Fakta.blogsome.com ! www.Fakta.cjb.net ! www.Fakta.info.tm :: FAKTAkan yang Haq

6 - January - 2007

DDII - Bukan Sekadar Organisasi Biasa

Filed under: Umum, Fakta

Bismillahirrahmanirrahiem (Tambahan FAKTA penting:20/9/2007)

Boleh kiranya jika kali ini DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia) kita soroti, bukan karena dengki atau iri, lantaran dipecat DDII atau tidak didanai. Tulisan ini sekedar menolong al Akh Abdul Hadi, Abdul Ghafur dkk yang menyinggung DDII. Bulatkan tekad anda untuk mengklik bukti FAKTA di bawah ini:

http://img300.imageshack.us/img300/294/kompakddiibasyirniigk4.jpg
http://img72.imageshack.us/img72/7679/2pentolniingrukibinaddiex9.jpg

Ba’asyir Neo-Khawarij tentu sudah sama kita kenal sepak terjangnya bersama para pasukan KOMPAKnya di negeri ini. Adapun Wahyudin? Ternyata dia adalah salah seorang direktur NIInya, simak:
http://img187.imageshack.us/img187/4224/wahyudinniiddiivu7.jpg

Demikianlah, DDII bukanlah sekedar organisasi biasa, tetapi inilah organisasi luar biasa tempat berkumpulnya para pasien akut Ihya’ At-Turats yang terkenal kiprahnya dalam memecah belah umat, wadah terjalinnya rifqan (baca: perselingkuhan manhaj) antara para da’i yang mengaku Salafi dengan para pembesar hizbi dengan segala aliran dan sektenya. Na’udzubillah minal hizbiyyah. Ya, DDII bukan sekedar ormas biasa, bahkan tempat berkumpulnya para tertuduh, mengingat seluruh hizbiyyun, ormas, tokoh aliran dari Indonesia maupun dunia dirangkul oleh DDII, hampir semua politikus, maupun dai yang mengaku salafi, bermuara dan menginduk ke DDII.

Berikut fakta yang dapat disimpulkan dari dokumen DDII serta kumpulan fakta yang kami dapatkan :

1. Mengenai DDII, menurut dokumen resminya Menunaikan Panggilan Risalah, Dokumentasi Perjalanan 30 Tahun Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia karya Lukman Hakiem dan Tamsil Linrung, nampak (pada hal 45) bahwa :

a. Markas DDII adalah di masjid Al Furqan, Jl. Kramat Raya 45 . Lihat gambar disini :

http://img243.imageshack.us/img243/4972/196.jpg

Keterangan gambar : Inilah sampul dari dokumentasi DDII

http://img243.imageshack.us/img243/4803/199.jpg

b. Inilah isi dokumentasi DDII, yang menyatakan DDII bekerjasama dengan Ihya Turats Islami Kuwait, LIPIA, Rabithah Alam Islami Maktab Jakarta, Lajnah Muslim Asia Haiah Khoiriyyah Islamiyyah Kuwait, Lajnah Alam Islami Jam’iyyah Islah Ijima’i Kuwait, Bait Al Zakat Kuwait, Syarikah al Rajhi Saudi Arabia dll. 

http://img243.imageshack.us/img243/5959/198.jpg

c. Inilah isi dokumentasi DDII, yang menyatakan DDII bekerjasama Bait Al Zakat Kuwait, Haiah Ighatsah Jeddah, Haiah Khairiyyah Alamiyah Kuwait, Lajnah Alam Islami, Lajnah Muslim Asia Kuwait, Lajnah Khairiyah Musytarakah Ihya Turats Islami dll.

http://img243.imageshack.us/img243/6132/200.jpg

d. Inilah isi dokumentasi DDII, yang menyatakan bahwa DDII mengeluarkan majalah Media Dakwah, memiliki nama lain Dewan Dakwah. DDII tampak mengundang Dr Yusuf Qaradhawi di tahun 1988 ke markasnya masjid Al Furqan, Kramat Raya 45 Jakarta.

e. Inilah isi dokumentasi DDII, yang menyatakan bahwa pimpinan DDII Dr Anwar Harjono, Dr HM Rasjidi aktif menerima delegasi dari negeri Senegal. DDII juga bekerjasama dengan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), Rabithah Alam Islami (Organisasi Konferensi Islam – OKI), IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS). Juga dengan organisasi manca negara, Wizarot Al Auqaf Kuwait, Bait Al Zakat Kuwait, Jam’iyah Ishlah Ijtima’i Kuwait, Haiah Khairiyah Islamiyah Alamiyah Kuwait, Jam’iyah Ihya Turats Islami Kuwait, Rabithah Alam Islami Saudi Arabia, Haiah Ighatsah Islamiyah ‘Alamiyah Saudi Arabia, WAMY (World Assembly Moslem Youth), Lajnah Dar Bir Islami Saudi Arabia, Jama’at Islami Pakistan, dst.

