Fakta.blogsome.com ! www.Fakta.cjb.net ! www.Fakta.info.tm :: FAKTAkan yang Haq

4 - January - 2007

Repost : Peringatan dari Webmaster untuk Pengunjung

Filed under: Dari Webmaster

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh… (untuk muslim)
Sebelum membaca tulisan dan postingan disini, harap diketahui bahwa tulisan disini sifatnya hanya untuk kalangan sendiri, haram/terlarang dibaca/dikopi oleh non muslim. Dan bagi muslimin, ini untuk kalangan sendiri, karena hanya opini pribadi semata.

Insya Allah postingan disini tetap membawa amanat ilmiah, menyertakan nama asli penulisnya, hal ini sesuai dengan misi kami membawakan fakta, untuk dicatat oleh kami sendiri dan yang seide dgn kami, walau terkadang pahit dirasa pihak lain, pahit diungkapkan dan dikata, FAhit diKata tapi nyaTA.

Kalau diantara pembaca ada kritikan/saran kiranya bisa menghubungi kami :
Nomor Fax : +44.700 585 0234
Voice Mail : +44.700 598 2234
Email : kontak at fakta.info.tm
Yahoo Messenger :
faktainfotm Status :
faktainfotm1 Status :
faktainfotm2 Status :

Mudah-mudahan dengan bantuan kami, fakta tersebut dapat tercatat, menjadi nyata bagi kita semua dan yang terpenting dicatat sebagai amalan baik oleh Allah Azza wa Jalla.

Kenapa ditulis di blog ? Bukankah akan membikin publik membacanya ? Ya, terkadang diantara rekan-rekan memiliki file-file bagus, hanya sayang sekali baru didokumentasikan pada email-email pribadi. Nah untuk memudahkan diri kami, kiranya situs catatan/blog pribadi ini membantu, mencatatnya, mengarsipkannya.

Sekali lagi bagi pengunjung, diharapkan materi disini tidak digunakan untuk perdebatan yang tidak ada ujung pangkalnya, dst, sebab postingan disini apa adanya, tidak diperhalus bahasa, bukan representasi atas nama seorang da’i, ulama, dakwah secara umum, tapi apa adanya. Harap maklum, tulisan disini sifatnya DRAFT dan Insya Allah kami revisi apabila ada fakta baru. Sehingga tulisan bernada faktual dengan ketiadaan dewan redaksi, editor, terkadang kurang santun, harap maklum adanya.

Maka dari itu, sebelum para pengunjung melihat disini lebih jauh, diharapkan mengetahui bahwa tulisan disini hanya opini pribadi, bila tidak tertarik atau marah, benci, harap meninggalkan situs ini segera, tidak usah membacanya, menyalinnya, menyebarkannya, mengkonfrontir, memprovokasi pihak lain, karena kami hanyalah hamba Allah yang awam, bukan seorang ulama, apatah lagi da’i, santri, atau pelajar.

Wassalamuala man ittabaa al-Huda
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh…
(untuk muslim)

Abdul Hadi as Salafi
http://fakta.blogsome.com/2006/11/21/pahit-di-kata-sedih-di-mata-tapi-fakta/

Catatan :
(Kami tidaklah merasa malu untuk mengakui bahwa inilah salam yang ma’ruf diajarkan oleh Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam. Walhamdulillah)

FAnas diKata, tetapi…nyaTA! (1)

Filed under: Umum, Fakta

BADAI KESESATAN IHYA’ AT-TURATS
(Dengan beberapa tambahan FAKTA)

Bismillah. Alhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ba’du:
ADA YANG BERKATA bahwa website FAKTA ini tidak lebih dari “lalat-lalat busuk…(ucapan yang sama persis dengan selebaran-selebaran yang ditempelkan di Madinah beberapa tahun yang lalu oleh komplotan Sururiyyun internasional untuk menghina & melecehkan bahwa Syaikh Rabi’ bermanhaj lalat!).” Dan “biarlah lalat-lalat itu berkumpul di tempat-tempat sampah dan tempat bau lainnya, dan tidaklah perlu kubuang tenagaku untuk mengusir mereka, karena mereka sangatlah hina bagiku…”
Tetapi apa yang kemudian terjadi?
Lalat-lalat busuk yang “berkumpul di tempat-tempat sampah dan tempat bau lainnya dalam sekejap telah berubah menjadi berharga baginya!!”
Dia telah membuang banyak tenaga untuk mengusirnya!!
Barang yang sangat hina itu telah menjadi mulia di matanya!!
Ini benar-benar FAKTA yang NYATA dan bukan lagi kepalsuan di hadapan anda!!
Dengan sedikit “umpan” FAKTA dan kebenaran yang disodorkan kepadanya (dengan harapan kebaikan dan rujuknya kepada Al-Haq) ternyata “jawaban helah yang cukup berkeringat & membuang tenaga yang dihadirkan).

Percaya atau tidak, kami (abdul Hadi) sudah menduga bahwa dia akan berhelah tentang koleksi sebuah perpustakaan!! Kenapa dia tidak menjelaskan kepada umat bahwa majalah Al-Bayan tersebut tidaklah terdapat, tidak dijual bebas & tidak akan mungkin kita beli & dapatkan di toko-toko buku atau para penjual pedagang kaki lima sebagaimana buku-buku sururi koleksinya? Bahwa Majalah Al-Bayan ini HANYA didistribusikan oleh JARINGAN SURURINYA yang ada di negeri ini kepada komunitasnya sendiri. Lebih jelasnya, silakan anda baca kembali persaksian ustadz Muhammad As-Sewed pada tahun 1999 (http://www.salafy.or.id/print.php?idartikel=557) tentang pendistribusian majalah sururi ini.

Dan FAKTA yang kita pegang adalah Majalah Al-Bayan tahun 2003 masih secara rutin mereka terima!! Padahal apa yang mereka katakan hanya sebagai sebuah "tuduhan sururi tanpa bukti" telah marak pada pertengahan tahun 90-an. Lalu apa yang akan mereka katakan dengan bukti Al-Bayan 2003 yang dipeganginya? Kita yang hanya bisa "menuduh" & mereka sendiri yang "membenarkannya" serta "sukarela menyodorkan bukti" mutakhirnya?

Maka, setelah tantangan mereka sendiri untuk menjelaskan semua penyimpangan & jangan disembunyikan, betapa naifnya jika kemudian orang ini menuduh kita masuk ke dalamnya untuk mencari-cari kesalahan? Anda menjual & mereka hanyalah para pembeli! Ini adalah jual beli yang sah, kenapa anda sekarang menyalahkan pembelinya?

Tidaklah perlu bagi seorang pembeli untuk datang ke pabriknya langsung mencari-cari produk dakwahnya. Bahkan datanglah majalah tersebut dengan cuma-cuma tanpa harus kita membelinya. Allah Ta’ala telah menggerakkan hati seorang hamba jazakumullahu khair untuk mempertontonkan “barang terlarang itu” kepada kita semuanya, sesuatu yang selama ini disembunyikan dari pandangan kita. Simak http://img96.imageshack.us/img96/6168/file3kn9.jpg
Inilah sisa-sisa bukti sebagaimana persaksian Ustadz Muhammad pada tahun 1999 yang terus mereka lestarikan sampai tahun 2003 (. Kejadian ini sama persis sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Dzulqarnain di Malang, bukti Al-Bayan tersebut bukanlah foto tetapi Majalah dengan edisi yang sama yang berada di yayasan Qalbun Salim Malang yang ditunjukkan oleh salah seorang aktifis yayasan ini yang merasa janggal dengan keanehan-keanehan dakwahnya, di-scanlah bukti tersebut (Simak http://img204.imageshack.us/img204/4889/file3baj3.jpg). Ikhwan ini juga menjelaskan bahwa majalah tersebut dikirim dengan amplop yang masih tertulis dengan jelas kop surat pengirimnya dari luar sana!!
Nampaknya kita semua berhak bertanya kepada pendekar Seribu Helah, di toko mana kami bisa membeli Majalah Al-Bayan dan adakah toko tersebut juga berbaik hati dengan menyediakan kop surat penerbitnya? Jadi, apakah permasalahannya hanya sebatas majalah koleksi sebuah perpustakaan sebagaimana helah yang dimajukan? Haihata, haihata…Daftar Khatib Jum’at
Apakah pembaca tidak ada yang melihat tulisan di kop surat Daftar Khatib Jum’at yang memiliki alamat sama persis dengan kop surat tazkiyah Syaikh Ali & Syaikh Salim hafidhahumallah kepada Abdurrahman Tamimi?
Simak di URL
http://img205.imageshack.us/img205/963/file24ya5.jpg,
http://img407.imageshack.us/img407/9953/file24ckt4.jpg

