FAnas diKata, tetapi…nyaTA! (2)
Bukankah sekarang anda tahu, kenapa mereka begitu getolnya berupaya memasang taring-taring tajam di muka-muka kami? Berupaya memberikan kesan bahwa kami adalah manusia-manusia jahat, perusak nomor wahid dan tidak ketinggalan pula menggelarinya sebagai Haddadiyah Jadiidah!! Fa ya subhanallah, hanya karena kami menyodorkan bukti kejahatan Al-Irsyad yang selama ini mereka sembunyikan wahai saudaraku sekalian yang semoga dirahmati Allah!
Hanya karena kami menyodorkannya bersama bukti-bukti yang tidak bisa diingkarinya sehingga seribu satu helah sibuk dia datangkan untuk mentalbisnya!
Hanya karena kami mempublikasikan kesesatan dan kejahatan Ihya’ At-Turats yang dihimpun oleh saudara-saudara kita di Kuwait sana dan dihimpun pula oleh Masyayikh kita, wahai saudaraku sekalian yang semoga dirahmati Allah, sehingga mereka siap untuk menghunuskan pedang dan merobek-robek mulut kami!!
Apakah karena yang menghadirkan bukti-bukti tersebut adalah anak-anak ingusan, sehingga anda sekalian tidak mampu mendustakannya?
Hanya karena mempublikasikan kejahatan Al-Sofwa Al-Muntada (yang selama ini disembunyikan) sehingga tidak lagi bisa disembunyikan dari pandangan anda sekalian wahai saudaraku maka mereka ini siap mengerahkan para preman beringas untuk menghadapi kami !!
Hanya karena kami mempublikasikan persekongkolan Ihya’ At-Turats dengan Rafidhah, dengan Ikhwanul Muslimin dan kemesraan para da’i kondang itu wahai saudaraku sekalian sehingga mereka mendidih darah hizbiyyahnya!
Wallahi kemarahan mereka sama sekali bukanlah marah karena Allah tetapi karena kedok kejahatan mereka & ustadz mereka sekarang ini telah diketahui oleh seluruh kaum muslimin!! Sssst..tidak ada lagi rahasia diantara kita dan umat.
Kalau benar mereka marah karena Allah, maka bukan kepada kami seharusnya kemarahan itu dilontarkan! Kepada Al-Sofwalah mereka harus marah karena yayasan inilah yang telah diperingatkan oleh Syaikh Rabi’ pada tahun 1999 akan menjadi musuh paling besar bagi dakwah Salafiyyah di negeri kita!! Subhanallah alangkah benarnya apa yang telah beliau peringatkan!
Kalau benar mereka marah karena Allah maka bukan kepada kami, seharusnya kemarahan itu dilontarkan! Kepada Ihya’ At-Turats-lah mereka harus marah!! Yayasan Hizbiyyah inilah yang telah memecahbelah dakwah! Di satu sisi mereka beri orang-orang dan yayasan-yayasan Ikhwani, di sisi lain sururi-pun mereka suapi! Yayasan inilah yang (sekali lagi) memecah-belah salafiyyin di seluruh dunia! Ini adalah FAKTA yang NYATA! Dan jangan sekali-kali anda terkecoh dengan “sepuhan Emas” si ular berbisa karena sepuhan emas imitasinya telah luntur seluntur-lunturnya!! Karena itulah dia marah tiada terkira!!
Kalau benar mereka marah karena Allah maka bukan kepada kami seharusnya kemarahan itu dilontarkan! Kepada Al-Irsyadlah mereka wajib marah!! Kenapa mereka seketika berubah menjadi setan-setan bisu ketika kami mempublikasikan kejahatan keji dan luar biasa Majelis Ifta’ & Tarjih Al-Irsyad Al-Islamiyah yang notabene adalah murid-murid Surkati di madrasah Aqlaniyahnya dengan karya Himpunan Tiga Risalah yang menginjak-injak martabat & kehormatan para ulama pewaris para nabi? Simak scan buku karya besar Agus Hasan Bashori yang kontroversial tersebut disini :
http://www.eggdisk.com/files/162358_jv4bo/Lamp_4_cover_himpunan_tiga_risalah_alirsyad.JPG http://www.eggdisk.com/files/162359_talgx/Lamp_4a_Agus_Irsyad_Aktor_TikamUlama.JPG http://www.eggdisk.com/files/162360_b84b7/Lamp_4b_Buku_Himpunan_Tiga_Risalah_AlIrsyad_tikam_ulama_1.JPG http://www.eggdisk.com/files/162361_suydy/Lamp_4c_Buku_Himpunan_Tiga_Risalah_AlIrsyad_tikam_ulama_2.JPG http://www.eggdisk.com/files/162362_q0lvy/Lamp_4d_Buku_Himpunan_Tiga_Risalah_AlIrsyad_tikam_ulama_3.JPG http://www.eggdisk.com/files/162363_kap8g/Lamp_4e_Buku_Himpunan_Tiga_Risalah_AlIrsyad_tikam_ulama_4.JPG http://www.eggdisk.com/files/162364_uzxmo/Lamp_4f_Buku_Himpunan_Tiga_Risalah_AlIrsyad_tikam_ulama_5.JPG
Lihat, tidak ada satu huruf komentarpun wahai saudaraku sekalian dari bukti kecemburuan dan pembelaan mereka terhadap penghinaan keji ini!! Hanya karena ustadz mereka dan hanya karena organisasi mereka dibongkar kejahatan hizbiyyahnya maka para jagoan itu sudah siap mempertaruhkan nyawanya untuk melumat & merobek-robek mulut anak-anak ingusan itu! Maka bagaimana mungkin bisa dikatakan bahwa mereka marah karena Allah jika ternyata ketika para ulama pewaris para nabi dilecehkan seleceh-lecehnya dan dihinakan sehina-hinanya oleh Majelis Ifta’ & Tarjih, yang kemudian fitnah aqlaniyyah nan busuk ini pada tahun 2004 dibangkitkan kembali dari kuburnya oleh Al-Irsyad (kelompoknya Farouk Badjabir, Farid Okbah, Yusuf Ba’isa, Abdurrahman Tamimi, Mubarak Bamu’allim, Abu Salma alias Abu Amman alias Ibnu Burhan alias Abu Hudzaifah alias Muhammad alias Muhammad Rachdi Pratama) yang diterjemahkan oleh Agus Hasan Bashari dengan judul Himpunan Tiga Risalah (sekali lagi ternyata para preman beringas yang mengaku berdakwah dengan lemah lembut bijaksana & “tidak Haddadiyah Jadiidah”) itu berubah seketika menjadi setan-setan bisu?Mana pembelaan setan-setan bisu itu karena Allah ketika Surkati melecehkan dakwah Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab dengan mengekor tuduhan dari Rafidhah bahwa dakwah tauhid beliau adalah WAHHABI MUSYADDID?”
Dan jangan anda terlalu kuatir karena seluruh kaum muslimin telah mengetahui FAKTA dan buktinya bahwa ucapan Surkati inilah sebagai HUJJAH atas kebohongan ustadz Abdurrahman tamimi di Yordania ketika menceramahi para ulama bahwa Surkati terpengaruh dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab!!
Masyayikh Yordan & para ulama lainnya yang hadir ketika itu benar-benar dibohongi mentah-mentah! Bukankah anda juga tidak memiliki keberanian untuk "melabrak" kebohongan ini wahai para hulubalang raja? Haihata. haihata justru yang ssst ….membocorkan rahasia ini yang dikambing-MLM-kan dan di-filsafat kait-mengaitkan!!
Tentu saja Baginda raja marah bukan kepalang, bukan karena Dakwah Salafiyah yang "dibocorkan" tetapi bukti "bohongiyah" yang dipublikasikan!
Jangan lagi ada dusta diantara ummat dan kita !! Mana kecemburuan “salafiyah” mereka karena Allah ketika FAKTA di depan mata bahwa jelas-jelas Surkati As-Sudani lebih mengidolakan Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi dengan tarian sesat PAN-ISLAMISME yang mempersaudarakan sekte-sekte sesat semacam Khurafiyyun, Syi’ah dan Khawarij? Mana? (Lihat bukti disini http://www.eggdisk.com/files/162444_m0mks/
http://www.eggdisk.com/files/162443_1utjq/)
Mana kecemburuan mereka karena Allah ketika mengetahui bahwa Surkati adalah Syaikh bagi para pejabat penjajah kafir harbi Belanda? (Lihat hal 48, 49 buku Al Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa) Dan…dan…haihata, haihata masihkah para preman sururi & setan-setan bisu itu hendak membakar emosi umat seolah-olah sedang marah karena Allah untuk memperjuangkan dakwah salafiyah?!
Wallahi, demi Allah…
Jangan anda terpancing wahai saudaraku, dia hanyalah hendak menyelamatkan muka dan hendak memperjuangkan kepentingan & kelangsungan hidup organisasinya semata!! Tidaklah dia berbicara kecuali sebagai seorang anggota sebuah organisasi yang terancam kebangkrutan status “salafi” nya karena FAKTA (sekali lagi, FAKTA) yang sudah anda ketahui semuanya.
Sungguh, demi Allah…
Tidaklah berarti apa-apa kami-kami yang miskin ini jika dibandingkan dengan kehormatan para ulama pewaris para nabi yang mereka injak-injak kehormatannya!
Bangunlah wahai saudaraku dari buaian palsu mereka selama ini.
Bukankah anda sudah membaca persaksian ustadz Ibnu Yunus (http://fakta.blogsome.com/2006/12/16/bertahkim-di-depan-masyayikh-yordan/)?
Bukankah anda juga sudah membaca persaksian Ustadz Abu Mas’ud (http://fakta.blogsome.com/2006/11/22/siapakah-aktor-intelektual-pembela-hizbiyyah/)?
Dan bukankah anda juga sudah mendengarkan persaksian Ustadz Muhammad Ridwan Padang yang beliau ini notabene sebelumnya adalah pengajar di Ma’had Bukhari (di website thullabul ilmi)?
Bahkan beliau ini mengumumkan rujuknya justru setelah mengikuti daurah Masyayikh di Wisma Erni Lawang!! (Simak di http://www.thullabul-ilmiy.or.id/blog/?p=50#more-50)
Andapun sekarang juga telah mengetahui siapakah sebenarnya yang suka tahjir, tahdzir, tajrih, ghibah, dan kejelekan-2, siapa pula yang lebih pantas mendapatkan label Haddadiyah Jadiidah. Seharusnya bagi orang “secerdas’ dia sudah mengetahui bahwa dirinya disindir tidak paham Haddadiyah oleh ustadz Askari ketika dengan mudahnya melabeli orang lain sebagai Haddadiyah. Tetapi memang style LIAR terlalu dinikmatinya, sehingga berlagak blo’onpun (walaupun bukan pengangguran karena bekerja di perusahaan Chalid Bawazeer) akan dilakukannya.
Tidak ada pilihan lain baginya kecuali bela “Al-Irsyad As-Salafi” kalau tidak ingin jadi pengangguran “salafy”!!
Tidak ada pilihan lain baginya kecuali harus bela PW/Gubernur Chalid Bawazeer walaupun dengan terus ngotot bermimpi masih menjabat sebagai Ketua Lajnah Dakwah PC Al-Irsyad Liar kalau tidak ingin jadi pengangguran “Al-Irsyad”!!
Dan tidak ada pilihan lain baginya kecuali harus bela Direktur Chalid Bawazeer (walaupun benar-benar tahu hasil dari penerapan asas demoskratos yang sama sekali tidak “nyalaf’) kalau tidak ingin menjadi pengangguran beneran alias di PHK dari perusahaan Siwak-F! Haihata, haihata bagaikan buah simalakama, tidak dimakan bapak ibu mati, kalau dimakan “label” salafi yang harus mati.
Bukan maksud kami untuk meniru “gaya” salah seorang penulis di website ini. Tetapi kami ingin sekali menghadiahkan sebuah syi’ir yang kami persembahkan kepada para preman & segenap hulubalang kerajaan Hizbiyyah-Turatsiyyah beserta segenap relasi dan rekan-rekan dakwahnya. Seorang penyair telah berkata:
Cobaan zaman banyak sekali tak terhingga
Kegembiraannya akan datang kepada anda bak hari raya
Raja, para pembesar memperbudak hulubalang
Kamu akan melihat perbudakan para pelayan
Orang yang ingin diberi “persenan”
Akan tetapi Allah enggan memberi
Orang berkata, ini milikku, ini hartaku
Akan tetapi taqwa adalah sebaik-baik bekal
Wahai orang yang memeluk dunia –tidaklah kekal-
Yang bersafar dalam rangka mencari dunia
Marilah tinggalkan para pemeluk dunia
Sehingga engkau akan memeluk perawan di surga
Jika engkau menginginkan jinaanal khuldi sebagai tempat tinggal
Sepantasnyalah jika dirimu menjauhi neraka
Tidaklah rusak agama ini kecuali oleh tangan raja dan biksu serta pendeta yang jelek
Maka juallah jiwa-jiwa kamu dan jangan mencari laba
Dan janganlah berlebih-lebihan dalam harga jual beli
Sungguh ada kaum yang hidup bermewah-mewahan di satu sisi
Nampak jelas bagi orang yang berakal akan bau busuknya
Jika aku tidak menjumpai teman yang setia, ku kan hidup sendiri
Aku merasakan kelezatan dengan menggaulinya
Aku kan duduk menyendiri beribadah dengan tenang
Aku tetapkan bagi kedua mataku sebagai teman yang kuperingatkan
Tidaklah harta dan keluarga kecuali ada perpisahan
Dan mengharuskan suatu saat nanti pasti ada perpisahan
Setiap anak meskipun memakan waktu yang lama
Pasti akan berjumpa dengan (si) Tulang Bungkuk
Aku melihat dunia bagi yang memiliki
Suatu adzab tatkala berlebihan dimiliki
Hina-lah orang yang menghormati pemiliknya
Dan mulia-lah orang yang menghinakannya
Jika engkau cukup (terhadap) bekal, segeralah tinggalkan
Ambil sedikit secukupnya
Apabila engkau memiliki kelebihan dan ilmu
Dengan tidak menyelisihi orang-orang salaf dan khalaf
Segeralah perlihatkan kepada orang yang melihat dengan tenang
Lemah lembut, tidak rakus dan tidak sombong
Bermanfaat bagi dirimu sebagai bekal tanpa menggantungkan
Termasuk berfikir kritis, lembut dan jarang
Engkau harus hati-hati terhadap orang yang riya’
Sesungguhnya aku telah menang dan rakus
Karena kejelekan terletak di janabat ini
Aku diberi dengan konsekwensi sanggup memutus dan tadabbur
Semoga Allah mengaruniakan hidayah dan petunjuk kepada kita semua. Amin.
Allahumma ya Allah, janganlah beri kami sedikitpun kelicikan berhelah kata dan jangan sekali-kali Engkau beri kami ya Allah dengan kecanggihan tipu daya. Sungguh kami tidak membutuhkan pintu kejahatan dan kebinasaan itu. Janganlah Engkau beri kami kemarahan kecuali karenaMu ya Allah. Lindungilah kami dan saudara-saudara kami dari manusia-manusia jahat yang ingin memalingkan kami demi kepentingan duniawinya ya Allah. Mudahkan dan lapangkanlah bagi kami untuk menerima kebenaranMu ya Allah. Amin.
ADA YANG BERKATA (dengan menukil tahdzir salah seorang ulama terhadap website semisal sahab) yang ditujukan kepada kami (Abdul Hadi) selaku pemilik& pengelola website FAKTA sebagai “orang yang berhati syaithan, pemilik website ini tidak jelas, apakah mereka ini manusia atukah iblis… entah karena takut, banci atau karena mereka adalah manusia-manusia perusak yang menyusup ke barisan Islam untuk menghancur baurkan barisan Islam”
Ada dua pertanyaan (& bukan jawaban) untuk orang sombong seperti di atas:
Pertama, adakah iblis/orang yang berhati syaithan yang berbaik hati dengan mempublikasikan dialog antara seorang manusia, ustadz Usamah Mahri dengan manusia lainnya, seorang Syaikh Salafiyyin Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah yang menyingkap kejahatan Ihya’ beserta kroni-kroninya di negeri ini yang ditulis ulang oleh salah satu ikhwah kita?
Adakah Iblis/orang yang berhati syaithan yang mau menampilkan tulisan salah seorang ustadz yang berisi pembelaan terhadap fitnah & kedhaliman yang dilancarkan oleh dua orang hizbi pendusta?
Adakah Iblis/orang yang berhati syaithan yang mau mempublikasikan secara khusus terjemahan yang berisi bukti-bukti FAKTA kejahatan & kesesatan Ihya’ At-Turats Al-Kuwaiti?
Adakah Iblis/orang yang berhati syaithan yang mempublikasikan “trik-trik dusta & tipu daya” para pembesar & hulubalang Ihya’ At-Turats & jaringannya?
Adakah Iblis/orang yang berhati syaithan yang bersikap demikian wahai saudaraku para pembaca sekalian?
Kami dan anda sekalian janganlah terburu-buru menjawabnya karena orang yang melontarkan pernyataan itulah yang paling berhak memberikan jawabannya!
Kedua, dengan FAKTA (sekali lagi, FAKTA) di atas apakah kami sebagaimana yang dinyatakannya “adalah manusia-manusia perusak yang menyusup ke barisan Islam untuk menghancur baurkan barisan Islam?”
Kami tidak akan memberikan jawaban & justru “memberikan sebuah tamparan bagi sebagian saudara-saudara kita, termasuk murid-murid Ustadz Abdurrahman At-Tamimi”:
Apa tujuan As-Surkati dengan menghalalkan & sekaligus meminta serta menerima uang lotre penjajah kafir Belanda bagi pendirian organisasi Al-Irsyad Al-Islamiyyah? (Lihat hal 49 buku Al Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa)
Dan apa pula tujuan sebenarnya dari jabatannya sebagai Syaikh para pejabat penjajah kafir harbi Belanda ketika menjajah Indonesia?
Apa pula tujuan yang diinginkannya dengan membai’at para pengikutnya? (Lihat hal 60-61 buku Al Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa http://fakta.blogsome.com/2007/01/06/resume-kejanggalan-buku-al-irsyad-mengisi-sejarah-bangsa-karya-h-hussein-badjerei/)
Dengan FAKTA itu semua, apa maksud mereka dengan mengajak kita semua agar meyakini bahwa Surkati adalah satu-satunya da’i yang berjuang di masanya?
Syaikh salafiyyin dengan segala kebesarannya sebagaimana yang dipidatokan oleh Ustadz Abdurrahman Tamimi di Yordania? Apakah ular berbisa itu dengan buku tamunya adalah “manusia perusak yang menyusup ke barisan Islam untuk menghancur-leburkan barisan Islam?” Bukankah dirinya sendiri yang mengumumkan kepada kita di dalam biodata keahliannya bahwa ular berbisa ini adalah jebolan kursus CTPAT (Custom Trade Protecting Againts Terrorism) made in Amerika sang teroris terbesar? Haihata, haihata siapakah sebenarnya manusia perusak yang menyusup ke barisan Islam yang menjadi kaki tangan produk anti terorisnya Amerika?
Terakhir, cukuplah FAKTA (sekali lagi, FAKTA) yang diungkapkan oleh Syaikh Muqbil Rahimahullah untuk menghancurkan talbis "kambingMLMhitam" sang ular berbisa sekaligus talbis “buruk muka kaca yang dipecah” para kroni-kroni Ihya’ At-Turats yang menuduh Salafiyyin telah melakukan tahdzir & hajr tanpa mengikuti aturan itulah yang menyebabkan perpecahan di kalangan Salafiyyun (Lerai, hal.247):
“Saya (Syaikh Muqbil Rahimahullah-pen) perkirakan dia (Abdurrahman Abdul Khaliq-pen) adalah jongos/kaki tangan Amerika, ia menghendaki perpecahan dakwah, bahkan mengorbankan hartanya untuk itu”
Beliau juga berkata:
“Saya berpendapat tidak benar menyerahkan dana kepada yayasan Ihya’ At-Turats karena mereka gencar memecahbelah dakwah Ahlus Sunnah sehingga Ahlus Sunnah di Jeddah & Sudan terpecah”, dan bandingkan dengan tulisan Firanda yang justru mengkambinghitamkan Ahlus Sunnah karena perpecahan ini!
Dan bandingkan pula dengan pendekar ular berbisa seribu helah yang “mengigau” pada tahun 2007 ini dengan menuntut kita agar “iqamatul hujjah” dulu kepada Al-Irsyad Tengaran!
Belum lagi bukti majalah Al-Bayan 2003 Al-Irsyad Tengaran itu kita pegang, apakah dia hendak membodohkan kaum muslimin dari FAKTA kesaksian ustadz Muhammad tentang kejahatan Al-Irsyad Tengaran lebih dari sepuluh tahun yang lalu ketika mereka mendatangkan Abdurrahman Abdul Khaliq sang pembesar sekaligus Syaikh Ihya’ At-Turats (sampai detik ini!) yang melecehkan dan memerangi Salafiyyin?
Apakah dia hendak membodohkan kita semua dengan “senyum kemenangan” Abu Nida’, Ahmas Faiz, Abu Haidar, Yusuf Ba’isa, karena pembelaan mati-matian Kibarul Ulama Ihya’ At-Turats ini terhadap Yusuf Qardhawi dan tuduhan pelecehannya bahwa Salafiyyin itu kaku (Lebih lengkap lihat artikel ustadz Muhammad: Sururiyyah Terus melanda Indonesia)?
Bukankah para da’i “senyum kemenangan’ itu berada di pihak Baginda?
Haihata,haihata tuduhan yang sama telah dilontarkan para kroni Ihya’dan hulubalangnya kepada Salafiyyin sebagaimana Ulama Senior Ihya’ telah melontarkannya. Apakah dia hendak pula membodohkan Salafiyyin bahwa Pesantren Al-Irsyad Tengaran ini pula yang telah mendatangkan dan menampung da’i fitnah pemecahbelah umat dari organisasi sinterklas dakwah Ihya’ At-Turats yakni Syarif Fuadz Hazza Al-Mishri (lebih lengkap lihat transkrip dialog Ustadz Usamah dengan Syaikh Rabi’ hafidhahullah tentang kejahatan Ihya’ dan kroni-kroninya di negeri ini)?
Benar, Al-Irsyad Tengaran adalah salah satu sumber dari sumber-sumber fitnah terbesar bagi dakwah salafiyah dan ini sudah diperingatkan oleh Asatidzah kita lebih dari sepuluh tahun yang lalu!!
Haihata, haihata datanglah seorang Ketua Lajnah Dakwah PC Al-Irsyad LIAR Surabaya (yang ketika “iqamatul hujjah” & tahdzir peringatan terhadap bahayanya jaringan Ihya’ ini terhadap dakwah Salafiyah ditegakkan masih bersekolah di SMP Al-Khairiyah Surabaya) dengan jurus “open house” memamerkan sederet keahlian Arabic: speaking, reading and listeningnya tiba-tiba pada tahun 2007 ini menuntut Salafiyyin agar iqamatul hujjah kepada AL-IRSYAD TENGARAN!
Sekali lagi, haihata, haihata pintu kebinasaan dan “hidangan” pembodohan umat disodorkannya kepada kita. Apa pula yang hendak dikatakannya dengan bukti keliling Indonesianya Quartet Du’at Irsyadiyyah (Farid Ahmad Okbah, Yusuf Ba’isa, Mubarak Bamu’allim) yang memberikan daurah untuk para da’i Al-Irsyad plus pada tahun 2001 yang dirilis oleh situs resmi Al-Irsyad LIAR (www.alirsyad-alislamy.or.id/majelis-dakwah/pelatihan-da’i…)?
Apakah dia masih mampu untuk berucap:”lantas apa hubungannya dengan Ustadz Abdurrahman at-Tamimi dan asatidzah lainnya?”
Fa ya subhanallah, Al-Irsyad adalah sebuah organisasi dengan hirarki komando & instruksi, pertanggungjawaban, aliran dana, mulai dari bawahan ke pimpinan, sebuah sistem yang satu. Dan selama ini pula mereka berdakwah dengan mengibarkan bendera Al-Irsyad (lihat ceramah Ustadz Abdurrahman Tamimi di Yordania yang mengelu-elukan Surkati dan meninggikan dakwah Al-Irsyad Al-Islamiyah).
Dan ketika penyimpangan Al-Irsyad dibeberkan kepada umat bagaimana mungkin dia berlagak blo’on dengan bertanya:”lantas apa hubungannya dengan Ustadz Abdurrahman at-Tamimi dan asatidzah lainnya? Apakah mereka ridha dengan hal ini? Apakah bisa kesalahan orang lain ditimpakan kepada orang lain? Haihata, apakah ini bukan pemahaman sufi atau nasrani?”, “pemikiran filsafat kait mengait?”
Haihata, haihata bukankah “kesalafiyahan Surkati dan organisasi Al-Irsyad’ yang selama ini diteriak-teriakkan dan dibela mati-matian sampai setengah mati oleh anda & ustadz Abdurrahman Tamimi cs? Kenapa pemahaman sufi dan nasrani yang diseret-seret & dikambinghitamkan? Dan kenapa pula pemikiran filsafat kait-mengait yang dituduhkan kepada kami? Apakah anda pura-pura tidak tahu ataukah tidak mau tahu bahwa Surkatilah yang menyelami filsafat!! Ini dari sumber literatur Al-Irsyad sendiri dan bukan kami comot dari situs/produk JIL sebagaimana ketika anda melemparkan fitnah terhadap ustadz Abu Hamzah Yusuf!! Kenapa pula harus kami yang disalahkan karena ulah Syaikh Salafi anda sendiri?
Kita berbicara tentang FAKTA penyimpangan Al-Irsyad dari manhaj Salaf dan terkadang pula kita berbicara mengenai FAKTA penyimpangan para da’inya yang jelas-jelas berdakwah dibawah bendera Al-Irsyad. Bagaimana mungkin dia menuduh kita menggunakan aqidah nasrani terhadap mereka? Bukankah mereka sendiri yang terang-terangan memamerkan pada kita semua sebagai pembela-pembela panji Al-Irsyad Al-Islamiyah dengan contoh ucapannya:”Saya saja selaku ketua lajnah Dakwah Al-Irsyad PC Surabaya?” …
Ini adalah salah satu bukti “keanehan” dakwah salafiyah yang selama ini digembar-gemborkan! Jika benar dakwah Salafiyah yang dibelanya selama ini, kenapa dia sama sekali tidak memiliki rasa malu untuk mengumumkan kepada kaum muslimin di situsnya ini “uswah” gaya-gaya pembangkangan terhadap penguasa muslim? Kenapa dia tidak jelaskan bahwa dirinya, Abdurrahman Tamimi, Mubarak, Chalid Bawazeer, Farid Okbah, Yusuf Baisa dan Farouk Badjabir merupakan bagian dari hirarki organisasi Al-Irsyad Al-Islamiyah yang telah dinyatakan LIAR&ILLEGAL oleh pemerintah RI?
Kalau memang dakwah Salafiyah yang selama ini dibelanya, bagaimana mungkin dia merasa begitu pede-nya mengumumkan kepada kita semuanya sebagai Ketua Lajnah Dakwah PC Al-Irsyad (walaupun status LIAR-nya disembunyikan!)? Kenapa ketika penyelewengan Al-Irsyad diungkapkan dengan bukti & literatur yang ditulis & dipublikasikan oleh orang-orang Al-Irsyad sendiri (& bukan dibuat-buat oleh lalat-lalat itu atau disusun oleh orang-orang blo’on & pengangguran itu!) kemudian dia “mencari aman” dengan alasan bahwa buku itu berbahasa Indonesia?
Kalau benar dakwah Salafiyyah yang dibelanya, tunjukkan secara ilmiyah sebagaimana ciri Ahlus Sunnah literatur pembanding (silakan pula walau masih berbahasa arab) untuk mendustakan atau menolak FAKTA (sekali lagi, FAKTA) yang diungkapkan oleh Hussein Badjerei anak dari Abdullah Badjerei murid tersayang Surkati!). Kalau tidak bisa, jangan coba-coba mengibuli umat dengan helah karena “literaturnya berbahasa Indonesia”! Kita lanjutkan dengan peringatan Syaikh Muqbil rahimahullah tentang Ihya’,
Syaikh juga berkata:
“Dan alhamdulillah, dakwah Ahlus Sunnah tersebar di Yaman & negeri-negeri lainnya. Saya beri kabar gembira kepada kalian bahwa ada pertanyaan dari Inggris, Amerika, & jerman serta negeri-negeri lainnya menanyakan siapakah Abdurrahman Abdul Khaliq & yayasan Ihya At-Turats, lalu saya peringatkan dengan keras agar para pemuda jangan sampai terjatuh ke dalam jerat mereka. Kami katakan, minta tolonglah kepada Allah & berdakwahlah dalam batasan-batasan agama & bersabarlah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabar lapar, haus, sakit & kurang pakaian, jangan kamu jual dakwahmu kepada fulan & fulan…Betapa ruginya orang-orang yang menukar dakwah dengan pembangunan masjid-masjid. Maka kita harus menyingkap kedok mereka & jalan mereka yang menyelisihi Al-Qur’an & As-Sunnah” (I’lamul Ikhwan fid Da’wah Abdurrahman Abdul Khaliq wa Jum’iyyatih wa Majallatil Furqan, Abu Juwairiyah, Maktabah Sahab, 2003)
Itulah FAKTAnya (sekali lagi, FAKTAnya), & kita semua sudah sama menyaksikan, di pihak manakah ular berbisa itu berada?
Dalam kesempatan ini, kami (Abdul Hadi) selaku pengelola website FAKTA secara khusus juga menyampaikan “permohonan ma’af” kepada beberapa penulis yang kami muat file artikel/tulisannya. Bukan karena kesalahan teknis dari artikel-artikel tersebut tetapi dampak dari pemuatan artikel tersebut telah membuat pihak-pihak yang tidak terima dengan FAKTA (sekali lagi, FAKTA) yang diungkapkan menjadi murka & kebakaran kumis.
Bahkan ancaman preman hizbi-pun telah terjadi., walaupun hal ini tidaklah terlalu mengejutkan karena jauh hari sebelumnya do’a kematianpun sudah dikumandangkan, mubahalah & tantangan telah berulang kali dilontarkan. Dulu Syarif Hazza’ yang mengajarkan (mubahalah)nya kemudian ustadz Abdurrahman Tamimi mengikuti jejaknya, "lha kok" sang pejabat Al-Irsyad setingkat kecamatan juga "membebek" mengikutinya. Apakah mereka pura-pura blo’on bahwa salah satu ciri manhaj Haddadiyah adalah mengumbar tantangan mubahalah? Ataukah mereka pura-pura menganggap umat tidak tahu bahwa di dalam salah satu bagian dari artikel Badai Fitnah sudah diungkapkan: “Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah telah menjelaskan bahwa mubahalah adalah cara dakwah Haddadiyyin (pengikut dakwah sesat yang dibawa oleh Mahmud Al-Haddad Al-Mishri)!! Lebih lengkapnya : “Saya (Usamah Mahri) beserta Abu Mundzir Dzul Akmal dari Riau –alumnus Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah- mendatangi Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah dan kami berikan kepada Beliau fotokopi selebaran mubahalah tersebut. Beliaupun membacanya, setelah itu menyatakan bahwa cara dakwah seperti ini (dakwah menantang mubahalah tanpa diawali dengan dakwah bil hikmah wal mauidhatul hasanah wal jidal bil lati hiya ahsan (lihat Fathul Majid Syarah Kitabut Tauhid, hal.81)) adalah cara dakwah Haddadiyyin (pengikut dakwah sesat yang dibawa oleh Mahmud Al-Haddad Al-Mishri). Kami tanyakan pula kepada Beliau tentang figur Syarif Muhammad Fuad Hazza’ (rekan dakwah Abu Nida’[1], Ahmas Faiz, Abu Haidar, Yusuf Baisa, Abu Mush’ab[2]) dan lain-lain-peny), Beliau menjawab:”Kami dulu pernah mengenalnya, ketika dia berada di Imarat, ternyata pemikirannya kacau”.
Pada hari berikutnya kami mendatangi Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah dengan mendatangi rumah Beliau. Pada waktu itu Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Hafidhahullah sedang berada di sana. Lalu ketika selesai shalat Isya’, kami (Usamah Mahri, Ainur Rafiq dan Rudianto) bertanya kepada Syaikh Rabi’ di depan Babus Salam Masjid Nabawi tentang Syarif Muhammad Fuad Hazza’. Beliau (Syaikh Rabi’) berkata:”Orang ini kami ketahui dulunya pernah di Imarat dan mulai kacau pemikirannya karena dia mengikuti pemikiran-pemikiran Abdurrahman Abdul Khaliq (Al-Mishri-peny)”. Kemudian saya (Usamah Mahri) menerangkan kepada Beliau bahwa Syarif Muhammad Fuad Hazza’ sekarang berada di Indonesia diutus oleh Jam’iyyah Ihya’ut Turots, Kuwait dan ditempatkan di Jawa Tengah (Pesantren Al-Irsyad Tengaran-peny)…. Syaikh Rabi’ menanggapi dengan perkataannya:”Kalau demikian adanya, berhati-hatilah terhadap dia (Syarif) dan berilah peringatan kepada saudara-saudaramu para Salafiyyin agar berhati-hati darinya (menjauhinya)” (Sub Bab 10.3 Guru Kencing Berdiri, Anak Murid Kencing Kesana Kemari)
[1] Kita sampaikan perihal yang kita tahu tentang Abu Nida’. Jawaban beliau (Syaikh Muqbil bin Hadi Rahimahullah) : "Orang ini adalah Hizbi! Bisa jadi dia Hizbi karena mengejar materi, atau seorang yang fanatik kepada Hizbi karena kebodohan”. Tetapi melihat pada kenyataan, yang paling tepat adalah kemungkinan pertama, untuk orang sejenis dan satu tipe dengan Abu Nida’ (Bahaya Jaringan JI dari Kuwait dan At-Turots, Sumber artikel :
http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=512).
[2] Abu Mush’ab pada awal-awal fitnah, dia mengikut pada Syarif Fuadz Hazza ( Sururi dari Mesir, red), dia sendiri bilang : "Kalau saja saya tidak bersama mereka, maka saya tidak bisa makan ?" Inilah fitnah harta ! Kabar ini didapat dari ikhwan bernama Abu Mu’adz yang ada di Muntilan, Magelang.(Sumber artikel :Bahaya Jaringan JI dari Kuwait dan At-Turots (3), http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=510)
Bukankah uraian di atas merupakan salah satu bentuk "keajaiban" dari tuduhan santer Haddadiyah Jadiidah yang dilontarkannya kepada kami? Kami yang "dituduh" haddadi dan si penuduh yang "mengamalkan" bukti haddadi-nya!! Aneh…tapi FAKTA!
Apakah mereka mengira bahwa dengan “teror” semacam ini dapat menyembunyikan FAKTA (sekali lagi, FAKTA) tindak tanduk serta penyelewengan manhajnya? Apakah agar anda tidak mereka tuduh sebagai Haddadi sehingga anda diam sebagai setan bisu dari penyelewengan dan penyimpangan mereka? Haihata, haihata…
Sampai disini ternyata orang ini-pun masih belum menemukan helah yang “canggih” untuk bukti kejahatan Majelis Ifta’ dan Tarjih Al-Irsyad, murid-murid Surkati ketika menginjak-injak kehormatan para ulama pewaris para Nabi.
Sekali lagi FAKTA tidak akan pernah bisa dibungkam! Insya Allah.
Mati satu tumbuh seribu, biidznilah.
Tetangga sebelah yang “resmi” berkata, Jangan lagi ada dusta diantara kita!!
Penutup, satu lagi FAKTA tentang segunung kesesatan Ihya’ At Turats dipersembahkan oleh “situs yang dikelola oleh ahlul ahwa’, ahlul bid’ah & ahlu dholalah (para pengikut kesesatan). Dan diantara mereka telah dikenal akan klaim palsunya (terhadap dakwah salafiyah).” Sebentar, itu adalah nukilan fatwa tahdzir salah seorang ulama yang dirilisnya yang kemudian diberi sendiri penjelasan tafshil olehnya (bukan tafshil ulama yang mentahdzirnya!). Siapkan saja memori berkapasitas 95 megabyte untuk menampung FAKTA (sekali lagi, FAKTA) kesesatan Ihya’ At-Turats bagian pertama (dalam format bahasa Arab).
بسم الله و الحمدلله و الصلاة و السلام على رسول الله و بعد :
فهذه مكتبة إلكترونية تحتوى على بعض ما عند جمعية إحياء التراث
من ضلالات ، فقد قام على العمل بها مجموعه من الاخوه السلفيين
جزاهم الله خير ،،، وهذا هو الاصدار الاول من المكتبة
حمل المكتبة
http://www.sahab.net/mydata/madani/altrath.zip
Tetapi jangan anda berkecil hati karena sebagaimana yang dinyatakan oleh ustadz Abu Hamzah Yusuf :”Jika Pembaca ingin tahu arti dari syair ini [(baca: isi file segunung bukti kesesatan yang langsung dipersembahkan oleh pengelola sahab yang “ahlul ahwa’, ahlul bid’ah dan ahlu dholalah (para pengikut kesesatan). Dan diantara mereka telah dikenal akan klaim palsunya (terhadap dakwah salafiyah)-pen]”, tanyakan saja pada pendekar “standar ganda”itu, Kang Bilaly dan Ibnu Bur-han (alias Abu Salma), mudah-mudahan mereka ngerti tapi hati-hati dari tahrif dan ta’wilnya seperti yang terjadi di atas.
Pertanyaannya adalah:
Adakah Iblis atau manusia yang berhati syaithan atau ahlul ahwa’ atau ahlul bid’ah atau ahlu dhalal (para pengikut kesesatan) atau manusia perusak yang menyusup ke barisan Islam untuk menghancur baurkan barisan Islam yang begitu –Masya Allah-nya sehingga mau dan mampu menyusun segunung bukti kesesatan Ihya’ At-Turats dan mempersembahkannya kepada seluruh kaum Muslimin?!
Dan jangan anda sekalian wahai saudaraku menjawabnya karena ada yang lebih berhak dan lebih utama untuk menanggapinya…
Sejujurnya, sebaliknya kami malah kuatir (walaupun yakin bahwa dia bukanlah Iblis) bahwa orang yang mempublikasikan pernyataan-pernyataan seperti ini adalah manusia yang sedang berupaya untuk memecahbelah barisan Islam!! Cukuplah dengan peringatan Syaikh Muqbil Rahimahullah sebagai pelajaran berharga bagi kita semua.
Janganlah karena kami (Abdul Hadi) tidaklah seterkenal & setenar anda sehingga membuat anda menyatakan bahwa kami adalah orang yang takut, majhul & banci. Tidakkah anda telah menyaksikan bahwa preman-preman sururi telah mulai beraksi?
Tantangan yang anda promosikan ke sana ke mari menjadikan kami teringat dengan salah satu ba’it sya’ir yang ditulis oleh Abu Dzulqarnain tentang anda:
Ibnu Burhan….
Janganlah campakkan burhan ‘tuk kdepankan celaan apalagi umbar tantangan
Sodorkan bukti dan kebenaran kepada Syaikh Yordan
Bukanlah “pekerjaan” orang-orang blo’on dan pengangguran
Menjadikannya bahan tertawaan…
Bukti sikap…’tlah hilangnya rasa malu dan kehormatan tuan
PERINGATAN, harus pula kami tegaskan di sini bahwa tidak halal bagi setiap hizbiyyin & orang-orang yang sefikrah-semanhaj dengan Ibnu Burhan untuk mengambil faidah dari petunjuk pembuatan website yang ditulis & dikirimkan oleh akh Ibrahim kepada kami. Kami merasa cukup dengan Allah Ta’ala sebaik-baik saksi atas semua ini. Walhamdulillah.
Fakta, FAnas diKata tetapi…nyaTA!
Wassalam,
Abdul Hadi