2. Disebutkan juga (pada hal 35 buku Dokumentasi DDII) bahwa DDII bekerjasama dengan Ihya ut Turats Islami melalui bantuan LIPIA (universitas yg paling banyak menelorkan sarjana ikhwani bergelar Lc), Rabithah Alam Islami lewat Maktab Jakarta, Lajnah Muslim Asia Haiah Khoiriyyah Islamiyyah Kuwait, Lajnah Alam Islami Jam’iyyah Islah Ijima’i Kuwait, Bait Al Zakat Kuwait, Syarikah al Rajhi Saudi Arabia. Pada hal 38, nampak DDII juga bekerjasama dengan Haiah Ighatsah Jeddah, Lajnah Khoiriyyah Musytarakah Ihya Turats Islami Kuwait (hizbi).


3. Disebutkan pada hal 45, DDII juga bekerjasama dengan Wizarot al Auqaf Kuwait, Haiah Ighatsah Islamiyyah ‘Alamiyah Saudi Arabia (hizbi), WAMY (World Assembly Muslim Youth) dan Lajnah Bir Islami Saudi Arabia, Syaikh Zain Ibn Sulthan al Nahyan Foundation Abu Dhabi. Pada hal 46, DDII juga menjalin kerjasama dengan Iqra Foundation Saudi Arabia, Hai’ah Abu Dhabi, Jam’iyah Dar Al Bir Dubai (hizbi), Sunduq Takaful li Ri’ayatil Asro wa Usar Syuhada Kuwait. Maka jelas DDII bermuammalah dengan berbagai macam lembaga hizbi, dari penjuru dunia dan markas resminya di masjid Al Furqan. 

http://img243.imageshack.us/img243/4972/196.jpg


4. DDII juga menjalin kerjasama dengan Al Irsyad al Islamiyyah dan para poli tikus, diantaranya Geys Ammar (al Irsyad), Didin Hafidhuddin (PK al ikhwani), Tamsil Linrung (PAN), Amien Rais (PAN), Muzayyin Abdul Wahab (aktifis Al Sofwa), Yahya Muhaimin, Yusril Ihza Mahendra (PBB), dst. Ini tertera pada hal 13-14 buku tsb. Maka jelas sudah kecampurbauran DDII ini. Lantas kenapa Yazid Jawwas dkk selalu mendapatkan tempat di masjid ‘markas besar’ DDII yg campur baur itu ? Jelas karena dia dengan mereka satu gelombang, satu jenis. Allahu a’lam. http://img243.imageshack.us/img243/776/197.jpg

5. Bahwa data dari situs Kompak DDII www.megaone.com_kompak_berita_utama.htm, nampak Kompak/Laskar Mujahidin ini bermarkas di Gedung Islamic Centre, Jln. Pabelan Baru 77 Kartosuro, Sukoharjo. Dan dalam www.megaone.com_kompak_profil4.htm nampak jelas Abu Bakar Ba`asyir adalah penasihat Kompak DDII, bersama K.H. Naharussurur, K.H. Wahyudin, Dr. (HC).H. Suparno ZA, dr. H. Zainal Arifin Adnan. SpPD, H.M. Haryanto, H. Muhammad Djoko Setyono. Menurut Surat Keputusan Komite Penanggulangan Krisis (KOMPAK) Dewan Dakwah Pusat No. 03/SK/KOMPAK/II/200, Baasyir diangkat menjadi Pembina KOMPAK Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) cabang Jawa Tengah dan DIY, bersama K.H Wahyudin (Direktur Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki),  (menurut situsnya sendiri, sempat aktif di tahun 2003, www.megaone.com/kompak/berita/utama.htm) dan  diketuai Aris Munandar, Lc. Ketua Umum Kompak DDII H.Aris Munandar. Lc orang Boyolali ini adalah orang yang paling dicari oleh dalam jaringan Jama’ah Islamiyyah. Organisasi Kompak DDII ini, Wakil Ketua Abu Ibad Sutono, Sekretaris Umum Drs. Abu Mush’ab Mrd, Divisi Penerangan & Pendidikan Amir Mahmud Ma’ruf, Ust. Shihabudin AM, Ust. Badru Tamam, Lc, Ust. Abu Za’id H. Maka jelas sudah dan tidak diragukan lagi di dalam DDII terkumpul bermacam aliran, yang berpemikiran Khoriji Abu Bakar, Aris Munandar dkk, bersama dgn politikus dll. Hati-hatilah dari tempat pengajian DDII, salah seorang dai bernama Yazid Jawwas mendapatkan fasilitas dari DDII dalam beberapa tahun terakhir dan tidak melakukan hal yang berarti untuk menunjukkan al wala’ wal bara yang nyata atas hizbi disana. Bahkan cenderung mempopulerkan markas DDII, shg ‘salafi’ disana cukup menyebut tempat kajian mereka dgn "masjid DDII". Allahul musta’an.