dan
http://img407.imageshack.us/img407/5003/file24bhh6.jpg

Apakah mereka merupakan dua institusi dengan dua penguasa yang berbeda pula yang masing-masingnya berhak memiliki kop surat yang sama? Sejak kapan orang ini merasa “alergi” ketika Abdurrahman Tamimi selaku pimpinan Ma’had Al-Irsyad dipersandingkan dengan Syaikh Chalid Bawazeer selaku gubernur Al-Irsyad Jawa Timur dari kubu yang di-LIARkan oleh pemerintah? (URL http://www.alirsyad.org/index.php?option=comcontent&task=view&id=68&Itemid=1, ‘’Pemerintah hanya mengakui ormas yang sudah dinyatakan menang oleh Mahkamah Agung, dalam kasus ini, karena Al Irsyad ini yang dimenangkan, maka itu pulalah yang diakui keberadaannya oleh pemerintah,’’ tegasnya seusai membacakan ceramah tertulis Mendagri M Ma’ruf yang bertajuk ‘Perlunya Revisi UU Keormasan di Era Reformasi’. Pernyataan ini mendapat respons positif dari sejumlah pengurus Al Irsyad Al Islamiyyah. Jawaban yang disampaikan Suprapto ini menepis keraguan sejumlah anggota Al Irsyad di daerah yang mempertanyakan status pihak yang kalah dalam banding di Mahkamah Agung. ‘’Pernyataan inilah yang terpenting untuk menepis keraguan sebagain kalangan,’’ ujar Ketua Umum Al Irsyad Al Islamiyyah, Hisyam Thalib.)Bukankah dirinya menjadi staf di perusahaan Chalid Bawazeer yang menjabat sebagai bawahan, dan di luar perusahaan (baca: di organisasi LIAR ini) juga menjadi bawahannya sebagai Ketua Lajnah Dakwah PC Surabaya, PW Al Irsyad Jawa Timur sebagaimana biodatanya yang dipamerkan kepada umat? (Semula ada di http://rachdie.blogsome.com/curiculum-vitae, akan tetapi sudah dihapus, muncul "Page Does Not Exist" ). Sangat mungkin bagi sebagian pembaca yang sudah terlalu biasa menikmati dan mengagumi sang "pendekar seribu helah" akan berkata:"Berarti kalian tidak memiliki bukti dong bahwa idola kami ini benar-benar udah open house kayak selebiritis-selebritis itu!". Tunggu dulu, walau bukan maksud kami untuk "memuliakan ular berbisa"ini, tetapi agar kami tidak dituduh sebagai pendusta dan sebagai bukti pula bahwa yang kami sampaikan tentang orang ini benar-benar merupakan FAKTA telah terjadinya "fenomena" aksi "pameran pamornya" dan "pamor yang dipamerkannya" maka inilah biografi yang ditulisnya sendiri & mudah-mudahan ikhwah sekalian mewaspadai publikasi pembuatan CV yang demonstratif, ABS asal bapak senang tapi penuh dengan aroma maksiat/bid’ah/hizbiyyah semacam ini :
……………………
Data Pribadi Nama Lengkap : Moch. Rachdie Pratama Nama Panggilan : Rachdie Tempat, Tanggal lahir : Surabaya, 18 April 1981 Agama : Islam Status : Menikah Kebangsaan : Indonesia Alamat Rumah : Jl. Kunta Bhaswara II/17 Malang Telepon : 0341-343628 Mobile : 08883535658 Email : yahoo.com Home Page : dear.to Riwayat Pendidikan Jenjang Pendidikan Tahun SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Surabaya 1987 – 1993 SMP Al-Khairiyah, Surabaya 1993 – 1996 SMU Negeri 9, Surabaya 1996 – 1999 Program Studi Biologi FMIPA ITS, Surabaya 2000 – 2005 Pelatihan dan Kursus Jenis Pelatihan Periode English Course in NSC (New Surabaya College) 1998 – 1999 Islamic Course in IISC (International Islamic Studies Center) 1999 – 2001 Arabic Course in Ma’had Al-Irsyad Surabaya 1999 – 2000 Visual Comunication Design Education in PIKMI 1999 - 2000 Ma’had Mahasiswa As-Sunnah Surabaya 2000 – 2005 Microbiology Industry Training 2005 Green Giant Low Acid Canned Food & Thermal Process Training 2006 CTPAT (Custom Trade Protecting Against Terrorism) 2006 CPKB (Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik) PT MISWAK 2006 Pengalaman Kerja Pengalaman Kerja Periode Asisten Praktikum Mikrobiologi Umum 2003 Asisten Praktikum Mikrobiologi Industri 2003 Asisten Praktikum Bakteriologi 2004 Pengajar Privat (Matematika, Fisika, Biologi, B. Inggris) Pelajar SMP dan SMU. 2000 – 2005 Kerja Praktek di Peternakan Mitra Unggas Sejati – Wonokoyo Corporation, Pasuruan, Jawa Timur. 2005 Supervisor QA (Quality Assurance) Canning Process of Mushroom (Agaricus bisporus) di PT Eka Timur Raya, Purwodadi, Pasuruan. 2005 – 2006 Laboratory Analyst and Quality Assurance Chief di PT MISWAK UTAMA Bangil, Pasuruan. 2006 – sekarang Pengalaman Organisasi Pengalaman Organisasi Periode Ketua OSIS SMP Al-Khairiyah Surabaya 1994 – 1995 Ketua KISMA’9 (Karya Ilmiah Remaja) SMUN 9 Surabaya 1996 – 1997 Ketua SKI (Sie Kerohaniaan Islam) SMUN 9 Surabaya 1997 – 1998 Ketua I PETA ALAM ‘9 (Pelajar Pencinta Alam) SMUN 9 Sby 1997 – 1998 Korbid I (Koordinator Bidang I) OSIS SMUN 9 Surabaya 1997 – 1998 Ketua Umum FKIQ (Forum Kajian Islam Qur’ani) Program Studi Biologi, FMIPA, ITS 2000 – 2002 Direktur Ma’had Mahasiswa as-Sunnah Surabaya 2001 – 2002 Ketua Umum FSMS (Forum Silaturrahim Mahasiswa as-Sunnah) Surabaya 1999 – 2002 Ketua Majelis Syuro’ FKIQ (Forum Kajian Islam Qur’ani) Program Studi Biologi, FMIPA, ITS 2002 – 2005 Ketua Lajnah Dakwah Al-Irsyad, PC Surabaya, PW Jatim 2005 – sekarang Keahlian 1) Manual Basic Laboratory Microbiology : – Staining : Simple, Gram, Acid Fast, Endospore. – Cultivating : Isolation, Pour Plate, Spread Plate, Streak Plate, Ubiquity, Stock Culture, Identifying. – Quantifying : TPC (Total Plate Count), Aerial Plate Count, Swab Test, MPN (Most Probable Number). – Sensitivity Testing : Antibiotic Disc Senstitivity Test, Kirby Bauer Antibiotic Disc Diffusion Test, MIC (Minimum Inhibitory Concentration). 2) Industrial Cosmetic Microbiology 3) Food Microbiology 4) Computer : Windows XP/NT/1998/2000; Office : Word, Excel, Power Point. 5) English : Speaking, Reading and Listening 6) Arabic : Speaking, Reading and Listening 7) Web Design, Home Page, (DHTML, XHTML, XML, CSS) Proyek Penelitian & Karya Ilmiah – "Teknik Biosekuritas Terhadap Pencegahan Penyakit "Coccidiosis" Pada Ayam Broiler Yang Disebabkan Oleh Eimeria sp. Di Peternakan Mitra Unggas Sejati – Wonokoyo Corp, Desa Benerwojo, Kecamatan Kejayan, Pasuruan" (Kerja Praktek, 2005) – "Antibacterial Activity of Fermented Tea Beverage (Kombucha) on Various Sugar Concentration" (Kolokium, 2005) – "Pengaruh Ekstrak Serbuk Kayu Siwak (Salvadora persica) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Dan Stapylococcus aureus Dengan Metode Difusi Lempeng Agar." (Skripsi, 2005) – "Pengendalian Kontaminasi Bakteri Listeria monocytogens Pada Industri Penanaman dan Pengalengan Jamur." (Jurnal Ilmiah, 2006) – "Analisa & Uji Sensitivitas Antimikrobial Pada Preservative Agent Bahan Pasta Gigi di PT MISWAK UTAMA." (Laporan, 2006) – Revisi CPKB (Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik) untuk Prosedur Analisa Mikrobial, Inspeksi Bahan Baku, Bahan Ruahan, Bahan Setengah Jadi dan Bahan Jadi di PT MISWAK UTAMA. (CPKB, 2006) – "Prosedur Analisa Mikrobiologi Rutin untuk Industri Kosmetika – PT MISWAK UTAMA" (Buku Panduan, 2006)
……………………
Coba googling dengan keyword "C-TPAT" kursus dia Customs Trade Partnership Against Terrorism jelas berbau teroris Amerika

Apakah karena status LIARnya sehingga orang ini sekarang berubah pikiran menjadi “mencak-mencak seperti cacing kepanasan” sebagaimana tulisannya sendiri di "Lama Tidak OL"? Bukankah undangan dari Markaz Al-Albani kepada Abdurrahman Tamimi dan Chalid Bawazeer yang selama ini yang mereka publikasikan & bangga-banggakan? Dan duet kebanggaan itu hendak diceraikannya? Haihata, haihata pelampung penyelamat untuk melarikan salah satu idolanya telah dikenakan.

Adakah pembaca yang mengingkari bahwa Masjid Al-Irsyad Surabaya yang berada di bawah kekuasaan PW Al-Irsyad pimpinan Chalid Bawazeer adalah markas besar dakwah Abdurrahman Tamimi, sebagaimana yang dipromosikan secara intensif di situs resminya selama ini, sebelum pada akhirnya terusir dari sana? Bagaimana mungkin masjid yang jelas-jelas tersohor membawa simbol dakwah dan identitas organisasi (dan sama sekali bukan masjid milik masyarakat umum!) seperti ini sampai diqiyaskan dengan masjid umum lain yang sebagian pengurusnya menyambut dakwah dengan mengundang salah satu asatidzah untuk memberi kesempatan seluas-luasnya dalam menerangkan dan mengajarkan dakwah Salafiyah dikatakannya sebagai bentuk ikhtilath?Kalau anda benar-benar seorang Salafi maka sudah semestinya bagi anda untuk mengucapkan walhamdulillah mereka (para pengurus masjid tersebut) menyambut gembira dakwah kita & Jazakumullahu khairan katsira atas kesempatan yang telah diberikan kepada Salafiyyin untuk mendakwahi jama’ahnya.

Adapun masjid Al Irsyad yang menjadi markas besar dakwahnya, yang dimiliki oleh sebuah organisasi “Salafi” dengan kop surat resmi yang lengkap dengan lambang “sepasang sayap” yang didirikan oleh “Syaikh Salafi” Ahmad Surkati dan mengaku berdakwah “Salaf”, tetapi kemudian mendatangkan para pembesar Ikhwani untuk menceramahi para santri, asatidzah dan direktur Ma’had Irsyadi "As-salafi"? Bahkan tiga tahun berturut-turut, wahai saudaraku sekalian ! Apa yang harus kita ucapkan? Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Asatidzah kita yang –walhamdulillah- berdakwah kepada orang-orang awam di masjid masyarakat umum – nak hendak disamakan dan diqiyaskannya dengan para pembesar Ikhwani – yang sedang mendakwahi para santri ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya dan para pengurus organisasi “salafy” di masjid milik “organisasi salafy”?! Apakah Masjid Al-Furqan DDII yang memiliki sayap militer bernama KOMPAK dengan Abubakar Ba’asyir sebagai salah satu penasehatnya akan anda katakan sebagai masjid masyarakat umum dan awam demi untuk melindungi keselamatan manhaj asatidzah anda?

Bahkan masjid DDII inilah salah satu dari sekian banyak markaz-markaz dakwah hizbiyyah yang memusuhi dakwah salafiyah!! Dan ketika ditanyakan hubungan antara asatidzah dengan Al-Furqan DDII, bagaimana mungkin anda masih pula nekad (lagi-lagi dan lagi-lagi) membodohi umat dengan mengatakan:” Alhamdulillah, apabila yang dimaksud hubungan sebagaimana tuduhan-2 dari para penuduh juhala’, maka tidak ada hubungan.”

Daripada bermain-main dengan bahasa politis seperti ini, kenapa tidak langsung saja anda jelaskan “tafshilnya” bahwa jaringan As-Sunnah, Al-Irsyad, Al-Sofwa, beberapa organisasi/pesantren Ikhwanul Muslimin dan Dewan Dakwah adalah keluarga besar pasien Ihya’ At-Turats dari segi fulusnya?
Iya, diantara mereka tidak ada hubungan (baca:hirarki pertanggungjawaban), tetapi dari segi fulus, “TIDAK SYAK LAGI BAHWA MEREKA MENGAMBILNYA & MENADAHNYA” dari sinterklas dakwah yang bernama Ihya’ At-Turats!! Dan tidak perlu kuatir mengenai buktinya, kami benar-benar memegang FAKTA bahwa salah satu penyandang dana DDII adalah Ihya’. "Talbis’ Inikah yang anda perkenalkan kepada umat bahwa Ihya’ At-Turats menggunakan sistem MLM untuk membungkam para pasiennya? (Perihal DDII, Abu Bakar Ba’asyir, Ihya Turats, simak di http://fakta.blogsome.com/2007/01/06/ddii-bukan-sekadar-organisasi-biasa/)

Ya… sesama pemain MLM harus saling melindungi & dilarang saling membuka kartu! Lha kalau kartu rahasia itu dibuka sendiri oleh salah satu agen besar MLM Ihya’ At-Turats (baca: Al-Sofwa)? Apakah anak-anak ingusan itu yang harus dikambing-MLM-kan? Ya biarkan saja umat yang menilai, apakah kita ini orang yang jujur ataukah orang yang memiliki segudang & segunung "kelicikan" dalam berkilah agar kejahatan hizbiyyah kita tetap terus "terealisir" dan "tersamar" dari pandangan umat?

Berikut sebagian bukti tentang jaringan Al Sofwa dkk :
http://www.eggdisk.com/files/162440wphpd/

http://www.eggdisk.com/files/162441zm35o/

http://www.eggdisk.com/files/162447pcopo/

http://www.eggdisk.com/files/162446vj9oq/

http://www.eggdisk.com/files/1624450yfae/

http://www.eggdisk.com/files/162649wgvnx/

http://www.eggdisk.com/files/162503fr40b/

http://www.eggdisk.com/files/162502aw7r8/

http://www.eggdisk.com/files/162504y47vu/

http://www.eggdisk.com/files/162501hsery/

http://www.eggdisk.com/files/1624982c6dw/

http://www.eggdisk.com/files/162496x4nbe/

http://www.eggdisk.com/files/162495vgz0f/

http://www.eggdisk.com/files/162453mwtzv/

http://www.eggdisk.com/files/162439cruba/

http://www.eggdisk.com/files/162438twjrl/

http://www.eggdisk.com/files/162437djrq4/

http://www.eggdisk.com/files/162436w8nzp/

http://www.eggdisk.com/files/162418mmmkg/

http://www.eggdisk.com/files/162399ltyq5/

Ya, sudah kepalang basah…nampaknya nukilan artikel Badai Fitnah ini akan menyingkap apakah benar anggota MLM Ihya’ At-Turats yang diperkenalkan kepada kita semua ini hanya duduk-duduk semata? "Program Diklat Tauhid Yang Ketiga, yang diadakan oleh ALSOFWA. Yaitu pada tanggal 07 – 12 Rabi’ul Awwal 1420H, bertepatan dengan tanggal 21 – 26 Juni 1999M di Pondok Pesantren www, Makassar, Sulawesi Selatan (sekitar 2000 km dari Jakarta ke arah Timur laut). Aunur Rofiq Ghufron (Alumni Univ. Malik Su’ud Riyadh, KSA dan sekaligus Mudir Ma’had Al-Furqan, Gresik), Agus Hasan Bashari, Lc., M.Ag.; Muttaqin Sa’id, Lc; Anwar Harum, Lc; Mudzakir Arif, Lc (anggota PKS, pada tanggal 07 Januari 2004, dia caleg PKS no 2 wilayah Sulsel); Muhammad Shafwan, Lc; Muhammad Arif, Lc; Ust. Masrur Zainuddin, Lc (Mudir Yayasan Al-Muwahhidin, Makassar); Ainul Haris Umar Thayyib, Lc. (Sumber www.alsofwah.or.idindex.phppilihlihatkegiatanid21idlayanan25.htm)Jangan engkau pura-pura tidak mengenal Aunur Rofiq Al-Furqan! Ainul Haris Nida’ul Fitrah! Agus Hasan Bashari! Sedang apa mereka di Markas gembong Ikhwani, ya Hizby?! Di Masjid besar dan megah yang berkapasitas 1000 orang hasil bantuan Ihya’ut Turots Al-Kuwaity melalui Al-Haramain Indonesia!! Hanya duduk-dudukkah?! Tidak! Mereka sedang mendidik saudara-saudara rifqan dan mawaddah kalian, kader-kader Hizbiyyun-Ikhwaniyyun! Kalau hanya ingin duduk-duduk seperti yang engkau katakan, buat apa mereka (SENGAJA NAWAITU-pen) terbang sampai ke Maccopa nun jauh di sana mendatangi Markar Besar Ikhwanul Muslimin? Adakah yang akan mempercayai akal licik (MLM)mu, wahai Abu Salma?! Allahu yahdikum."

Bukankah dengan dinar Ihya’ At-Turats sesuatu yang tidak mungkin bagi seorang "Salafi" bisa menjadi kenyataan dengan jalan silaturrahim "mengunjungi" saudaranya yang Ikhwani?

"Lha kok" orang yang bernama Abdullah Taslim (yang notabene mengaku sendiri pernah menjadi murid ustadz Muhammad baca juga persaksian beliau pada tahun 1999 tentang bahayanya AlSofwa) & mengaku telah bermukim selama tujuh tahun di (Universitas Islam) Madinah pada tahun 2006 ini masih sempat-sempatnya menaikkan kura-kuranya ke dalam perahu alias pura-pura tidak tahu (dengan ucapan "dahsyatnya" di situs LBIA-Jogja, mus $ or $):Terakhir, tentang yayasan Al Sofwah, terus terang ana tidak begitu banyak tahu tentang yayasan ini, dan berita-berita yang sampai kepada ana tentang yayasan ini sangat simpang siur dan sampai saat ini ana belum sempat mencari kejelasan tentangnya, maka saran ana, sebaiknya antum tanyakan langsung hal ini kepada ustadz-ustadz yang terpercaya dan tahu persis keadaan yayasan ini, Wallahu a’lam.(Kota Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, Kamis, 17 Muharram 1427 H)

Siapakah Ustadz-Ustadz terpercaya yang direkomendasikannya agar umat bertanya tentang jati diri Al-Sofwa? Ternyata orang-orang yang memang terlibat dengan Al-Sofwa itu sendiri:”… ustad-ustad Salafiyin yang kita kenal dakwah mereka di atas manhaj salaf, seperti ustad Abdul Hakim Abdat, Yazid Jawwas, Aunur Rafiq Gufran, Abdurrahman at Tamimi, Ahmas Faiz, ustad-ustad di pondok Jamilurrahman, pondok Imam Bukhari dan lain-lain”(ibid)

Maka pantas saja jika sampai kapanpun ummat tidak akan pernah mendapatkan informasi yang sebenarnya tentang kesesatan dan Hizbiyyahnya yayasan Sururi ini!! Kenapa? Karena ustadz-ustadz terpercaya tersebut terlibat langsung dalam berbagai kegiatan untuk memakmurkan Al-Sofwa Al-Muntada!! Maka janganlah anda terkecoh dengan talbis dan tadlis yang ditiupkan oleh Abu Salma dan orang-orang yang sejenis dengannya bahwa “kita menuduh mereka adalah orang-orang Al-Sofwa hanya karena mereka memiliki teman yang berafiliasi dengan Al-Sofwa!!” Uraian dan bukti ini telah membongkar kebohongannya tersebut, bahwa “ustadz-ustadz terpercaya itu” benar-benar terlibat langsung dengan Al-Sofwa dan berbagai yayasan Hizbiyyah yang berkaitan dengannya!

Sekali lagi, kita akan melihat apakah setelah membaca uraian ini Abdullah Taslim masih mampu untuk berucap:” terus terang ana tidak begitu banyak tahu tentang yayasan ini, dan berita-berita yang sampai kepada ana tentang yayasan ini sangat simpang siur dan sampai saat ini ana belum sempat mencari kejelasan tentangnya”. Kita katakan:”Allahu yahdik!!” (Bundel artikel Badai Fitnah…, bab XIII, footnote no.1)

Apakah kesaksian saudara kami di Kuwait ini juga metode kambingMLM?

Simak kesaksian akh Abdurrahman Sarijan di Jahra-Kuwait:
Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Berikut ini kami sampaikan kepada ikhwah dakwah salafiyah bukti koalisi yayasan dan perorangan dengan Jum’iyah hizbiyah Ihya’ At-Turots Al-Islamiy.Pernyataan ini kami berani mempertanggungjawabkannya di hadapan Rabb alam semesta. Hal yang kami maksudkan adalah sbb;
1) Majalah As-Sunnah——IT Kuwait.
Keterangan:
Majalah As-Sunnah masuk ke negeri Kuwait melalui IT cabang Indonesia, kemudian dikirimkan ke IT Kuwait (Lajnah Junub Syarq Asia), dan dibagikan kepada masyarakat Indonesia di Kuwait. Bagan ringkasnya sbb:
Redaksi As-Sunnah——-IT cab.Indonesia——- IT Kuwait (Lajnah Junub Syarq Asia)——- Masyarakat Indonesia di Kuwait.
2) Yusuf Utsman Ba’isa——- IT Kuwait.
Keterangan:
Yusuf Utsman Ba’isa dalam kesempatannya ke Kuwait telah memohon bantuan untuk pengadaan stasiun radio di Cirebon-Jawa Barat kepada IT. Proposal tentang hal itu kami lihat sendiri.
3) PP. Al-Irsyad Al-Islamiyah——- IT Kuwait.
Keterangan:
IT Kuwait dan Majelis Ta’lim Al-Irsyad cabang Kuwait telah mengirimkan bantuan berupa uang kepada PP. Al-Irsyad dalam pengadaan hewan kurban tahun 1425H.Transfer uang kepada mereka kamilah yang melakukannya dulu sewaktu kami masih belajar dengan da’i IT.
4) Yayasan Islam As-Sunnah Cirebon——IT Kuwait.
Keterangan:
Yayasan Islam As-Sunnah Cirebon telah menerima bantuan dari IT kuwait berupa uang dalam pengadaan hewan kurban tahun 1425H.Penyerahan uang kami sendirilah yang melakukannya dengan ketua yayasan tersebut.
Al-Irsyad dan Yayasan As-Sunnah Cirebon harus menyerahkan laporan kegiatan kurban tahun 1425H kepada IT Kuwait, hal ini sebagaimana keterangan dalam surat yang *** oleh Majelis Ta’lim Al-Irsyad cabang Kuwait.
5) Majelis Ta’lim Al-Irsyad cab. Kuwait——IT Kuwait.
Keterangan:
Majelis Ta’lim Al-Irsyad Kuwait bekerjasama dengan IT Kuwait (Lajnah Junub Syarq Asia) dalam daurah Syaikh Al-Albani I.
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(email abdurrahman kpd abu Salma, lihat buku tamu abusalma.bahaya.net)
Abdurrahman melanjutkan:
“Ya akhi, kami di sini mengetahui dengan mata kepala akan seluk beluk
Ihya’ At-Turots, dari mulai bermajelis dengan Syi’ah sampai dengan
lainnya.Seorang kuwaitiy pernah bercerita kepada kami akan akrabnya IT
bermajelis dengan Syi’ah. Dan pernah ada seorang kuwaitiy datang ke
kantor Ihya’ At-Turots cab.Jahra (beliau datang langsung kepada Mudir
IT Cab.Jahra,Farhan ‘Ubaid) untuk menanyakan isi kaset dengan judul
"Aqwal ulama’us sunnah fii abdur rahman abdul khaliq".apa
jawabnya:Dengan terang si Farhan ini membela Abdur Rahman Abdul
Khaliq. Kami beritahukan pula kepada antum bahwa ada seorang kuwaitiy
yang telah mengumpulkan data tentang Ihya’ At-Turots,Insya Allah
beliau akan memberikan copynya kepada kami setelah daurah Syaikh Rabi’
bin Hadi Al-Madkhali hafizahullah”.
(jawaban Abdurrahman Sarijan kepada email Abu Salma

Demikianlah kalau kecongkakan telah membutakan mata maka saksi dan kebenaranpun hanyalah sampah semata, tiada guna. Tiada memudharatkan dakwah (Hizbiyyahnya!) sama sekali!! Inikah slogan orang yang mengaku cinta kepada kebenaran dan ahlinya?! Allahul Musta’an.

Haihata, haihata..apakah bapak-bapak "intelek & bertitel" di luar negeri itu belum tahu fatwa para ulama tentang MLM sehingga masih pula anak didiknya mengajarkan kepada kita "contoh-contoh" MLM? Tidak adakah kejujuran dan kecemburuan yang tersisa? Jadi, dua atau tiga masjid yang anda contohkan adalah qiyas yang benar-benar rusak!

Sudah terlalu banyak asatidzah yang menjadi korban "kesombongan dan keangkuhan hizbiyyah’ anda.
Terbaru, betapa anda begitu terseok-seok memajukan helah setelah Ustadz Abu Hamzah Yusuf memberikan klarifikasi atas fitnah yang anda sebarkan. Bagaimana pula ketika anda melemparkan fitnah keji:"Masih teringat, seorang ustadz di Malang, mantan LJ alumni madinah yang getol mentahdzir IT dan du’at Indonesia yg terkait dengannya, namun dia sendiri ketika mengirimkan kitab-2 dengan kontainernya dari Jamiah, DARIMANA DIA DAPATKAN FULUSNYA?? TIDAK SYAK LAGI BAHWA DIA MENGAMBILNYA DARI IT…”

Padahal ustadz tersebut sama sekali tidak tahu menahu apalagi mengambil dana dari IT untuk pengiriman kitabnya seperti fitnah keji anda ini! Apakah anda juga telah melakukan “iqamatul hujjah” dan “tabayyun’ sebagaimana teriakan anda & komunitas anda selama ini? Ataukah tabayyun dan iqamatul hujjah itu hanya berlaku bagi para Haddadiyah Jadiidah rekaan anda?

Tawaran khusus dari Syaikh Muhammad Khalifah, bahwa ada dana untuk Salafiyyin Indonesia-lah sehingga asatidzah ketika itu menerimanya dengan suka cita. Hanya karena ingin menyelamatkan "keabsahan dana Ihya’ At-Turats" andapun tega melancarkan fitnahan keji? Apakah anda juga akan berhelah ria, sebagaimana helah anda terhadap ustadz Abu Hamzah Yusuf dengan mengatakan bahwa anda hanyalah penyambung lidah Muhammad Arifin dengan Bahtera Dakwah Hizbiyyahnya di Lautan Indonesia? Apakah anda juga akan berkata:" Adapun apabila isinya tidak benar maka hal tersebut di luar wewenang saya"? Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Belum lagi kelicikan anda dengan menyembunyikan nama ustadz Abdullah Hadrami dengan bergaya penuh kegagahan dalam membantah "takpiri" Halawi Makmun ketika bedah buku bersama Abduh ZA di kota Malang! Bukankah ustadz Abdullah Hadrami inilah yang justru mencarikan "dalil" keabsahan tentang "perbedaan pendapatan" yang dilontarkan Halawi?! Bukankah "takpiri’ ini pula yang menuduh bahwa syaikh Rabi’ hafidhahullah bisa saja disusupi oleh Yahudi? Bukankah kaki tangan Abubakar Ba’asyir ini pula yang menghina sunnah Rasul Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam memelihara jenggot & larangan isbal/memanjangan kain di bawah mata kaki bagi lelaki yang diamalkan oleh Salafiyyin? Bukankah di acara tersebut si da’i Ikhwani yang menjadi moderator juga ikut andil dalam menjadikan syari’at "ta’adud az-zawjat/poligami" di dalam Al-Qur’anul Karim sebagai bahan lelucon & tertawaan? Kenapa anda hanya berani membantah si "santri" & menyembunyikan sang "mufti" yang jelas-jelas menjadi setan bisu (sebutan dari para ulama untuk orang yang melihat kemungkaran & dia sanggup merubahnya tetapi lebih memilih berdiam diri!!)? Ataukah keberanian anda itu hanya untuk menghadapi anak-anak ingusan & ketika ustadz anda yang bersatu bersama mereka menyerang dan menghina dakwah Salafiyyah dan para ulamanya, maka anda (ma’ap) "berganti kelamin" menjadi seorang wanita? Apakah anda Hermaprodit (istilah biologi untuk organisme berkelamin ganda)?

Anehnya, "lha kok" masih ada orang yang kagak terima kalau ustadz model "di sini senang di sana senang" kayak ustadz Abdullah Hadrami seperti ini dikatakan sebagai "Al-Pramuki?" 

Apakah contoh FAKTA di atas juga menggunakan metode filsafat kait-mengait, aqidah nashrani dan produk MLM temuan anda yang sekarang ini gencar anda contohkan dan ajarkan kepada umat?
Allahumma.. Asatidzah yang hanya menjalankan perintah Syaikh Rabi’ Hafidhahullah untuk mengirimkan berbagai bukti penyimpangan Al-Sofwa, Al-Irsyad, Ihya’ At-Turats dan jaringannya di negeri inipun juga tidak luput dari tulisan keji anda dengan mengatakan bahwa mereka adalah kaum munaffirin yang rusak manhajnya, blo’on & pengangguran serta seperti cacing kepanasan!

Haihata, haihata
lalu bagaimana pula dengan Syaikh Rabi’ Hafidhahullah yang memerintahkan kaum munaffirin yang rusak manhajnya plus blo’on plus penggangguran itu?

Dulu ketika anda sekalian masih bercokol di markas dakwah itu, ketika ada ikhwah yang mempertanyakan bagaimana sikap anda dengan berbagai kondisi penyimpangan Al-Irsyad di mana anda ada di dalamnya selalu anda katakan dengan nada sinis dan mencemooh:

Dengan tertawa ana berkata : "la an Allaha an yahdiyakum"… sudah bosan ana ditanya demikian ini, dan terakhir kali ana katakan : Ma’as Salamah atas kejahilan dan kebodohan antum.. semoga Allah menambah ilmu dan hikmah kepada antum… Nas’alullaha Salamah wa ‘Afiyah.

Tetapi tampaknya metamorfosis dakwah telah terjadi! Dan sekarang beliau berhelah ria dengan meninggalkan hikmah dan ilmu beliau sendiri dan dengan penuh kegagahan (karena para ustadz kebanggaan sudah tidak lagi bercokol disana) berani memvonis mereka/ para pengurus masjid Al-Irsyad dengan mengatakan : "Yang mengeluarkan jadwal adalah Ta’mir Masjid Al-Irsyad yang anggotanya adalah campuran antara salafy dan ghoir salafy. Karena yg dominan adalah ghoir salafi, maka terjadilah ikhtilath semacam di atas.?"

Apakah anda sadar dengan ucapan anda? Ini adalah bukti kelemahan anda sendiri yang bertolak belakang dengan gembar-gembor anda sekalian selama ini! Di rumah sendiripun, di markas dakwah sendiripun anda sekalian ternyata terkapar tanpa daya! Alangkah naifnya dengan pidato yang digaungkan oleh ustadz Abdurrahman Tamimi ketika menceramahi para ulama di markas Al-Albani betapa Daurah Masyayikh telah memberikan manfaat yang besar bagi dakwahnya!

Ini adalah bukti kelemahan (baca: keanehan) pengakuan mereka selama ini bahwa Al-Irsyad yang telah dibela dan dibangga-banggakan adalah organisasi "salafi’ yang berdakwah kepada Al-Kitab dan Sunnah! Dan sudah terbukti bahwa anda tidak memiliki keberanian memvonis mereka sebagai ghair salafi (bahkan yang dominan), kecuali setelah ustadz-ustadz anda diusir oleh "ghair salafi" tersebut!!  Lha kok” anak-anak yang masih ingusan itu yang dituding-tuding “seperti banci kena gusur kamtib!!”

Haihata, haihata ..sejak kapan para “mujtahid” itu muncul sebagai sosok-sosok pemberani sehingga berfatwa bahwa di dalam Al-Irsyad ada “salafi” dan “ghair Salafi”? Ketika masih bergabung, bukankah jurus “tertawa, ilmu & hikmah, menjahilkan & membodohkan, memblo’onkan dan menganggurkan” yang selama ini diteriakkannya jika ada yang mempertanyakan penyelewengan Al-Irsyad? Iya, sejak mereka yang mengajukan permasalahan “khilafiyah kekuasaan” ini ke pengadilan, ternyata hasilnya meleset di luar dugaan, mereka yang mengajukan justru diLIARkan dan diILLEGALkan oleh pemerintah Indonesia (Mahkamah Agung Republik Indonesia akhirnya mengeluarkan Putusannya yang BERKEKUATAN HUKUM TETAP tetap dalam perkara No. 1702/K/PDT/2004 Jo. No. 31/PDT/2004/PT. DKI Jo. No. PDT.G/2002/PN.JKT.TIM http://www.alirsyad.org/index.php?option=comcontent&task=view&id=45&Itemid=2
, salah satu isinya "Menyatakan menurut hukum bahwa keberadaan organisasi Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah berdasarkan MUKTAMAR Al-Irsyad Al-Islamiyyah ke-37 di Bandung cq. Ir. HISYAM THALIB sebagai Ketua Umum yang merupakan kesinambungan serta kelanjutan MUKTAMAR Al-Irsyad Al-Islamiyyah ke-36 di Pekalongan adalah satu-satunya Pimpinan Pusat Al Irsyad Al-Islamiyyah yang SAH." ) ! Dan semakin gagah berani (baca:beringas) saja setelah diusir dari markas besarnya selama ini!Jadi sebaiknya pupuk dulu keberanian anda sebanyak-banyaknya & jangan terlalu mengumbar tantangan kepada siapapun. Inikah sifat seorang salafi yang rendah hati? Apakah ini semua dusta ataukah FAKTA? Silakan para pembaca yang menilainya.
Diapun masih pula menghina kenapa Salafiyyin tidak membuat saja masjid sendiri? Apakah dia lupa bahwa Salafiyyin tidaklah menyandarkan dakwahnya dan menengadahkan tangannya kepada organisasi “sinterklas” semacam Ihya’ At-Turats? Apakah karena “sebegitu mudahnya” bagi kelompoknya untuk mendapatkan dana bagi pembuatan masjidnya kemudian dia bebas menghina Salafiyyin? Dakwah bagi mereka jauh lebih berharga daripada HARGA sebuah masjid!
Dengan FAKTA (sekali lagi, FAKTA) di atas ternyata…
Baginda Raja dengan disaksikan oleh segenap hulubalang & rakyat jelatanya telah menjilat kembali ludahnya yang telah “bertengger” di atas tanah. Akankah Baginda terus menjilat lagi? Akankah Baginda raja berubah pikiran sehingga tergelitik mengais-ngais tempat sampah yang bau dan berpenyakit yang terlanjur dihinakannya itu? Ataukah lalat-lalat hina itu yang akan diboyong paksa ke istanaLIARnya untuk menggantikan kedudukannya? Kita akan tunggu & saksikan.
Kadang, keangkuhan dan kesombongan menjadikan diri menjadi lupa akan kebodohan luas yang dipertontonkannya kepada khalayak.

ADA YANG BERKATA “Lebih kejam lagi, mereka ini mulutnya busuk dan hati mereka terbakar oleh kedengkian dan waswas syaithan, mereka gemar sekali mencela ulama… Mereka menuduh masyaikh Markaz Imam Albani jahil dan tidak faham realita, mentazkiyah ahlil bid’ah dan hizbiyah…”

Kami sudah berusaha sekuat tenaga untuk membaca berulang-ulang tulisan-tulisan yang kami muat di website ini untuk mencari kalimat celaan terhadap para ulama, kalimat tuduhan bahwa masyaikh Markaz Al-Albani jahil dan tidak faham realita dan ucapan lainnya, tetapi belum pula berhasil mendapatkannya. Justru yang kami dapatkan adalah FAKTA & bukti-bukti yang dipaparkan mengenai bagaimana kelompok ini mempermainkan masyayikh Yordan (benar-benar mempermainkan!) dan hasil dari permainan yang mereka suguhkan! Siapakah pemeran utama dan pemeran pendukung lainnya dalam permainan ini. Tetapi nampaknya editor itu terlalu licin bagaikan belut & ikan salmon sehingga berbalik mengatakan bahwa kamilah yang gemar sekali mencela para ulama, menuduhnya jahil & tidak faham realita. Allahumma…Jangan lagi sembunyikan dusta diantara kita, umat bukanlah sekumpulan orang yang mudah dininabobokkan oleh “kecerdasan” berkelit kata & “kecanggihan” bermain tipu daya. Hanya karena anda begitu pandainya berbahasa Arab sehingga anda bebas menghina dan memvonis orang lain tidak bisa berbahasa Arab? Kami kuatir anda akan terjebak oleh kesombongan anda sendiri! Tidak ada perlunya & alangkah jauhnya sifat tawadhu dengan berbagai keahlian yang anda pamerkan selama ini. Apakah memang demikian sifat orang yang mencintai dan membela kebenaran? Menolak bukti “hanya karena" disodorkan oleh orang yang tidak bisa berbahasa Arab? Bukankah ini “jalan" yang diajarkan oleh guru anda? Karena ingusan, karena anak-anak muda yang bodoh dan hina, yang menyodorkan bukti kebenaran, sehingga beliau yang terpandang itu menolak dan menghinanya?Satu hal lagi, kami akan uraikan sedikit kelicikan anda dalam berkelit kata serta bermain tipu daya sehingga permasalahan besar mengenai sejarah & sepak terjang Al-Irsyad di negeri ini, dalam sekejap mata telah anda “kemas”(baca:lempar & buang) dari sebuah bukti ilmiyah menjadi sekecil “literatur bahasa Indonesia” yang tidak berharga sama sekali yang disodorkan oleh orang yang tidak bisa berbahasa Arab!! (Simak resume kejanggalan buku tersebut di http://fakta.blogsome.com/2007/01/06/resume-kejanggalan-buku-al-irsyad-mengisi-sejarah-bangsa-karya-h-hussein-badjerei/

Bukankah anda mencoba meMALINGkan umat agar tidak menoleh kepada permasalahan Al-Irsyad Dalam Mengisi Sejarah Bangsa? Karena dari buku sejarah inilah gembor-gembor organisasi dakwah Salafiyah anda selama ini menjadi bangkrut dan tersingkap kepalsuannya? Bukankah buku ini adalah buku resmi (dan bukan BUKU LIAR!) Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah? Bukankah orang-orang juhala’, blo’on dan pengangguran itu tidak berperan satu hurufpun dalam penulisannya? Bahkan yang menulis adalah salah satu tokoh besar gerakan Al-Irsyad! Apakah anda tidak sadar bahwa hinaan anda terhadap akh Ibrahim tersebut “sejatinya’ adalah hinaan anda terhadap Hussein Badjerei anak dari Abdullah Badjerai murid tersayang syaikh Salafi anda sendiri? (Sangat disayangkan, buku resmi DPP Al Irsyad "Mengisi Sejarah Bangsa" karya H. Hussein Badjerei, putra murid kesayangan Ahmad Surkati diterbitkan di Jakarta oleh Presto Prima Utama, 1996, Cet. 1. 22 tidak dapat lagi disimak dalam website resmi alirsyad.or.id yang sudah mati, yang dapat membuktikan bahwa literatur resmi tersebut diakui DPP Al Irsyad yg illegal. Tetapi simak di arsip google sebagai buktinya

http://72.14.235.104/search?q=cache:b4h6ppBbNU8J:www.alirsyad.or.id/comments.php%3Fid%3DP198
0130C+%22mengisi+sejarah+bangsa%22&hl=id&gl=id&ct=clnk&cd=11atau

http://72.14.235.104/search?q=cache:FWOGCVBgLjcJ:www.alislam.or.id/organisasi/arsip/00000017.html+%22mengisi+sejarah+bangsa%22&hl=id&gl=id&ct=clnk&cd=10

Anda – wahai Abu Salma – yang hanya PEJABAT RENDAHAN setingkat Ketua Lajnah Dakwah Pimpinan Cabang Al-Irsyad bahkan yang telah dinyatakan LIAR oleh pemerintah Indoenesia nak hendak menuduh dan menghina tokoh besar dalam sejarah gerakan Al-Irsyad sekaliber Hussein Badjerei hanya karena telah menulis buku dalam bahasa Indonesia?
Haihata, haihata sungguh naïf orang yang bermodalkan anak panah nak hendak naik ke bulan!
Apakah karena Hussein Badjerai menulisnya dalam bahasa Indonesia sehingga anda bebas menghinanya (karena anda bisa Arabic speaking, reading and listening) tidak bisa berbahasa Arab?

Tetapi FAKTA yang nyata -& seluruh kaum muslimin menjadi saksi- adalah bahwa anda belum memajukan bukti ilmiyah SEHURUF-pun untuk mendustakan isi buku sebagaimana poinpoin yang telah dirangkum di dalam artikel badai fitnah- Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa dengan stempel PP.Al-Irsyad Al-Islamiyah!! Apakah anda pura-pura blo’on? Sungguh alasan yang sangat sangat aneh bahwa anda “mencari aman” hanya karena literatur tersebut berbahasa Arab! Ini adalah kilah yang “kurang canggih” wahai saudaraku seagama!Ataukah dengan lebih jujur sebenarnya karena isinya tidak selengkap, “seobyektif” dan “sedahsyat’ karya Hussein Badjerai? Bukankah buku Hussein Badjerai dapat merubah anda menjadi seorang “pengangguran (walaupun bukan orang blo’on)” dengan status Al-Irsyad yang selama ini anda dakwahkan sebegitu “salafi”nya? Walaupun “secara de jure & de FACTOkalau memang anda sekalian -wahai Irsyadiyyun Illegaliyyun benar-benar mengambil manfaat ilmu wajibnya ta’at pada pemerintah Muslim (sebagaimana gembar-gembor anda selama ini dari hasil Daurah Masyayikh yang berkali-kali anda sekalian adakan), bukankah anda sekalian ini sebenarnya ….SUDAH MENJADI PENGANGGURAN AL-IRSYAD!!

Apakah kami harus tertawa (seperti hobi anda selama ini) ataukah kami harus menangis menyaksikan tragedi pengangguran masal yang setragis ini? Tetapi nampaknya, kesalahan yang ada pada diri kami, pun kesalahan pada orang lain apalagi bukti kebenaran yang disodorkan kepada kami sama sekali tidak pantas bagi kami untuk menertawakannya!! Yang jelas, suka tertawa dan hobi menertertawakan bukanlah ciri-ciri yang dimiliki oleh seorang salafi yang baik!Sekarang, tidak berhak dan tidak pantas bagi anda sekalian menggunakan logo, atribut, asesoris dan lambang Al-Irsyad, mencomot nama (apalagi dinisbahkan dan diziyadahkan dengan nama “Ma’had Ali Al Irsyad As-Salafi”) dan mencantumkan jabatan (seperti tetangga sebelah itu yang tanpa hak dan rasa malu MENCANTUMKAN PEKERJAANNYA sebagai Ketua Lajnah Dakwah), apalagi menguasai aset Al-Irsyad! Jadi, tidak ada hubungannya sama sekali semua aksi & gaya-gaya pemberontakan serta pembangkangan berjama’ah ini dengan dakwah salafiyah yang mereka (sekali lagi) gembar-gemborkan selama ini!
Tidaklah mereka berbicara kecuali sebagai pejuang-pejuang organisasi Al-Irsyad! Dengan FAKTA yang bermunculan ini, akankah mereka berani memakan darah dagingnya sendiri?
Akankah mereka berani menjadikan manhaj salaf untuk menimbang penyelewengan manhaj organisasinya?
Ataukah pabrik kaca itu yang disalah-salahkan karena buruk mukanya?
Walhasil, betapa naifnya ketika mereka membela dan mempertahankan mati-matian label Al-Irsyad serta Al-Irsyad LIARnya yang diatasnamakan sedang membela Dakwah Salafiyyah!! Wala talbisul haqqa bil bathil!
“Lha wong” ketika bukti-bukti kesesatan dan penyimpangan Surkati & Al-Irsyad diungkapkan ee..mereka menjadi murka bahkan siap untuk merobek-robek mulut pengungkapnya!
Apakah mereka “terlalu gelap mata, mata kaki dan sekaligus mata hati” sehingga lupa membaca bahwa literatur yang digunakan dari situs Al-Irsyad sendiri, dari buku-buku resmi (dan bukan buku liar) Al-Irsyad sendiri yang ditulis oleh pendiri & tokoh Al-Irsyad sendiri?
“Lha kok” anak-anak ingusan yang “pekerjaannya’ cuma menyadurkan dan menyodorkan ulang saja ternyata bapak-bapak Al-Irsyad itu tiba-tiba sibuk kalang-kabut memasangkan gelar “Haddadiyah Jadiidah” di pundak-pundaknya!
Kalau memang beliau-beliau itu benar-benar jagoan yang pilih tanding, kenapa beraninya cuma mengancam anak ingusan? Langsung hadapi saja As-Surkati dan Hussein Badjerai & situs-situs Al-Irsyad yang selama ini mempublikasikan sepak terjangnya! Bukankah mereka yang jauh lebih pantas menerima gelar Haddadiyah Kuno anda? (Sekali lagi) “lha kok” beraninya cuma…

“Lha wong” ketika kejahatan Al-Sofwa Al-Muntada itu diungkapkan beserta bonus nama-nama para penggembira dan pembela setia dinar & dakwahnya dari sumber resmi Al-Sofwa sendiri, “lha kok” bapak-bapak Al-Sofwa beserta relasinya seperti L-DATA Al-Ikhwani dan yang lainnya tiba-tiba merasa kebakaran kuku dan kumisnya sekaligus.
Apakah “mata kaki, mata ikan dan mata-mata lainnya” gelap mata sehingga luput membaca bahwa selama ini berita itu sudah sekian tahun terus terpampang dan dipampangkan sendiri oleh situs Al-Sofwa Al-Muntada?
(Sekali lagi) “lha kok” anak-anak ingusan itu yang “pekerjaannya” cuma menulis dan menyodorkan ulang yang disalah-salahkan serta sibuk menggelarinya sebagai sampah-sampah dan lalat-lalat busuk penyebar penyakit!
(Sekali lagi) “lha wong” lalat-lalat dan sampah-sampah busuk itu selama ini sudah lama dipamerkan oleh yayasan “Tong Sampah”nya.
Kalau memang bapak-bapak itu benar-benar jagoan yang pilih tanding, hadapi saja “Tong Sampah”nya langsung yang selama ini menjadi sumber penyebaran penyakit itu! Mestinya tidak ada kamus mundur bagi jagoan gagah perkasa yang (terlanjur) maju mundur mengumbar tantangan ke sana kemari! Apakah beliau takut (apa penakut?) ataukah segan (apa enggan?) karena ternyata yang membuat & meramaikan “Tong Sampah” itu ustadz-ustadznya dhewek?! (Sekali lagi) “lha kok” beraninya cuma…

“Lha wong” jelas-jelas saksi hidup masih ada ketika senyum kemenangan para da’i itu mengembang mendengar ceramah pembelaan mati-matian Ulama Senior Ihya’ Abdurrahman Abdul Khaliq terhadap Yusuf Qaradhawi di Al-Irsyad Tengaran, “lha kok” dia sibuk melapisi emas imitasi itu dengan nama “khilafiyah ijtihadiyah”?
(Sekali lagi) “lha kok” anak-anak ingusan itu yang sibuk digelari sebagai tukang fitnah yang keji!

Tampaknya kita harus belajar dari nol lagi agar tahu perbedaan antara “FITNAH YANG KEJI” dengan “SAKSI MATA ATAU BUKTI KEJAHATAN KEJI” sehingga para manusia-manusia perusak yang menyusup itu tidak lagi leluasa menyalakan kayu bakar kefanatikan organisasinya dengan meletakkan tungku-tungku hizbiyyah untuk mendidihkan emosi umat atas nama dakwah salafiyah!!

Tidak ada kaitan apapun antara dakwah yang mulia ini dengan ajaran dan ajakan pembangkangan terhadap penguasa Muslim yang didemonstrasikan & dipertontonkannya!!Satu contoh lain, situs resmi mereka sendirilah (www.infoalirsyad.comedisi60index-13.html) yang mempertontonkan kepada kita semua bagaimana “organisasi salafi” ini mengadakan acara “ikhtilath” (yang sama sekali tidak salafi!) hasil warisan Yunani Negeri Seribu Dewa & Dewi berupa ajang PILKADAL Gubernur Al-Irsyad Jawa Timur tahun 2003 yang akhirnya dimenangkan oleh salah seorang yang selama ini diberi kepercayaan oleh Masyayikh Yordan yakni Syaikh Chalid Bawazeer dengan saksi seorang dari wanita & putri!!

Helah "canggih" apalagi yang akan anda ajukan kepada umat untuk menutupi info resmi "pembangkangan berjama’ah"(infoalirsyad.com/edisi82/index-9.html) yang dimotori oleh bos anda ini: "Info Al Irsyad Al Islamiyyah Jawa Timur : PERYATAAN BERSAMA CABANG-CABANG AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH SE - JAWA TIMUR DALAM MENYIKAPI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI NO. 1702 yang diselenggarakan di Kraksaan, Ahad 19 Juni 2005 yang berisi penolakan terhadap keputusan MA? Bukankah anda masih mengakui Gubernur Chalid Bawazeer dan sekretarisnya, Helmi Gana yang juga menjadi tokoh politikus Partai Bulan Bintang Jawa Timur?

Tanyakan kepada “Gubernur Al-Irsyad” ini yang seharusnya sudah menjadi “pengangguran” (kalau tidak ngotot melakukan pembangkangan), sudah berapa kali dia mendatangkan masyayikh Yordan ketika acara-acara di atas dilaksanakan?! Dan bandingkan dengan pidato gembar-gembor ustadz Abdurrahman Tamimi ketika menceramahi para ulama di Markaz Al-Albani mengenai manfaat yang mereka ambil dari daurah masyayikh!! Kalau anda masih juga belum puas dengan FAKTA yang kami hadirkan, maka simak saja…Satu lagi FAKTA.blogsome.com yang NYATA.wordpress.com mengenai “dampak positif” daurah Masyayikh yang mereka gembar-gemborkan selama ini,

INFO Pimpinan Wilayah Al Irsyad Jawa Timur 

Dialog Aktivis Islam Jawa Timur

Mendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia

Diadakan Kamis, 11 Agustus 2005 di Masjid Al Hilal Jalan Purwodadi Surabaya. Dihadiri oleh tokoh-tokoh dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya

Masyarakat (LSM), antara lain : Dewan Da’wah Islam Indonesia (DDII), Al Irsyad, Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Korps Muballigh Bulan Bintang, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), GPI (Gerakan Pemuda Islam), ELDASI, YAPMI, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan FOSI. (HG) (Info Al-Irsyad – edisi 84.htm)

Tahukah anda apa itu ormas & LSM? Tahukah anda DDII & GPI yang dulu getol mendaftar para pemuda untuk diberangkatkan ke Iraq untuk membela Saddam Hussein Al-Ba’atsy? Tahukah anda organisasi filsafat cuci otak FOSI (salah satu tokohnya adalah pejabat di yayasan Nida’ul Fithrah Surabaya yang bernama Jon Hariadi) dengan “fase-fase peraguan keyakinannya”? Dan tahukah anda apa itu MMI Ba’asyiri Takpiri?

Namun demikian, hal yang sungguh sangat membahagiakan adalah bahwa para Masyayikh kita di Yordania (seperti halnya Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Salim Al-Hilali hafidhahumallah) sekarang telah mengetahui tipu daya  jaringan Al-Irsyad LIARnya ustadz Yazid Jawaz dan Abdurrahman Tamimi cs yang selama ini mereka lakukan. Sekali lagi walhamdulillah ‘ala ni’matillah. Dan silakan anda wahai pejabat PC, PW & PP AlIrsyad LIAR- tertawa menangislah membaca FAKTA yang NYATA ini!

Dan jangan lagi anda wahai ular berbisa menggunakan jurus “memblo’onkan diri” dengan mengatakan bahwa tidak ada hubungannya antara Ma’had Al-Irsyad LIAR dengan PW Al-Irsyad LIAR! Bukankah Ketua PW/Chalid Bawazeer adalah penasehat Majalah Adz-Dzakhirah milik Ma’had Ali yang anda bangga-banggakan? Jujur sajalah dan jangan ada dusta lagi diantara kita, siapa yang “sanggup” mendatangkan Masyayikh?!Ini hanyalah satu contoh dan masih banyak contoh-contoh lainnya. Bukankah ini juga merupakan bukti “pengkhianatan” mereka terhadap Masyayikh Yordan?

Apakah berani mereka –orang-orang kepercayaan masyayikh Yordan- mempertontonkan aksi demonstratif pembangkangan berjama’ah, aliansi PAN-Islamisme Jadiidah serta acara PILKADAL pemilihan ketua PW Al Irsyad Jatim ala Demos Kratos ini di hadapan Masyayikh? Ini juga adalah FAKTA upaya-upaya mereka dalam mempermainkan Masyayikh kita!! Depan tampak muka dan belakang tampakkan punggung! Apakah sama?  Haihata, haihata tetapi (sekali lagi) nampaknya editor itu terlalu licin bagaikan belut & ikan salmon sehingga berbalik mengatakan bahwa kamilah yang gemar sekali mencela para ulama, menuduhnya jahil & tidak faham realita. Allahumma…

(Bersambung ke FAnas diKata, tetapi…nyaTA!  2)

Saudaraku sekalian rahimakumullah, inilah FAKTA gelar dialog persatuan “Pan Islamisme Jadiidah” yang digagas & diwujudkan oleh PW Al-Irsyad LIAR pimpinan orang yang dipuji oleh Syaikh Salim Al-Hilali:”..salamku yang hangat kepada al akh al karim(saudara yang mulia) yang mempunyai"tangan-tangan putih" dalam menolong dakwah kami, dakwah salafiyyah yang diberkahi(yaitu) al akh Abu Ahmad Chalid Bawazeer” (From:"sugeng rahmat" srahmat@xx Subject: surat syaikh saliimalhilali, Date: 22/11/03 10:41) Haihata, haihata si tangan putih sedang beraksi menolong dakwah salafiyah yang diberkahi dengan “strategi” depan cari muka, belakang main mata. Di dalam surat ini pula Syaikh memberikan penghormatan terhadap pimpinan ma’had Al-Irsyad LIAR As-Salafi: “Yang terhormat Asy syaikh Abu Auf Abdurrahman Attamimi Assalafi hafidhahullah”.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham