Ustadz Bingung, Sumpek dan ..Stress!
USTADZ PUSING, SUMPEK DAN…STRESS!
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan bermanhaj aneh nan NYATA, mendatangkan para ulama, berdusta, bermain mata bersama tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin dan Takfiriyyin mereka mewujudkan “cinta & pembelaannya” kepada para Masyayikh Salafiyyin…
Tetapi dengan FAKTA kita berupaya mewujudkan kecemburuan agama ini ketika dusta dan main mata dijadikan sebagai bahan permainan orang-orang yang mengundang & mendekat di sekitar Masyayikh Salafiyyin…
Saudaraku sekalian yang semoga dirahmati Allah,
Janganlah tergesa-gesa mengernyitkan dahi karena anda masih membaca judulnya saja. Tetapi, sebelum membaca lebih lanjut kisah yang “mengharu biru” sebagaimana judul di atas, simak dulu sekilas FAKTA di bawah ini…
Tahukah Anda?
1.Tahukah anda bahwa yang pertama kali meletakkan fotonya di mata uang adalah Iskandar al-Maqduni?
2.Tahukah anda bahwa Lagu Kebangsaan yang paling kuno dan paling singkat adalah lagu Kebangsaan Jepang?
3.Tahukah anda bahwa golongan darah yang paling langka adalah OH dan yang memilikinya hanyalah 3 orang saja?
4.Tahukah anda bahwa Perdana Menteri Kuba Feidel Kastrow yang komunis itu telah menghadapi 637 percobaan pembunuhan selama masa pemerintahannya dan semuanya gagal dan sampai hari ini dia tetap berkuasa?
Tahukah anda bahwa kami tidak mampu lagi meneruskan rubrik "Tahukah Anda?" ini karena khawatir anda akan berfikir yang “tidak-tidak” mengenai arah perjuangan si FAKTA?
Tahukah anda bahwa semua “tetek bengek’ di atas hanyalah kami nukil dari sebuah majalah yang berslogan :”Menyatukan Hati dalam Sunnah Nabi”?
Terakhir, tahukah anda bahwa kami tidaklah lebih heran daripada anda sekalian tentang isi “tetek bengek” tersebut apalagi jika dihubungkan dengan slogan SUNNAH NABI yang mereka pampangkan? Kepada “tetek bengek” seperti apa HATI kita akan mereka SATUKAN?!
Dan bagi orang-orang yang menuduh bukti-bukti di website ini FAlsu & taK nyaTA silakan saja langsung menguji kebenarannya dengan “tabayyun” kepada ricky anti haddadi atau Abu ‘Aliy si preman sururi haus darah sanad si Rachdi-Irsyadi Al-Liari atau langsung “muraja’ah” saja kepada pimpinan majalah Qiblati yang terperosok helah sendiri agar membuka majalah Qiblatinya vol.02/no.01/10-2006M/09-1427H/hal.19! Tetapi hati-hati, jangan sampai niat "tabayyun" anda justru menjadikan anda ditelan bulat-bulat oleh kelicikan dan pengelabuan mereka yang luar biasa! Tabayyun ini hanyalah berlaku bagi orang-orang yang keras kepala dengan bukti dan FAKTA yang kami sodorkan. Jangan sampai ada Abu Qatadah-Abu Qatadah kedua!! Berangkat dengan membawa bukti dan hujjah dengan niat tabayyun tetapi kita tidak tahu kapan dia bisa menemukan kembali jalan pulang ke rumahnya! "Tabayyun" fulusnya ternyata "lebih shahih" daripada bukti dan hujjahnya yang dibawa pulang dari Yaman…
Sesi pertanyaan di sebuah pengajian ba’da Maghrib yang bertema Isra’ Mi’raj…
Waduh pusing menghadapi itu! Pusing pak!
Kalau bapak pusing (maka) saya lebih pusing dari bapak! Heran saya, heran!
(Sesi tanya jawab ini ditranskrip oleh Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur. Agar tidak ikut-ikutan pusing, telah kami berikan tambahan beberapa footnote ringan ala kadarnya dengan harapan menjadi setetes dua tetes air yang membasahi kepala-kepala yang mulai fanas dan binun..).
Selengkapnya…
Sang ustadz:
…sebentar sirah ini masuk kepada hijrah ya, hijrah ke periode Madinah dan periode Madinah lebih banyak perangnya. Peperangan-peperangan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam……(suasana hening sekian lama)……
Ada yang mau ditanyakan? Saya tadi mungkin terlalu jelas menerangkannya ya? Lain kali saya tidak perjelas supaya banyak yang tanya he…he!1) Fadhol..
(Pertanyaan jauh dari mikrofon-tidak jelas)
Jawab sang ustadz:
Caranya bersatu ya…ya, memang itu keinginan kita. Cita-cita kita itu adalah persatuan umat Islam. Kita sama-sama melawan musuh yang sudah pasti.2)
Yang jadi masalah sekarang umat Islam itu pecah! Pecahnya pecah lagi, pecahnya pecah lagi, pecahnya pecah lagi! Jadi kalau mula-mula 10 pecah jadi 2, 5-5, ternyata 5 dan 5 ini pecah lagi jadi 2,5 dan 2,5! Terus pecah, itu umat Islam!3)
Dan yang lebih tragis! Lebih tragis! Ajarannya sama! Sama-sama ngajarkan Tauhid! Sama-sama ngajarkan Qur’an dan Sunnah! Kitabnya sama! Rujukannya sama! Gurunya sama! Podho kabeh (jawa, sama semuanya)! Sik tukaran (masih bertengkar)!
Waduuh…apa nggak stress kita ngadapi ini?! Opo sing digolek’i iku opo (apa yang dicari itu apa)? Saya juga mikir kayak bapak, karepe iku opo (maunya itu apa)?4)
Iki podho kabeh (ini semua sama)! Ajarane podho (ajarannya sama)! Kitabe podho (kitabnya sama)! Gurune podho (gurunya sama)! Kene’ opo kok tukaran (kenapa kok bertengkar)? Waduh pusing menghadapi itu! Pusing pak!
Kalau bapak pusing (maka) saya lebih pusing dari bapak! Heran saya, heran! Kalau aqidahnya nggak sama, nggak akur sik (masih) wajar, aqidahe nggak podho (aqidahnya nggak sama)! Iki aqidahe podho (ini aqidahnya sama)! Ajarane podho (ajarannya sama)! Aqidahe podho (aqidahnya sama)! Semuanya sama tapi tukaran (bertengkar)! Aduuuh nggak bisa mbayangkan!5)
Faktornya macam-macam pak, diantara faktornya bisa nggak ikhlas. Itu faktor paling utama, nggak ikhlas! Itu, karena ini lho karena dhuwik, karena uang pak. Jadi agama diibaratkan sama dengan dagangan! Karena dia merasa dakwahnya dapat uang nah dia pertahankan supaya tidak diambil uang saya. Supaya uang saya nggak (me)ngalir ke sana (tetapi) (me)ngalir ke sini!6)
Atau cari murid, yang nggak laku, yang sana laku. Bagaimana supaya laku? Yang sana dipukuli aja biar muridnya ke sini!7)
Atau kepingin terkenal, kepingin disebut-sebut orang. Walhasil macem-macem (macam-macam), intinya nggak ikhlas! Nggak ikhlas!8)
Betul, saya tiap hari mikir, satu hari mulai pagi mikir itu thok (saja)! Pusing saya! Karepe iku opo (maunya itu apa)? Tukaraaan thok (bertengkaaar saja)!
Kalau memang beda aqidahnya ya, beda aqidahnya ya, ini syirik-ini tauhid! Ini bid’ah-ini sunnah! Nggak ketemu sik (masih) wajar. Sik (masih) wajar soale (soalnya) beda. Iki podho (ini sama)! Tauhide podho (tauhidnya sama)! Aqidahe podho (aqidahnya sama)! Sunnahe podho (sunnahnya sama)! Kitabe podho (kitabnya sama)! Semuanya gurunya sama tapi tukaran (bertengkar)! Wis gak eroh wis (Sudah nggak tahu dah)! Itu pak! Ini, yang membuat kita pusing ya ini!! Karepe po (maunya apa)? Gak eruh (Nggak tahu)!9) (Masjid At-Taqwa, Kota Batu-Malang, 11 Januari 2007, kajian ba’da Maghrib, menit ke 42:49 – 47:13)
Oh ya hampir saja ketinggalan, siapakah gerangan ustadz stress tadi? Siapa lagi kalau bukan ustadz Abdullah Hadrami si kurcaci kecil yang telah berupaya –bersama komunitas Ikhwani- mengangkat aib si Aidh al-Qarni gembong besar Ikhwani!! Iya, orang bingung (yang membikin bingung dan resah para mad’unya) inilah yang mengaku tanpa rasa malu telah bermulazamah selama 4 tahun di majelisnya Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah!! Hasilnya? Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
FAKTA,
FAnas di Kata tetapi ini benar-benar kisah tragis ustadz bingung yang nyaTA!
Catatan Kaki:
1) Pada ghalibnya, seorang ustadz akan merasa senang jika materi dien yang disampaikannya dapat diterima dengan jelas dan gamblang oleh para mad’unya. Mad’u bisa menyerap dengan baik sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memahami agamanya karena agama inilah pegangan dan jembatan keselamatan bagi hidupnya di akhirat kelak. Tetapi tampaknya, hal itu hanya berlaku bagi ustadz-ustadz yang memiliki “kejernihan akal dan kesehatan jiwa”. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Bagi seorang ustadz yang “pusing berat” bisa berlaku sebaliknya, kepala digunakannya untuk berjalan dan kaki dipakainya untuk berpikir!! Hasilnya? Dia justru merasa senang dan bahagia kalau mad’unya tidak memahami apa yang disampaikannya! Yang lebih tragis lagi, lebih tragis lagi justru dia sengaja agar materi agama yang disampaikannya tidak dipahami oleh mad’u yang mendengarkannya!! Gerakan Pengacauan Keagamaan sedang dilancarkannya!! Ustadz inilah contoh FAKTAnya!!
2) Nampaknya beliau ini harus lebih gentle, berani memperjelas, siapakah musuh “yang sudah pasti’ itu? Siapa pula kawannya “yang sudah pasti”? Tetapi, kalau kita menyaksikan FAKTA sepak terjangnya ketika kompak bergabung dengan Jalaluddin da’i Ikhwani, Takfiri Halawi Makmun NII dan Abduh ZA sang jagoan baru idola para Ikhwani (yang bersama Thahir Bawazeer-Pemilik Pustaka Al-Kautsar sekarang berlindung di bawah ketiak para NII) dalam “membantai” Salafiyyin dan dakwahnya, setidak-tidaknya kita telah mengetahui siapa yang menjadi kawannya “yang sudah pasti” dan siapa pula yang menjadi musuhnya “yang sudah pasti”!
3) Daripada melemparkan sikap “frustasi’ dan “putus asa” seperti ini kepada umat serta meratapi ketentuan Allah yang memang sudah digariskan sebagaimana pula yang disabdakan oleh Rasul Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits iftiraqul ummah, bukankah lebih baik bagi da’i ini untuk langsung memberikan solusi-solusi kenabian dalam menyikapi dan menghadapi permasalahan ini?
4) Kami juga tidak tahu, apa maksud anda dengan melemparkan statemen membingungkan seperti ini? “Semuanya sama” itu khan masih penilaian dari sisi “perasaan anda sendiri”! Adapun buktinya? Tentu saja bisa “sesuai” dengan perasaan anda, bisa pula bertolak belakang pada sisi-sisi “manhajiyah” dengan perasaan anda! Tolong ajari kami cara bersikap menghadapi orang yang mendo’akan presiden Ikhwanul Muslimin dalam rangkaian acara sukseskan kampanye pemilunya? Ajari cara bersikap sopan dan santun dengan orang yang ke sana ke mari bersama panitia-panitia Ikhwanul Muslimin untuk menyukseskan bedah buku gembong besar Sururi, Aidh Al-Qarni!! Ajari kepada kami menyikapi orang yang mengaku sebagai murid Syaikh Ibn Utsaimin tetapi dia tetap ngotot mengamalkan manhaj ahli nadhor (wanita) wal jama’ah (ibu-ibu) pengajian rutinnya yang tanpa hijab itu!! Ajari cara kami bersikap terhadap orang yang dielu-elukan sebagai da’i Salafy tetapi menjadi SETAN BISU (Na’am, SETAN BISU!!) ketika ayat-ayat Allah dijadikan bahan pelecehan dan tertawaan dan ketika para ulama Salafiyyin dan dakwah Salafiyyah dihinakan? Ajari cara kami bersikap terhadap orang yang mengaku sebagai da’i salafy tetapi dia jelas-jelas bersatu bergabung bersama orang-orang Ikhwani dan takfiri menyerang Salafiyyin dan dakwahnya!!
Dan yang lebih tragis lagi! Lebih tragis lagi!! Sungguh kami merasa heran bahwa orang seperti ini ternyata tanpa rasa malu masih tetap berteriak-teriak :”Ajarannya sama! Sama-sama ngajarkan Tauhid! Sama-sama ngajarkan Qur’an dan Sunnah! Kitabnya sama! Rujukannya sama! Gurunya sama! Podho kabeh (jawa, sama semuanya)! Sik tukaran (masih bertengkar)!
Waduuh…apa nggak stress kita ngadapi ini?! Opo sing digolek’i iku opo (apa yang dicari itu apa)?”
Tanggapan: Waduuuh apa anda (sebagai orang yang di-ustadz-kan) nggak malu mempertontonkan semua keluarbiasaan yang diluarkebiasaan seorang yang mengaku sebagai ustadz salafi seperti ini?! Allahu yahdik.
5) “Lha iya” apa para pembaca tidak merasa heran dengan semua tingkah lakunya ini? Seharusnya beliau (apalagi seorang ustadz!!) merasa malu dengan meng”go publik”kan ke-stress-an dan ke-pusing-annya kepada umat!! Kalau memang anda secara jujur mengaku lebih pusing (baca:LEBIH PARAH) dari mad’u anda, seharusnya anda yang turun dari mimbar “ustadz” (walau sejenak-untuk menenangkan diri) dan minta ma’du anda yang naik menjadi ustadz!! “Lha wong” anda LEBIH PARAH pusingnya kok daripada mad’u anda!! “Lha kok” masih tetap ngotot bertahan di posisi ustadz dan terus berlanjut menasehati umat!! Apa jadinya para “pasien” kalau ditangani oleh “dokter” yang sakitnya LEBIH PARAH dari pasien itu sendiri?! Afwan stadz, kalau sedang stress dan pusing jangan sekali-kali mendakwahi umat!! Bahaya! Kalau anda tidak mau mengasihani diri anda sendiri jangan pula umat yang dikorbankan demi informasi ke-stress-an dan ke-bingung-an anda!! Kasihanilah umat!! Harusnya anda tahu (tanpa harus diajari FAKTA oleh anak-anak ingusan itu yang sama sekali tidak pantas disebut ustadz!!) bahwa seseorang yang datang ke majelis taklim memiliki harapan besar untuk mendapatkan siraman rohani dan tambahan ilmu dien yang bermanfaat, yang kalut dan gelisah berharap menjadi tenang sepulang dari taklimnya, yang tidak tahu berkeinginan menjadi tahu akan ilmu agamanya, yang belum paham berharap menjadi paham, yang sudah paham berharap menjadi semakin paham, “lha kok” disuguhi atraksi ustadz yang sedang frustasi, bingung dan stress!! Apa bukan GPK (Gerakan Pembingung Keagamaan) seperti ini? Allahul Musta’an.
6) Bukankah hal ini yang anda katakan bahwa pertikaian ini terjadi karena “perbedaan pendapatan” untuk memperkuat statemen Takfiri Halawi Makmun? Tetapi tampaknya anda belum menjelaskan catatan kaki penting bahwa “musuh anda yang sudah pasti’ itu tidak tergoda untuk “mengambil uang dagangan anda” (baca:menadah) Al-Sofwa, Ihya’ dan sejenisnya!! Adapun “keikhlasan” anda? Bukankah masih berkaitan dengan “uang dagangan” dari mereka?
7) Ah ini jelas nggak bener nih stadz, apalagi kalau sampai bergaya kayak Khowarij tuh (tapi nekad mengaku sebagai anti haddadi pejuang dakwah bijaksana) yang ternyata halal-halalkan darah Muslim lainnya, main ancam main bunuh dengan pedang kayak si preman sururi haus darah Abu ‘Aliy hanya karena kebohongan ustadznya dibongkar! Daripada bergaya preman ngeri kayak gitu kan lebih baik “energinya’ digunakan untuk memegang pena kalau memang bukti dan burhan ilmiyah dimilikinya, bukankah begitu stadz?
8) Benar, tampaknya stadz sekarang udah terkenal sebagai ustadz sumpek, bingung dan stress!! Tampaknya para mad’u anda telah mengalami keresahan tersebab ceramah bingung, frustasi dan stress anda ini!! Mereka berikan cd rekamannya kepada Abu Dzulqarnain dengan harapan agar saudara-saudaranya yang lain segera mengetahui FAKTA “kebingungan dan kestressan anda”!! Tahukan maksud mereka? Jangan sampai umat hadir di taklim anda karena kebingungan hebat akan melanda hadirin!! Ustadznya bingung bagaimana mau menghasilkan murid-murid yang ngerti? Ini bahaya karena berkaitan langsung dengan pemahaman agama mereka!! Ma’af-ma’af saja kalau ada yang menuduh bahwa transkrip ini didapatkan dengan metode CIA yang mencari-cari kesalahan dan aib orang lain! Sekali ma’af-ma’af saja dengan “isyu murahan” yang dulu sering dihembuskan oleh kalangan Ikhwanul Muflisin ketika kedok kejahatan tokoh-tokoh mereka dibeberkan kepada umat dan sekarang “isyu murahan” itu dicopy paste oleh ular-ular LIAR berbisa!! Anda sekalian mengetahui bahwa kami tidak pernah dikursus oleh teroris Amerika apalagi CIA!! Kami tidak tahu menahu bahwa metode pembuktian “Syahida Syahidun min Ahliha” sebuah pembuktian dari bukti-bukti yang anda bikin, anda paparkan & anda publikasikan sendiri (dan bukan rekayasa buatan kami!!) secara licik dipelintir sebagai hasil cangkokan dari metode CIA!! Padahal bukti dan FAKTA itu kami kumpulkan dari komunitas “acrobat manhaj” anda sendiri!! “Lha kok” kami-kami yang didusta-dustakan?
Ingatlah wahai saudaraku sekalian dengan tuduhan keji ular liar berbisa ini ketika menuduh kami menggunakan filsafat kait-mengait dan aqidah nashrani (dosa waris)!! Kalau memang ular LIAR ini tidak terkait dengan organisasi jahat “money politics” penyebar malapetaka perpecahan di dunia Islam Ihya’ At-Turats, kenapa dia meradang ketika kesesatan dan kejahatan Ihya’ diungkapkan kepada umat dan bahkan kejahatan yang jelas-jelas jahat masih pula beliau ini menjadi "tim suksesnya" kantor pusat Ihya’ At-Turats dan Firanda dengan membungkusnya sebagai "Khilafiyyah Ijtihadiyah"!! Salafiyyin Kuwait telah membongkar kejahatan dan kesesatan organisasi sinterklas dakwah ini dan "tim suksesnya" sampai saat ini benar-benar TIDAK MAMPU menunjukkan mana-mana kesesatan Ihya’ yang mereka golongkan sebagai Khilafiyyah Ijtihadiyah?!! Khilafiyyah ijtihadyah hanyalah "pepesan kosong" yang tidak mampu mereka buktikan kebenarannya!! Kalau memang dia ular LIAR ini tidak memiliki kaitan dengan Al-Irsyad LIAR-Pembangkang penguasa muslim di negeri ini, kenapa dia mengumumkan kepada kita semua sebagai Ketua Lajnah Dakwah PC Al- Irsyad LIAR Chalid Bawazeer? Kalau memang dia tidak memiliki kaitan dengan Surkati dan dakwah Irsyadisme-Pan Islamisme Al-Afghani Ar-Rafidhi, kenapa dia begitu menggelegak kemarahannya ketika penyelewengan As-Surkati dan Irsyadnya dibeberkan?!! Ini semua adalah FAKTA tuduhan dustanya yang NYATA!
“Lha wong” jelas-jelas terkait kayak gitu kok kami-kami ini yang disalah-salahkan? Malah bukti dan FAKTA yang kami hadirkan yang didusta-dustakan! Ya ma’af-ma’af saja, anda yang jelas-jelas terkait dan mengaitkan diri “lha kok” ngotot tidak ada kaitannya! Sebaliknya, kami-kami yang jelas-jelas tidak terkait dengan semua FAKTA kesesatan yang kami publikasikan “lha kok” justru malah anda kait-kaitkan!! Inilah Kang Ibnu Burhan hakekatnya aqidah Nashrani yang sedang anda praktekkan dan hakekat NYATAnya filsafat kait-mengait (padahal jelas-jelas tidak ada kaitannya antara kami dengan bukti kesesatan komunitas anda yang kami publikasikan) yang anda lemparkan!! Masak orang “secerdas anda” ikut-ikutan bingung dan sulit mencerna permasalahan yang sangat sederhana seperti ini?
Dan sekarang giliran anda –wahai saudaraku kaum muslimin- yang menoleh kepada Kang Ibnu Burhan si penuduh metode CIA. Bukankah dirinya di dalam biodata keahliannya telah berbangga diri mengaku sebagai anak didik C-TPATnya teroris terbesar saat ini, Amerika?! Jelas-jelas dia mengenal dan memperkenalkan kepada kita semua sebuah “metode CIA” yang kami-kami sendiri baru kali ini mendengarnya!! Darimana dia mengenalnya? Tidaklah perlu kita semua mencari jawabannya karena beliau sendiri telah mengaku dengan jujur kepada kita semua bahwa dirinya adalah jebolan C-TPAT yang dikursus oleh teroris terbesar di dunia, Amerika!! Adapun tuduhan agen CIA maka ini adalah tuduhan usang kepada Syaikh Rabi’ hafidhahullah sebagaimana yang sudah dijelaskan. Maling teriak maling, sembunyi di balik metode CIA?
9) Masihkah ada diantara kita yang tergiur untuk duduk belajar mendengarkan nasehat dien dari orang bingung yang tiap hari “kerjanya” mikir dan pusing?!! Gini-gini kok diharapkan bisa memberikan solusi kejayaan Islam, “lha wong” solusi agar dirinya sendiri tidak lagi pusing, frustasi dan stress aja belum dia temukan resepnya. Semoga tidak ada lagi para hulubalang raja yang berlomba-lomba ingin mendapatkan persenan dengan menutupi aib sang raja yang disebarkannya sendiri di sebuah pengajian umum yang FAKTAnya telah membikin resah dan gelisah para mad’u yang mendengarkan ceramahnya. Dan semoga Allah Ta’ala melindungi kita dan seluruh kaum muslimin dari virus kebingungan orang-orang bingung, kestressan orang-orang stress dan kepusingan orang-orang pusing, amin ya rabbal ‘alamin.
Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur

