengapa engkau juga menanyakan namaKu? Bukankah nama itu ajaib?”… “Maka tahulah Manoah bahwa Dia itu Malaikat Tuhan. Berkatalah Manoah kepada istrinya: “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah.” (Hakim-hakim 13:16-22)
Manoah telah melihat “Dia, ..Mu, Engkau, …Ku”, penulisan huruf kapital seperti ini kembalinya kepada Allah. Di bagian yang sama juga jelas tertulis Malaikat Tuhan, sedang Tuhan yang juga sekaligus Malaikat ada dalam kalimat: ”…bahwa Dia itu Malaikat Tuhan”
Mana yang benar? Tuhan, Malaikat Tuhan ataukah Tuhan yang “menyamar” sebagai malaikat Tuhan atau…Malaikat yang menyamar sebagai Tuhan?! Biarlah iman Kristiani yang mengurus segala keruwetan isi Alkitabnya.
Kembali ke kisah Simson. Akhirnya istri Manoah melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Simson. Anak itu menjadi besar dan Tuhan memberkati dia. Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh Tuhan…”(ibid: 24-25). Simson tumbuh menjadi orang yang memiliki kekuatan yang “tanpa tanding”. Ketika Simson pergi ke Timna bersama ayah ibunya, di kebun anggur (tanpa sepengetahuan orang tuanya), Simson didatangi seekor singa yang mengaum. Berkuasalah Roh Tuhan atas dia, singa itu dicabik-cabiknya seperti orang mencabik anak kambing, tanpa apa-apa di tangan!! Luar biasa.
Beberapa keistimewaan lainnya yang diceritakan Alkitab tentang “orang yang diberkati Tuhan” ini, ketika ia pergi “ke Askelon, dibunuhnyalah tiga puluh orang di sana” (Hakim-Hakim 14:19), kenapa? Agar dapat diambil pakaiannya dan diberikan kepada orang-orang yang mampu menjawab teka-tekinya di hari perjamuan pernikahannya!! Ngeri…kejam tetapi tetap luar biasa.
Sebagaimana diketahui, negeri Simson (daerah Yehuda) dikuasai oleh orang Filistin. Karena kasus terdahulu (pembunuhan yang dilakukannya) orang-orang Filistin benar-benar marah kepadanya, apalagi setelah tumpukan-tumpukan gandum dan gandum yang belum dituai serta kebun-kebun pohon zaitun milik orang Filistin dibakar oleh tiga ratus anjing hutan akibat ulah Simson. Simson menangkap “tiga ratus anjing hutan, diambilnya obor, diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor diantara tiap-tiap dua ekor. Kemudian dinyalakannyalah obor itu dan dilepaskannya anjing-anjing hutan tersebut di lumbung gandum dan kebun zaitun orang Filistin.” (Hakim-Hakim 15:4-5)
Tindakan Simson ini membuat orang-orang Filistin murka, didatanginya istri Simson dan ayahnya dan dibakarlah mereka berdua! (ibid: 6) Maka Simson-pun berikrar untuk menuntut balas, “dan dengan pukulan yang hebat, ia meremukkan tulang-tulang mereka” (ibid:8)
Majulah orang Filistin untuk berusaha mengejar dan menangkap Simson, mereka berkemah di daerah Yehuda serta memencar ke Lehi. Orang-orang Yehuda benar-benar takut akibat kekacauan ini sehingga “turunlah tiga ribu orang dari suku Yehuda ke gua di gunung batu Etam dan berbicara dengan Simson agar dirinya mau diikat dan diserahkan ke orang Filistin. Maka merekapun mengikat Simson dan menyerahkannya ke tangan orang Filistin. “Setelah ia sampai ke Lehi dan orang-orang Filistin mendatangi dia dengan bersorak-sorak, maka berkuasalah Roh Tuhan atas dia dan tali-tali pada tangannya menjadi seperti batang rami yang telah habis dimakan api, dan segala pengikatnya hancur tanggal dari tangannya.” (Hakim-Hakim 15:14)
Bahkan hal paling dahsyat,  bak berkekuatan sepasukan batalion khusus dengan keahlian mumpuni dan persenjataan lengkap, Simson seorang diri “menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru, diulurkannya tangannya, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu! Berkatalah Simson: “Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul” (ibid:15-16)
Orang-orang Kristen barat dari kalangan gereja Paulus Trinitas benar-benar bangga dengan pahlawan besar Simson, mereka tulis dalam buku-buku cerita dan bahkan mereka angkat ke layar sempit maupun layar lebar. Namun sayangnya…
Mereka sembunyikan kalimat besar Simson kepada Tuhannya setelah pekerjaan besarnya yang berhasil menewaskan seribu orang, sebuah kalimat besar yang mampu mempermalukan dan menampar muka kalangan gereja Paulus!
Simson merasa kehausan, maka “berserulah ia kepada Tuhannya: “Oleh karena tangan hambaMu ini telah Kauberikan kemenangan yang besar itu, masakan sekarang aku akan mati kehausan dan jatuh ke dalam tangan orang-orang yang tidak bersunat itu!”(Hakim-Hakim 15:18).
Kaum gereja Paulus merasa bangga dengan Simson pahlawan gagah perkasanya yang mampu membunuh seribu orang Filistin hanya dengan tulang rahang seekor keledai tetapi masihkah mereka bangga dengan ucapan Simson yang sungguh sangat dahsyat menempelak muka “orang-orang yang tidak bersunat” (baca: kaum gereja Paulus) itu!! Benar-benar Simson telah mempermalukan mereka-mereka yang tidak bersunat!! Apakah Simson ridha dipahlawankan oleh orang-orang yang tidak bersunat?!
Selesai sudah masa-masa Alkitab mengeksploitasi kehebatan Simson yang diberkati oleh Tuhan. Sekarang saatnya menyaksikan kehebatan Simson di “bidang lain”nya.
Ketika Simson di Gaza, “Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia….Simson tidur di situ sampai tengah malam” (Hakim-Hakim 16:1-3)
Petualangan di bidang kewanitaan dilanjutkan, “Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila. Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: “Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apa kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kami dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu.” (ibid:4-5)
Maka mulai saat itu dibujukrayulah Simson oleh kekasihnya, Delila agar menceritakan rahasia kekuatannya. Tiga kali jawaban Simson tiga kali pula orang-orang Filistin gagal menundukkan kekuatan “raksasa’nya. “Berkatalah perempuan itu kepadanya: “Bagaimana mungkin engkau berkata: Aku cinta kepadamu, padahal hatimu tidak tertuju kepadaku? Sekarang telah tiga kali engkau mempermain-mainkan aku dan tidak mau menceritakan kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar.” Lalu setelah perempuan itu berhari-hari merengek-rengek kepadanya dan terus mendesak dia, ia tidak dapat lagi menahan hati, sehingga ia mau mati rasanya.” Maka Simsonpun menceritakan rahasia kekuatannya dan kunci kelemahannya: “Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap” (ayat 17)….”Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, kekuatannya telah lenyap.
Nasib malang telah menantinya, Simson ditangkap tanpa daya, kedua matanya dicungkil dan dibawa ke Gaza dalam keadaan dibelenggu dengan dua rantai tembaga. Simson dipekerjakan di tempat penggilingan.
Tahukah anda hikmah besar dari “kedunguan” Simson? Dia adalah seorang manusia yang diberkati oleh Tuhan, begitu sayangnya Tuhan sehingga Simson memiliki kekuatan yang sedemikian hebat dan dahsyatnya. Akan tetapi bani Israil memiliki gaya “carracter assasination’ yang sama, setiap orang yang mereka “muliakan’ selalu dan selalu mereka hinadinakan dengan cara dan motif yang sama, wanita dan seputar persundalan adalah cara yang khas untuk menghancurkan kehormatan mereka.
Simson yang perkasa di hadapan lawan-lawannya ternyata hanyalah seorang lelaki dungu yang begitu mudahnya takluk di hadapan wanita cantik. Bahkan rela tidur berhari-hari dengan wanita tersebut tanpa ikatan pernikahan yang resmi. Simson yang perkasa ternyata memiliki kelebihan, kalau sudah tertidur dia tidak mampu lagi mempertahankan kewaspadaannya, begitu mudahnya rambutnya dikerjai oleh Delila dan bahkan yang terakhir Delila malah sempat mempertontonkan kepada kita semuanya tentang kepiawaiannya dalam membikin tidur si perkasa ini di pangkuannya dan masih pula Delila sempat memanggil tukang cukur untuk menggunduli kepala Simson yang perkasa! Benar-benar Simson si perkasa adalah penidur wanita yang ulung dan sekaligus tukang tidur yang ulung.
Dengan cara inilah Alkitab memuliakan para pahlawannya. Tetapi mereka harus sadar bahwa Simson bukanlah pahlawan bagi orang-orang yang tidak bersunat, dia adalah “pahlawan” di sisi orang-orang yang bersunat!!

Yosia yang Saleh Mati Menentang Allah
Karena kesalehannya, kematiannya menimbulkan ratapan bagi seluruh Yehuda dan Yerusalem. Bahkan Yeremia membuat syair ratapan khusus untuknya. “Perbuatan-perbuatannya yang saleh yang sesuai dengan yang ada tertulis dalam Taurat Tuhan” (2 Tawarikh 35:24,25,26)
Betapa kontradiksinya bahwa Yosia yang diratapi ini ternyata diceritakan mati dalam keadaan menentang Allah!! Inilah metode Alkitab dalam merusak karakter orang “saleh”:
“setelah Yosia memperbaiki rumah Tuhan, majulah Nekho, raja Mesir, hendak berperang di Karkhemis di tepi sungai Efrat. Yosia keluar menghadapinya. Ia mengirim utusan kepada Yosia, dengan pesan: “Apakah urusanmu dengan aku, raja Yehuda? Saat Ini Aku Tidak Datang Melawan Engkau, tetapi melawan keluarga raja yang sedang kuperangi. ALLAH MEMERINTAHKAN AKU supaya segera bertindak. HENTIKAN NIATMU MENENTANG ALLAH YANG MENYERTAI AKU, SUPAYA ENGKAU JANGAN DIMUSNAHKANNYA!”(2 Tawarikh 35:20-21).
Tetapi orang saleh ini ternyata berwatak bebal dan keras kepala, dia tidak peduli dengan anjuran Nekho yang berperang atas perintah Allah:
“Tetapi Yosia tidak berpaling dari padanya, melainkan menyamar untuk berperang melawan dia. Ia tidak mengindahkan kata-kata Nekho, yang merupakan pesan Allah, lalu berperang di lembah Megido. Maka pemanah-pemanah menembaki raja Yosia, dan raja berseru kepada orang-orangnya: “Bawa aku dari sini, karena aku luka parah!” Orang-orangnya mengangkutnya dengan kereta cadangannya lalu membawanya ke Yerusalem. Kemudian matilah ia, lalu dikuburkan di pekuburan nenek moyangnya. Seluruh Yehuda dan Yerusalem berkabung karena Yosia” (ibid:22-24)
Lihatlah wahai saudaraku! Adakah orang diyakini kesalehannya tetapi mati keras kepala karena menentang Allah? Ada, Yosia-lah orangnya.
Yang jelas, dengan kedurhakaannya inilah Yosia dimuliakan di dalam Alkitab! Yosia menduduki tempat terhormat sebagai kakek buyut Yesus!
“…Amon memperanakkkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya….Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.” (Matius 1:10,11,16)
Iman Alkitab yang membingungkan ataukah kebingungan Alkitab yang harus diimani?! Ataukah kedua-duanya?!

Allah Menyesal & Nabi Yunus kesal karena kaumnya insyaf dari kejahatannya
Inilah ancaman Nabi Yunus kepada kaumnya sebagaimana yang difirmankan oleh Allah kepadanya:
“Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggang balikkan” dan sampailah kabar itu kepada rajanya, maka “turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu”. Baginda raja-pun bertitah kepada rakyatnya: “…haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya….sehingga kita tidak binasa” (Yunus 3:4-9)
Nampaknya, pertobatan massal yang diserukan oleh raja kota Niniwe tersebut luput dari pengetahuan Allah, sehingga…
“Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, MAKA MENYESALLAH ALLAH karena malapetaka yang telah dirancangNya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya” (ibid: 10)
Tiada hal yang lebih membahagiakan bagi seorang nabi ketika menyaksikan kaumnya berubah menjadi kaum yang taat kepada Allah sehingga murka Allah tidak jadi ditimpakan kepada mereka.
Artinya: “Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” (QS. Yunus: 98)
Adalah hal yang aneh bahwa Alkitab para penginjil LPMI justru menceritakan kekesalan nabi Yunus ketika kaumnya berbalik insyaf dari segala kejahatannya:
“Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia”
“Saking” marahnya, nabi Yunus sampai berkata kepada Allah: “Jadi sekarang ya Tuhan, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati daripada hidup. Tetapi firmanNya: “Layakkah engkau marah?” (Yunus 4: 1, 3-4)
Tidak ada keterangan apapun di dalam Alkitab, apakah nabi Yunus tetap dalam kondisi marah atau bagaimana?
Al-Qur’an (lagi-lagi) bangkit membela kehormatan nabiNya:
“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap[967]: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiyaa’: 87-88)
[967] Yang dimaksud dengan keadaan yang sangat gelap ialah didalam perut ikan, di dalam laut dan di malam hari.

Keanehan “Tuhan”, Melarang Muridnya Mengubur Orang Tuanya
Kaum Kristen selalu mengkampanyekan ajaran “Kasih”, kasih macam apakah yang diajarkannya?
“…salah seorang muridNya, berkata kepadaNya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” (Matius 8:21)
Bagaimana tanggapan Yesus mengenai permintaan yang sangat manusiawi ini?
“Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutilah Aku dan BIARLAH ORANG MATI MENGUBURKAN ORANG-ORANG MATI MEREKA”( ibid:22)
Betapa kejamnya dikau wahai “tuhan” kasih yang tiada memiliki belas kasih! Orang mati menguburkan orang mati? Ajaran macam apapula yang kao ajarkan ini? Engkau tiada bisa memberi kasih kepada orang lain jika engkau sendiri tidak punya kasih.

Ayub ‘alaihis salam(?) menghinakan Allah!
Al-Qur’an mengabadikan keikhlasan yang beliau terima dari cobaan keimanan berupa penyakit yang Allah berikan kepada beliau:
Artinya: “dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang”. Maka Kami-pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipatgandakan bilangan mereka. Sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS.21:83-84)
Demikianlah iman yang berbuah keikhlasan atas cobaan dari Allah Ta’ala telah mendapatkan balasan keutamaan yang berlipat-lipat.
Akan tetapi kaum Yahudi tetaplah kaum Yahudi, bangsa pembangkang terhadap para nabi dan rasul, mereka buat dengan tangan-tangan mereka sendiri “kitab suci” untuk menghinakan kedudukan dan kemuliaan para nabi dan rasul setara dengan kebencian mereka terhadap para nabi dan rasul tersebut dan Alkitab adalah salah satu hasil karya mereka untuk menistakan kemuliaan para utusan Allah!! Ayub ‘alaihis salam rekaan bani Israil laknatullah adalah pengumpat yang tidak terima dengan cobaan yang Allah berikan dan Allah-pun menjadi sasaran kemarahannya!
Dengan judul bab: “Ayub Mengeluh tentang Perlakuan Allah”
“Tetapi Ayub menjawab: “Hal seperti itu telah acap kali kudengar. Penghibur sialan kamu semua! Belum habiskah omong kosong itu? Apa yang merangsang engkau untuk menyanggah? Akupun dapat berbicara seperti kamu. Sekiranya kamu pada tempatku; aku akan menggunakan kata-kata indah terhadap kamu, dan menggeleng-gelengkan kepala atas kamu….Tetapi sekarang, Ia telah membuat aku lelah dan menceraiberaikan rumah tanggaku, sudah menangkap aku…MurkaNya menerkam dan memusuhi aku, Ia menggertakkan giginya terhadap aku, lawanku menghadang aku dengan mata berapi-api. Mereka mengangakan mulutnya melawan aku, menampar pipiku dengan cercaan, dan bersama-sama mengerumuni aku, Allah menyerahkan aku kepada orang lalim, dan menjatuhkan aku ke dalam tangan orang fasik. Aku hidup dengan tenteram, tetapi Ia menggelisahkan aku, aku ditangkapNya pada tengkukku, lalu dibantingNya, dan aku ditegakkanNya menjadi sasaranNya. Aku dihujani anak panah, ginjalku ditembusNya dengan tak kenal belas kasihan, empeduku ditumpahkanNya ke tanah. Ia merobek-robek aku, menyerang aku laksana pejuang. …”(Ayub 16:11-4,7,9-14)
Setelah semua cercaan Ayub terhadap Tuhannya, maka inilah keputusasaan dirinya…
Semangatku patah, umurku telah habis, dan bagiku tersedia kuburan.” (Ayub 17:1)
Masih adakah kemuliaan yang tersisa dari nabi yang seperti ini?!
Sungguh Islam adalah haq dan Islam tidak pernah mengajarkan kepada umatnya dalam beribadah kepada Alllah Ta’ala dengan melakukan penistaan dan pelecehan terhadap nabiNya dengan cara hina dina seperti isi Alkitab LPMI!

Yehuda, Tamar dan Onan, skandal persundalan tak bermoral yang dimuliakan!
Ini adalah Tamar lainnya, bukan Tamar binti Daud yang diperkosa Amnon bin Daud, saudara kandungnya sendiri. Tamar di sini adalah menantu dari Yehuda, menurut alkitab. Bukalah Kitab Kejadian, pasal 38 dengan judul “Yehuda dan Tamar”.
Bapak moyang bangsa Yahudi ini menikah dengan seorang anak perempuan Kanaan, Syua namanya. Dari pernikahan ini lahirlah tiga anak lelaki, Er si sulung, Onan dan si bungsu Syela. Setelah dewasa. Er-pun dikawinkan dengan wanita bernama Tamar, “Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata Tuhan, maka Tuhan membunuh dia.” (ayat 7).
Adalah adat kebiasaan kaum Yahudi bahwa jika seorang lelaki menikah dengan wanita dam lelaki tersebut  mati sebelum mendapatkan keturunan, maka kewajiban saudaranya yang lainlah untuk memberikan “sperma”nya  kepada istri saudaranya untuk membangkitkan keturunan bagi kakaknya yang telah mati tersebut.. Yehuda adalah orang yang taat memegang teguh prinsip ini sehingga dinikahkanlah anak keduanya, Onan dengan mantan istri kakaknya, Tamar. Tetapi Onan merasa kesal, sebab dirinya yang menanam “sperma’ di rahim tamar akan tetapi jika benih tersebut menjadi anak manusia, nama kakaknya yang akan dipakai. Maka setiap akan mencapai orgasme, “”ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. Tetapi yang dilakukannnya itu jahat di mata Tuhan, maka Tuhan membunuh dia juga” (ayat 9-10)
Onan telah mati riwayatnya, akan tetapi Alkitab tetap dijadikan literatur ilmu sexology, Sexolog Kristen mengabadikan namanya berkaitan dengan “coitus interuptus” yang dilakukannya dengan istilah “Onanisme”.
Karena Syela (anak bungsunya) masih kecil, maka Yehuda menyuruh Tamar tinggal di rumahnya sambil menunggu Syela tumbuh dewasa untuk menggantikan “posisi” kedua kakaknya yang telah mati. Tetapi, Yehuda-pun berpikir was-was: “Jangan-jangan ia mati (juga*peny) seperti kakaknya itu” (ayat 11).
Waktu terus berlalu, istri Yehuda meninggal, hari berkabung telah lewat dan Tamar tidak bisa lagi sabar menunggu janji “bapak mertua”nya sebab Tamar mengetahui bahwa Syela telah dewasa tetapi tidak juga dinikahkan dengan dirinya.
Ketika Tamar mengetahui bahwa Yehuda hendak pergi ke Timna untuk menggunting bulu-bulu dombanya, dengan menaggalkan pakaian kejandaannya, bertelekung dan berselubung maka Tamar mendahului perjalanan Yehuda dan duduk “menunggu” di pintu masuk ke Enaim.
“Ketika Yehuda melihat dia (tanpa tahu bahwa perempuan itu adalah Tamar0, disangkalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya. Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: “Marilah, aku mau menghampiri engkau (Alkitab tahun 1960 tertulis: “Marilah engkau, biarlah aku berseketiduran dengan dikau.), sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya.” Tetapi Tamar meminta upah dan barang apa yang bisa diberikan oleh Yehuda kepadanya jika dirinya mau ditiduri oleh Yehuda, maka Yehuda berjanji akan memberikan upah seekor anak kambing. Tetapi Tamar meminta jaminan bahwa Yehudia benar-benar menepati janjinya, maka diberikanlah “cap meterai, kalung dan tongkatnya”. Setelah itu keduanya berhubungan intim layaknya suami istri. Maka “Perempuan itu mengandung daripadanya” (ayat18).
Adapun Yehuda, maka ia menepati janjinya mengirimkan anak domba tersebut melalui perantara sahabatnya kepada wanita yang ditidurinya untuk mengambil kembali jaminan yang dipegang oleh wanita tersebut. Tetapi sahabatnya tidak dapat menemukan wanita “jalang” yang misterius itu.
Sepandai-pandainya hidung belang melompat, tetapi barang jaminan sebagai bukti masih dipegang oleh si jalang. Tiga bulan kemudian, sampailah berita kepada Yehuda bahwa Tamar telah melakukan persundalan sehingga mengandung. “lalu berkatalah Yehuda kepada utusannya: “Bawalah perempuan itu, supaya dibakar.” Tetapi Tamar bukanlah wanita bodoh, ia telah mempersiapkan skenario persundalan itu dengan matangnya, diberikanlah olehnya cap meterai, kalung dan tongkat yang dulu diterimanya dari Yehuda dengan pesan agar Yehuda mencari pemiliknya untuk mempertanggungjawabkan anak yang dikandungnya. Tentu saja Yehuda terkejut, ia sangat tahu bahwa semua jaminan persundalan itu adalah miliknya sendiri! Yehuda-lah lelaki sundal yang telah meniduri menantunya sendiri! Yehuda menyatakan bahwa menantunya-lah yang lebih benar “Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu.”(ayat 26).
Alkitab menegaskan: “Bila seorang laki-laki tidur dengan menantunya perempuan, PASTILAH KEDUANYA DIHUKUM MATI; mereka telah melakukan suatu perbuatan keji, maka darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.” (Imamat 20:12)
Itulah hukum Allah yang diturunkan kepada kaum Yehuda. Akan tetapi hukum Allah ini tidak boleh digenapi karena untuk menggenapi Injil karangan Matius bahwa dari keturunan persundalan inilah Yesus harus lahir!!
Sekarang tibalah saatnya bagi Tamar untuk melahirkan dari hasil persundalannya dengan mertuanya sendiri, Yehuda, moyang bangsa Yahudi. Lahirlah dua anak kembar yang bernama Peres si sulung dan adiknya Zerah. (ayat 29-30).
Itulah kisah "keras dan cabul" yang dipertontonkan oleh Alkitab! Tetapi siapakah yang menjadi pemenang dalam pertandingan cabul yang sungguh sangat menjijikkan di atas? Yehuda, Tamar, dan kedua anak kembar hasil persundalan mereka, Peres dan Zerah! Ada empat pemenang dalam percabulan ini.
Sekarang anda buka Injil karangan Matius 1dengan judul: “Silsilah Yesus Kristus”
“Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham, Abraham memperanakkkan Ishak, Ishak memperanakkan YAKUB, YAKUB memperanakkan Yehuda dan saudara, YEHUDA memperanakkan PERES dan ZERAH dari TAMAR, PERES memperanakkkan Hezron….DAUD memperanakkan SALOMO dari ISTRI URIA….Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan YESUS yang disebut Kristus.” (ayat 1-16)
Lihatlah pendidikan moral di atas! Bagaimana gereja memperdengarkan melalui lisan-lisan utusannya di seluruh penjuru bumi kepada telinga seluruh jemaatnya laki perempuan, tua muda, anak-anak akan pendidikan amoral yang diajarkan oleh Alkitabnya!
Jika anda (Er) berbuat jahat, maka tuhan akan membunuh anda! Jika anda (Onan) membuang mani ke tanah, maka Tuhan akan membunuh anda! Tetapi jika seorang menantu wanita (Tamar) dengan akal busuknya dan dendam yang membara merenggangkan pahanya menerima ajakan persundalan dari mertuanya (Yehuda) sehingga mengandung dan beranak pinak, maka kedua pelaku kekejian tersebut beserta anak cucunya akan mendapat pahala!!
Daud sang pezina dengan istri Uria adalah kakek buyut Yesus!
Salomo (anak hasil persundalan mereka) yang musyrik si raja Syahwat dengan 700 istri dan 300 gundik adalah adalah kakek buyut Yesus!
Yehuda dan Tamar adalah kakek buyut dan nenek buyut Yesus!!
Seluruh pelaku cerita busuk ini ternyata mendapatkan tempat yang terhormat dalam “kitab suci” Bibel karena perbuatan maksiat yang mereka lakukan. Mereka telah menjadi kakek dan nenek moyang Yesus, "tuhannya"!!
Mintalah kepada setiap pendeta atau missionaris yang menyodorkan Alkitab mereka untuk memurtadkan kaum muslimin agar memberikan penjelasan moral betapa mulianya persundalan beruntun di atas sehingga menghasilkan “anak Allah” penebus dosa manusia. Percayalah bahwa mereka tidak akan mampu memperbaiki moral umatnya dalam kondisi Alkitab yang sedemikian “parahnya”.
Sekali lagi, kita tanyakan kepada si Kyai itu, masih mampukah anda berbicara keji bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang paling porno?! Maka tidak ada yang bisa dilakukan oleh para pendeta pengecut LPMI dan yang sejenis dengannya kecuali mengharuskan mereka melakukan tindakan gagah berani dengan membanting Al-Qur’an ke lantai dan mengangkat tinggi-tinggi Alkitab yang memuliakan perbuatan sundal dan memuliakan anak keturunan (baca:”Tuhan”) dari hasil persundalan!
Semoga Allah segera membalas kejahatan mereka, para penghina kehormatan nabi-nabi Allah dan semoga Allah melindungi seluruh kaum muslimin dari makar keji kekafirannya, amin.
BAHASA CABUL, Al-Qur’an ataukah Alkitab Gus? Tetapi percayalah bahwa akan tetap ada orang-orang yang melahap dan mengimani semua pornoaksi di atas untuk mendapatkan surga! Inna lillahi wa inna ilahi raji’un.

(Disusun oleh Abdul Hadi)*

 *dengan tambahan dari berbagai sumber

14 - May - 2007

Benar !! Mubarak Bergabung dengan JIL di Sarangnya

Filed under: Umum, Ilmu

Bismillah…

"MELAWAN "SETAN JIL" DI SARANGNYA", demikian judul yang cukup gegap-gempita  yang dirilis oleh PP Al Irsyad Farouk Badjabir http://www.alirsyad.or.id/index.html pada tanggal 30 April 05 pukul 11:25.

Kita terkesan adanya permusuhan yang mendalam dari muslimin khususnya Al Irsyad atas JIL dan bahkan tokoh perlawanan tersebut, yakni Hartono Ahmad Jaiz langsung mengambil posisi di IAIN alias UIN Jakarta ditemani Muhammad At Tamimi.

Acara itu sendiri ternyata diprakarsai anak-anak JIL sendiri, Hartono membedah bukunya "Ada Pemurtadan di IAIN". Acara bedah buku karya Hartono Ahmad Jaiz itu berlangsung di Masjid Kampus UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta, Sabtu 16 April 2005 bertepatan dengan tanggal 7 Rabi’ul Awwal 1426 Hijriah.

Lantas kita juga mengetahui aksi lain yang turut membantah JIL yang banyak bercokol di IAIN/STAIN/UIN tersebut, diantaranya tulisan sbb :
1. BAHAYA FIRQAH LIBERAL, Abu Hamzah Agus Hasan Bashari rilis Almanhaj Selasa, 12 Desember 2006 04:32:35 WIB. Disalin dari Majalah As Sunnah Edisi 04/VI/1423/2002M
2. Wanita Di Saudi Arabia, Abu Ubaidah Al-Atsari, rilis Almanhaj  Selasa, 27 Februari 2007 16:07:11 WIB. Disalin dari majalah Al Furqon, Edisi : 6 Tahun V/Muharram 1427/Februari 2006
3. JIL Sebuah Doktrin Yang Telah Usang, Muhammad Arifin Badri, rilis Muslim 31 January, 2007

Sikap serupa juga dianut oleh AS (Abu Salma), ketua Lajnah Dakwah PC AL Irsyad Surabaya yang menampilkan Ebook/artikel berjudul Menangkal Bahaya JIL,  Membongkar Kesesatan JIL (Jaringan Iblis Laknatullah), JIL sebuah doktrin yang telah usang,  Menangkal Bahaya JIL (Jaringan Islam Liberal) dan FLA (Fikih Lintas Agama) Hartono Ahmad Jaiz dan Agus Hasan Bashori, dst.

AS juga berfatwa pada buku tamu kesayangannya no 14 pada sbb : "Ana tidak menyarankan antum masuk ke IAIN, karena masih banyak tempat lain yang lebih aman untuk aqidah dan manhaj antum yang bisa antum jadikan sarana untuk mendapatkan ijazah agama."

Masya Allah, sebuah upaya pembelaan atas agama Islam yang mulia ini bila dilandasi dengan kejujuran dan konsisten.

Akan tetapi, sebuah pertanyaan yang masuk kepada Al Ustadz Abu Mas’ud Lamongan yang mengomentari tentang seorang dai Al Irsyad. Dalam pertanyaan itu disinggung sikap aneh dari dai yang kuliah di sarang JIL yakni IAIN Surabaya. Padahal kita tahu bahwa dewan redaksi majalah Mahad Ali Al Irsyad Surabaya adalah : Abu ‘Abdillah Mubarak Bamu’allim, Ust. Abu Suhaib Salim ‘Ali Ghanim dst.

Serta-merta si AS dengan watak auto immune alias auto protect tergopoh-gopoh mengkonfirmasi pada sang guru dan menjawab dengan fakta di buku tamunya nomor 122 pada Mei 8th, 2007 pada 2:03 pm yang poin-poinnya menurut pandangan AS sbb  :
1. Ustadz Abu Mas’ud berlisan tajam dan tampak tdak menunjukkan muru’ah sebagai seorang da’i
Dibawakan ucapan beliau , ”antum koq mau sekolah bareng ama telek-telek –maaf- dan kotoran?”
Komentar : Masalah manhaj ataukah akhlaq nih, kalau benar ucapan engkau, tidak pantas engkau nukil disini untuk menjarh seseorang
2. Ustadz Abu Mas’ud mantan preman : "… sebelum jadi da’i dia ini adalah preman… jadi walau sudah jadi da’i tetap saja sedikit karakter premanismenya tidak hilang…"
Komentar : Bagaimana dengan para Shahabat Nabi yang mantan-mantan, kendati sudah ruju’ kalau benar ucapan engkau – terus engkau ungkitungkit ???
3. Ustadz Abu Masud berkopiah berwarna seperti motif kulit macan –dan ini ciri khas sebagian murid-muridnya, yaitu pake kopiah khas motif kulit macan-.  Komentar : Hendak mencocokkan karakter preman dengan penampilan kopiah ya ?
4. "Yang lebih parah lagi adl murid-2nya. Fanatik tulen! ", "… garis-garis shaf di Masjid itu bid’ah, dan ini itu bid’ah.  Komentar : Belum tahu ya garis shaf itu memang bid’ah !
5. "…banyak kosakata jarh baru yg tdk pernah ada sebelumnya, mulai dari nama hewan, sampai kotoran pun ikut."
Komentar : Masih ingat kosakata engkau dalam artikel "Open House bersama Rachdie (31/01/2007)" http://fakta.blogsome.com/2007/01/31/open-house-bersama-rachdie-31012007 ?
6. Ustadz Mubarok sendiri waktu ana konfirmasi tuduhan-2nya menasehatkan supaya gak usah dihiraukan.
Komentar : Akan datang buktinya yang melumpuhkan kedustaan engkau dan guru engkau…
7. Biasanya yang bisa menerima ucapan-2 Abu Masud ini adl org yg serupa atau juga mantan preman. Jadi cocoklah preman ketemu preman.
Komentar : Kebencianmu tergambar kuat disini

Baiklah, untuk menambah wawasan kita, marilah klik alamat situs di bawah ini :
1. http://img329.imageshack.us/img329/674/transkripstainiq9.jpg

Tampak disana transkrip yang dikirim salah seorang paska tulisan Mubarak Bamuallim, Lc Menimba Ilmu di sarang JIL http://fakta.blogsome.com/2007/05/04/mubarak-bamuallim-lc-menimba-ilmu-di-iain/  dibantah oleh AS.

Nampak tulisan tersebut berkop : "Departemen Agama Republik Indonesia, Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel. Program Pasca Sarjana." Disana kita ketahui untuk konsentrasi Syariah, mahasiswa harus mempelajari ilmu Yunani Kuno yakni : Filsafat Ilmu, Filsafat Hukum dst.

Tertera disana nama untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi ini, yakni pada direktur Program Pasca Sarjana Prof. Dr. H. Ahmad Zahro, MA. Alamat IAIN yakni Jl. Jend. A Yani 117 Telp 031 8420118. Surabaya.

2. http://img329.imageshack.us/img329/1223/presensistainnp2.jpg

Nampak kop bertuliskan "Departemen Agama Republik Indonesia, Institut Agama Islam Negeri SUnan Ampel. Program Magister (S-2)".

Tertera disana tulisan "Daftar Hadir Tatap Muka Mahasiswa" untuk mata kuliah Sejarah Pemikiran Islam dengan dosen Dr. H. Husein Aziz, MA bobot 3 SKS, semester I/Gasal, Kelas Khusus/B (Kelas Eksekutif ?), tahun akademik 2006/2007.

Nama yang tak asing lagi, Mubarok Bamualim (alias Abu ‘Abdillah Mubarak Bamu’allim) dengan NIM FO540680 hadir pada tatap muka 01 hingga 10.

Adapun di nomor 09, nama rekannya di Al Irsyad juga, Salim Ali Ghanim (alias Abu Suhaib Salim ‘Ali Ghanim) dengan NIM FO540688 sama-sama hadir pada tatap muka 01-10.
Diiringi dengan teman-teman wanitanya, yakni Nur Laila, Rifqi Rufaida, Sriyani (?), Ummu Kulsum, Vita Viani, Yuanda Kusuma (?), Nuning Rodiyah. Daftar hadir ini ditandatangani oleh Bapak Dosen sendiri, Husein Aziz.

Wahai ustadz Mubarok dan Salim Ghanim! Lihatlah sikap muridmu sendiri, AS dan rekan-rekanmu yang demikian keras dengan JIL. Adapun engkau? Memamerkan "manhaj karet" ‘tuk mengharap stempel karet bertuliskan "Master of Art" alias M.A atau "Master Agama" alias M.Ag nampak di belakang nama engkau seperti saudaramu Agus Hasan Bashari, Lc, M.Ag ? Kenapa engkau tega menggadaikan prinsipmu (kalau punya prinsip)lantas menimba ilmu di sarang JIL ?

Subhanallah, betapa diri kalian berdua sama sekali tidak bersyukur dengan nikmat yang Allah berikan. Allah telah berikan kesempatan emas bagi kalian berdua untuk menimba ilmu dan langsung mereguknya dari para Masyayikh Madinah, di dalam Universitas dan diluar universitas. Kalian pulang dengan "seabreg’ ilmu tersebut. Kalian berdakwah dan mendakwakan diri sebagai da’i-da’i Ahlus sunnah dan bahkan kalian adalah orang-orang terpenting (setelah Ustadz Abdurrahman Tamimi) dalam penyelenggaraan daurah masyayikh, baik dari Yordania maupun Madinah! dan sekarang? Lihatlah betapa kalian memberikan contoh yang sungguh sangat "membanggakan", membuka dada dan membuka diri untuk didakwahi para Ustadz (bukan masyayikh salafiyyin!!) yang engkau sendiripun belum tentu semanhaj dengan mereka!! Duduk bersama dengan para mahasiswi lainnya!! Duhai….

Maka sungguh kalian berdua lebih berbahaya dari pada ahli pikir-ahli pikir yang jelas-jelas memproklamasikan pemikiran sesat mereka!! Kenapa? Karena setelah mendapatkan ilmu yang haq dari para masyayikh kalian "begitu tega" menggantungkan ilmu-ilmu yang bermanfaat tersebut dan membuka dada untuk "menerima ilmu agama" dan berikhtilath ria di sarang JIL!! (Apakah kami harus mengatakan bahwa kalian berdua adalah orang-orang yang masih awam dalam permasalahan ini?!!) "Sarang JIL"  adalah gelar yang disematkan oleh Al-Irsyad kalian sendiri!!

Bukankah engkau telah melecehkan ilmu yang engkau miliki?! Tampaknya dengan terbongkarnya kedok kalian ini,sekaligus bingkisan FAKTA yang sungguh sangat berharga demi menyambut kedatangan para masyayikh Madinah yang hingar bingar kalian publikasikan. Ahlan wa sahlan, "kami yang lulusan Universitas Islam Madinah yang dulu menjadi murid-murid kalian (wahai Masyayikh) sekarang telah menjadi mahasiswa program master di Sarang JIL!!" Berbanggalah wahai AS dan sekutunya!

Jadi  wahai ikhwah sekalian, dengan cara inilah mereka telah menghinakan ilmu para masyayikh yang diterimanya semasa kuliah di Madinah. Bukankah Mubarok dan Salim Ghanim yang mengaku berdakwah di atas manhaj Salaf yang ridha membuka dadanya untuk menerima ilmu dien di sarang JIL adalah orang-orang yang lebih berbahaya daripada JIL (Jaringan Iblis Laknatullah) yang terang-terangan mengaku JIL?!  

Lengkap sudah penderitaan akibat engkau berdusta pada ummat manusia, engkau dilecehkan dan engkau dihinakan, walaupun engkau tutupi dengan sumpah atas nama Allah Ta’ala, atau dengan nasehat "gak usah dihiraukan…", atau engkau keluar dari IAIN sekarang juga. Namun tercatat lembaran hitam tersebut di sisi-sisi gelap kehidupan engkau, mahasiswa di sarang JIL Surabaya.

Marilah kita sitir terjemahan dari hadis shahih Bukhari-Muslim berikut ini :
“Biasakanlah olehmu berkata benar, karena berkata benar itu dapat menuntun kepada kebaikan dan kebaikan itu dapat menuntun ke surga; dan selalu seseorang itu berkata benar dan menjaga benar, dan menjaga supaya tetap benar, sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang siddiq (yang amat benar). Dan berhati–hatilah dari berkata dusta, karena dusta itu menuntun ke dalam neraka, dan selalu seorang hamba berlaku curang sehingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari Muslim)

Silakan pembaca menilai siapa yang berdusta kini dan suka membela pendusta ???

Wallahu Ta’ala A’lam bish showab.

Abdul Hadi






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham