Asy-Syaikh Abi Hamam Muhammad bin ‘Ali Ash-Shuma’i Al-Baidhani Al-Yamani berkata:
Ketahuilah wahai para pembaca, bahwa risalah ini sebelum saya keluarkan, terlebih dahulu saya berkunjung ke Madinah –kota Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam- dan saya sempatkan untuk bertemu langsung dengan Asy-Syaikh Abu Bakr (Jabir) Al-Jazairi. Ketika itu terjadi pada tanggal 26 Ramadhan 1424H.
Saat itu saya bertanya kepadanya:
“Apakah engkau bersedia untuk mencabut pujianmu kepada Jama’ah Tabligh yang kau katakan:[“Sesungguhnya di dunia Islam ini tidak ada Jama’ah yang semisal Jama’ah Tabligh…]
Ia menjawab:
“WALLAHI, aku tidak akan rujuk dari pernyataanku”
Aku katakan:
“Engkau kemanakan fatwa-fatwa (berisi tahdzir terhadap Jama’ah Tabligh-pent) dari kalangan ahlul ilmi semisal (Asy-Syaikh) Ibnu Ibrahim, Ibnu Baaz, Al-Albani, Al-Wadi’i (Syaikh Muqbil-pent) serta Hai’ah Kibar Ulama?”
Ia menjawab:
”Mereka –yaitu Jama’ah Tabligh- lebih utama dibanding para ulama”
Aku katakan kepadanya:
“Dari mana datangnya keutamaan itu?”
Jawabnya:
“Karena Jama’ah Tabligh melakukan khuruj sementara para ulama tidak melakukannya.”
Aku berkata kepadanya:
”Tetapi ilmu mereka (para ulama) menyebarluas ke berbagai penjuru yang tak terjangkau oleh Jama’ah Tabligh”
Jawabnya:
“Mereka tetap lebih utama dibanding ulama dari segi pahalanya..”
Aku katakan kepadanya:
“Seandainya Jama’ah Tabligh lebih utama, tentu mereka telah mewariskan ilmu kepada masyarakat (tetapi realitanya tidaklah demikian-pent). Lalu apa dasarnya engkau unggulkan orang-orang jahil di atas para ulama? Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
“Allah mengangkat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (QS.Mujadilah:11)
Asy-Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi ini sejurus terdiam. Namun kemudian dengan tetap berkeras hati ia berkata:
“Para ulama tidak lebih utama dibanding Jama’ah Tabligh”
Maka akupun meninggalkan dia dan akhirnya aku tahu, ternyata dia adalah orang yang ta’ashub kepada Jama’ah Tabligh. Wallahul Musta’an.
(Ta’liqul Baligh ‘Ala Raddi Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi ‘Ala Maadih At-Tabligh…hal.2)
Inilah peringatan keras yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi Hafidhahullah terhadap fatwa tazkiyah Asy-Syaikh Abu Bakr Jabir terhadap Jama’ah Tabligh yang ada di kitab tersebut di atas:
Bismillahirrahmanirrahim
Telah berkata Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Ahmad bin Yahya An-Najmi Hafidhahullahu Ta’ala:
Salah seorang ikhwah Salafi telah menunjukkan kepadaku sebuah fatwa yang dilontarkan oleh Asy-Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi yang berisi perkataannya:
“Sesungguhnya Jama’ah Tabligh –demi Allah- tak didapati di dunia Islam ini sebuah jama’ah-pun yang lebih baik daripada Jama’ah Tabligh dalam hal penyebaran dakwah Islam serta pembinaan pribadi”
Demikianlah Abu Bakr mengucapkannya dengan sumpah yang keji: “(katanya) Sesungguhnya di dunia Islam ini tak didapati sebuah jama’ahpun yang lebih baik dari Jama’ah Tabligh”
Aku katakan dengan sangat menyesal:
“Wahai Abu Bakr, sungguh aku tak menduga bahwa perkataan yang rendah ini terucap olehmu hingga melampaui batas dimana engkau unggulkan Jama’ah Tabligh yang Sufiyyah, Quburiyyah, Khurafiyyah, Ad-Duyubandiyyah dan Musyrikah.
Bukankah engkau tahu bahwa pendiri jama’ah ini kuburnya ada di dalam masjid(?)
Bukankah engkau tahu bahwa pendirinya (Muhammad Ilyas-pent) sering duduk di sisi kuburan tokoh-tokoh sufi dalam rangka mencari siraman rohani(?)
Bukankah engkau tahu bahwa Jama’ah Tabligh dibangun di atas empat sendi tarekat sufiyyah(?)
Bukankah engkau tahu sesungguhnya mereka tiada henti-hentinya memusuhi ahli tauhid(?)
Apakah engkau tidak mendengar bahwa Rabbmu telah berfirman kepada Nabi-Nya:
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (Nabi-nabi) yang sebelummu; jika kamu mempersekutukan (Allah) niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Az-Zumar:65)
Apakah engkau tidak pernah mendengar bahwa Rabbmu telah berfirman kepada Nabi-Nya:
“Maka janganlah kamu menyeru tuhan yang lain disamping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diadzab” (QS. Asy-Syuara:213)
Apakah engkau tidak bertaqwa kepada Allah, wahai Jabir, dengan sebab anggapanmu ini serta sumpahmu atasnya, (hal ini) telah menjelma menjadi peperangan baru terhadap aqidah Tauhid, di negeri Tauhid, dalam pemerintahan Tauhid dan di kota hijrahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, Rasul Tauhid(!)
Engkau beranggapan telah menafsirkan Kitabullah[1]. Apakah engkau tidak mengambil pelajaran dari makna-makna yang terkandung di dalam Kitabullah tentang larangan berbuat syirik dan perintah berdakwah kepada tauhid?
Apakah engkau tidak bertaubat wahai Jabir?
Sesungguhnya aku memastikan, bahwa jika engkau melakukan ratapan di hadapan Allah sementara engkau tetap saja memegangi fatwamu, niscaya kelak tempat berpijak kakimu di hadapan Allah adalah tempat berpijak yang sulit.
Maka bertaubatlah kepada Allah senyampang belum tertutup pintu taubat.
Namun jika engkau menyombongkan diri serta enggan bertaubat maka aku tidak berpendapat kecuali: “Berlepas diri darimu!”
Wabillahit taufiq
Ditulis oleh yang menasehatimu,
dan yang menaruh kasihan kepadamu,
Ahmad bin Yahya An-Najmi
——selesai————
(Diterjemahkan oleh Abu Nusaibah Syamsu Muhajir)
Alhamdulillah bahwa kami tidak akan menutup mata jika ada isi terjemahan di atas yang kurang tepat atau bahkan keliru dari saran dan masukan antum semua terutama dari orang-orang yang pandai berbahasa arab yang tidak pernah mennerjemahkan FAKTA kepada kami dari tulisantulisan dan fatwa para ulama- betapa jahatnya Ihya’ At-Turats dan jaringannya, Al-Sofwa Al-Muntada, Al-Irsyad dan betapa jahatnya Jama’ah Tabligh). Sekali lagi kami tidak akan merasa gengsi untuk rujuk kepada kebenaran manakala kebenaran itu telah nyata di hadapan kami.
Tetapi, apa kata mereka:
Abu Salma berkata:” Lebih kejam lagi, mereka ini mulutnya busuk dan hati mereka terbakar oleh kedengkian dan waswas syaithan, mereka gemar sekali mencela ulama… menuduh Syaikh Abu Bakr al-Jazairi sebagai tablighi, allohumma…
Semoga Alloh membalas segala kejahatan mereka dan memberikan petunjuk bagi mereka-2 yg masih dirahmati Alloh…
Bak gayung bersambut…
Anti Haddadi berkata,”Abu Bakar Jabir al-Jazairi —> (kata Haddadi FAlsu tAK NyaTa & fitnah) = tablighi
Nampaknya beliau sekarang semakin pede dengan “sedikit membocorkan” nama samarannya: Abu Ahmad Anti Haddadi berkata:”Dalam artikel “Siapakah Al Bilaly” tulisan Abu Abdillah Ibrahim [http://fakta.blogsome.com/2006/11/22/siapakah-al-bilaly/], orang zhalim dan jahil ini menuduh Syaikh Abu bakar sebagai “tablighi”, perhatikan ucapan kejinya berikut :“Albilaly juga memposting pada posting ke 04177, BOLEHKAH RUQYAH SEBAGAI PROFESI. Salah satu sumber bacaannya adalah Aqidah Mukmin, karya Abu Bakar Al Jazairi seorang Tablighi.” La hawla wa quwwata illa billah.
Demikianlah, karena sederet kalimat: “karya Abu Bakar Al Jazairi seorang Tablighi” maka anti haddadi sampai keluar dari sarangnya untuk membela sang pendekar seribu helah Ketua Lajnah Dakwah Al-Irsyad LIAR dan mengajari kita semua contoh-contoh manhaj MLMnya Ihya’ At-Turatsnya serta menggelari kami sebagai Ghulat, Haddadiyah, Fitnah (tanpa menyodorkan bukti fitnahnya). Pun juga berlagak di depan umat sedang membela “seorang ulama yang kami dzalimi” dengan meletakkan dirinya di barisan para pembela Jama’ah Tabligh!! Dan penghina Kibar Ulama!! Dan jangan pura-pura tidak tahu bahwa anda sedang membela dakwah “Pan Islamisme Jadiidah, pengawal pilkadal demoskratos, dan ajaran pembangkangan berjama’ah” atas nama dakwah salafiyyah.
Kalau memang benar dakwah bijaksana bijaksini yang mereka slogankan, tentulah mereka terlebih dahulu bertanya kepada kami:
“Kenapa kalian mempublikasikan tulisan bahwa Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi adalah seorang Tablighi?
Atau …
Apa bukti “tuduhan” kalian bahwa beliau Tablighi?
Catatan: Kalimat yang paling tepat adalah sebagaimana perkataan Asy-Syaikh Abi Hamam Muhammad bin ‘Ali Ash-Shuma’i Al-Baidhani Al-Yamani tentang Asy-Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi (semoga Allah meluruskan beliau):"…ternyata dia adalah orang yang ta’ashub kepada Jama’ah Tabligh!"
Dan kalimat lain yang lebih tegas adalah sebagaimana ucapan Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi hafidhahullah:"Apakah engkau tidak bertaqwa kepada Allah, wahai Jabir, dengan sebab anggapanmu ini serta sumpahmu atasnya, (hal ini) telah menjelma menjadi peperangan baru terhadap aqidah Tauhid, di negeri Tauhid, dalam pemerintahan Tauhid dan di kota hijrahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, Rasul Tauhid(!)"
Dan lihatlah kelicikan si ular berbisa ketika berusaha meMALINGkan UMAT DARI PERMASALAHAN KEMUNGKARAN YANG DAHSYAT seperti ini dengan berkelit ke tuduhan "tablighi"kami!!
Dan silakan para pembaca sekalian berfikir sehat dengan akal yang jernih, manakah yang lebih berat timbangannya antara ta’yin “tablighi” ataukah “ta’yin” Syaikh Ahmad An-Najmi :”dengan sebab anggapanmu ini serta sumpahmu atasnya, (hal ini) telah menjelma menjadi peperangan baru terhadap aqidah Tauhid, di negeri Tauhid, dalam pemerintahan Tauhid dan di kota hijrahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, Rasul Tauhid(!)
Serta ta’yin beliau berikutnya:” Sesungguhnya aku memastikan, bahwa jika engkau melakukan ratapan di hadapan Allah sementara engkau tetap saja memegangi fatwamu, niscaya kelak tempat berpijak kakimu di hadapan Allah adalah tempat berpijak yang sulit.
Maka bertaubatlah kepada Allah senyampang belum tertutup pintu taubat”
Pembaca sekalian rahimakumullah, anda sekalian telah menjadi saksi bagaimana si ular berbisa ini mendramatisir “tuduhan dan ta’yin” tablighi dari kami sebagai sebuah tuduhan yang sangat tidak beradab demi legalitas gelar Haddadiyah untuk kami dan secara licik berkelit dari “tuduhan dan ta’yin” Syaikh Ahmad An-Najmi yang jauh dan jauh lebih besar dan lebih dahsyat bahwa Asy-Syaikh Abu Bakr Jabir telah “mengibarkan” peperangan baru terhadap aqidah tauhid dst…
Serta memastikan –jika beliau tidak bertaubat- niscaya kelak tempat berpijak kakimu di hadapan Allah adalah tempat berpijak yang sulit!!
Dan silakan bandingkan pula antara "ta’yin" tablighi dengan ta’yin fatwa Syaikh Abu Bakr Jabir:"“WALLAHI, aku tidak akan rujuk dari pernyataanku” dan "ta’yin" beliau lainnya:"”Mereka –yaitu Jama’ah Tabligh- lebih utama dibanding para ulama” serta "ta’yin" beliau lainnya mengenai kenapa Jama’ah Tabligh As-Sufi lebih utama daripada para ulama :"“Karena Jama’ah Tabligh melakukan khuruj sementara para ulama tidak melakukannya.” serta "ta’yin" beliau:"“Para ulama tidak lebih utama dibanding Jama’ah Tabligh”!!
Manakah yang lebih parah timbangannya wahai "orang yang bijaksana yang tidak ghulath dan tidak haddadi"? Manakah yang lebih "kejam" antara kedua ta’yin di atas?!
Insya Allah bagi pembaca sekalian yang tidak pernah belajar dan diajari kelicikan niscaya akan terlalu mudah untuk merasakan keculasan dan kelicikan manhaj helahnya!!
Seorang salafiyyin tentulah dengan mudah akan memahami bahwa fatwa Syaikh Ahmad An-Najmi tersebut tidaklah sependek nukilan si ular berbisa bahwa beliau "Apabila engkau tidak bertaubat maka aku tidak berpendapat kecuali: Berlepas diri darimu!"
Haihata, haihata kenapa tidak anda nukil peperangan beliau Syaikh Abu Bakr Jabir terhadap akidah Tauhid, di negeri Tauhid, di pemerintahan Tauhid dan di negeri Rasul Tauhid? Dan…pembelaan anda terhadap orang yang ta’ashub kepada Jama’ah Tabligh? Untuk seorang Abduh, seorang Halawi dan Al-Thalibi si kacang goreng saja, anda telah "sedemikian rupa" dan sedemikian "ilmiyahnya" serta detilnya memberikan komentar-komentar yang bahkan sampai dipuji oleh Khalid Syamhudi salah seorang tokoh besar MLM Ihya’ At-Turats di negeri ini! Sementara fatwa & pembelaan yang sedemikian dahsyat munkarnya terhadap Jama’ah Tabligh anda cuma berkelit bahwa itu hanyalah dilemparkan oleh para haddadiyin yang tidak ada arti(bahaya)nya sama sekali bagi umat?!!
Apakah anda tidak menyadari bahwa anda sedang menyodorkan "hidangan kebinasaan" kepada umat ketika untuk kesekian puluh kalinya anda melakukan kelicikan untuk (lagi-lagi) meMALINGkan umat dari peringatan Asy-Syaikh Ahmad An-Najmi dengan berkata penuh kesombongan:
"Sekiranya ada ulama yang melakukannya, seperti Syaikh Ahmad Yahya an-Najmi (tmsk murid beliau Syaikh ‘Abdullah bin Shalfiq azh-Zhafiri), namun tidak mengharuskan kami mengikuti semua ucapan beliau. Setiap ucapan diambil dan ditolak kecuali Rasulullah… ka`inan man kaana"
Wallahi ini adalah kelicikan anda yang sangat luar biasa yang selalu anda ulang-ulang ketika TIDAK LAGI BISA BERKUTIK menghadapi fatwa para masyayikh salafiyyin!!
Syaikh Yahya Al-Hajuri hafidhahullah dan Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiri juga telah anda perlakukan sedemikian "kurang ajarnya" sebagaimana "kurangajarnya" anda terhadap fatwa Syaikh Ahmad An-Najmi!!
Berikut rekaman kejahatan anda terhadap fatwa para ulama:
"Mampukah kalian menegakkan hujjah secara ilmiyyah wahai Abu Salma?!
Justru karena kita tahu benar sikap tegas Syaikh Muhammad bin Hadi terhadap Ihya’ut Turots dan kroni-kroninya!!
Dan kita tahu benar bahwa Muhammad Arifin yang dulu telah berbeda dengan Muhammad Arifin yang sekarang!!
Kedua, wajib engkau ketahui –wahai tuan- bahwa permasalahan asatidzah kami yang engkau jadikan "dalih" ini telah diselesaikan oleh Masyayikh yang datang ke Indonesia atas persetujuan Syaikh Rabi’ dan beliau telah mendapatkan bukti pernyataannya!! Ustadz kami yang engkau sebutkan itu telah rujuk di hadapan Masyayikh dan siap meninggalkan pendapatnya!! Camkan wahai Abu Salma!! Telah datang hujjah kepadanya dan beliau telah menyatakan rujuk!!
Dan sekarang lihatlah dirimu!! Kita berikan bukti persengkongkolan Ihya’ut Turots dengan Syi’ah, konspirasi Ihya’ut Turots dengan Ikhwanul Muslimin!! Dengan Takfiriyyin!! Apa sikap yang seharusnya dilakukan oleh orang yang telah menyatakan:"Jika nasehat itu benar maka tak ada halangan untuk menerimanya namun jika nasehat itu tidak benar, maka yang haq lebih kami cintai untuk diikuti", Rujuk kepada Al-Haq adalah bukti kelurusan jiwamu!! Lalu apa yang menghalangimu menerima bukti kebenaran yang disodorkan oleh Abu Muhammad Abdurrahman?!
Ingat pula bahwa dirimulah yang menukil pernyataan Syaikh Al-Albani tentang Syaikh Rabi:
" Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Albani ketika ditanya oleh Syaikh Abul Hasan al-Ma’ribi di dalam kaset Silsilah Huda wa Nur ttg pendapat Syaikhul Albani thd Syaikh Rabi’ sebagaimana termuat dalam kitab Syaikh Rabi’ yang berjudul Nashrul Aziz…
"…(Setelah memuji Syaikh Rabi’, Syaikh al-Albani berkata)… Namun saya nasehatkan kepada Syaikh Rabi’ untuk memperlunak ushlub dakwahnya… dan sungguh saya lihat ada beberapa kaum yang menisbatkan diri kepada dirinya (Syaikh Rabi’) yang dibakar oleh semangat jahiliyah…"
Nah, siapakah yang dimaksud oleh Syaikhul Albani ini???
Tiada lain dan tiada bukan, para ashaghir atau bocah-2 ingusan yang dangkal pemahamannya dan fanatik buta kepada beliau, dan mereka inilah orang-2 yang memiliki semangat jahiliyah…
Wal’iyadzubillah…
"
Kita katakan:’Hat burhanakum inkuntum shadiqun!! Tentu saja bocah2 ingusan itu ingin tahu dengan apa engkau menegakkan hujjah atas mereka bahwa mereka adalah Ahlul Bid’ah yang dangkal pemahamannya dan fanatik buta kepada Syaikh Rabi’?! Mana bukti ilmiyyahnya?! Dalam masalah apa mereka fanatik buta kepada Syaikh Rabi’?1 Adapun sekedar membuat pernyataan dan tuduhan tanpa disertai bukti dan burhan yang nyata? Tidakkah anak SD-pun mampu melakukannya?!
Sepak terjang "Hizby-Fanatik" ini ternyata tidak berhenti sampai disini, dia terus jauh melangkah menginjak-injak medan ilmiyyah dan fatwa para masyayikh lainnya dengan kilah dan kilah dan bukannya dengan bukti dan hujjah sebagaimana jalan yang harus ditempuh oleh orang yang masih menghargai kehormatan dirinya.
——
1) Bagaimana dengan keadaan kalian sendiri yang begitu “heroik” meng’amin”kan dan mempertahankan gelar Syaikh Salafy Irsyadi kepada As-Sudani sementara kalian sendiri tidak mengetahui apapun tentangnya kecuali sangat sedikit?! Benarkah As-Sudani hanya terpengaruh Abduh dan Rasyid Ridha? Ke mana Al-Afghani Ar-Rafidhi bersembunyi? Benarkah As-Sudani hanya seorang diri ketika itu dalam berdakwah di negeri ini? Tidakkah ini ungkapan yang berlebihan dan mengingkari kenyataan? Tahukah kalian tentang halalnya lotre Belanda kafir penjajah di sisi As-Sudani dan Irsyadnya? Tahukah kalian jabatan kerennya sebagai Syaikh pejabat penjajah Belanda? Mars Surkati yang Perkasa?! Ba’iat Irsyadiyyah? Teriakan Hizbul Irsyad? Dan..dan…dan… Kenapa kalian diam begitu saja dan menelan mentah-mentah semua yang ada? Benar-benar Tidak tahu? Pura-pura tidak tahu? TIdak mau tahu…?!! Atau… pokoknya sudah di-Syaikh Salafykan!!
Siapa mereka ini?! Katakan –wahai Abu Salma- dengan lantang dan kemantapan yang sempurna:” Tiada lain dan tiada bukan, para ashaghir atau bocah-2 ingusan yang dangkal pemahamannya dan fanatik buta kepada beliau, dan mereka inilah orang-2 yang memiliki semangat jahiliyah…Wal’iyadzubillah…
"
Jadi kenapa Syaikh Rabi’ Hafidhahullah harus dilibatkan dalam permasalahan fanatik jahiliyyah dan fanatik buta itu?!
————-
Siapa lagi yang menjadi korban "Fanatikus Irsyadi ini"? Syaikh Ubaid Al-Jabiri Hafidhahullah!!
Dari Kuwait –lagi-lagi- Abu Muhammad Abdurrahman mengirimkan "lahar panas" yang menerjang Hizbiyyun Ahlul Bathil berupa fatwa Syaikh Ubaid Al-Jabiri tentang penyimpangan manhaj Usamah Al-Qushiy dan keterkaitannya dengan Abul Hasan wal Fitan Al-Ma’ribi Al-Mishri.
"Senjata" apalagi yang dihadangkan oleh Abu Salma Irsyadiyyun LIAR untuk menghadapi fatwa Syaikh Ubaid Hafidhahullah?! Bukanlah hujjah ilmiyyah sebagaimana sikap "orang yang berisi", tetapi kelicikan dan kelicinan bak seekor belut dan ikan Salmon.
Awalnya, sama seperti ketika menghadapi tahdzir Syaikh Yahya Hajuri Hafidhahullah (ketika menjelaskan tentang penyimpangan Abdul Hakim Abdat, Yazid Jawaz, Aunur Rafiq, dan Abu Nida’ maka "pepesan kosong" ini menyalah-nyalahkan si penanya dan pertanyaannya tetapi dia sendiri tidak mampu menyebutkan dan membuktikan di mana kesalahan si penanya dan pertanyaannya!) , dia menyatakan terlebih dahulu bahwa:"anna Syaikh Ubaid al-Jabiri ahadun min masyaikhina salafiyin, yu’khadz wa yutrak kalamuhu. lianna kulla qowlin siwa an-Nabiy yu’khadz wa yutrak"
Kita katakan sebagaimana yang dinyatakan oleh Shahabat Ali :"Kalimatul Haq urida bihal bathil!! Kalimat Haq yang digunakan untuk melindungi kebatilan!! Licik!!
Hanyalah karena kelicikannya yang luar biasa sehingga lisannya masih mampu menahan diri dari ucapan :"Innahum rijal wa nahnu rijal!!" Mereka (para masyayikh itu) lelaki dan kami juga lelaki!! Tetapi walaupun samasama manusianya yang tidak ma’shum- dia hendak membodohi kita bahwa dirinya tidaklah "dita’yin keutamaannya" oleh Allah Ta’ala sementara para ulama itu telah Allah firmankan:"“Allah mengangkat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (QS.Mujadilah:11)
Sungguh bagi orang yang dikaruniai oleh Allah Ta’ala kejernihan hati dan kelurusan jiwa dalam berpegang kepada Al-Haq akan benar-benar merasakan bahwa ucapannya terhadap para ulama Salafiyyin tersebut tidaklah keluar dari orang yang memiliki adab dan sopan santun Islami, tidaklah muncul kecuali dari orang yang rendah dan hina kehormatannya!! Orang khabits suu’ yang telah mencampakkan manusia-manusia yang telah diberi keutamaan oleh Allah Ta’ala!!
Bantah secara ilmiyyah fatwa Syaikh Ubaid!! Dengan filter apa dirimu –wahai gembel- dalam menerima dan menolak fatwa para Masyayikh Salafiyyin?! Fulus Ihya’ut Turots?! Ataukah hawa nafsu licikmu yang jauh meninggalkan rasa malu dan kehormatan dirimu?! Sungguh Hizby-Irsyadi ini telah menyebarkan kebinasaan dengan "fatwanya" ini!!
Dan belum selesai episode kelicikan Hizbiy Khabits ini, Abdurrahman telah meluncurkan kembali oleh-oleh dari Kuwait berupa fatwa Syaikh Yahya Al-Hajuri Hafidhahullah terhadap Syaikh Usamah Al-Qushiy!!
Apakah engkau –wahai Abu Salma- akan menyatakan juga bahwa:" :"anna Syaikh Yahya Al-Hajuri ahadun min masyaikhina salafiyin, yu’khadz wa yutrak kalamuhu. lianna kulla qowlin siwa an-Nabiy yu’khadz wa yutrak"? (Badai Fitnah Ihya’, Sub Bab 23.7.4 AL-IRSYAD LIAR MENENTANG & MENANTANG KEPUTUSAN PEMERINTAH (MAHKAMAH AGUNG RI)!)
Dengan semua “lahar panas di atas”, apakah engkau wahai “orang besar”, masih pula nekad berkata:
”anna Syaikh Yahya Al-Hajuri wa Syaikh Rabi’ wa Syaikh Muqbil wa Syaikh Khalid Ar-Raddadi wa Syaikh Muhammad bin Hadi wa Syaikh Ahmad An-Najmi wa Syaikh Ubaid l-Jabiri wa Syaikh…wa Syaikh… kulluhum min masyaikhina salafiyin, yu’khadz wa yutrak kalamuh. lianna kulla qowlin siwa an-Nabiy yu’khadz wa yutrak"?
Dan katakan dengan penuh kemantapan dan kecongkakan yang sempurna wahai Abu Salma:
”Adapun ana? Adalah salah satu Kibar dari Masyayikh Hizbiyyin!! YUTRAK WA YUTRAK KALAMIY!! Tinggalkan dan jangan dekati ana wahai saudaraku kaum Muslimin yang mengharapkan kebaikan dan mencintai kebenaran!! Ana adalah Hizbi-Fanatik hasil didikan Hizbiyyun-Sururiyyun-Surkatiyyun!! Tiada manfaat bukti kebenaran yang kalian sodorkan!! Berkilah adalah keahlian ana! Berkelit adalah hal yang biasa! Adapun helah? Apa susahnya! Silakan anda sodorkan kepada ana seribu satu hujjah dan FAKTA dan cukup akan ana lemparkan kepada umat helah yang ke1002 dan seterusnya!! Tidak usah khawatir, masih banyak stok helahnya!! Cukuplah kalau hanya untuk menghadapi anak-anak ingusan itu!!
Dan bantahlah mereka secara “ilmiyyah” dengan ucapan masyhurmu:
“Laa yadhurru as-sahaaba nubaahul kilaabi
"Tidaklah berbahaya gonggongan anjing-anjing bagi awan."
Dan cukuplah ana sampaikan :
Da’awtu al-Kilaaba tanbaah wa qofilatu tasiiru
Kutinggalkan gonggongan-gonggongan anjing toh kafilah masih tetap akan berlalu”
(Tanggapan: Abu Muslim, Email, Website,
November 2nd 2005, 01:20:47 PM, Judul Komentar : Anda Penakut.. atau?, Asal : Yogyakarta)
Allahu yahdik!
Lihatlah wahai saudaraku sekalian yang semoga dirahmati Allah, siapa saja para masyayikh kita yang telah menjadi korban "kaidah khabitsnya" bahwa dirinya adalah manusia sebagaimana para masyayikh Salafiyyin juga manusia, tidaklah maksum dan terlepas dari kesalahan, bisa diterima dan ditolak fatwa mereka!!
Parameter dan filter apa yang digunakannya untuk menegakkan kaidah "kejinya" itu? Statusnya sebagai Ketua LAJNAH DAKWAH PC, PW Jawa Timur Al-Irsyad yang telah dinyatakan liar oleh pemerintah!! Iya, Al-Irsyad pembangkang!!
Haihata, haihata…siapakah yang mempermainkan para ulama?! Kami ataukah dia?!
Setelah semua sopan santunnya yang luar biasa dan diluar kebiasaan terhadap para ulama kita itu, masih pula dia punya nyali untuk berkata bahwa "gonggongan anjing tidak akan membahayakan awan!"
Apakah dirinya sang penghadang "gununggunung kokoh Salafiyyin" sekaliber AsySyaikh Ahmad An-Najmi, Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiri, Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi, Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi dan Asy-Syaikh Yahya Al-Hajuri hafidhahumullah- ini tidak mau tahu bahwa awan hitam yang pekat adalah pertanda akan turunnya hujan lebat? Masihkan mampu anjing itu melanjutkan "pekerjaannya" (agar tidak dituduh pengangguran)? Tidak akan mampu, bahkan "si anjing" itu harus lari terbirit-birit karena si awan telah turun menjadi hujan lebat!! Sekarang menjadi pengangguran Al-Irsyad? Kenapa tidak..
Pembaca sekalian rahimakumullah, jangan anda merasa terkejut dengan hobi dan kelihaiannya dalam menghina para ulama kita!! Sejak Al-Irsyad dan Surkati berkiprah di negeri ini ternyata "jiwa penyeleweng dan pembangkang serta penghina para ulama pewaris para nabi" telah diwariskannya!!
Surkatilah yang menghina dan melecehkan dakwah Tauhid Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai Wahhabi-Musyaddid/Ekstrem!! Dan "keturunannya"telah mengcopy-paste tuduhan ini kepada kami!!
Dulu As-Surkati-lah yang berupaya menyatukan firqah-firqah sesat di dalam barisan dakwah Pan-Islamisme Irsyadinya!! Ketika negeri kita ini dijajah, kaum muslimin Indonesia diinjak-injak kehormatannya oleh penjajah kafir Belanda, dimana As-Surkati berdiri? Justru dialah yang menjadi Syaikhnya para penjajah kafir harbi najis Belanda!! Surkatilah yang "menghisap" fulus lotre halal penjajah najis tersebut!! Kemudian "darah jahat" ini diturunkan kepada murid-muridnya yang begitu jahatnya menginjak-injak kehormatan dan kemuliaan para ulama pewaris para nabi tanpa kecuali!! "Darah jahat" ini menurun lagi dengan keberanian luarbiasa sang direktur mubahalah ustadz Abdurrahman Tamimi ketika mendustai dan membohongi sekitar seribu penuntut ilmu dan para ulama di muktamar Al-Albani di Yordania!! Dan darah jahat" ini menurun lagi ke pejabat rendahan Al-Irsyad pembangkang yakni si ular berbisa yang tanpa memiliki rasa malu sedikitpun telah menginjak-injak fatwa para ulama dengan kaidah khabitsnya bahwa para ulama tersebut adalah orang-orang yang tidak makshum, bisa ditolak dan diterima perkataannya!! ini adalah FAKTA yang membuktikan bahwa kesombongannya telah menjulang menembus angkasa!!
"Lha kok" komunitas pembangkang terhadap pemerintah muslim kayak gini-gini ngakunya menjadi pembela ulama Salafi dan pengibar bendera dakwah Salafiyyah!! Pengibar dakwah bijaksana dan bijaksini!! Pegiat dakwah lemah lembut!!
Salafiyyah model apa "KANG IBNU BURHAN" yang ngajari kita semua agar "membangKANG" kepada pemerintah muslim? Sebaiknya Akang dengan memamerkan jabatannya sebagai Ketua Lajnah Dakwah PC. AlIrsyad LIAR-tidak usah berbelit-belit kata dan sibuk berhelah ria ke sana kemari dengan tujuan agar kita semua melupakan FAKTA-FAKTA kejahatan yang kita pampangkan! Umat "udah" tau kok posisi As-Surkati (dalam perjungan umat Islam di negeri ini) yang dibangga-banggakan oleh Al-Irsyad LIAR akang, juga dibanggakan oleh kubu Al-Irsyad lawan akang (yang SAH), pun juga dibangga-banggakan oleh "Ma’had Al-Irsyad As-Salafi" pembesar akang!! Bukankah umat telah membaca FAKTA yang selama ini disembunyikan oleh akang-akang sekalian dari kalangan komunitas Hizbul Irsyad? Simak aja rekaman ulangan di bawah ini tentang Syaikh Salafy akang:
"Wahai saudaraku kaum Muslimin, garis perjuangan apa yang telah dia luruskan ? Kesyirikan macam apa yang telah dia enyahkan sementara sejak hari pertamanya dia mendirikan Al-Irsyad, dia telah ridha dengan Syi’ah yang penuh dengan kesyirikan dan kekufuran sebagai golongannya?! Dia telah ridha dengan Khawarij anjing-anjing neraka sebagai kelompoknya!! Dia telah ridha dengan para penganut Khurafat sebagai bagian dari anggota koalisi dakwahnya!! Dia telah melandasi perjuangan “Pan Islamisme Al-Irsyad” dari dana lotre penjajah kafir Belanda!!? Dia telah menjabat sebagai Syaikhnya para pejabat penjajah kafir harbi Belanda!!
Sungguh kita tidak pernah bersyukur dengan munculnya orang semacam ini! Jangankan dengan sekte-sekte sesat itu, bahkan dengan pejabat kolonial Belanda (yang jelas-jelas kafir harby-pun) Syaikh Salaf-i Surkati menjalin persahabatan dan (lebih dari itu) dia mengangkat mereka sebagai murid-muridnya!! Lepas dari apakah dia yang mengangkat para pejabat penjajah kafir tersebut sebagai muridnya ataukah sebaliknya, para pejabat penjajah kafir Belanda itu yang mengangkat Surkati sebagai Syaikhnya. Yang jelas Hussein Badjerei telah mengemukakan fakta yang sungguh sangat mengejutkan, kemesraan (baca :rifqan) antara Surkati dan Hizbul Irsyadnya dengan…Penjajah kafir harbi Belanda !! Allahul Musta’an
Kenyataan di atas telah mendustakan tulisan dia sendiri ketika berusaha mempersatukan berbagai sekte sesat itu :" menitikberatkan dan memusatkan perhatian UNTUK MELAWAN ORANG KAFIR LEBIH WAJIB DAN LEBIH PENTING dibandingkan mengarahkan perlawanan terhadap kelompok-kelompok ini"
Kita katakan:
Orang kafir mana wahai Surkati yang engkau hadapi dan engkau lawan ?! Penjajah kafir harby Belanda di depan matapun tiada pula engkau berani menunjukkan kebencian setitikpun sebagaimana layaknya sikap seorang Muslim (apalagi untuk orang yang digelari sebagai Syaikh Salafy yang meluruskan garis perjuangan!!) yang gagah berani menentang dan melawan orang-orang kafir yang menginjak-injak kehormatan kaum Muslimin dan merampok sumberdaya negeri kaum Muslimin saudaranya !! Bahkan engkau angkat para pejabat penjajah kafir itu sebagai murid-muridmu!! Dan mereka Angkat dirimu –wahai Surkati- sebagai Syaikh mereka!! Dan lihatlah generasi penerusmu! Tidakkah engkau merasa bangga bahwa dengan segala cara mereka membela, menutupi dan melindungi dakwah (sesat) mu!! Tetapi anak-anak ingusan itu sungguh percaya dan yakin bahwa dirimu tidaklah bahagia apalagi merasa bangga dan tertolong dengan perbuatan mereka!! Hal yang akan menjadikanmu semakin berat perhitungannya di Yaumul Hisab!!Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Berbagai bukti di atas jelas-jelas membuktikan tidak adanya Al-Wala’ dan Al-Bara’ di sisi Surkati dan Hizbul Irsyadnya baik terhadap kekafiran dan orang-orang kafir maupun terhadap Khawarij Anjing Anjing Neraka, Syi’ah dan Khurafiyyun!!" (Badai Fitnah IT, sub bab 18.9.1 RIFQAN SURKATI DENGAN PENGANUT KHURAFAT)
Udah kuno "trik-trik dan jurus" yang akang keluarkan sampai berkeringat-keringat itu!! "Lha wong" tetap aja sama, cuma diputar ulang terus-menerus agar (sekali lagi) kita terlena dan terlupa dari FAKTAnya bahwa akang ini sama sekali belum membantah bukti-bukti FAKTA yang langsung kita online-kan di FAKTA ini!!
Kami contohkan kelicikannya yang sama sekali "tidak canggih" agar orang-orang yang selama ini terkagum-kagum dengan "keahliannya" sedikit terbelalak mata hatinya.
Seorang akhwat bertanya kenapa dia tidak membantah tulisan ustadz Askari, maka apa "helah kuno" yang dilemparkannya:"Tulisan Ustadz Askari hafizhahullahu menurut kami adalah ilmiah, tenang, jernih di dalam berfikir, memiliki adab yang baik dan sikap seperti ini lebih bisa untuk diajak berdiskusi. Namun, bukan artinya semua tulisan beliau diterima, karena ada beberapa point yang sebenarnya bisa dikomentari. Adapun Ana tidak membantah tulisan beliau, karena ada yang lebih layak untuk membantahnya dan insya Alloh lebih baik, ilmiah, dan lebih bisa diterima daripada ana yang membantahnya."
Saudaraku sekalian yang semoga antum semuanya dirahmati Allah, telah kami paparkan bukti dan FAKTA bagaimana orang sombong ini menginjak-injak medan ilmiyyah dengan kaidah khabitsnya ketika berpaling dari fatwa para ulama dengan mengedepankan keberanian hawa nafsunya sebagai seorang lelaki sebagaimana para ulama Ahlussunnah yang dibungkusnya dengan label "tidak ma’shum". Tetapi bagaimana mungkin sekarang ketika menghadapi seorang "ustadz" saja dia berkilah bahwa ada orang yang lebih utama untuk membantah ustadz Askari??!! Dengan begitu heroik hizbiyyah LIARnya dia berani menginjak-injak fatwa para ulama dan sekarang hanya seorang "ustadz" Askari dia berhelah ria sedemikian"bodohnya"? "Pepesan kosong" ini hanya bilang ada beberapa poin yang sebenarnya bisa dikomentari"? Haihata,haihata kalau memang benar dia memiliki poin-poin itu tentu sudah dihidangkannya kepada kita!! Adapun tong kosong? Tentulah nyaring bunyinya!! Jadi hanya dua kemungkinan, imma dia "tidak berkutik dengan tulisan ilmiah ustadz Askari wa illa dirinya dan orang-orang yang dikatakannya "lebih bisa diterima, lebih layak" itu sedang menunggu buku baru (baca:durian Ihya’- Al-Kuwaiti yang runtuh) yang "sangat mungkin" dikeluarkan dan diterbitkan secara gratis oleh Kantor pusat Ihya’ At-Turats Kuwait!! Tunggulah wahai para pemimpi!! Dan tidak akan pernah kalian bisa membantah bukti-bukti Ahlussunnah dengan buku propaganda Ihya’ At-Turats!!
Tunjukkan BURHAN dan FAKTA akang kalau memang punya!! Kalau tidak punya, lebih baik duduk di rumah untuk mencari pekerjaan lain setelah di-PHK dari Al-Irsyad LIAR oleh pemerintah kita!!
Karena tidak berkutik dengan scan bukti dan FAKTA yang disodorkan "lha kok" scan bukti dan FAKTAnya yang dihina!! Buruk muka "lha kok" pabrik cermin yang disalah-salahkan!! Haihata, haihata..
Tidaklah suatu kelicikan dibongkar kekejiannya kecuali dia harus menutupinya dengan kelicikan berikutnya!! Demikian seterusnya kecuali dia bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tidak ada rasa berat bagi kami untuk mencabut dan rujuk dari fakta-fakta baru yang sangat mungkin tidak kami ketahui tentang keadaan para masyayikh yang tersebut di atas jika benar mereka telah rujuk kepada Al-Haq (dan ini adalah nikmat yang harus kita syukuri), adapun hanya sekedar ucapan:
"ustadz Firanda sendiri telah menyampaikan dari menantu Syaikh Abu Bakar, bahwa Syaikh Abu Bakar telah ruju’ dari kesalahan ini".
Apa yang mewajibkan kami mempercayai si "Lerai Pertikaian" yang menaiki kuda tunggangan yang dibuat oleh Markas besar Ihya’ At-Turats di Qurtuba dalam mentalbis umat dari kejahatan Ihya’ At-Turats? Bukankah beliau ini pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu dengan kejahatan dan kekejian Ihya’ At-Turats dan hendak membikin kita semua terlena dengan sinterklas dakwah Ihya’ Turats-nya yang telah banyak membantu dakwah hizbiyyahnya? Fatwa Syaikh Ahmad An-Najmi ada di depan mata dan ucapan sumpah keji syaikh Abu Bakr Jabir (semoga Allah meluruskannya):"“WALLAHI, aku tidak akan rujuk dari pernyataanku” dan anda hendak menghapus begitu saja dengan sanad dari Firanda? Bukankah orang ini yang menyemburkan fitnah keji yang berasal dari gurunya yang hizbi kepada ustadz Ibnu Yunus bahwa Asy-Syaikh Rabi hafidhahullah diusir dari Madinah?!! Haihata, haihata…
Kalaulah anda menghargai slogan anda sendiri "jika para pendakwa tidak menopang dalilnya dengan teks dalil, Maka dia berada di atas selemah-lemahnya dalil". Bukankah anda sendiri telah mencampakkan slogan anda ini? Apa bukti rujuknya Asy-Syaikh Abu Bakr Jabir dari peperangannya terhadap ulama Tauhid di negeri Tauhid di kota Rasul Tauhid? Sementara fatwa para ulama yang mentahdzir beliau masih terus terpampang sampai saat ini?’
Tetapi sekarang kami sangat yakin bahwa anda benar-benar tidak mau tahu dengan apa yang anda tulis sendiri!! Kalau demikian, apa kami harus menggubris orang yang hanya bermodalkan anak panah yang bermimpi hendak naik ke bulan sementara dia sendiri tidak mau tahu bahwa mimpinya itu tidak akan pernah terwujud menjadi kenyataan?
Tetapi tampaknya manhaj fanatikus Al-Irsyad LIAR “jarh wa tanfir” dengan gaya pembangkangan berjama’ah terhadap pemerintah yang lebih dominan, tergesa-gesa menuduh fitnah tanpa minta bukti dan mengatakan DUSTA tanpa membawa bukti sehurufpun serta kebencian yang mendarah daging telah membutakan mata dari bukti-bukti NYATA yang kami hadirkan!
Kalaulah dengan itu saja anda sudah merasa mantap menggelari kami sebagai Haddadiyah dan Ghulat, maka apa gelar yang tepat bagi manusia-manusia perusak yang mempermainkan para ulama dari Markas Al-Albani dengan permainan Al-Irsyad LIARnya? Membohongi seluruh peserta Muktamar di Markas Al-Albani sendiri!! Mencatut nama Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab demi keSalafiyyahan dakwah Surkati dengan PAN-Islamisme Irsyadisme Al-Afghani Ar-Rafidhinya? Merendahkan para ulama pewaris para nabi (tanpa kecuali!!) dengan Himpunan Tiga Risalahnya? Bukankah anda masih menjadi “setan bisu” dari kasus-kasus di atas? Apa pula julukan yang tepat bagi orang yang membela orang yang merendahkan Kibar Ulama? Merendahkan Syaikh Ibnu Ibrahim, Ibnu Baaz, Al-Albani dan bersikeras memuliakan Jama’ah Tabligh?!! Adapun buktinya? Bukankah kami tidak lupa untuk menyertakannya?.
Kalau anda wahai anti haddadi alias abu ahmad anti haddadi alias Abu Ahmad Abdul ‘Alim Ricki Kurniawan Al Mutafaqqih adalah orang yang berbeda dengan Ricki Kurniawan yang berdomisili di kota Malang, maka selesai sudah permasalahan ini dengan bukti di atas yang telah kami hadirkan. Tetapi kalau anda adalah orang yang sama, satu pernyataan dan satu pertanyaan besar telah menunggu jawaban anda!
Bukankah anda juga hadir ketika acara “Pembantaian Salafiyyin dan Dakwah Salafiyyah” yang dilakukan oleh seorang moderator merangkap da’i Ikhwani, Abduh ZA, Takfiri Halawi Makmun dan ustadz pujaan Anda sendiri Abdullah Hadrami?!
Haihata, haihata…bukankah anda belum memberikan sumbangsih sehurufpun untuk memperingatkan umat dari kejahatan ustadz anda dan orang-orang yang sehaluan dengannya ketika tragadi jahat itu terjadi? Bukankah anda –kalau benar-benar anti haddadi- seharusnya sudah menjadi saksi atas kejahatan ustadz anda sendiri bersama barisan da’i hizbi Ikhwaninya dan Takpirinya?! Salah besar kalau kami menuntut anda agar membela ustadz Luqman Ba’abduh dari serangan-serangan keji para teroris dakwah tersebut!! Beliau dan Salafiyyin sama sekali tidak pernah menuntut dan tidak butuh anda untuk membelanya!! Sama sekali!! Hanyalah pengakuan anda sebagai anti haddadi dan tidak ghulat telah menuntut anda untuk bersikap sebagaimana seorang lelaki bersikap!! Jelaskan kepada umat bahwa ustadz pujaan anda sangatlah berbahaya bagi Salafiyyin!! Justru karena pengakuannya sebagai da’i Salafy dan murid ulama besar Ahlus Sunnah!! Silakan anda memilih, tetap menjadi “setan bisu” ataukah menjadi Salafi yang sejati!! Jangan hanya koar kaor gembar-gembor gombar gamber menjadi anti haddadi yang hendak menumpas haddadi, padahal ustadz Ikhwani – si corong Aidh Al-Qarni- ahli nadhar wanita-wanita muda wal jama’ah ibu-ibu pengajian rutinnya di depan matapun tiada berani anda menasehati!!
Ataukah anda tahu bahwa acara bedah buku itu memiliki “energi potensial” yang benar-benar luar biasa dan diluar kebiasaan dari seorang da’i yang mengaku dirinya sebagai penyeru dakwah Salafiyyah dan lebih dari itu –mengaku dengan bangganya telah bermulazamah selama 4 tahun- sebagai seorang murid ulama besar Ahlus Sunnah, Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah? "Energi Potensial dahsyat’ yang bisa membangkrutkan dakwah "Salafiyah"nya sehingga para hulubalang raja berlomba-lomba menutup makar kejinya?
Ataukah anda sedang mengajari kami semua manhaj copi paste hermaprodit si ular berbisa pujaan anda?
Satu contoh ini saja –tragedi bedah buku- sudah merupakan FAKTA paradoksial “setan bisu” yang sangat mengerikan, jauh lebih mengerikan daripada manhaj MLM Ihya’ At-Turats anda, apalagi paradoks-paradoks yang anda contohkan!!
Tetapi tampaknya “kelicikan” itu sudah mendarah daging sedemikian parahnya sehingga andapun berkata:”Bahkan mereka mentahdzir terang-terangan PUSTAKA AL-KAUTSAR, dikarenakan keluarnya buku Abduh ZA yang lulusan Al-Azhar Al-Mishri (Abu Abdillah Al-Mishri-pengantar penerbit buku Dakwah Salafiyyah Dakwah Bijak) yang membantah Ustadz kebanggaan mereka yang mereka fanatiki… Lantas Pustaka Al-Kautsar dihantam habis-habisan”.
Ajarkan kepada kami makna dan definisi fanatik? Bukankah anda orang yang pandai berbahasa arab sebagaimana pejabat rendahan Al-Irsyad LIAR itu? Bagaimana mungkin dakwah Salafiyyah dan ulama Ahlus Sunnah, ayat-ayat Al-Qur’an, serta sunnah Rasul yang direndahkan dan ditertawakan kemudian anda yang mengaku anti haddadi mengecilkan permasalahan besar seperti ini sekecil ucapan: “..dikarenakan keluarnya buku Abduh ZA yang membantah Ustadz kebanggaan mereka yang mereka fanatiki…”. Manakah bukti-bukti FAKTA betapa fanatiknya kami kepada ustadz-ustadz kami?
Bukankah penerbit-penerbit tertentu itu yang kami publikasikan adalah buku-buku lain yang mereka cetak dan terbitkan ditulis oleh orang-orang yang tidak jelas manhajnya ataupun para tokoh-tokoh hizbi yang sudah anda kenal pula kiprahnya dalam menyesatkan umat?
Lalu di mana anda dapatkan perkataan kami yang mengatakan:”Mereka mentahdzir bahwa menukil buku dari penerbit selain penerbit mereka adalah HARAM dan BERBAHAYA..?” Di artikel mana kami mengharamkan seperti ini? Ataukah anda tidak sepakat bahwa buku-buku yang mereka terbitkan dan terjemahkan yang jelas-jelas bermanhaj menyimpang tidaklah berbahaya bagi umat? Apakah anda sepakat dengan pustaka Al-Kautsar dan At-Tibyan serta buku-buku jahat yang diterbitkannya? Salah besar kalau anda mengira bahwa kami menuntut anda agar membela Asatidzah dari serangan-serangan keji para teroris dakwah tersebut!! Beliau dan Salafiyyin sama sekali tidak pernah menuntut dan tidak butuh anda untuk membelanya!! Sama sekali!! Hanyalah pengakuan anda sebagai anti haddadi dan tidak ghulat telah menuntut anda untuk bersikap sebagaimana seorang lelaki bersikap!! Jelaskan kepada umat bahwa ustadz pujaan anda sangatlah berbahaya bagi Salafiyyin!! Justru karena pengakuannya sebagai da’i Salafy dan murid ulama besar Ahlus Sunnah!! Silakan anda memilih, tetap menjadi “setan bisu” ataukah menjadi Salafi yang sejati!! Jangan hanya koar kaor gembar-gembor gombar gamber menjadi anti haddadi yang hendak menumpas haddadi, padahal ustadz Ikhwani – si corong Aidh Al-Qarni- ahli nadhar wanita-wanita muda wal jama’ah ibu-ibu pengajian rutinnya di depan matapun tiada berani anda menasehati!!
Ataukah anda tidak sepakat bahwa buku-buku yang mereka terbitkan dan terjemahkan yang jelas-jelas bermanhaj menyimpang tidaklah berbahaya bagi umat?
Apakah pernyataan anda menunjukkan bahwa anda sepakat dengan sang ustadz kebanggaan, Abu Ihsan Al-Atsari ketika mempromosikan Al-Qaradhawi, Abdurrahman Abdul Khalik, Muhammad Al-Ghazali, Hasan Al-Banna dengan buku “Syaikh Al-Albani dalam kenangannya At-Tibyan? Apakah anda sepakat dengan Abu Ihsan yang membawa pesan Quthbiyyun Abul Fitan Al-Ma’ribi Al-Mishri dengan “269 Prinsip Kaidah Manhaj Salaf”nya At-Tibyan? Apakah anda juga sepakat dengan “Syarah Nawaqidul Islam”nya At-Tibyan milik Sulaiman Nashir Al-Ulwan seorang gembong sururi lapis kedua setelah Salman?! Kami tegaskan sekali lagi, apakah anda juga sepakat dengan “Ath Thoghut”nya At-Tibyan, karya Abdul Mun’im Musthafa Halimah yang diterjemahkan oleh Abu Fudhail dimana isinya merujuk pada ucapan Sayyid Quthb, Muhammad Quthb, Fi Dhilalil Qur’an, Thariqud Da’wah fi Dzilalil Qur’an?!
Haihata, haihata FAKTA-FAKTA BERBAHAYA inikah yang tidak mampu anda bantah sehingga membuat anda menjadikan kami sebagai kambing hitam yang telah MENGHARAMKAN penerbit selain penerbit kami?
Sungguh kami tidak habis pikir bagaimana mungkin anda yang mengaku kepada umat sebagai anti haddadi yang tidak ghulat justru tidak sepakat dengan kami bahwa-buku-buku tersebut BERBAHAYA bagi umat!!
Ataukah kepandaian anda tidak hanya pandai berbahasa arab tetapi juga pandai ‘memelintir” bukti dan FAKTA?
Kalau benar yang anda FITNAHkan, tentulah tidak sulit bagi anda mengajukan bukti dan FAKTAnya agar semua tuduhan anda tidak berbalik kepada diri anda sendiri!! Dan sungguh kami curiga bahwa anda adalah salah satu penyusup yang hendak mencabik-cabik Salafiyyin dan dakwahnya!!
Haddadi bersembunyi di balik topeng anti haddadi?
Pembela orang yang membela Jama’ah Tabligh berlagak membela satu ulama yang kami dzalimi?
Pembela organisasi yang telah melecehkan dan menginjak-injak kehormatan para ulama pewaris para nabi berlagak jadi pembela seorang ulama?
Barisan pembangkang Al-Irsyad LIAR yang bersembunyi di balik pembela dakwah Salafi?
“Setan bisu”nya ustadz kebanggaan yang difanatiki Abdullah Hadrami berlagak jadi anti fanatik?
“Setan bisu”nya ustadz Agus Hasan sang penghina dan peleceh para ulama pewaris Para nabi bersama barisan Al-Irsyadnya plus majalah Qiblatinya berlagak jadi pembela ulama yang didzalimi?
Haihata, haihata tidak adakah kejujuran yang tersisa?
Ular LIAR berbisa itupun menutup acara dengan berkata:
“Jazzakallohu Khoyr… resume yang cukup bagus. Semoga yang lainnya dapat mengambil faidah…”. Alhamdulillah.
Tetapi jangan anda terus keras kepala tidak mau tahu dan pura-pura tidak tahu dengan tikaman keji murid-murid As-Surkati yang diceramahkan secara dusta oleh Ustadz Abdurrahman Tamimi di Yordania di hadapan seribu lebih penuntut ilmu dan sejumlah ulama (dan ini adalah FAKTA lain betapa DUSTAnya si PENDUSTA kelas kakap itu akan hakekat dakwah Tauhidnya As-Surkati dan Hizbul Irsyadnya):"Dakwah beliau meliputi seluruh negeri dan beliau telah mencetak kader yang menolong dan membantu dakwah beliau di seluruh jazirah Indonesia" (Neo-AdzDzakhiirah, ed.10, th.II, 2004, 1425H, hal.13). Seperti apakah murid-murid As-Surkati "bal Syaikhus Salafi" , kader yang menolong dakwahnya? Inilah FAKTA hasil karya mereka..
“SEBENARNYA YANG BERTANGGUNG JAWAB TENTANG PERBEDAAN DAN PERSELISIHAN YANG MEMALUKAN INI (ANTARA RU’YAH DAN HISAB-PENY) ADALAH ULAMA. PARA ULAMA SENDIRILAH YANG MEMIKUL BEBAN DOSANYA, bukan umat yang awam. KARENA ULAMA YANG BERSTATUS SEBAGAI PEWARIS PARA NABI1, TELAH LENGAH DALAM MENGEMBAN TUGAS YANG DIPIKULNYA.. PARA ULAMA TIDAK MENGULURKAN KEPADA UMAT APA YANG WAJIB UNTUK DIULURKAN, SEPERTI NASEHAT YANG SEMESTINYA, AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR DAN MEMPERBAIKI HUBUNGAN ANTAR UMAT. Sesungguhnya agama itu adalah nasehat, JUSTRU MEREKA (PARA ULAMA PEWARIS PARA NABI-PENY) DIAM TIDAK MENGAMBIL TINDAKAN PENYELAMATAN,…AKAN TETAPI SANGAT DISAYANGKAN, MEREKA (PARA ULAMA PEWARIS PARA NABI-PENY) TIDAK MENDAPATKAN TAUFIQ UNTUK ITU, DAN INI BENAR-BENAR NASIB SIAL BAGI UMAT ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN.”2 (HIMPUNAN TIGA RISALAH, MAJELIS IFTA’ DAN TARJIH JAM’IYYAH AL-IRSYAD, DITERJEMAHKAN OLEH AGUS HASAN BASHARI, Lc, PP. AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH, kata pengantar FAROUK BAJDABIR, Sya’ban 1425H/Oktober 2004M, hal.104-105).
1 Demikianlah, arah tikaman ini secara jelas terarah sebagaimana yang tertulis di buku yang diterjemahkan dan diterbitkan di bulan Oktober 2004 M tanpa ada catatan apapun atau keterangan apapun yang bisa memalingkan maksud dan arah tikaman tersebut kecuali hanya tertuju kepada “para ulama pewaris para Nabi”!!