6. DDII adalah organisasi yang kumpul campur aduk didalamnya hizbiyyun, tokohnya, yang pada tahun 1988 sudah bisa menghadirkan dedengkot Ikhwanul Muslimin, Dr.Yusuf Qaradhawi. Lihat pada hal 43, DDII pernah mengundang Dr Yusuf Qardlawi, hizbi ikhwani ke masjid Al Furqan, markas DDII Jl. Kramat Raya 45, http://img243.imageshack.us/img243/776/197.jpg, dikutip dari buku Menunaikan Panggilan Risalah, Dokumentasi Perjalanan 30 Tahun, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, disusun oleh Lukman Hakiem, Tansil Linrung (tokoh PAN yang terkait ditangkap otoritas Philipina)

7. Kiprah DDII berkumpul dengan ‘dai yang mengaku salafi’ juga tak kalah pentingnya dikupas disini selain dengan aliran Turotsi (Yazid Jawwas dkk) yakni Jafar Umar Thalib. KISDI aktif memprakarsai gerakan menentang invasi USA atas Iraq yakni acara Rapat Akbar Solidaritas Falllujah tgl 26 November 2004 juga mengundang DDII dan Jafar Umar Thalib. Hadir Ketua Umum KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam), Abdul Rasyid Abdullah Syafi’I, ZA Maulani, Taufiq Ismail, ZA Maulani, Hussein Umar, Tifatul Sembiring, Ismail Yusanto, Habib M Rizieq Syihab, Munarman, KH Syukron Makmun, Ahmad Sumargono, KH Kholil Ridwan, Ust Ja’far Umar Thalib, Ust Arifin Ilham, Abu Jibril, Muzakkir, MUI, Muhammadiyah, NU, DDII, PKS, HTI, MMI, Daarut-Tauhid, FPI, GPMI, Hidayatullah, Al-Irsyad, Asy-Syafi’iyah dan MER-C. (Harian Terbit, www.harianterbit.com, nama file Konsep demokrasi bukan lewat saling membunuh.htm, dikopi tgl 25 Desember 2005)

8. Diantara orang DDII yakni Hartono Ahmad Jaiz, yang memuji Abdurahman Abdul Kholiq sbg ulama Salaf disamping Syaikh Utsaimin dalam pengantarnya di buku Raport Merah Aa’ Gym. Padahal Hartono Ahmad Jaiz adalah aktifis L-Data Lembaga Dakwah dan Ta’lim Jakarta yang beralamatkan aldakwah.org, yang isi websitenya sangat erat dengan pemikiran Hasan Al Banna, Sayyid Quthb, Yusuf Qardlawi, dkk. Belakangan ini Hartono Ahmad Jaiz semakin dielu-elukan setelah menulis bantahan terhadap JIL, merilis buku Islam Sempalan di Indonesia, sehingga dia dianggap "ustadz" dan sering mengisi kajian di Al Sofwah dengan sebutan Haji Hartono Ahmad Jaiz. Tak ragu lagi keterkaitannya dengan Al Sofwah terbukti dalam beberapa judul kaset produk tasjilat Al Sofwah. Hartono Ahmad Jaiz juga editor terjemah tafsir Ibnu Katsir bersama-sama dengan Yazid Jawwas, Mubarak Ba Mu’allim, Abu Ihsan Al Maidani dan tokoh ikhwani pendukung Sayyid Quthb tulen, Hidayat Nur Wahid dkk. Belakangan Hidayat Nur Wahid menjadi editor terjemah Tafsir Fi Dhilalil Qur’an, Di bawah naungan Al Qur’an karya Sayyid Quthb yang diterjemahkan oleh Dr Idrus Abdul Shomad dan Mufti Labib. 9. Pimpinan DDII, Hussein Umar juga kerap berhubungan dengan hizbiyyun lainnya, seperti dikutip dari situs ICMI http://www.icmi.or.id, hadir dalam acara dzikir bersama yang diadakan Majelis Zikir Az Zikra, Arifin Ilham, dalam acara memperingati 1 Hijriyah 1426 H, bertema Menyongsong Negeri Bebas Korupsi, dihadiri juga oleh Anggota Dewan Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri, dan Jafar Umar Thalib pada tanggal 6 Februari 2005.


10. DDII juga aktif berhubungan dengan tokoh hizbiyyun lainnya yakni Tifatul Sembiring (PKS), Ismail Yusanto (Hizbut Tahrir Indonesia), M Rizieq Syihab (FPI), Ahmad Sumargono, Kholil Ridwan, Ja’far Umar Thalib, Arifin Ilham, Abu Jibril (MMI) dan Muzakkir (Syi’i Solo), juga ormas lainnya, PKS, HTI, MMI, Daarut-Tauhid, FPI, GPMI, Hidayatullah, Al-Irsyad, Asy-Syafi’iyah, Al Sofwa, L-Data dan MER-C.

Dai DDII yang kerap mengisi di markas DDII masjid Al Furqan Jakarta yakni Yazid Abdul Qadir Jawwas, Abdul Hakim Abdat. Penerbit Pustaka Imam Asy Syafi’i Bogor – yang telah menerbitkan buku-buku Yazid Jawwas, Mubarak Ba Muallim – Al Irsyad Jatim, Fariq Ghozim Anuz dkk, kini menerbitkan terjemah Lubabut Tafsir min Ibnu Katsir karya Dr. Abdullah bin Muhammad bin Abdurahman bin Ishaq Alus Asy Syeikh terbitan Muassasah Dar Al Hilaal Kairo Cet I Th 1414 H/1944 M dengan judul "Tafsir Ibnu Katsir". 

Tertera dalam terjemah tafsir Ibnu Katsir penerjemah Abdul Ghaffar, editornya berderet diantaranya :
a. Farid Ahmad Okbah MA (petinggi Al Irsyad, rekan Yusuf Usman Ba’isa – Ma’had ‘Ali Al Irsyad Tengaran, Boyolali, penulis Aldakwah.org)
b. Muhammad Yusuf Harun MA (seorang Ikhwani, pimpinan L-Data – Lembaga Dakwah dan Ta’lim Jakarta dengan website Aldawah.org, didalamnya kerap merujuk ucapan Hasan Al Banna, Sayyid Quthub, Yusuf Qaradlawi, penerjemah Al Sofwa). **)
c. Dr Hidayat Nur Wahid MA (seorang sururi tulen, quthbi asli, jelas-jelas berkecimpung dalam partai PK Al Ikhwani – pendukung berat Yusuf Qaradhawi, Hasan al Banna, Sayyid Quthub. Dia adalah ketua yayasan Al Haramain bersama Dr. Ahzami Sami’un Jazuli, Dr Salim Segaf Al Jufri, tokoh yang membidani lahirnya PK Al Ikhwani dan Al Haramain. Belakangan Hidayat Nur Wahid menjadi editor terjemah Tafsir Fi Dhilalil Qur’an, Di bawah naungan Al Qur’an karya Sayyid Quthb yang diterjemahkan oleh Dr Idrus Abdul Shomad dan Mufti Labib, juga menjadi editor terjemah Ibnu Katsir bersama Yazid Jawwas, Abu Ihsan al Maidani, Mubarak ba Mu’allim dkk). Kaset ceramah Dr Ahzami Sami’un bisa didapatkan di tasjilat Al Sofwa.
d. Drs Hartono (da’i DDII, bekas wartawan Pikiran Rakyat, penulis L-Data/Aldakwah.org, kasetnya dapat ditemukan di tasjilat L-Data Aldakwah.org, penulis buku Raport Merah Aa Gym yang menyebut-nyebut di awal bukunya Abdurahman Abdul Kholiq sebagai Ulama Salafy)
e. Drs. Geis Muhammad bin Abad (tokoh Al Irsyad alirsyad.or.id, rekan Abdurahman At Tamimi Al Irsyad Jatim, Yusuf Ba’isa, Al Irsyad Tengaran, Boyolali)
f. Masdun Pranoto (Sekjend Al Irsyad)
g. Yazid Abdul Qadir Jawwas (menyimak pergaulannya dekat tokoh Ikhwani, Al Irsyad yang tidak jelas manhajnya, tokoh Sururi, maka dia pantas didaulat sebagai tokoh Salafi "i" yaitu Salafy Imitasi).

**) Belakangan ini L-Data pimpinan Muhammad Yusuf Harun MA mendirikan PP Taruna Al Quran, Jogjakarta, yang dikelola Umar Budiargo dkk. Dan produk Taruna Al Qur’an salah satunya dainya bernama Aris Munandar Ss, kini dia sebagai pengasuh PP Taruna Al Qur’an dan pengasuh radio FM Taruna Al Quran).

Aris Munandar seorang yang tidak jelas manhajnya, pernah didaulat oleh Lembaga Bimbingan Islam Al Atsary (LBIA) Jogjakarta mengisi ta’lim tgl 25 Juni 2004 bersama pendukung At Turots Kholid Syamhudi, Noor Ahmad ST MT (disebut-sebut – dengan bangga oleh muridnya – sebagai dosen sekaligus ustadz dan Kajur D3 Teknik Elektro UGM), Abu Isa (Jamilurrahman, Bantul), Abu Sa’ad Lc (Jamilurrahman, Bantul), Muhammad Qosim, Lc (pengajar Ma’had Ali Al Islam Tengaran, Boyolali pimpinan Yusuf Ba’isa).

Aris Munandar juga pernah mengisi bersama Afifi Abdul Wadud (pengusaha pemilik Ihya Jogjakarta), Abu Ali, pada tgl 3 April 2004. Lebih parah lagi, Aris Munandar Ss pernah mengisi kajian Malam Selasa di Masjid Jogokariyan Jogjakarta bersama Muhammad Jazir Asp tokoh Ikhwani Jogjakarta, Muhammad Fauzil Adhim Ikhwani, Didik Hariyanto Ikhwani dan Irfan S Awwas, tokoh MMI Jogjakarta. Dan hingga kini Aris Munandar aktif mengisi halaqah Salafi "i" – salafy imitasi – yang dikelola Lembaga Bimbingan Islam Al Atsary Jogjakarta.

Sementara LBIA Al Atsary kerap mengundang Abdul Hakim bin Amir Abdat – penelaah/ahli hadits dari Jakarta menurut selebarannya – di bulan Jul 2003 yang lalu bersama Kholid Syamhudi Lc, Arif Syarifudin Lc (Mudir Ma’had bin Baz), Abu Sa’ad, Abu Isa, Muhammad Subhan, Lc, Afifi Abdul Wadud, Mujahid, Abu Ali, Muhammad Wujud, Lc.

Kaitan Abdul Hakim Abdat dengan yayasan Al Kahfi Batam, yayasan Ubudiyyah, Riau, sehingga syaikh Kholid ar Raddadi mengecamnya dengan keras. Kaitan Abdul Hakim Abdat dengan Al Haramain Al Khoiriyyah – yayasan yang terkait dengan Usamah bin Laden cs, sehingga ditutup oleh pemerintah Saudi – dan yayasan Al Sofwah dalam acaranya di masjid Al Sofwah, mengajar bersama Abu Qatadah – da’i resmi Al Sofwah, dll, simak buktinya di file atturots.network.zip. Hubungan Abdul Hakim Abdat dengan orang-orang majelis At Turots Al Islami, yakni mengajar bersama Abu Ihsan Al Atsary Al Maidani – penerjemah Al Sofwah juga – , Arif Syarifuddin, Kholid Syamhudi, yang berhubungan dengan Ihya ut Turots.
Sedangkan Abu Ihsan al Atsary Al Maidani, rekan Abdul Hakim, turut menyumbangkan sumbangsih besar sebagai pembawa pesan quthbiyyun di Indonesia. Dia menerjemahkan kitab as Sirajul Wahhaj fi Bayanil Minhaj, karya Abul Hasan Musthafa bin Ismail as Sulaimani al Mishri, yang diberi judul 269 Prinsip Kaidah Manhaj Salaf, buku ini dikritik habis oleh syaikh Rabi’ Bin Hadi, bahkan Abul Hasan ditahdzir karena pemikiran quthbiyyunnya oleh puluhan ulama termasuk syaikh Rabi’ bin Hadi, buku ini diterbitkan oleh pustaka at Tibyan. Penerbit yang sama juga menerbitkan karya Quthbiyyun berjudul ath Thoghut, karya Abdul Mun’im Musthafa Halimah, diterjemahkan dlm bahasa Indonesia oleh Abu Fudhail , isinya merujuk pada ucapan Sayyid Quthb, Muhamamd Quthb, Fi Dhilalil Qur’an, Thariqud Da’wah fi Dzilalil Qur’an. Penerbit at Tibyan juga menerbitkan hasil terjemah Abu Umar Basyir Al Medani yang sering mengisi di At Turots Jogjakarta. Maka semakin jelas siapa Abdul Hakim dan konco-konconya, Abu Ihsan Al Atsary, dan penerbit At Tibyan serta penerjemah-penerjamah didalamnya.
Demikianlah carut-marutnya DDII dan hampir bisa dipastikan para penerima dana Ihya Turats, hizbiyyun, dimana-mana saling terkait, saling melindungi, saling membantu. Apa sebabnya ? Wallahu a’lam.

Abu Abdillah Ibrahim

Catatan :
Simak pula artikel lain berjudul "
Antara DDII dan Yazid Jawas, bukan sekedar ‘Ngaji”" di http://fakta.blogsome.com/2007/04/02/antara-ddii-dan-yazid-jawas-bukan-sekedar-ngaji/ dan artikel "Abdul hakim Abdat “Pakar Hadits” Indonesia" di http://fakta.blogsome.com/2008/01/11/abdul-hakim-abdat-pakar-hadits-indonesia/

Resume Kejanggalan Buku “Al Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa” karya H. Hussein Badjerei

Filed under: Umum, Fakta

Bismillahirrahmannirrahiem 

Berikut ini resume Kejanggalan Buku "Al Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa" karya H. Hussein Badjerei, putra dari murid kesayangan Ahmad Surkati pendiri Al Irsyad. Buku resmi yang diakui DPP Al Irsyad alirsyad.or.id.  Semula kita tertarik sebagian isi buku ini dimuat dari situs resmi al Irsyad www.alirsyad.or.id yang membawahi PW Al Irsyad Jatim pimpinan Chalid Bawazeer.

Sebagai bukti bahwa kami mengutip dari buku tersebut, kami scan halaman depan, kedua dan belakang. Simak scan halaman depan buku ini di http://img208.imageshack.us/img208/4554/sampulbukuresmippalirsyvb2.jpg, halaman kedua dengan stempel resmi DPP Al Irsyad http://img220.imageshack.us/img220/1706/halkeduabukuresmippalirhr5.jpg,  dan halaman luar http://img96.imageshack.us/img96/8632/husseinbinabdullahbadjepw4.jpg.

Kita mengetahui buku ini diterbitkan di Jakarta oleh Presto Prima Utama, 1996, Cet. 1., hanya sayangnya di pasaran tidak ada lagi. Alhamdulillah seseorang yang berada di Jakarta bisa mendapatkan bukti buku ini dengan stempel asli dari DPP Al Irsyad ini.

Ada sebagian orang yang tidak representatif mewakili PP Al Irsyad pimpinan Ir. Farouk Zein Badjabir menyatakan bahwa buku ini illegal, tidak sah, tidak benar, sayang dia sendiri hanya pejabat setingkat kecamatan atau kabupaten dari Al Irsyad, atau cuma seorang yang menghibur diri karena melihat buku tersebut diungkap isinya.

Silakan meneruskan ucapan dan komentar ke PP Al Irsyad Anda, mengingat diterbitkan th 1996, maka perlu ada kesepakatan dgn Al Irsyad resmi dari Al Irsyad illegal anda, silakan rapat mulai Ranting- PC-PW-PP lantas menelurkan buku revisinya, umumkan dgn pers release resmi Al Irsyad , barulah kami cabut resume kejanggalan dari buku resmi ini. Insya Allah.

Berikut resume ini, diawali dengan halaman dari buku dan ditambahkan komentar singkat dari sdr Ibrahim :
1.      Hal 8, "gerakan yang diprakarsai Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dinamai Gerakan Wahabi".
Komentar : Menyebut Wahabi bagi dakwah Ahlus Sunnah wal Jama’ah Salafi masa lalu, apakah ini pujian atau hinaan ?

2.      Hal 9, "… penggalian disiplin ilmu dan filsafat.." "… gerakan ini dikenal pula dengan nama Pan Islam".
Komentar : Tampak Al Irsyad mengagungkan kedudukan filsafat yang menjadi ciri khas dakwah Mu’tazilah.

3.      Hal 10, seputar Jamaluddin al Afghani, Muhammad Abduh, Rashid Ridho yang sangat kentara pengaruhnya pada diri Ahmad Surkati dan Al Irsyadnya

4.      Hal 18, "pemerintah di negeri Belanda merasa perlu menurunkan para spesialis kolonialisnya… guna melakukan penelitian dan penyelidikan lebih lanjut tentang Islam"."tokoh legendaris adalah seorang sarjana : Prof. Dr. Christian Snouck Hurgronje". Komentar : Nampak bahwa Hussein Badjerei mengetahui siapa Snouck ini, yang telah melakukan operasi intelejen di Indonesia, memporak-porandakan muslimin Aceh maupun di Jawa.

5.      Hal 23, Abdullah Badjerei menyatakan : "Snouck akan ‘berjihad’ untuk melaksanakan cita-citanya", "nampaknya Snouck berusaha berjihad…"
Komentar : Pantaskah istilah jihad untuk seorang antek imperialis Belanda ?

6.      Hal 27, "Mereka adalah Syaikh Ahmad Assoorkattiy al Anshary yang ditempatkan di sekolah…"
Komentar : Inilah cikal-bakal kehadiran Surkati di Indonesia

7.      Hal 32, "Syaikh Umar Yusuf Manggus yang menjabat Kapten Arab di Jakarta…"
Komentar : Yakni Manggus adalah seseorang yang diberi pangkat Kapten oleh imperialis Belanda, alias kakitangan Belanda.

8.      Hal 33, Madrasah al Irsyad didirikan oleh Surkati mendapat ijin kafir Belanda (Staadsblad 550/1905) di bawah payung Jam’iyyyah Al Ishlah wal Irsyad al ‘Arabiyyah. Perhimpunan al Irsyad ini resmi mendapat pengakuan Hukum dari Gubernur Jendral penjajah kafir Belanda SK no 47 tgl 11/08/1915.
Komentar : Kenapa Al Irsyad demikian dekat dgn pemerintah Belanda, shg mendapat pengakuan resmi menurut hukum kafir Belanda ? Jelas, karena Al Irsyad dianggap bukan aral/onak bagi bagi pemerintah imperialis Belanda

9.      Hal 35, Guru Surkati  salah satunya Syaikh Ahmad albarzanji. Surkati yakin "mati di Jawa dengan berjihad, lebih suci daripada mati di Mekkah tanpa jihad".

10.  Hal 36, Surkati menghadiri Maulid Barzanji dan dia berdiri untuk menghormati bid’ah tsb."Tetapi saya ini punya misi, saya perlu berdialog dengan mereka semua. Kalau saya duduk seperti kalian pada upacara tadi, pintu untuk saya berdialog dengan mereka sudah pasti tertutup." Ditulis oleh Abdullah Badjerei.
Komentar : Lihatlah toleransi dgn perbuatan bid’ah demikian kental, Surkati mencontohkan apabila … maaf …Anda mau berdakwah kepada pelacur maka harus … dulu ? Atau apabila mau berdakwah pada penyembah kubur, selayaknya … dulu ? Demikiankah wasilah dakwah yang diajarkan Rasulullah ? Mencebur dahulu, memperbaiki dari dalam sambil tenggelam dgn kemaksiatan, kebidahan ?

11.  Hal 37, Surkati terlibat debat dgn tokoh PKI Semaun, lantaran kalah debat dan melihat Semaun kokoh dalam ke-PKI-annya, Surkati memujinya "anaa uhibbu haadzarrajula katsiiran;saya suka sekali pada orang ini."
Komentar : Lihatlah, Semaun pun dipuji lantaran dia kokoh dalam paham komunis dia.

12.  Hal 41, Surkati menerbitkan majalah Az Zachirah Al Islamiyyah pada th 1923.

13.  Hal 44, Surkati halalkan rokok atas Abdullah Badjerei lantaran Surkati amat sayang padanya. Gaji Surkati waktu itu f.200 (200 gulden), f.30 sudah dapat 1,2 ton beras (1.2 ton beras = 1200 kg, berarti f.0.025 sudah dapat 1 kg).
Komentar : Lihatlah rasa sayang Surkati ternyata menjerumuskan yang disayangi dalam kematian yang perlahan akibat rokok.

14.  Hal 45, Surkati punya murid dari kalangan penjajah Belanda yakni Prof. Dr. Van Nieuwenhuise, shg menjadi bekal dia memimpin siaran berbahasa Arab pada radio kafir Belanda di Belanda, Hilversum.
Komentar : Apakah tidak mungkin Van Nieuwenhuise memutar-balikkan paham Islam dgn senjata bahasa Arabnya?

15.  Hal 47, taashubnya Sholah al Bakri : "Kalau matahari telah terbit dari Barat, barulah saya akan berpaling dari al Irsyad".
Komentar : Lihatlah pemujaan pada al Irsyad yang demikian tinggi penuh dgn semangat hizbiyyah, ini tertulis dalam buku resmi DPP Al Irsyad tanpa ada ralat.

16.  Hal 48, Surkati juga guru CH.O.van der Plas, konsul Belanda di Jeddah yang menjadi Ajun Advisor dari kantor kolonial belanda Kantoor voor Inlandsche Zaken, juga Prof. Dr. G.F. Pijper sebagai Advisor di kantor yang sama, dia belajar Ilmu Tafsir dan Fiqh dari Surkati. (hal 49)
Komentar : Lihatlah Surkati demikian dekat dgn kolonialis Belanda, maka apakah mungkin Surkati menyusun perlawanan atas imperalis Belanda dalam kedekatannya itu ? Sesungguhnya tidak patut Irsyadi meminta-minta gelar ‘Pahlawan Nasional’ bagi Surkati.

17.  Hal 49, kedekatan dgn kolonial Belanda membikin upaya mencari dana, meminta ke kafir Belanda mudah, shg kantor muridnya tadi menjanjikan bantuan dana satu bagian penuh dari prosentase satu periode penarikan lotre Dana Sosial (judi). Alokasinya hanya diberikan pada yayasan, shg Surkati menuruti pemerintah kafir Belanda mendirikan Stichting al Irsyad al Islamiyyah. Dana yang turun adalah sebesar f.10.000. (apabila f.30 sudah dapat 1,2 ton /1200 kg beras atau seharga Rp. 3.600.000 uang sekarang, maka f.10.000 setara dengan Rp. 1.2 Milyar uang sekarang (f.30 = 1200 kg, f.1 = 40 kg, f.10000 = 400.000 kg = Rp. 1.2 Milyar).
Komentar : Sungguh nilai yang sangat besar jumlahnya yang dia halalkan, kendati dikritik habis oleh A Hassan Persis bahwa uang judi tetap haram.

18.  Hal 55, "meminta bantuan sayyid Muhammad Rasyid Ridho".
Komentar : Menunjukkan hubungan akrab antara al Irsyad dgn Rasyid Ridho berikut manhajnya tentunya.

19.  Hal 58, "Ia dituduh sebagai Wahabi, padahal ketika…".
Komentar : Surkati tidak mau disebut Wahabi, karena tidak seide dgn Syaikh Muhammad Abdul Wahhab.

20.  Hal 60-61,"para peserta Konggres akhirnya telah dibaiat oleh Ahmad Surkati dengan menyatakan akan tunduk kepada setiap keputusan…".
Komentar : Inilah baiat hizbiyyah, inilah organisasi yg menghasung pada pemikiran hizbiyyah.

21.  Hal 63,"terhadap Snouck Hurgronje, Surkati menaruh simpati karena menilai bahwa Snouck ini memang pandai berbahasa Arab serta agama Islam yang dimiliki Snouch dinilainya tinggi sekali."
Komentar : Tahukah Snouck dicatat sejarah hanya berpura-pura masuk Islam untuk menghancurkan muslimin, mencerai-beraikannya, maka dimanakah kalian wahai muslimin Aceh, Jawa, yang memiliki kisah dari orang-tua kita tentang kebiadaban Snouck ini ???

22.  Hal 63, "Kepada Snouck, Surkati memang berkorespondensi, bahkan semula bermaksud akan mengunjunginya ke negeri Belanda, yang kemudian dibatalkannya karena mendapat berita bahwa Snouck meninggal dunia…"
Komentar : Seandainya Snouck hidup, dipastikan Surkati akan memeluk erat antek Belanda yg ‘utama’ di negeri kafir Belanda nun jauh disana.

23.  Hal 63,"Dr L. de Vries mengagumi Surkati, lantaran kenapa ? Karena Surkati tidak frontal dgn kafir Belanda ! Abdullah Badjerei diberitahu "kalau Surkati itu orang Belanda, maka jabatan Gubernur Jendral masih terlalu rendah baginya."
Komentar : Tidaklah pujian ini didapatkan kecuali karena dekatnya dgn imperialis kafir Belanda!

24.  Hal 67, menjuluki Ahmad Dahlan sbg waliyullah.
Komentar : Darimana dia tahu, apakah dia berhubungan dgn Allah Ta’ala ???

25.  Hal 69,"Semula ketika belajar pad Surkati, Van Der Plas meminta dari Surkati…."
Komentar : Van der Plas adalah kaki-tangan kafir penjajah Belanda yang kita kenal dari buku Sejarah SMP/SMA dulu ternyata murid Surkati.

26.  Hal 85, pertikaian di Al Irsyad sudah biasa, mulai pemilihan ketua, dst sekitar organisasinya
Komentar : Sudah biasa, sampai tahun 2005/2006 justru muncul 2 DPP, kubu Ir Hasyim Thalib dan Ir Farouk Zein Badjabir

27.  Hal 93-94, kemelut dan pertikaian di Al Irsyad diserahkan pada hukum thoghut Belanda
Komentar : Sudah menjadi kebiasaan

28.  Hal 109,"selain itu ia juga sudah hafal buku Logika Aristoteles berjudul Matan as Sullam".
Komentar : Seorang murid Surkati, Rasjidi karena hafal kitab bait syair, dijadikan asisten Surkati dalam pelajaran gramatika bahasa Arab, plus hafal filsafat kafir Yunani kuno

29.  Hal 110, "Umar Yusuf Manggush tentunya lebih ‘setia’ kepada pemerintah Jajahan Belanda." "Beslitnya sebagai kapten Arab diperolehnya dari pemerintah Jajahan Belanda".
Komentar : Umar Yusuf Manggush adalah salah satu tokoh penting yang turut memfasilitasi lahirnya al Irsyad, padahal dia KAKI TANGAN kafir Belanda.

30.  Hal 114, "al Irsyad dan Muhammadiyah bukanlah Wahabi".
Komentar : Al Irsyad berlepas diri dari manhaj Syaikh Muhammad Abdul Wahhab, alias Wahabi yakni manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Salafi. Alhamdulillah, larilah Laila dari para pemujanya lantaran Laila tidak suka.

31.  Hal 123,"Irshadi, begitulah mereka menamakan golongan mereka itu…"
Komentar : Pengikut al Irsyad rela disebut Irsyadi.

32.  Hal 142,"Para peserta Kongres telah dibai’at oleh Ahmad Surkati…"
Komentar : Baiat oleh Surkati, ciri khas dakwah hizbiyyah.

33.  Hal 150, "telah meminta tulisan dan kesan tentang al Irsyad dan pemimpinnya Syaikh Ahmad Surkati dari : Van der Plas, Pijper…."
Komentar : Minta dipuji oleh kafir Belandakah ?

34.  Hal 165, "Hari ulang tahun ke 25 al Irsyad…"
Komentar : Ultah Al Irsyad ala imperialis Barat.

35.  Hal 167, Ultah pemuda Al Irsyad

36.  Hal 173, Ultah pemuda Al Irsyad

37.  Hal 181, peringatan Milad ke 26

38.  Hal 183, mars Surkati dibuat secara khusus.
Komentar : Inilah budaya kafir Belanda yang dituai akibat kedekatannya dgn kafir Belanda.

39.  Hal 183, "Al Irsyad menurunkan pasukan Drumband-nya dari Jawa Timur".
Komentar : Al Irsyad = jamaah Drum Band !

40.  Hal 189, al Irsyad terlibat dgn politik
Komentar : Jelas

41.  Hal 211, "Al Irsyad itu adalah ad Drumband".
Komentar : Inilah stigma yang tepat akibat dakwah ‘drumband’ bermusik ria ala kolonialis Belanda tsb.
 

Kesimpulan :

1.      Ahmad Surkati dan Al Irsyad sangat dekat dengan Belanda, bahkan kaki tangan imperialis Belanda "Umar Yusuf Manggush" berperan penting dalam berdirinya Al Irsyad, pendanaannya.

2.      Kedekatan Ahmad Surkati dan Al Irsyad dengan para antek Belanda lain CH.O.van der Plas, Prof. Dr. G.F. Pijper, keduanya menjadi murid Surkati, membuat dana bantuan dari imperialis Belanda mengucur, kendati dari uang kotor (judi)

3.      Keakraban Ahmad Surkati dengan Prof. Dr. Christian Snouck Hurgronje nampak jelas, selain simpati, sering koresponden, Surkati bahkan ‘berkenan’ ingin mengunjungi neger kafir Belanda untuk bertemu sahabatnya itu. Padahal kita kenal Snouck inilah yang memporak-porandakan Islam dan muslimin di Aceh, sepatutnya muslimin terlebih Salafy marah dgn Snouck dan sahabatnya ini.

4.      Nampak jelas arah dakwah Al Irsyad bukan mengacu pada dakwah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab, bahkan terang-terangan menolaknya. Pengikut al Irsyad rela disebut dirinya Irsyadi dan tidak rela disebut Wahabi. Al Irsyad mengacu pada ide Pan Islam karangan Jamaluddin al Afghani yg diamini oleh Muhammad Rasyid Ridha dan Muhammad Abduh.

5.      Organisasi Al Irsyad tidak seperti yang digambarkan Abdurahman At Tamimi  sbg organisasi Salafi (dai Al Irsyad Jatim), al Irsyad jelas penuh dgn intrik, pertikaian. Nampak al Irsyad adalah organisasi ‘modern’ lengkap dgn perangkat organisasinya, rapat, notulen, anggota, ketua, badan otonom, pertikaian, perselisihan, ada bendera khusus, baiat/sumpah setia, hasil rapat yang mutlak harus dijalankan, mars/lagu wajibnya, memiliki pasukan, drum band dst. Bahkan orang kafirpun dapat menilai bahwa Al Irsyad merupakan organisasi modern, yg tidak mungkin penilaian ini diarahkan pada Salafiyyin.

6.      Nampak bendera yang dikibarkan oleh al Irsyad adalah seputar keorganisasian, lengkap dgn perangkatnya tadi, cenderung ke arah politik, paling tidak itulah yang dikesankan setelah membaca buku Al Irsyad tsb. Tidak nampak seruannya, ciri khasnya adalah dakwah Tauhid, membersihkan Bid’ah, mengambil manhaj dakwah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab rahimahullah.

Abu Abdillah Ibrahim 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham