Turatsiyyah-Surkatiyyah Sebagai Gerakan Kanibalisme
HIZBIYYAH-SURURIYYAH SEBAGAI GERAKAN KANIBALISME[1]
Firman Allah :
“Tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu”
(Hud:118-119)
23.1 AHMAS FAIZ AT-TUROTSY vs AS-SUNNAH AT-TUROTSY AL-HIZBY AL-KUWAITY
Inilah nukilan selengkapnya POLITIK BALAS BUDI berupa “pembelaan kaki tangan Ihya’ut Turots terhadap Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab secara terbuka” setelah dinar Hizbiyyah mereka dibela dan dilegalkan oleh fatwa tuan Abdurrahman At-Tamimi di situs Hizbi, Salaf-i :
“Pada acara pembukaan Daurah Syar’iyyah IV bersama Masyayikh dari Yordania di Lawang-Malang, diantaranya Beliau-Beliau memberikan pembelaan secara terbuka kepada ustadz Abdurrahman At-Tamimi yang mendapat tuduhan keji serta kata-kata kotor dari sekelompok orang yang hampir kehilangan akal. Para Masyayikh menekankan agar ustadz Abdurrahman At-Tamimi tetap tabah dan sabar menghadapi semua itu (Ya Syaikh kami, orang ini telah lupa dengan kesabarannya, telah pergi ketabahannya! Do’a kematian telah meluncur dari lisannya! Tantangan sumpah laknat telah keluar dari lisannya!-pen)
Memang telah beredar di salah satu situs internet (kenapa tidak kalian katakan bahwa situs tersebut adalah Salafy.or.id? Apakah kalian takut bahwa umat akan mengetahui kedok Hizbiyyah kalian dengan berbagai bukti pendukungnya?-pen) berbagai cercaan dan cacian kepada du’at Salafiyyin di Indonesia yang hanya berdasarkan nafsu belaka. Ustadz Abdurrahman At-Tamimi termasuk yang menjadi obyek cercaannya. Dan para Masyayikh memberikan pembelaan secara terbuka di majelis pembukaan daurah tersebut.
Sebenarnya kami menganggap situs itu sebagai angin lalu saja karena banyak yang tidak ilmiah (ah yang bener? Kalau banyak yang tidak ilmiah tentu mudah sekali bagi kalian untuk membongkar kebohongan dan kedustaannya!?-pen), para pembaca hendaknya hati-hati terhadap berita yang datangnya dari internet (kita setuju, lihatlah situs-situs hizby jaringan ini terus bermunculan memamerkan kemegahan dan fasilitas “wah” lembaga-lembaga pendidikan dan pesantrennya dari hasil menadah dinarnya Hizbiyyah!-peny).”
(As-Sunnah, Ed.11/VIII/1425H/2005M, hal.35).
Apa jawaban kita terhadap statemen yang “sangat ilmiah” di atas yang dikotak hitam tebal dan diberi judul “MEMAHAMI KAIDAH-KAIDAH PENGKAFIRAN”?!!
Adalah hal yang sangat spesial bahwa kita akan menghadirkan Ahmas Faiz (agen besar Ihya’ut Turots Kuwait di Indonesia ini adalah salah satu da’i yang direkomendasikan –keabsahannya- oleh situs resmi Ma’had Al-Irsyad pimpinan Abdurrahman Tamimi) untuk membantah dan membungkam statemen majalahnya sendiri, berikut jawabannya:
“Ketika para pembela dakwah Salafiyah menyatakan bahwa kelompok-kelompok hizbiyah itu sesat, batil dan bid’ah, maka dinggapnya sebagai caci-makian terhadap sesama muslim. Mereka tidak bisa membedakan, antara peringatan supaya orang tidak terjerumus ke dalam kesesatan atau bid’ah Hizbiyyah dengan caci-makian terhadap pribadi muslim. Mereka juga tidak mengetahui atau lupa, bahwa para ulama Ahli Hadits banyak memiliki kitab yang berisi peringatan, agar orang JANGAN MENGAMBIL AGAMA atau mengambil riwayat dari Fulan, Fulan atau Fulan, SEBAB IA SEORANG PENDUSTA, atau sebagai ahli bid’ah, atau seorang yang tidak layak diambil perkataannya atau haditsnya. NAH APAKAH CACI-MAKIAN SEPERTI ITU TERTUJU KEPADA PRIBADI MUSLIM?TENTU BUKAN! SEBAB MAKSUDNYA IALAH UNTUK MENGINGATKAN UMAT DARI KEPALSUAN FULAN,PERBUATAN BID’AHNYA ATAU KEDUSTAANNYA. SEBAB PERSOALANNYA ADALAH PERSOALAN AGAMA. SUPAYA AGAMA INI TETAP TERJAGA KEUTUHANNYA. DENGAN DEMIKIAN, UMAT ISLAMPUN TETAP TERJAGA KEUTUHAN PERSATUANNYA. TIDAK DIKOTAK-KOTAK DENGAN BELENGGU-BELENGGU HIZBIYYAH” (As-Sunnah, Ed.03/VII/1424H/2003M, hal.17)
Bukankah uraian di atas merupakan jawaban yang seru, panas dan mantap? Ahmas Faiz At-Turotsy Al-Kuwaity Al-Hizby telah membungkam As-Sunnah At-Turotsy Al-Kuwaity Al-Hizby!!
Dan lihatlah wahai pembaca sekalian, semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semuanya untuk menerima kebenaran, tidak satu kalimatpun, tidak pula satu katapun, bahkan satu hurufpun mereka membantah fakta-fakta ilmiyyah yang telah kita kemukakan berupa koalisi, konspirasi, kolonisasi, aliansi, simbiosis mutualisme dari berbagai faksi Hizbiyyah dari Hizbiyyin-Ikhwaniyyin-Sururiyyin-Turotsiyyin-Surkatiyyin-Ba’asyiriyyin yang bersatu padu saling berbelit dan bermain mata!
Bukankah tuan Abdurrahman At-Tamimi mesti berterima kasih atas pembelaan terbuka dari kaki tangan Ihya’ut Turots di atas? Dan jangan malu-malu kucing lagi untuk mengakui bahwa tuan Abdurrahman At-Tamimi dan Al-Irsyad memiliki hubungan dengan kaki tangan Al-Sofwa Jakarta dan Ihya’ut Turots!! Ingatlah bahwa kalimat mubahalah telah meluncur dari lisan tuan!! Semoga Tuan cepat-cepat bertaubat sebelum terlambat.
23.2 AHMAD SURKATI AS-SUDANI vs ABDURRAHMAN AT-TAMIMI AL-KADZAB AL-HIZBY
Telah berlalu bukti dan penjelasannya bagaimana Ahmad Surkati membantah dan mendustakan Abdurrahman Tamimi yang menuduhnya telah terpengaruh dakwah Tauhid Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah. Terhinalah semua pendusta umat! Amin.
23.3 ABU SALMA vs MUHAMMAD RACHDI PRATAMA
(SEBUAH KADO PERNIKAHAN)
‘Tlah lama ku membaca
Kasak-kusuk rencana pernikahan paduka di alam maya
Akhirnya…smakin dkat realisasinya di alam nyata
Bukanlah lambang cinta/love yang hendak hamba hadiahkan
Karena…’tlah banyak menghias cinderamata pernikahan tuan
Bukan pula dinar Hizbiyyah yang hendak hamba sodorkan
Karena…atsarnya ‘tlah bertebaran di singgasana (baca:Ma’had) megah di sekitar kalian
Hanyalah buah pena hasil coretan anak-anak ingusan yang hamba persembahkan
Teriring do’a…lepaskan dirimu dari kungkungan Hizbiyyah-Irsyadiyyah yang membinasakan
Ibnu Burhan….
Janganlah campakkan burhan ‘tuk kdepankan celaan apalagi umbar tantangan
Sodorkan bukti dan kebenaran kepada Syaikh Yordan
Bukanlah “pekerjaan” orang-orang blo’on dan pengangguran
Menjadikannya bahan tertawaan…
Bukti sikap…’tlah hilangnya rasa malu dan kehormatan tuan
Allahul Musta’an
Di bawah judul “Lama Tidak OL”, di situsnya sendiri, Abu Salma menulis:” Di sini saya akan memberikan cerita kejadian unik di Dauroh Masyayikh Yordania beberapa watu silam. Ketika saya hadir di majelis, Ustadzuna Al-Fadhil Abdurrahman Thayib, Lc dan Ustadz Imam Wahyudi, Lc menunjukkan kepada saya adanya risalah ‘bundelan’ yang cukup tebal yang dikirimkan kepada Syaikh Ali Hasan –hafizhahullahu- yang isinya tahdzir terhadap Al-Irsyad dan Lajnah yang melaksanakan Dauroh tersebut.
Risalah bundelan tersebut sepertinya berasal dari admin web site ahli fitan terbesar saat ini, yaitu www.talafi.or.id yang dimotori oleh seorang da’i terkenal dari Malang yang saat ini menjadi penasehat website tersebut, yang dia saat ini sedang ‘mencak-mencak’ kepanasan karena merasa al-haq yang dia klaim ditalbis dengan kebatilan dari ‘musuh’ yang dia hasadi dan benci.
Membaca risalah tersebut, membuat saya terheran-heran, kepengen tertawa karena tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini[2]. Sehingga melihat risalah tersebut menyebabkan Syaikh Ali Hasan tidak bergeming sedikitpun dan bahkan melihat bagaimana rusaknya manhaj kaum munaffirin ini. Sehingga di akhir Dauroh silam beliau sempat menyinggung hal ini, terutama masalah Syaikh Ahmad As-Surkati –rahimahullahu- (insya Allah akan dimuat di majalah Adz-Dzakhirah edisi terbaru)…Sekian tanggapan singkat saya. Perlu diketahui bahwa saya tidaklah memberikan jawaban ini dari diri saya pribadi. Namun saya dapatkan jawaban-jawaban ini dari masyayikh dan asatidzah yang saya formulasi agar lebih sederhana dan ringkas” (Abusalma.blogspot.htm)
Saudaraku kaum Muslimin, lihatlah pelecehan luar biasa yang dilakukan oleh Abu Salma kepada orang-orang yang dinyatakannya :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini”!! Padahal di tempat yang sama dia menuduh lawan-lawannya:”…kini dengan ‘tidak tahu malu’ pula mereka kotori lisan dan hati mereka dengan hasad, iri, dengki, cercaan, ejekan, makian dan semisalnya…” Ya Subhanallah, tidakkah dia sedang bermain-main dan berputar-putar dengan tulisannya sendiri? Menuduh orang lain mengotori lisan dan hati mereka dengan berbagai cercaan, ejekan dan makian sementara dirinya sendiri bebas menetapkan untuk mencerca, mengejek dan memaki orang-orang lain!! Itu yang pertama.
Kedua, Tahukah kamu wahai Abu Salma bahwa orang-orang yang :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini” tidaklah berinisiatif apapun untuk menyampaikan risalah ‘bundelan bukti’ yang cukup tebal yang membuatmu “terheran-heran, kepengen tertawa” tersebut kepada Masyayikh Yordan kecuali hanyalah menjalankan perintah Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah!! Ya, Syaikh Rabi’-lah yang memerintahkan orang-orang yang :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini” agar mengirimkan bundelan bukti tersebut ke Markaz Al-Albani di Yordania. Lalu apa pandanganmu sendiri terhadap Syaikh Rabi’ Hafidhahullah dengan “semua pujianmu” ini?! Jika demikian keadaannya, lalu siapa yang engkau maksudkan “bahkan melihat bagaimana rusaknya manhaj kaum munaffirin ini”?! Syaikh Rabi’-lah yang memerintahkan “kaum munaffirin yang rusak manhaj” ini!! Ini adalah celaan dan ini adalah pelecehan!!
Dan bukankah hal ini menunjukkan i’tiqat baik orang-orang yang engkau “puji” sebagai :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini”? Tidaklah mereka sebarkan kepada umat isi bundelan bukti tersebut kecuali hanyalah dikirimkan kepada Masyayikh Yordan!! Bukankah dirimu sendiri yang menyampaikan kepada umat betapa Masyayikh Yordan telah menerima bingkisan bukti yang cukup tebal dari orang-orang pengangguran yang lugu dan bloon itu?!
Perkataan tajam jika dilepas…
Ibarat beringin racun dan upas
Kalau mulut paduka tajam dan kasar…
Bolehlah ditimpa bahaya besar
Membuat perkara amatlah mudah
Jika terjadi… timbullah gundah
Ketiga, kenapa tidak engkau sebutkan satu-dua contoh saja risalah dan isi bundelan yang mampu membuat dirimu terheran-heran dan kepengen tertawa itu?! Bacakanlah satu-dua lembar saja risalah itu sehingga umat dapat engkau ajak untuk tertawa bersama-sama!! Adakah hal-hal yang lucu sehingga menjadi alasan bagimu untuk ‘kepengen tertawa’? Ataukah engkau sedang menertawakan bukti-bukti penyimpangan manhaj yang kalian lakukan sendiri? Allahu yahdik.
Sungguh, anak-anak ingusan ini tidak hanya sekali menyaksikan bukti betapa dirinya memiliki “hoby” menertawakan kebenaran ketika penyimpangan dan penyelewengan kelompoknya disampaikan sebagai suatu bentuk nasehat kepadanya, apa balasannya? Ketawa!! Saudaraku, perhatikan jawaban “tertawanya”:
Komentar
Kalo’ antum merasa sebagai salafiyun koq kenapa masih berlemah-lembut dengan hizbi Al Irsyad yang pro Demokrasi, pro Partai dan Penyimpangan lainnya?? Bahkan masih duduk di majelis mereka?? Allahu yahdik
———————
Tanggapan
Dengan tertawa ana berkata : "la an Allaha an yahdiyakum"… sudah bosan ana ditanya demikian ini, dan terakhir kali ana katakan : Ma’as Salamah atas kejahilan dan kebodohan antum… semoga Allah menambah ilmu dan hikmah kepada antum…( Anti Sururi, July 5th 2005, 05:18:14 AM, Judul Komentar : Al-Irsyad, Asal : Jawa)
Wahai si Congkak! Tentu engkau lebih paham tentang makna Kibir daripada anak-anak ingusan ini!! Apakah isi komentar itu merupakan fitnah dan kebohongan sehingga pantas bagi dirimu untuk membalasnya dengan tertawa? Ataukah hal itu hanyalah secuil penyimpangan yang dilakukan oleh Hizbul Irsyad?
Kalau demikian keadaannya, maka tidaklah pantas sama sekali bagimu untuk menertawakan bukti-bukti penyimpangan itu! Dus apalagi merendahkan pembawanya!! Bahkan sepantasnya bagimu untuk menangis menyesali perbuatanmu!!
FANATIKUS ini melanjutkan lagi petualangan Hizbiyyah dan praktek Fanatiknya, ia berkata kepada Akh Abdurrahman Sarijan:” Adapun apa yg antum utarakan ttg Al-Irsyad dan ‘tetek bengek’nya plus menyebarnya Majalah as-Sunnah dll ke Kuwait, itu bukanlah hujjah ‘alaina
yang memudharatkan dakwah sama sekali…”
Itulah “BUNGKER Hizbiyyah” Abusalma yang selalu berlindung dibalik Rifqan dan Mawaddah ala Hizbinya sedang merealisasikan apa yang diperingatkan oleh “Syaikh Ali Hasan” yang dipampangkan di situsnya sendiri:
“…Kita semua ini adalah manusia dan kita semua berbuat kesalahan, namun menuduh seseorang tanpa ada bukti, maka tuduhan tak berdasar tidaklah diterima di dalam agama. Kami telah katakan berulang kali, supaya tidak (meniti) kepada jalan ini, manhaj ini dan orang yang mempraktekkan manhaj atau jalan ini, dia tidaklah menghancurkan seorangpun melainkan dirinya sendiri”, dia menulis:
“Adapun komentar admin salafy.or.id thd ana maupun website ana, tidaklah berguna apa-apa. Karena perkataan mereka bagaikan angin busuk yang tak berpengaruh apa-2 melainkan hanya menyebabkan mual. Ana tidak heran dengan sikap mereka, karena pada hakikatnya mereka ini tdk lebih dari juhala’ yang tdk berani diajak berkonfrontasi langsung sebagaimana Abdul Ghofur ar-Ruwibidhoh dari Malang yg layak dicap Dajjal wal Kadzdzab, seorang banci dan penakut…”
(Abusalma.bahaya.net, buku tamu)
Bagi Abusalma yang telah mencap anak ingusan ini (seperti ceramah tuannya di Yordan) sebagai juhala’, ruwaibidhoh, banci, tidak berani berkonfrontasi langsung dan penakut, seharusnya memiliki tanggung jawab secara ilmiyyah untuk membuktikan bahwa anak ingusan ini adalah Dajjal wal Kadzdzab (sebagaimana yang dia tuduhkan) agar terhindar dari jenis manusia yang hanya bisa menuduh tanpa disertai bukti-bukti ilmiyyah sebagaimana yang diperingatkan oleh “Syaikh Ali” dan dinyatakannya sendiri (bukti pertama bahwa dia memiliki watak auto-cannibal!!):
Jika para pendakwa tidak menopang dalilnya dengan teks dalil
Maka dia berada di atas selemah-lemahnya dalil
Adapun bukti kedua sifat auto-cannibalnya adalah tulisannya yang terpampang dengan “gagah” di situs Abdurrahman (Salafindo.com)[3] dan sungguh bukti ini –dengan izin dan kemurahan Allah akan menjadi nikmat yang besar bagi Salafiyyin karena:
1. Bukti nyata bahwa orang “besar” ini (yang berani menantang fatwa Masyayikh Salafiyyin sekaliber Syaikh Ubaid Al-Jabiri Hafidhahullah dan Syaikh Yahya Hajuri Hafidhahullah tanpa hujjah dan bukti ilmiyyah secuilpun (kecuali hanya mengumpulkan kilahnya orang licik!)) diakui dan dipercaya oleh Abdurrahman Tamimi dan kru situs/majalah ma’had Al-Irsyad Surabaya
2. Tulisan “si congkak” ini tidaklah menghantam dengan telak kecuali kepada Hizbul Irsyadnya sendiri!! Ya, menghinakan diri mereka sendiri! Dan justru membongkar dan menelanjangi kedok kecurangannya yang seolah menjadi pembela dan penolong dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah padahal merekapun termasuk kaum yang memerangi dakwah Tauhid Syaikh Rahimahullah!! Insya Allah akan “sedikit” kita paparkan ketika membahas tulisannya yang berjudul:”Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di Mata Para Penyesat Umat (Hizbut Tahrir dan Sufiyah), Salafindo.com
Berikut bukti ilmiyyah “beberapa” watak kanibalnya…
Tidaklah kami katakan Abdurrahman At-Tamimi seorang pendusta kecuali kami sertakan pula bukti-bukti ilmiyyahnya, lalu mana bukti kedustaan kami wahai lelaki (?) di balik cadar? Apakah engkau hanya berani mentahdzir dari balik hijab dan tembok wahai Abu Salma?!
23.3.1 Kedekatannya Dengan Si Pembesar Hizby Dan Situsnya (Salafindo.com)
Ketika dikirimkan kepadanya bukti suara Syaikh Salim Al-Hilaly yang mengisi daurah Ihya’ut Turots Kuwait cabang Jahra dan menyatakan pengakuan terhadap Jum’iyyah Hizbiyyah tersebut sebagai "Jam’iyyatuna Jam’iyyah Ihya’ut Turots" maka diapun (Abu Salma) menyetorkannya kepada si Pembesar Hizby:
Abu Muhammad Abdur Rahman
August 14th 2005
08:52:38 PM
Judul Komentar : Data MP3 Syaikh Salim Al-Hilaliy
Asal : Bumi Allah
Komentar:
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Alhamdulillah, mulai sekarang antum dapat men-download data MP3 Syaikh Salim Al-Hilaliy yang telah memberi "tazkiyah" kepada IT pada: www.anti.hizbi.com/mp3/turath.mp3.Semoga bermanfaat.
Selanjutkan kami akan tunggu hasil tabayun antum.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Tanggapan
Wa’alaikumus Salam waRahmatuLlahi waBarokatuH
Attachment antum ke email abuamman@yahoo.com telah ana terima dan telah ana dengarkan. Dan Insya Alloh akan ana konfirmasikan kepada Syaikh Salim bin Ied al-Hilaly. Juga apa yang antum informasikan tentang pernyataan Abu Abdillah Kholid azh-Zhufairi…
Dan insya Alloh akan segera ana beri jawaban dan klarifikasi secepatnya[4]. Terlebih lagi insya Alloh penghujung akhir tahun nanti atau awal tahun, Masyaikh Markaz al-Albany akan hadir ke Indonesia lagi…
AL-USTADZ AL-FADHIL ABDURRAHMAN BIN ABDILKARIM AT-TAMIMI TELAH MENDENGARKAN REKAMAN INI PULA, dan BELIAU TELAH MEMBERIKAN BEBERAPA KOMENTAR, TERUTAMA TTG TAHUN PELAKSANAAN DAN FIHAK PENGUNDANG MASYAIKH MARKAZ ALBANI ADALAH SYAIKH ABU MUHAMMAD.
Catatan:
Kalau Abdurrahman At-Tamimi menyatakan bahwa Syaikh Salim Al-Hilaly tidak mengetahui bahwa pengundang beliau di Kuwait adalah Jum’iyyah Hizbiyyah Ihya’ut Turots (atau kroni-kroninya) karena yang diketahui beliau bahwa Syaikh Abu Muhammad adalah Salafy, maka kita katakan:"Mungkin saja hal ini terjadi, tetapi tabir ini telah tersingkap ketika daurah itu berlangsung. Moderatornya jelas-jelas menyatakan bahwa daurah ini diselenggarakan oleh Jum’iyyah Hizbiyyah Ihya’ut Turots cabang Jahra!! Dan diperkuat lagi setelah giliran beliau (Syaikh Salim) berceramah, jelas-jelas beliau menyatakannya sebagai "Jam’iyyatuna Jam’iyyah Ihya’ut Turots". Kepada siapa kalimat pengakuan ini kembali? Kepada Jam’iyyah yang telah disebutkan dengan jelas oleh si moderator dan disebutkan sendiri dengan jelas oleh Syaikh yakni Jam’iyyah Hizbiyyah Ihya’ut Turots cabang Jahra! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
23.3.2 Keakraban Itu, Kapan Nikahnya?[5]
Abu Salma
Dari:Surabaya
01/08/2005
12:21:09 WIB
Assalamu’alaykum Alhamdulillah,akhirnya website Ma’had Ali Al-Irsyad bisa online lagi. Pro Ustadz Arif dan pengelola website, kalo diizinkan ana usul, ana cuman mau bilang, kalo bisa forum tanya jawabnya dipending dan jawaban dimuat apabila telah dijawab dengan dalil-2 (kalo bisa lengkap). ‘Kan supaya lebih ilmiah dan tidak kalah dengan website-2 lainnya. Kalo’ tidak bisa, lebih ahsan ditutup sementara atau dilaksanakan pelan-2 aja. Maksudnya, kalo ada pertanyaan yg mampu (baca : ada waktu) dengan dalil lengkap baru dimuat. Afwan ya kalo ana usulnya di sini. Karena kalo usul langsung ana jadi sungkan… soale koq dari dulu yang diusulin cuman itu ajee… Ya wis, sekian dulu. Syukron ya. Jazzakumullahu khoyron katsiiron.
Tanggapan kami:
Wa alaikumussalam. Alhamdulillah bisa online lagi, setelah hampir dua-tiga bulan diganggu syaitan yang merusak situs kami ini. ANTUM KAPAN NIKAH SAMA ANAK JAKARTA YANG KULIAH DI UNBRA MALANG ?
(Salafindo.com)
Tentu kita semua memaklumi bahwa pertanyaan yang "sangat dalam dan RHS seperti ini" hanyalah diketahui oleh orang-orang yang mempunyai hubungan sangat spesial, ya antara si Abu Salma dengan nahkhoda-nakhoda kapal website Ma’had ‘Ali Abdurrahman At-Tamimi. Demikianlah kenyataannya, betapa hal yang sangat sensitif ini, pernikahan –yang belum terjadi (baca:bukan undangan pernikahan!!- telah dilaunching terlebih dahulu oleh situs
yang katanya Salafi yang mengaku dicintai oleh Masyayikh Yordan. Allahul Musta’an.
Kita lanjutkan, Abu Salma "soft-launching pernikahan" berkata “menasehati” Abu Muhammad Abdurrahman :
“…apakah tatkala antum dengan ‘bangga’nya mengklaim bahwa
antum ‘ala haqqin maka dengan demikian sikap ‘takabur’ akan menyelimuti
antum dan antum akan merendahkan org-2 lain?!!
Kita katakan:"Bukankah ucapanmu yang engkau tujukan kepada saudara kami Abu Muhammad Abdurrahman semestinya tertuju kepada dirimu sendiri wahai Abu Salma?! Apakah engkau lupa dengan gelar-gelar di atas yang telah engkau “anugerahkan” kepada kami? Dajjal wal Kadzdzab?!! Banci penakut?!
Pembaca sekalian Rahimakumullah, lihatlah bagaimana orang ini menasehati orang lain agar jangan bersikap takabur dan jangan merendahkan orang lain tetapi di tempat yang sama dia kembali menjilat ludahnya sendiri dengan berkata penuh kecongkakan:
“> Maa anta al-hakamit turdlo hukuumatuhu Wa laa al-ashiili wa laa dzir
> ra’yil jadali…
> Engkau bukanlah hakim yang dianggap keputusannya Dan bukan pula orang yang
> ahli dalam berdebat…”(jawaban dari email Abu Salma
Kita katakan:
”Kita tidak sedang dan tidak akan mau berjidal wahai Abu Salma! Kita sedang berbicara tentang bukti-bukti yang harus dikemukakan secara ilmiyyah! Dan engkau hendak berkelit dari kenyataan Hizbiyyah yang tidak terbantahkan ini dengan lari lintang pukang ke arena bersilat lidah? Sungguh kebenaran itu bersama dengan bukti dan hujjah!” Kenapa engkau tidak mau membuka mata dan kenyataan dihadapanmu? Saudara kami –Abdurrahman Sarijan- yang bermukim di Kuwait “hanyalah” mengungkapkan makar dan kebusukan Ihya’ut Turots Kuwait yang di situ pula PP.Al-Irsyad melalui cabangnya di Kuwait yang dibuka langsung oleh Farid Okbah Takfiri-Ba’asyry. Hubungan jahat antara Ihya’ut Turots dengan Syi’ah Rafidhah sebagai muhsininnya!! Persekongkolan Ihya’ut Turots dengan Ikhwanul Muslimin!! Bahkan dengan Takfiriyyun!! Dan lihatlah betapa eratnya hubungan antara pimpinan PP.Al-Irsyad Farouk Badjabir, Farid Okbah Takfiri dan Mudir Ma’had Tengaran, Nizar Jabal Sururi:
“Seperti tahun lalu, dalam upaya meningkatkan kerjasama dengan mitra organisasi dan lembaga terkait di luar negeri, Ketua Umum Ir. Farouk Zein Badjabir bersama Ketua Majelis Da’wah, Farid Achmad Okbah dan Mudir Pesantren Tengaran – Jawa Tengah, Nizar Saad Jabal melakukan kunjungan kerja ke Timur Tengah. Safari yang sukses itu dilaksanakan di penghujung tahun 2002 dan telah dilaporkan Ketua Umum dalam rapat pleno akhir Desember lalu. Kunjungan diawali dari Saudi Arabia, 2 Nopember 2002 dan berakhir di Kuwait, 26 Nopember 2002”.(infoalirsyad.comedisi 53index-8.htm)
Seperti telah kita ketahui bahwa PP.Al-Irsyad dan Yayasan As-Sunnah Cirebon pimpinan Ali Hijrah dan Yusuf Baisa Quthbiyyun-Turotsiyyun (ex-pimpinan Ma’had Tengaran) nyata-nyata menadah dinar Ihya’ut Turots Al-Kuwaity bahkan Yusuf Ba’isa sendiri yang datang ke sana atas undangan Al-Irsyad cabang Kuwait.
Abdurrahman menuturkan:
Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Berikut ini kami sampaikan kepada ikhwah dakwah salafiyah bukti koalisi yayasan dan perorangan dengan Jum’iyah hizbiyah Ihya’ At-Turots Al-Islamiy.Pernyataan ini kami berani mempertanggungjawabkannya di hadapan Rabb alam semesta. Hal yang kami maksudkan adalah sbb;
1) Majalah As-Sunnah——IT Kuwait.
Keterangan:
Majalah As-Sunnah masuk ke negeri Kuwait melalui IT cabang Indonesia, kemudian dikirimkan ke IT Kuwait (Lajnah Junub Syarq Asia), dan dibagikan kepada masyarakat Indonesia di Kuwait. Bagan ringkasnya sbb:
Redaksi As-Sunnah——-IT cab.Indonesia——- IT Kuwait (Lajnah Junub Syarq Asia)——- Masyarakat Indonesia di Kuwait.
2) Yusuf Utsman Ba’isa——- IT Kuwait.
Keterangan:
Yusuf Utsman Ba’isa dalam kesempatannya ke Kuwait telah memohon bantuan untuk pengadaan stasiun radio di Cirebon-Jawa Barat kepada IT. Proposal tentang hal itu kami lihat sendiri.
3) PP. Al-Irsyad Al-Islamiyah——- IT Kuwait.
Keterangan:
IT Kuwait dan Majelis Ta’lim Al-Irsyad cabang Kuwait telah mengirimkan bantuan berupa uang kepada PP. Al-Irsyad dalam pengadaan hewan kurban tahun 1425H.Transfer uang kepada mereka kamilah yang melakukannya dulu sewaktu kami masih belajar dengan da’i IT.
4) Yayasan Islam As-Sunnah Cirebon——IT Kuwait.
Keterangan:
Yayasan Islam As-Sunnah Cirebon telah menerima bantuan dari IT kuwait berupa uang dalam pengadaan hewan kurban tahun 1425H.Penyerahan uang kami sendirilah yang melakukannya dengan ketua yayasan tersebut.
Al-Irsyad dan Yayasan As-Sunnah Cirebon harus menyerahkan laporan kegiatan kurban tahun 1425H kepada IT Kuwait, hal ini sebagaimana keterangan dalam surat yang ******* oleh Majelis Ta’lim Al-Irsyad cabang Kuwait.
5) Majelis Ta’lim Al-Irsyad cab. Kuwait——IT Kuwait.
Keterangan:
Majelis Ta’lim Al-Irsyad Kuwait bekerjasama dengan IT Kuwait (Lajnah Junub Syarq Asia) dalam daurah Syaikh Al-Albani I.
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(email abdurrahman kpd abu Salma, lihat buku tamu abusalma.bahaya.net)
Abdurrahman melanjutkan:
“Ya akhi, kami di sini mengetahui dengan mata kepala akan seluk beluk
Ihya’ At-Turots, dari mulai bermajelis dengan Syi’ah sampai dengan
lainnya.Seorang kuwaitiy pernah bercerita kepada kami akan akrabnya IT
bermajelis dengan Syi’ah. Dan pernah ada seorang kuwaitiy datang ke
kantor Ihya’ At-Turots cab.Jahra (beliau datang langsung kepada Mudir
IT Cab.Jahra,Farhan ‘Ubaid) untuk menanyakan isi kaset dengan judul
"Aqwal ulama’us sunnah fii abdur rahman abdul khaliq".apa
jawabnya:Dengan terang si Farhan ini membela Abdur Rahman Abdul
Khaliq. Kami beritahukan pula kepada antum bahwa ada seorang kuwaitiy
yang telah mengumpulkan data tentang Ihya’ At-Turots,Insya Allah
beliau akan memberikan copynya kepada kami setelah daurah Syaikh Rabi’
bin Hadi Al-Madkhali hafizahullah”.
(jawaban Abdurrahman Sarijan kepada email Abu Salma
Dan tidakkah engkau punya sisa-sisa rasa malu betapa dirimu sendiri yang menyebarkan artikel nasehat Syaikh Rabi’ Hafidhahullah yang menasehati internet-internet yang dikelola oleh salafiyyin agar tidak memuat artikel-artikel yang ditulis oleh orang-orang yang hanya menggunakan nama samaran/kunyah saja wahai Abu Salma? Dan tidakkah engkau berkaca betapa dirimu selalu berlindung di balik nama kunyahmu?! Bahkan nama situs internetmu sendiri adalah saksi yang membungkam tulisanmu sendiri?!! Ibrah apa yang sebenarnya engkau inginkan kepada pembaca artikelmu sementara dirimu sendiri sedikitpun tiada mau mengambil faedahnya? Allahul Musta’an, alangkah sedikitnya rasa malu itu.
Dan janganlah engkau mengada-ada terhadap Salafiyyin ketika menulis:
Jika antum duduk di masjid Muhammadiyah, maka antum hizbi
> jika antum duduk di masjid DDII, antum hizbi
> jika antum mengucapkan salam kpd ustadznya NU, maka antum ahlul bid’ah
> Jika antum duduk di masjid Al-Irsyad, hatta mbahas kitabnya syaikh Muqbil,
> HIZBI
> Subhanalloh…
> Sungguh indah sekali ‘manhaj’ ini… sedikit-2 menvonnis hizbi mubtadi’…”
(email Abu Salma
Betapa liciknya dirimu ketika menisbatkan pemikiran di atas yang sesungguhnya berasal dari “reka daya akalmu sendiri” kemudian engkau nisbatkan sebagai bagian dari sikap dan perbuatan Salafiyyin? Tidaklah terlintas sedikitpun di benak kita apalagi terucap keluar dari lisan kita apa yang engkau tuduhkan di atas! Apakah engkau sudah mulai menikmati dan meresapi taktik dusta dan kecurangan ilmiyyah dari “Asy-Syaikh” Abu Auf Abdurrahman At-Tamimi As-Salafy?! Inikah sikap gagah berani dan jantan? Inikah amanah dan kejujuran? Dan jangan engkau mencoba membakar emosi dan melibatkan kaum Muslimin yang telah kalian tipu mentah-mentah dengan jaringan dakwah Hizbiyyah-Dustaiyyah untuk melindungi para da’i petualang dinar dan pelancong manhaj wahai Abu Salma!? Tidakkah engkau amati secara cermat bahwa kita sedang berbicara tentang dedengkot-dedengkot Hizbiyyah penipu umat? Serdadu-serdadu bayaran muassasah Hizbiyyah dan para pembela dakwah mereka?! Kita sedang berbicara tentang Muhammad Khalaf As-Sururi Al-Hizbi, Yazid Jawaz, Aunur Rafiq, Abdul Hakim Abdat, Direktur Sururi Abubakar M Altway, Zainal Abidin, Muhammad Yusuf Harun, Agus Hasan Bashari, Abdullah Hadrami, Abdurrahman Pendusta, Mubarak Bamu’allim, Ainul Haris Nodai Fithrah, Ahmas Faiz A-Sunnah, Abu Nida’ pengekor Bida’ Ihya’ut Turots, Abu “ghaira” Ihsan, Abu Umar Basyir, Abu Haidar, Abu Qatadah si Pengkhianat, Abdurrahman Abdul Khaliq, Yusuf Baisa, Farid Okbah Takfiri-Ba’asyiry, Mudzakir Arif Al-Ikhwany, dan gembong-gembong Ikhwanul Muslimin kalian! Dan engkau hendak mengecoh umat bahwa mereka ini hanyalah orang-orang yang sedang duduk-duduk di masjid Muhammadiyah, duduk-duduk di masjid DDII, duduk-duduk di Masjid Al-Irsyad wahai Abu Salma? Bahkan lebih jauh dari itu, mereka ini adalah corong-corongnya kesesatan sebagaimana bukti-bukti yang kami ungkapkan! Dan jangan pula lupa bahwa dirimu adalah penyambung lidah mereka!! Corong dan Pembela mereka! Pembela Ahmad Surkati Sang Pengagum Al-Afghani Al-Ibrani Ar-Rafidhi agen rahasia Yahudi Freemasonry sebagaimana pengakuanmu sendiri:
>”Adapun kami mengatakan, bahwa mereka adalah ulama kami, ulama sunnah, ulama
> salafiy, namun mereka jatuh kpd kesalahan ini dan itu”.(ibid)
Bukti di bawah inikah ya Hizby fanatik! yang engkau katakan bahwa mereka hanya duduk-duduk di Masjid?
Program Diklat Tauhid Yang Ketiga, yang diadakan oleh ALSOFWA. Yaitu pada tanggal 07 – 12 Rabi’ul Awwal 1420H, bertepatan dengan tanggal 21 – 26 Juni 1999M di Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Makassar, Sulawesi Selatan (sekitar 2000 km dari Jakarta ke arah Timur laut).
Aunur Rofiq Ghufron (Alumni Univ. Malik Su’ud Riyadh, KSA dan sekaligus Mudir Ma’had Al-Furqan, Gresik), Agus Hasan Bashari, Lc., M.Ag.; Muttaqin Sa’id, Lc; Anwar Harum, Lc; Mudzakir Arif, Lc; Muhammad Shafwan, Lc; Muhammad Arif, Lc; Ust. Masrur Zainuddin, Lc (Mudir Yayasan Al-Muwahhidin, Makassar); Ainul Haris Umar Thayyib, Lc. Jangan engkau pura-pura tidak mengenal Aunur Rofiq Al-Furqah! Ainul Haris Nida’ul Fitnah ! Agus Hasan “Threefood” Bashari! Sedang apa mereka di Markas gembong Ikhwani ya Hizby?! Di Masjid besar dan megah yang berkapasitas 1000 orang hasil bantuan Ihya’ut Turots Al-Kuwaity melalui Al-Haramain Indonesia!! Hanya duduk-dudukkah?! Tidak! Mereka sedang mendidik saudara-saudara rifqan dan mawaddah kalian, kader-kader Hizbiyyun-Ikhwaniyyun! Kalau hanya ingin duduk-duduk seperti yang engkau katakan, buat apa mereka terbang sampai ke Maccopa nun jauh di sana? Adakah yang akan mempercayai akal bulusmu wahai Abu Salma?! Allahu yahdikum.
Belum selesai episode tragismu, selanjutnya engkau sejajarkan kesalahan ulama Salafy-mu ini sebagaimana kesalahan A’immah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sekaliber Ibnu Hazm Rahimahullah, Imam Nawawi Rahimahullah, bahkan Al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullah!! Kenapa Hasan Al-Banna tidak engkau berikan pula “amnesty” sebagaimana Surkati yang sedang engkau perjuangkan?! Bukankah dakwah keduanya sama persis?! Di lingkungan masyarakat yang nyaris sama, penuh dengan ke”sufi”an dan kesyirikan?! Sama-sama terobsesi dengan Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi Al-Masuny?! Tujuan dakwah yang sama?! Wihdatul firqah, Pan Islamisme, Khurafiyna! Syi’iyna! Kharijiyna! Adapun Wahhabi? …Musyaddid!!
Apakah dakwah Al-Hafidz, Ibnu Hazm, An-Nawawi Rahimahumullah memberikan wala’nya kepada Khurafiyyun-Syi’iyyun-Kharijiyyun dan menggelari Ulama Tauhid sebagai Musyaddid sebagaimana dakwah “kasih sayang” Syaikh Salafy Surkati?
Cobalah kalian bercermin, Ihya’ut Turots yang telah menyebarkan malapetaka telah kalian bela “mati-matian”!! Para da’inya serta orang-orang yang terlibat dengannya dalam memecahbelah umat ini kalian bela dan kalian promosikan kepada umat sebagai Du’at Salafiyyin! Adapun orang-orang yang mengungkap berbagai kejahatannya? ….Haddadiyyin adalah gelar yang tepat untuk mereka!! Kalian lupa bahwa para ulama besar Ahlussunnah yang sedang kalian sandingkan dengan Syaikh Salafy As-Sudani ini tidaklah pernah menjadi Syaikhnya para pejabat penjajah kafir!! Tidak pernah menjadikan firqah sesesat Syi’ah yang dikafirkan para ulama sebagai golongannya!! Tidak pernah memiliki anggapan bahwa Khurafiyyun sebagai anggota aliansi dakwahnya!! Tidak pernah menjadikan Anjing-Anjing Neraka sebagai patner dakwahnya!! Ini semua adalah malapetaka!! Ini semua telah menjungkirbalikkan, memporak-porandakan dan menghancurleburkan Al-Wala’ wal Bara’!! Tidaklah diserukan kecuali oleh orang yang sangat jahil[6] terhadap Islam kalaulah bukan orang yang sangat jahat terhadap Islam dan kaum Muslimin!! Padahal ketiga firqoh tersebut merupakan pokok-pokok kesesatan yang dipahami kesesatannya!! Lagipula, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, negeri beliau dijajah oleh orang-orang kafir. Apakah beliau mencari selamat dengan menjadi Syaikhnya penjajah? Bagaimana mungkin orang yang diberi gelar sebagai “Syaikh Salafy” sampai memiliki pemahaman sedemikian parahnya? Allahul Musta’an betapa Ibnu Hajar, An-Nawawi dan Ibnu Hazm harus dipaksa bersanding dengan orang yang seperti ini!! Sekali lagi, Allahul Musta’an.
Jika kail panjang sejengkal
Janganlah laut hendak diduga
Jika Khawarij hendak dipersaudarakan
Janganlah A’immah yang dipersandingkan
Hati-hati, jangan coba-coba menyingkap kesesatan Syaikh Salafi yang satu ini yang merangkap sebagai Syaikhnya penjajah kafir Belanda, kalau tidak ingin dicap sebagai….Muqallid dan Haddady. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Dan hal ini cukup sebagai bukti betapa diri kalian ternyata tidak mampu untuk mengukur tingginya gunung dan dalamnya lautan!! Ternyata kalian tidak mampu untuk membedakan mana gunung tinggi yang menjulang ke angkasa dan mana pula gundukan pasir yang menunggu tiupan angin untuk menyebarkannya berserakan kemana-mana!
Lalu apa yang melatarbelakangi keilmiyyahan kalian sehingga marah membabi buta ketika As-Surkati dan penyimpangan-penyimpangan dakwah Hizbul Irsyadnya diungkapkan kepada umat kemudian kalian menuduh pengungkapnya sebagai Haddadiyyin seolah-olah Syaikh As-Sudani memiliki kedudukan dan kehormatan yang sama sebagaimana Al-Hafidz dan ulama lainnya?[7]
Amboi…
Betapa tingginya mata kaki itu…
Alangkah rendahnya gunung yang menjulang di bawah telapak kakinya!
Abu Salma, sungguh kami tahu bahwa sebanyak apapun “cermin” Hizbiyyah kalian yang kami hadapkan kepadamu, tetapi tiada memiliki arti apapun bagimu (Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) sebagaimana ucapanmu sendiri :
>Adapun apa yg antum utarakan ttg Al-Irsyad dan ‘tetek bengek’nya plus
> menyebarnya Majalah as-Sunnah dll ke Kuwait, itu bukanlah hujjah ‘alaina
> yang memudharatkan dakwah sama sekali[8], sebagaimana Syaikh Muhammad Khalifah
> At-Tamimi, dosen Univ. Islam Madinah, salah seorang teman dekat dan akrab
> Syaikh Abdur Razaq bin Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr, mendirikan Mu’assasah
> Ta’limiyah Tarbawiyah di Universitas Islam Madinah, dengan websitenya
> www.mediu.org dimana pendanaan mayoritasnya adalah dari Ihya’ at-Turots, yg
> mana yayasan ini mencetak kitab-2 salafiyah sebanyak-2nya dan disebarkan ke
> thullab di sana. Apakah antum fatwakan haram dan antum katakan beliau atau
> yayasan ini adalah yayasan hizbiyah?!! (ibid)
Belum selesai “pertunjukan berkelit dan bersilat lidah” dari fanatikus Irsyadi ini. Saudaraku sekalian, antum semua telah membaca berbagai penyelewengan yang dilakukan oleh Surkati dan Hizbul Irsyadnya, di masa-masa yang lalu maupun masa sekarang ini, bahkan kami menyimpan bukti (berupa gambar/foto) bagaimana mereka mengekploitasi anak-anak di panggung pertunjukan sebagai “peragawati cilik”, ikhtilath, pemilihan Salafy Demokrasi Jawa Timur yang akhirnya dimenangkan oleh kepercayaan Masyayikh Yordan di negeri ini (Chalid Bawazer) sebagai pimpinan wilayah Al-Irsyad liar/illegal. Kita ingatkan lagi, sebagaimana bukti sebelumnya, pernah Abu Salma ditanya mengenai keanehan-keanehan komunitas Salafy-Irsyadi :
Anti Sururi
July 5th 2005
05:18:14 AM
Judul Komentar : Al-Irsyad
Asal : Jawa
Komentar: Kalo’ antum merasa sebagai salafiyun koq kenapa masih berlemah-lembut dengan hizbi Al Irsyad yang pro Demokrasi, pro Partai dan Penyimpangan lainnya?? Bahkan masih duduk di majelis mereka?? Allahu yahdik
———————
Tanggapan
Dengan tertawa ana berkata : "la an Allaha an yahdiyakum"… sudah bosan ana ditanya demikian ini, dan terakhir kali ana katakan : Ma’as Salamah atas kejahilan dan kebodohan antum…[9] semoga Allah menambah ilmu dan hikmah kepada antum…
Nas’alullaha Salamah wa ‘Afiyah
Abu Salma,
Apabila banyak berhelah kata
Di situlah jalan masuknya dusta
Apabila banyak tertawa
Itulah tanda hampirkan duka
Perbuatan baik serta mulia
Lebih berharga dari harta dunia
Pikir dahulu sebelum berkata
Supaya terelak silang sengketa
Silang selisih jangan dicari
Jika bersua pantanglah kita untuk berlari
Apakah engkau hendak mengecoh kaum Muslimin dengan “dalil shahih”mu ini?! Dan bukankah alasan shahihmu ini merupakan hasil dari hakekat nyata keburukan dan kerusakan dakwah Hizbiyyah-Surkatiyyah?! Menutup mata dan membuta babi dari berbagai bukti kesesatan dan kejahatan koalisi dan kolonisasi Hizbiyyah!![10] Engkau hendak membenturkan Syaikh Muhammad Khalifah At-Tamimi seorang dengan puluhan Masyayikh Salafiyyin semisal Syaikh Bin Bazz Rahimahullah, Syaikh Al-Albani Rahimahullah, Syaikh Utsaimin Rahimahullah, Syaikh Muqbil Rahimahullah, Syaikh Shalih Fauzan Hafidhahullah, Syaikh Ahmad An-Najmi Hafidhahullah, Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad Hafidhahullah, Syaikh Rabi’ Hafidhahullah, Syaikh Muhammad bin Hadi Hafidhahullah, Syaikh Khalid Ar-Raddadi Hafidhahullah dan masih banyak lagi Masyayikh Salafiyyin lainnya yang telah bangkit menyingkap dan membungkam kesesatan gembong Ihya’ut Turots, Abdurrahman Abdul Khaliq dan kroni-kroninya secara ilmiyyah?! Apakah kedekatannya dengan Syaikh Abdurrazaq Hafidhahullah dapat menjadi hujjah di sisi Ahlus Sunnah bahwa kebenaran ada di pihaknya?! Dulu masih segar dalam ingatanmu (sebagaimana engkau semburkan fitnah terhadap orang yang engkau katakan mantan LJ lulusan Madinah yang ada di Malang yang gencar mentahdzir Ihya’ut Turots) ternyata dia mengirimkan kitab-kitabnya ke Indonesia dengan kontainer dari hasil mengambil dana dari Ihya’ut Turots[11]. KALAU MEMANG INGATANMU MASIH SEGAR, kenapa tidak engkau jelaskan kronologis kejadiannya sehingga umat dapat memahami secara utuh dan lengkap?! Ataukah ada kelicikan dan kecurangan dalam ingatanmu untuk mengecoh dan mengelabui kaum Muslimin wahai lelaki(?) bercadar?!
Kenapa tidak engkau sebutkan –dalam ingatanmu yang masih segar itu- bahwa Syaikh Muhammad Khalifah menawarkan langsung kepada Ustadz Dzul Akmal bahwa ada dana HANYA UNTUK SALAFIYYIN (Indonesia)?! Kenapa tidak engkau jelaskan kepada umat bahwa tawaran KHUSUS inilah yang membuat asatidzah ketika itu menerima bantuan tersebut dengan penuh syukur untuk mengirimkan kitab-kitab mereka ke Indonesia?!
Kenapa –dalam ingatanmu yang masih segar itu- tidak engkau jelaskan secara rinci bahwa "kitab-kitab" mantan LJ yang ada di Malang itu jumlahnya 3 karton?!
Kenapa –dalam ingatanmu yang masih segar itu- tidak engkau jelaskan bahwa setelah dari lantai 3 Asrama (Mahasiswa Madinah) mereka bersusah payah mengangkut kitab-kitab tersebut dan Salafiyyin telah selesai memasukkannya ke dalam kontainer barulah mereka dikagetkan oleh para Hizbiyyun yang berdatangan dan memasukkan pula kitab-kitab mereka kedalamnya?!
Kenapa –dalam ingatanmu yang masih segar itu- tidak engkau jelaskan bahwa –begitu mengetahui kejadian ini- Salafiyyin marah dan terjadi keributan dan pertengkaran dengan Hizbiyyun tersebut?!
Kenapa pula tidak engkau jelaskan bahwa Salafiyyin bergegas mendatangi Syaikh Muhammad Khalifah mengadukan persoalan ini?!
Apa tindakan beliau ketika mendapatkan pengaduan Salafiyyin?! Beliau justru memarahi Salafiyyin wahai Abu Salma!!
Kenapa engkau sembunyikan kebenaran ini dari ingatanmu yang masih segar itu?!
Bahkan di depan Hizbiyyun tersebut beliau (lagi-lagi) memarahi Salafiyyin wahai Abu Amman alias Ibnu Burhan alias Abu Salma alias alias Mad alias Die alias Muhammad alias Abu Hudzaifah alias Muhammad Rachdi Pratama dan alias apalagi dirimu ini?!
Kenapa –dalam ingatanmu yang masih segar itu- tidak engkau jelaskan bahwa setelah kejadian itu Salafiyyin mendatangi Syaikh Rabi’ dan Syaikh Muhammad bin Hadi Hafidhahumallah untuk mengadukan persoalan ini?! Benar-benar Salafiyyin dan mantan LJ yang ada di Malang ketika itu tidak tahu sama sekali bahwa dana itu berasal dari Ihya’ut Turots!![12] Dan bandingkan dengan ustadz-ustadz Salafy di sekelilingmu!! Bukankan mereka memiliki “kesadaran yang penuh” ketika meminta dan menerima dana dari yayasan hizbiyyah ini?! Bukankah perbedaan keduanya hanyalah “sedikit”, bainassama’ was sumur ya akhi?!
Engkau telah curang wahai Abu Salma! Mendistorsi dan memanipulasi kejadian ini untuk melegalisasi dinar Hizbiyyah Ihya’ut Turots yang bertahun-tahun ditadah oleh saudara-saudaramu! Bertahun-tahun digunakan untuk membeli orang-orang kerdil hati untuk meloloskan nafsu Hizbiyah mereka dalam memecahbelah dakwah Salafiyyah!! Bukankah wala’ mereka dengan Ihya’ut Turots selama ini hanyalah seputar masalah dinar dan dinar?![13] Tawaran dana Syaikh Muhammad Khalifah HANYA UNTUK SALAFIYYIN engkau semburkan menjadi "tidak syak lagi bahwa dia mengambilnya (dana-peny) dari Ihya’ut Turots"!! Semestinyalah ucapanmu ini tertuju kepada Yayasan At-Turots Jogja-nya Abu Nida’, Ahmas Fais, Abu Haidar, Ma’had Bukhari At-Turotsy[14], PP. Al-Irsyad dan seluruh jaringan mereka dari Merapi sampai Merauke yang dibelalegalkan oleh tuanmu Abdurrahman At-Tamimi!! Seharusnyalah tulisanmu ini tertuju kepada Al-Irsyad yang kalian bangga-banggakan ini!! Engkau arahkan kepada Yusuf Utsman Ba’isa anteknya Abdurrahman Abdul Khaliq!!
Dari mana datangnya lintah?
Dari sawah turun ke kali
Dari mana datangnya Hizbiyyah-Turotsiyyah?
Dari harta turun ke hati
Benar-benar tidak syak lagi bahwa kalian tahu benar bahwa dana tersebut berasal dari Ihya’ut Turots!! Dan jangan lupa, dengan segala cara kalian berupaya menutup mata atas berbagai politik pecah belah dinar Hizbiyyah yang mereka sebarkan di seluruh penjuru dunia wahai Abu Salma dengan dalihmu bahwa “mereka membantu kaum Muslimin yang kekurangan”?!
Dan harus kami katakan kepada seluruh kaum Muslimin sekalian –untuk menyingkap kesesatan atas pembelaan mereka –termasuk di dalamnya Ma’had Al-Irsyad terhadap dinar Hizbiyyah Ihya’ut Turots- bahwa salah satu sumber pendanaan Ihya’ut Turots yang difatwakan oleh Ma’had Abdurrahman At-Tamimi katanya berasal dari Muslimin ternyata maksudnya juga bersumber dari Syi’ah Rafidhah sebagaimana bukti yang –Alhamdulillah- dapat kita sodorkan!! Secara ilmiyyah!! Bahkan ada gambarnya!! Walaupun harus kita coret dan tip-ex muka-muka mereka!!
Di sini ada titik temu antara Surkati-nya, Hasan Al-Banna dengan Abdurrahman pendusta, bahwa keduanya (disadari atau tidak) menganggap Syi’ah Rafidhah sebagai Muslimin!! Ketika kalian menyatakan dananya berasal dari Muslimin bukankah kalian sudah memahami “Al-Ilmu Qabla Qaul wal ‘Amal”? Ataukah kalian sedang memfatwakan sesuatu yang tidak kalian ilmu-i?!
Adapun buktinya, tidaklah perlu kalian kuatirkan karena kami sertakan pula di lampiran 19 "Kemesraan Syi’ah dengan Ihya’ut Turots" (kami ingatkan pembaca dengan transkrip dialog dengan Syaikh Khalid Ar-Raddadiy di salafy.or.id ketika beliau bercerita tentang bagaimana Ihya’ut Turots mengundang Rafidhah untuk berceramah dan ini menguatkan bukti betapa Ihya’ut Turots benar-benar organisasi hizbiyyah yang sangat keras permusuhannya terhadap Ahlus Sunnah). Segala puji bagi Allah yang memudahkan tersingkapnya kejahatan ini.
Apalah artinya seratus masjid yang mereka dirikan jika dibandingkan persaudaraan kaum Muslimin yang mereka koyak-koyak dan mereka cabik-cabik wahai Abu Salma?! Lihatlah –dan jangan engkau dusta atas kenyataan ini!- betapa Salafiyyin yang dulunya bersatu dan bersaudara pada akhirnya harus bermusuhan karena mereka lebih memilih dan tergiur oleh dinar Hizbiyyah tersebut daripada berdiri istiqamah di atas dakwah ini! Ataukah engkau hendak mengatakan bahwa materi yang tercukupi oleh dinar Hizbiyyah tersebut jauh lebih berharga daripada persatuan dan persaudaraan diantara kaum Muslimin?! Hilangkan angan-angan dan impian kosongmu bahwa Salafiyyin dapat saling tersenyum dengan gembong-gembong penadah dinar Hizbiyyah dari Muassasah Hizbiyyah yang terlalu mutawatir kesesatannya di mata Masyayikh Salafiyyin!! Dan jangan palingkan kami dari ulama-ulama yang membimbing kami di atas manhaj yang mulia ini untuk kemudian engkau iming-imingi dengan gaya bahasa Missionarismu!![15]
Kalau engkau sedikit saja menggunakan akalmu yang cerdas itu, tentu engkau akan dengan mudah menyadari, kenapa Ihya’ut Turots sampai berani menghambur-hamburkan dinarnya di Madinah dan di seluruh penjuru muka bumi! Agar para penuntut ilmu dari seluruh penjuru dunia yang akan pulang ke negerinya, agar seluruh kaum Muslimin masing-masingnya dapat berdiam diri dan membungkam dari berbagai sepak terjang Hizbiyyah dan kesesatan mereka yang telah diperingatkan oleh puluhan Masyayikh Salafiyyin!! Ihya’ut Turots tahu benar bahwa tidaklah mungkin mereka menghadapi gempuran fatwa Masyayikh Salafiyyin yang menyingkap dan menelanjangi makar jahat dan keji mereka!! Dinar Hizbiyyah….dinar Hizbiyyah dan dinar Hizbiyyahlah satu-satunya cara untuk melawan para Masyayikh!! Godaan yang sungguh sangat sulit untuk ditampik kecuali bagi mereka yang Allah inginkan kemuliaan dan kebahagiaan baginya. Inilah cara mereka agar kaum Muslimin berpaling dari fatwa dan peringatan ulamanya!! Inilah taktik jahat mereka agar kaum Muslimin terpisah dari ulamanya!! Bukankah lebih mudah untuk menghancurkannya jika kaum Muslimin telah terpecah belah dan terpisah dari ulamanya wahai Abu Salma?! Dua orang dari sekian banyak orang yang dapat dibungkam oleh diplomasi Ihya’ut Turots itu telah engkau sebutkan sendiri secara suka rela yaitu Al-Ustadz Arifin Badri (Mahasiswa S-3) dan Al-Akh Anas Burhanuddin (mahasiswa S-2)!!
Alangkah sayangnya Syaikh Muqbil Rahimahullah kepada Salafiyyin ketika beliau memperingatkan :”Demi Allah saya membenci dia (Abdurrahman Abdul Khaliq-pen) karena Allah, karena dia telah membuat tipu daya kepada umat dan memecahbelah persatuan Ahlus Sunnah….Maka Yayasan Ihya’ut Turots di Kuwait pun menggalang dana. Kemudian diutuslah Abdurrahman Abdul Khaliq untuk menyesatkan muslimin dan memecah persatuan”
Sungguh Ihya’ut Turots telah memecah belah kaum Muslimin di seluruh dunia dengan dinarnya, dan engkau wahai Abu Salma masih tega pula untuk menulis:
“…walaupun hizbiyun ini mengumpulkan dananya dari kaum muslimin
> dan mereka tujukan utk kaum muslimin” (ibid)
Kalau demikian keadaannya, maka berapapun jumlah Masyayikh Salafiyyin yang telah berfatwa dan akan terus memperingatkan bahaya dan kesesatan Muassasah-Muassasah Hizbiyyah itu, engkaupun akan tetap berkelit dan berkilah:” …walaupun hizbiyun ini mengumpulkan dananya dari kaum muslimin dan mereka tujukan utk kaum muslimin? (ibid)
Dan tahukah pembaca sekalian profil “orang-orang baik” dari yayasan “Kebajikan” yang dikatakan oleh Abu Salma banyak membantu: “yatim, fuqoro wal masakin, pembangunan Masjid, lembaga ta’lim, kifalatud du’at, dll…”(ibid) ini?
Maka inilah Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi Hafidhahullah yang menerangkannya kepada kita semua agar kemantapan mengiringi kebenaran yang dengannya kita berpegang teguh:
“Abdurrahman Abdul Khaliq berkata dalam kitabnya Khuthuth Ra’isiyyah li Ba’tsil ‘Ummah Al-Islamiyyah[16] (Dia sendiri seorang ahli bid’ah sekalipun terkadang tidak sependapat dengan mereka, sebagaimana telah saya nukilkan darinya tentang kritikannya terhadap manhaj Al-Ikhwan tentang pembunuhan yang mereka lakukan):
((Sangat disayangkan pada hari ini! Kita mempunyai banyak Syaikh yang hanya memahami kulitnya Islam setingkat dengan pemahaman masa-masa silam, padahal tatanan kehidupan manusia dan jalan-jalan interaksi sosial mereka sudah berubah. Apakah nilainya seorang yang ahli membaca ayat-ayat tentang riba tanpa mengetahui sistem transaksi riba yang berjalan saat ini? Apakah nilainya seorang alim yang tidak sanggup membantah seorang komunis yang menyangka bahwa hukuman potong tangan atas tindak pencurian merupakan perbuatan kejam dan bahwa menikahi empat wanita adalah menimbulkan kekacauan dan merupakan kebiasaan lalu? Apakah nilainya seorang yang alim tentang syari’at namun dia menyangka bahwa politik bukanlah bagian dari Dien dan merupakan waqaf dari para politikus dan pencuri-pencurinya kepada batalion jahil ini? Apakah nilainya seorang yang alim tentang syari’at namun ketika dipanggil untuk berjihad dan memikul senjata, dia menjawab “Ini bukan urusan ahli syari’at, kami hanya mampu berfatwa tentang halal, haram, haidh dan nifas…… (Kemudian dia terus berbicara dan memberi berbagai contoh kelompok yang dia maksud (dengan ucapannya: "Syaikh yang jenius Al-Allamah, sosok yang jarang ditemukan semisalnya, beliau telah menafsirkan Kitabullah dengan tafsirnya yang agung bernama Adhwaul Bayan". Sekalipun Abdurrahman memujinya, namun apalah gunanya karena dia telah membubuhkan racun ke dalam minyak. Dia menyatakan: "Namun laki-laki ini tidak masuk dalam level masanya. Dia tidak sanggup menjawab syubhat yang dilontarkan oleh musuh-musuh Allah bahkan tidak bersedia mendengarkan syubhat ini……… dan seterusnya lihat kitab ini.[17] ))
SAYA (SYAIKH AHMAD NAJMI-PEN) KATAKAN: SEMOGA ALLAH MEMBINASAKANMU HAI ABDURRAHMAN! Beginikah caramu membalas Syaikhmu dengan melemparkan kepadanya kedustaan ini. Engkau menyangka walaupun demikian luas ilmunya beliau Rahimahullah lemah di dalam membantah syubhat yang didatangkan oleh musuh-musuh Allah , padahal dia telah menafsirkan Kitabullah dengan penafsiran dengan metode yang belum pernah dilakukan oleh ulama-ulama sebelumnya, menghafal pendapat-pendapat fuqaha dan ahli ushul fiqh dalam setiap hukum, menghafal syair-syair Arab serta pendapat para ahli bahasa serta perselisihan mereka berikut dalilnya masing-masing .
Apakah engkau berpendapat bahwa beliau Rahimahullah menghafal Kitabullah, Sunnah Rasulullah dan pendapat para ahli ilmu, kemudian lemah di dalam membantah syubhat penyimpangan agama dari orang yang melenceng?! Sesungguhnya ini benar-benar tuduhan palsu, kedustaan dan kezhaliman. Andaikan saja engkau membuat contoh selain beliau Rahimahullah, mungkin ada orang yang akan membenarkanmu, namun Allah berkehendak untuk menampakkan kedok kezhalimanmu terhadap beliau Rahimahullah. Maka bertakwalah kepada Allah , taubat kepada-Nya dan hapus apa yang telah kamu tulis di halaman ini berupa tuduhanmu terhadap ulama bahwa mereka jahil dan lemah.
Apakah kamu menghendaki agar ulama duduk mempelajari sistem transaksi buatan Barat?! Padahal mereka telah mempelajari syari’at dan mengimani bahwa itulah yang benar sedangkan selainnya adalah bathil. Tidaklah dihadapkan kepada mereka sistem Jahiliyah melainkan mereka mengetahuinya dan akan menjelaskan kebathilannya dengan ilmu syari’at yang mereka miliki itu sebagai eksaminator (ilmu penguji) bagi semua ilmu lainnya.
Kemudian tunjukkanlah padaku satu ulama saja yang benar-benar ulama yang mengatakan “Sesungguhnya politik bukanlah bagian dari Dien” atau seorang yang benar-benar ulama yang diajak untuk berjihad di jalan Allah lalu dia enggan .
Terakhir, perlihatkan kepadaku (apakah yang kamu maksud) kulit yang ada dalam ajaran Islam, jelaskan padaku apa itu ?!
Sesungguhnya ajaran Islam semuanya haq tidak ada kebathilan di dalamnya, semuanya kejujuran tidak ada dusta di dalamnya, semuanya serius tidak ada lelucon padanya, semuanya inti tidak ada kulit padanya, saya mengkhawatirkan telah keluar dari Islam sebagai orang yang murtad siapa yang membual bahwa ada “kulit” di dalam Islam. Maka bertakwalah kepada Allah hai Abdurrahman dan bertaubatlah kepada-Nya, janganlah semangat hizbiyah dan ta’ashshub menjadikanmu melemparkan kotoran kepada Dien, padahal kotoran itu tidak ada padanya. Sementara engkau menyangka dirimu berdakwah mengajak kepada Dien ini. Dan janganlah hal itu membuatmu melemparkan tuduhan palsu kepada para ulama rabbani pengemban Dien ini, padahal aib itu tidak ada pada mereka. Taubat masih terbuka dan mungkin kamu lakukan sekarang !!
Terakhir: Inilah salah seorang pemeluk manhaj ini, walaupun mungkin ada yang mengatakan dia termasuk orang yang lurus di antara mereka. Dia menuduh ulama, menghinakan, melempari mereka dengan tuduhan palsu dan berprasangka buruk bahwa para ulama hanyalah memahami kulit Dien ini. Dia sejalan dengan Al-Ghazzali dan senada dengannya di dalam mengkritik Salafiyah kontemporer –seperti yang dia sebutkan-, dia menyangka keliru bahwa Salafiyah kontemporer adalah Salafiyah yang hanya mengenal kulit Islam saja dimana sebagiannya taqlid dengan sebagian lainnya. Coba mereka jelaskan kepada kita kulit Dien itu apa, agar kami mengetahuinya!! Akan tetapi taqlid buta adalah sebagaimana firman Allah :
أَتَوَاصَوْا بِهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ(53)
“Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas .” (QS. Adz-Dzariyat: 53)
(Al-Maurid, hal.233-236, Syaikh Ahmad An-Najmi Hafidhahullah, Maktabah Al-Furqan, 2000M)
Demikianlah sekilas profil kejahatan “orang yang suka menolong” dari yayasan “Kebajikan” yang dinarnya membikin mabuk kepayang para petualang manhaj.
Kalau demikian keadaannya, lalu apa yang sebenarnya yang sedang engkau cari –wahai Abu Salma- kalau bukti dan kebenaran tiada lagi berarti?!
Maka orang-orang sejenis dirimu inilah yang memang diperbanyak jumlahnya oleh Muassasah-Muassasah Hizbiyyah itu untuk melindungi dan mengamankan dakwah mereka!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Namun demikian, masih besar harapan kami bahwa saudara-saudara kami yang telah tertipu oleh penampilan palsu da’i-da’i yang mengaku Salafy untuk segera rujuk dan tersadar akan kenyataan Hizbiyyah yang sungguh sangat mengerikan ini…
Dan lihatlah wahai kaum Muslimin, betapa rojul ini hendak meninggikan dan menyejajarkan tokoh dan idolanya –Ahmad Surkati- dengan para aimmah Ahlus Sunnah ketika menyamakan antara kesesatan-kesesatan Ahmad Surkati dengan kekeliruan-kekeliruan A’immah tersebut :
“> mereka berkata :
> Asy-Syurkati adalah Mu’tazili Aqlaniy…
> Rasyid Ridha adalah aqlaniy mu’tazili…
> Subhanalloh…
> Atas dasar apa mereka dituduh sebagai ahlul bid’ah seperti ini??
> Adapun kami mengatakan, bahwa mereka adalah ulama kami, ulama sunnah, ulama
> salafiy, namun mereka jatuh kpd kesalahan ini dan itu. Di dalam pemahaman
> mereka ada pemahaman aqlani mu’tazili… dan semoga Alloh mengampuni
> mereka…
> Bukankah al-Izz bin Abdissalam juga memiliki kesalahan aqidah?? apakah ada
> yang membid’ahkan beliau??
> Bukankah Ibnu Hazm pendapatnya lebih sesat dari Asy-ariyah di dalam masalah
> Asma’ wa Shifat, namun adakah yang membid’ahkan beliau??
> Bukankah an-Nawawi, al-Asqolani dan semisalnya juga memiliki kesalahan
> aqidah, namun adakah yang membid’ahkan beliau-2??
> Ya ada… mereka adalah Haddadiyun
> Dan Haddadiyun lebih bahaya manhajnya daripada manhaj hizbiyah “(ibid)
Wahai Abu Salma dan Ma’had Al-Irsyad Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab (email jawaban salaf@Salafindo.com terhadap akzam
Sekarang tunjukkan secara ilmiyyah “Riyadlush Shalihin” buah pena Ahmad Surkati As-Sudani sehingga kalian menyejajarkannya dengan Imam Nawawi Rahimahullah!
Sodorkan kepada kaum Muslimin “Al-Muhalla” hasil karya As-Sudani sehingga kalian berani menyandingkannya dengan Imam Ibnu Hazm Rahimahullah!!
Berikan kepada umat “Fathul Bary Syarah Shahih Bukhari” buatan tangan As-Sudani sehingga kalian tega menyanjungnya bersama Al-Hafidz!! Apa hujjah ilmiyyah kalian –wahai Sururiyyin-Surkatiyyin- sehingga kalian “begitu percaya diri” untuk mensejajarkannya dengan A’immah Ahlus Sunnah?! Apakah karena kecintaannya terhadap gembong PKI-Semaun? Apakah karena keakrabannya dengan gembong Orientalis-Missionaris-Kolonialis kafir Snouck Hurgronje? Apakah karena semangatnya yang besar dalam menyebarkan paham Pan-Islamisme Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi yang merangkap menjadi agen Yahudi Fremasonry yang beberapa kali berkunjung ke tempat pelacuran umum? Apakah karena ajakan persatuannya dengan orang-orang Khurafat, Syi’ah dan Khawarij anjing-anjingnya neraka sebagaimana Al-Banna dan Ikhwanul Muflisin punya slogan?! Apakah karena keberaniannya ketika menjuluki dakwah Tauhid Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab sebagai dakwah MUSYADDID/EKSTRIM?! WAHABISME?! Ataukah halalnya lotre penjajah kafir Belanda yang dua kali dinikmati oleh Syaikh Salafiyyinmu dan Al-Irsyad yang kalian bangga-banggakan ini? Ataukah karena pujian dan sanjungan dari Masyayikh Yordan kepadanya (dari hasil tipu daya kalian) sehingga kalian memiliki modal untuk melambungkannya ke alam mimpi sejajar dengan A’immah Ahlus Sunnah?! Jika demikian kenyataannya, apa kesamaan derajat dan kemuliaan antara A’immah Ahlus Sunnah dengan Syaikh Salafimu wahai Surkatiyyin?
Apakah tidak pernah terbersit setitikpun di hati nurani kalian dari mana asal uang lotre penjajah kafir najis Belanda yang dinikmati oleh Surkati dan Al-Irsyad ketika itu?! Kalau kalian tidak mau menjawabnya, sungguh kami katakan bahwa tumpukan kekayaan penjajah kafir Belanda itu adalah hasil dari kerja paksa/rodi, perampokan dan perampasan hak serta kekayaan yang dipraktekkannya kepada kaum Muslimin Indonesia yang dijajahnya selama 350 tahun! Hasil dari regangan nyawa nenek-nenek kalian yang mati karena tidak kuat menahan sakit dan rasa lapar! Hasil dari pelor-pelor Kompeni Belanda yang bersarang di tubuh pendahulu kalian!! Hasil dari cucuran keringat, darah dan air mata kakek-nenek kalian wahai fanatikus!! Dari hasil bumi/tambang dan rempah-rempah negerimu ini yang telah mereka eksploitasi dan mereka angkut ke negerinya untuk membangun dam-dam yang membendung lautan dan memakmurkan negerinya!! Ya, kekayaan negeri ini yang mereka tumpuk dari hasil menjajah, membunuh, merampok, memperkosa Muslimin Indonesia!! Belum lagi korban yang timbul selama kerja paksa/rodi untuk mewujudkan ambisi "gila" Daendles berupa proyek ambisius pembuatan jalan sepanjang 1000 kilometer yang membentang mulai dari Anyer sampai Panarukan agar memudahkan pengangkutan berbagai hasil kekayaan negeri ini yang mereka rampok untuk dikirimkan ke negerinya, Belanda!! Linangan air mata, darah dan nyawa –wahai Hizbul Irsyad- yang menjadi "tumbal" ambisi gila para pejabat penjajah sahabat Surkati!! Para pejabat murid Syaikh Salafy As-Sudani!! Sementara begitu mudahnya "Syaikh Salafiyyin"mu dan Al-Irsyad mendapatkan lotre Dana Sosialnya!!
Kita tidak akan pernah terkejut, mengapa Surkati mudah mendapatkannya, karena pejabat Kolonial Belanda adalah sahabatnya! Telah bersaksi salah satu anggota Hizbul Irsyad sendiri:
"HUBUNGAN SURKATI DAN MANGGUSH[19] YANG BAIK DENGAN PARA PETINGGI PADA HET KANTOOR VOOR INLANDSCHE ZAKEN AKHIRNYA ACAPKALI MEMBUAT PARA PETINGGI BELANDA ITU IKUT CAMPUR ATAU TURUN TANGAN MENGATASI KESULITAN-KESULITAN YANG DIHADAPI ORANG-ORANG AL-IRSYAD ITU"(Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa, hal.111).
Apa mau dikata, tetapi inilah kenyataan pahit yang sesungguhnya ada di depan mata!
Kita tidak akan pernah terkejut, kenapa Surkati begitu mudah mendapatkannya! Karena Prof. Dr. Van Nieuwenhuise adalah murid Abdullah Badjerei yang menjadi murid kesayangan Surkati!! Bahkan penjajah Belanda kafir ini menggelari murid tersayang Surkati tersebut sebagai "Raja Bahasa Arab/King of Arabic"! Amboi alangkah tingginya kedudukan Abdullah Badjerei di sisi penjajah kafir. Karena CH.O.Van Der Plas adalah muridnya!! Karena Prof.Dr. G.F. Pijper yang selama tiga tahun terus-menerus belajar ilmu tafsir dan ilmu fikih kepadanya!! Karena Christian Snouck Hurgronje yang menyamar sebagai orang Islam bernama Abdul Ghaffar sehingga berhasil menikahi wanita Indonesia adalah teman karibnya!! can karena Dr.L.De Vries dari Kantoor voor Inlandsche Zaken sampai pernah menyatakan kepada Abdullah Badjerei (guru Prof. Dr. Van Nieuwenhuise) bahwa "Kalau Soerkati itu orang Belanda, maka jabatan Gubernur Jenderal masih terlalu rendah baginya karena kecerdasannya!"
Kalau kalian tanya, "Darimana semua "omongkosong" ini kalian ambil wahai penulis ingusan?!"
Kita katakan:"Dari sumber resmi kalian sendiri!! Ya dari Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa karya Hussein Badjerei bin Abdullah Badjerei murid kesayangan Sang AlAllamah As-Surkati As-Sudani- yang lahir dari ibu Betawi asli, Mak Pise pung nama!! Yang berstempelkan:”HADIAH PP.AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH JAKARTA!!”
Karena para pejabat Belanda kafir itu adalah sahabatnya! "BEBERAPA ORANG SAHABATNYA PADA HET KANTOOR VOOR INLANDSCHE ZAKEN juga menjanjikan bantuan dana satu bagian penuh dari prosentase satu periode penarikan lotre Dana Sosial"(ibid, hal.49).
Kemana lagi kalian akan berkelit wahai bapak-bapak?!
Ya Syaikh kami, inilah "secuil" kenyataan yang mereka sembunyikan dari pandangan antum sekalian (demikianlah prasangka baik kami) sehingga antum "tega" memberikan pujian setinggi gunung kepada Shahabat Penjajah Kolonial Belanda! Syaikh Penjajah Kolonial Belanda!! Namun Alhamdulillah mereka justru "menyebarkan buku persahabatan ini" yang sesungguhnya telah disempurnakan kehinaannya oleh Allah karena tanpa mereka sadari justru telah menguak bukti-bukti nyata kebengkokan Surkati dan Al-Irsyad Dalam Sejarah Bangsa. Syahida syahidun min ahliha, Allahu Akbar!
Dengan berbagai kebengkokan yang mereka sebarkan sendiri, yang bersumber dari media mereka sendiri, ditulis oleh orang-orang mereka sendiri, maka untuk menyikapi pujian yang telah dikeluarkan oleh Syaikh Ali bin Hasan Al-Halaby Al-Atsary terhadap "Syaikh Salafiyyin" yang bersahabat dan mengambil murid pejabat-pejabat Kolonial Belanda ketika menjajah negeri tercinta ini, alangkah tepatnya jika kita hadirkan komentar Syaikh Salim Al-Hilaly yang disebarkan oleh situs lelaki(?) di balik cadar, Abu Salma:" Padahal ada beberapa hal… ada banyak hal, yang KALIAN TIDAK BISA MEMBERIKAN FATWA YANG TEPAT KECUALI JIKA KALIAN BENAR-BENAR MEMAHAMI SITUASI DAN KONDISI YANG MELINGKUPI PERMASALAHAN INI, dan inilah sesuatu yang tidak mereka sampaikan… inilah sesuatu yang tidak mereka sampaikan (kepada masyaikh)…” (Transkrip Ceramah Syaikh Salim Al-Hilaly, abusalma.bahaya.net)
Kita katakan:"Ya benar wahai Syaikh kami, ada banyak hal bahkan sangat banyak hal tentang bukti-bukti kesesatan Surkati yang tidak mereka –Hizbiyyun- sampaikan kepada antum sekalian! Ada banyak fakta betapa antum sekalian ternyata tidak mengetahui kemesraan Surkati dengan para pejabat penjajah kafir Belanda di saat orang-orang kafir itu menginjak-injak kehormatan Muslimin Indonesia selama 350 tahun!"
Setelah semua kenyataan di atas, justru kita menjadi terperangah ketika membaca usulan kalian kepada pemerintah agar menjadikan Syaikh Irsyadiyyin ini sebagai pahlawan nasional karena berperan dalam mempercepat kemerdekaan!?????
Negeri mana yang sedang kalian bicarakan kemerdekaannya wahai Irsyadiyyun?!
Kalau kedekatan Surkati dengan para pejabat Belanda kafir itu dimanfaatkannya benar-benar untuk "berjihad" sehingga Pijper terbunuh atau van der Plas terbunuh atau Gobee hanya terluka ”gores” sekalipun karena jihad yang dilakukan Surkati (sebagaimana cita-citanya ketika datang ke Indonesia!!) tentulah dia akan tercatat dalam sejarah bangsa sebagai salah satu tokoh pejuang Indonesia yang mengumandangkan perlawanan terhadap penjajah kafir Belanda. Maka mungkin "ada alasan" bagi pemerintah untuk menjadikannya sebagai Pahlawan Nasional.
Sayang disayang…..
pohon pisang bukanlah pohon pinang…
Si pecundang tentu berbeda dengan sang pejuang
Para pembesar penjajah kafir Belanda itu adalah murid-muridnya!!
Dan mereka sekaligus juga adalah sahabat-sahabatnya!!
Snouck Hurgronje (yang merekomendasikan:"Apabila terlihat adanya tanda-tanda agitasi yang mengancam, maka yang demikian direkomendir Snouck untuk dihadapi dengan kekerasan (AIMSB,hal.22)") seorang gembong Missionaris sekaligus Kolonialis merangkap Orientalisten yang hidupnya telah berlumuran darah kaum Muslimin-pun telah menjadi orang istimewa di hatinya!!
Dana lotre penjajah kafir Belanda adalah bukti persahabatannya!!
Orang-orang dekatnyapun (kapten Arab) adalah antek-anteknya Belanda!!
Sehingga…..
"HUBUNGAN SURKATI DAN MANGGUSH YANG BAIK DENGAN PARA PETINGGI PADA HET KANTOOR VOOR INLANDSCHE ZAKEN AKHIRNYA ACAPKALI MEMBUAT PARA PETINGGI BELANDA ITU IKUT CAMPUR ATAU TURUN TANGAN MENGATASI KESULITAN-KESULITAN YANG DIHADAPI ORANG-ORANG AL-IRSYAD ITU"(Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa /AIMSB, hal.111). Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Tidakkah kalian malu wahai Irsyadiyyun betapa kalian menulis buku resmi sejarah Al-Irsyad yang di halaman-halaman awal tertulis:"Aqidah Islam yang ditempa secara fanatik, bukan saja merupakan tantangan bagi kaum abangan dan priyayi, tetapipun berkembang sebagai kekuatan agitasi yang mengancam kolonialis Belanda, yang tampil pula dalam bentuk pemberontakan-pemberontakan dengan bendera PERANG SABIL MELAWAN KEKUATAN KAFIR, seperti perang Cirebon (1802-1806), Jihad Cilegon (1888), Perang Diponegoro (1802-1830) (walaupun pada akhirnya DIKEBIRI hanya sebagai sebuah perang untuk merebut kembali sebidang tanah makam leluhur yang dicaplok Belanda!-peny), Perang Padri (1821-1838) dan Perang Sabil Aceh (1872-1908). Tidak terhitung pula jumlah pemberontakan dan perlawanan kecil para petani di bawah pimpinan para pemuka agama Islam (ibid, hal.7)
Dimana posisi Surkati wahai Irsyadiyyin ketika bertemunya kedua kekuatan di atas?!
Apakah dia berada di pihak Diponegoro Rahimahullah?! Ataukah di pihak Imam Bonjol Rahimahullah?! Ataukah dia berada sepihak dengan kaum Muslimin Aceh ketika mengumandangkan Perang Sabil melawan penjajah kafir Belanda?!
Atau…. dia sedang asyik mengajari para pejabat penjajah kolonial Belanda itu "tiga tahun terus menerus seminggu sekali mengajar ilmu tafsir dan ilmu fiqh"?! Atau dia sedang asyik berkorespondensi dengan gembong besar Orientalisten-Missionaristen dan sekaligus Kolonialisten yang memiliki prestasi besar dalam operasi intelijennya di Indonesia untuk menumpas Perang Sabil di Aceh?
Tentu saja kalian tidak boleh lupa (dari buku sejarah yang kalian tulis sendiri!!) bahwa Snouck Hurgronje yang merekomendasi untuk menumpas Perang Sabil di Aceh adalah orang dekat Surkati!! Snouck inilah yang langsung diterjunkan oleh penjajah kafir Belanda karena mereka menghadapi kesulitan yang luar biasa untuk menumpas dan memadamkan Perang Sabil di tanah Aceh!! Dialah yang mempelajari kelemahan-kelemahan dan berbagai aspek latar belakang ke Islaman untuk mengetahui titik lemah kekuatan kaum Muslimin!! Berbagai informasi dikoreknya untuk keberhasilan misi jahatnya itu dari kalangan umat Islam dan pemuka Islam yang mau didekatinya, salah satunya adalah Surkati, baik dia sadari ataupun tidak!! Dan biarlah Sururiyyin Aceh dan Sumatra terbelalak betapa mereka selama ini dipupuk untuk mengagumi, menghormati dan men"Syaikh Salafi"kan orang dekat Snouck Hurgronje, Ahmad Surkati!! Tentu saja kalau terlihat tanda-tanda Surkati akan "berjihad" melawan Belanda tentu secara otomatis akan berlaku rekomendasi Snouck untuk menumpasnya dengan kekerasan. Kenyataannya? Hubungan Surkati dan Snouck malah terlihat erat dan akrab. Justru yang terjadi malah sebaliknya, Surkati bahkan dipuji oleh Dr.L.de Vries bahwa kalau Surkati itu orang Belanda, maka jabatan Gubernur Jenderal masih terlalu rendah baginya!! Perhatikanlah pujian pejabat penjajah kafir Belanda ini wahai saudaraku. Tidak akan pernah keluar dari lisan penjajah kafir Belanda pujian semacam ini bagi orang-orang Islam yang berjiwa "pejuang" semacam Diponegoro dan Imam Bonjol! Lalu siapa sebenarnya Surkati ini?
Ittaqillah ya akhi, sesungguhnya kalian telah mengetahui bahwa kedua belah tangan Prof. Dr. Christian Snouck Hurgronje ini telah berlumuran darah kaum Muslimin dari rekomendasi politik yang dia berikan kepada Jenderal militer penjajah kafir Belanda!! Dan kalian hendak menelan bulat-bulat pengakuan dan pujian kepadanya sebagai "Syaikh Salafiyyin"??! Inikah ajaran Al-Wala’ dan Al-Bara’ dari seorang Syaikh Salafiyyin?! Berkasih sayang dengan penjajah kafir najis sementara disekelilingnya dia melihat saudaranya dijajah, disiksa, dipenjara, diperkosa, dibunuh dan…dan..
Inikah rifqan?! Demikiankah al-Hatstsu ‘alal mawaddah wahai Hizbiyyun-Irsyadiyyun? Sungguh anak ingusan ini masih ingin tahu, siapa orangnya yang masih merasa bangga dan sudi memiliki Syaikh Salafiyyin seperti dia?! Sebutkan nama kalian kalau kalian memang seorang lelaki! Dan katakan dengan lantang kepada umat bahwa :"Kami merasa bangga memiliki Syaikh Salafy semacam Surkati yang dekat dengan penjajah kafir Belanda yang menghimpun sekte-sekte sesat untuk melawan kekuatan kafir", Kekuatan kafir mana ya hizby yang dia lawan sementara para pejabat kafir penjajah itu adalah murid-muridnya?! Merekapun adalah sahabat-sahabatnya?!
Allahul Musta’an,
Lidah memang tiada bertulang,
Jujur dan amanah telah menjadi barang rongsokan yang dibuang!!
Dan kalianpun masih pula merasa bangga untuk menulis di buku sejarah kalian bahwa Surkati pernah mengangkat pejabat-pejabat kolonial penjajah sebagai murid-muridnya?! Sekaligus sahabat-sahabatnya yang mengatasi kesulitan-kesulitan orang-orang Al-Irsyad?! Tentu saja kebanggaan kalian akan menjadi berlipat-lipat jika mereka dapat di-Islamkan oleh Surkati sehingga bangkit memimpin peperangan melawan negara asalnya sendiri (Belanda), hanya saja sampai akhir halaman buku ini tidak ada satu kata dan secuil kalimatpun yang menyinggung tentang ke Islaman para pejabat penjajah Belanda yang dijadikan murid dan sahabat oleh Surkati!!
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Dengan berbagai kenyataan di atas, kedekatan mereka dengan Kolonial Belanda maka Hussein Bedjerei menulis:"Surkati dikatakan fihak lawan sebagai agen Kristen (Belanda-peny)…(Al-Irsyad mengisi, hal.109). Padahal di halaman berikutnya Hussein Badjerei juga menulis tentang orang dekat Surkati:"Umar Yusuf Manggush tentunya lebih "setia" kepada Pemerintah Jajahan Belanda tempat ia tinggal dan memegang jabatan tinggi"(ibid, hal.110)
Tentu pembaca dapat memahami apakah tuduhan terhadap Surkati tersebut berlebih-lebihan dan mengada-ada bahkan fitnah?! Ketika rakyat negeri ini menderita dan para pemimpinnya menyusun dan menggerakkan kekuatannya untuk berupaya berjuang melawan penjajah Belanda eh si Surkati malah asyik mengajari para pejabat Kolonial!!
Jangan karena tuduhan tersebut berasal dari saingan mereka (Ba’alawi) maka kalian menyebutnya sebagai fitnah belaka!!
Allahu yahdikum.
Maka, sekarang tolong ajari anak ingusan ini sepatah dua patah kalimat kejujuran agar dia berkurang kejahilannya, hilang sikap penakutnya dan terangkat kebanciannya!?
Ataukah kalian hendak membangun mimpi di siang bolong? Merajut angan-angan ‘tuk membubungkan As-Sudani di awang-awang?!
Amboi…alangkah tingginya tuanku ini
Dan betapa rendahnya si awan itu!
Lalu kepada siapa tuduhan Haddadiyyun tersebut engkau arahkan wahai Abu Salma? Apakah engkau lupa bahwa salah satu ciri Haddadiyyun sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr Hafidhahullah adalah manhaj mubahalah? Apakah dirimu tiada kenal lagi dengan Ustadz Abdurrahman “Mubahalah” At-Tamimi wahai Abu Salma? Apakah kalian tidak kenal lagi –wahai Salafindo.com- dengan direktur kalian sendiri?! Dan jangan pula kalian “Kura-kura dalam perahu” bahwa salaf (pendahulu) Direktur Abdurrahman “Mubahalah” At-Tamimi adalah Syarif Hazza’ Dajjal dari Mesir kaki tangan Ihya’ut Turots yang dinarnya begitu nikmat?! Lalu gelar apa yang sepantasnya disematkan kepada orang yang menjalin persahabatan dengan penjajah kafir Belanda sementara saudara-saudaranya yang lain sibuk berjuang melawannya?? Snouck adalah musuh bangsa ini ketika itu dan ketika itu pula dia adalah sahabat Surkati!! Van der Plas adalah pejabat Kantor Penjajah Belanda yang memegang "policy utama" bagi negeri jajahan ini ketika itu dan ketika itu pula dia adalah sahabat sekaligus murid Surkati!! Pijper demikian pula!! Gobee adalah sahabat dan kawan diskusinya!! Allahul Musta’an.
Dengan semua kenyataan ini, apa maksud tulisan "Haddadiyyahmu" yang menyatakan:"Wahai webmaster salafy.or.id, pernahkah kalian membaca risalah-risalah Syaikh Ahmad As-Surkati?!! Semisal Ar-Rasa’il Ats-Tsalatsah yang membahas tentang Sunnah dan Bid’ah, wajibnya Shalat Ied di lapangan dan permasalahan seputar penentuan Ied. Atau Al-Masa’il Ats-Tsalatsah yang berisi masalah taqlid dan ijtihad, sunnah dan bid’ah dan ziarah kubur, tawassul dan syafa’at. Atau kumpulan fatwa-fatwa beliau di majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah?!!"(abusalma.bahaya.net)
Kita katakan: "Apakah engkau hendak menjejalkan berbagai kesesatan kepada umat wahai Abu Salma?! Engkau hendak mencekoki umat agar mereka berani bersikap jahat dan kurangajar terhadap para ulama pewaris para nabi sebagaimana rekomendasimu terhadap "permasalahan seputar penentuan Ied" yang telah diterjemahkan oleh Agus Hasan BosSururi?! Engkau hendak memberikan "uswah sayyi’ah" tentang "wajibnya shalat Ied di lapangan" tanpa menggunakan hijab dengan penafsiran yang sangat berani bahwa para sahabat dan Shahabiyah saling lihat"?!
Pembaca sekalian, lihatlah bagaimana Hizbul Irsyad berbicara tentang kehormatan dan akhlak para Shahabat Rasulullah yang kepada mereka Radhiyallahu ‘anhum Ajma’in turun ayat ghadlul bashar “Qul lilmu’minina yaghudl-dlu min absharihim wa yahfadhu furujahum (Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya..QS.24:30)” Bagaimana komentar Hizbul Irsyad terhadap manusia-manusia terbaik dari umat ini?
“…Manakah yang lebih utama untuk dipasang tabir antara laki-laki dan perempuan, di masjid atau lapangan shalat? Rasul Allah tidak memerintahkan yang demikian itu di masjidnya. Hanya saja Beliau memerintahkan agar wanita bubar sebelum disusul oleh kaum laki-laki, dan mereka dilarang mengangkat kepala mereka sebelum kaum laki-laki mengangkat kepala. Sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari Muslim. Adalah kaum wanita menghadiri shalat Jama’ah setiap hari, dan Mustahil Jika Mereka Tidak Terlihat Oleh Laki-Laki Dan Tidak Melihat Kaum Laki-Laki di saat menunggu shalat dan sesaat setelah selesai shalat. Yang mengingkari ini adalah keras Kepala” (Himpunan Tiga Risalah, hal.102). Allahul Musta’an.
Abu Salma!! Engkau hendak menjejali umat dengan "fatwa-fatwa Surkati di majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah" yang mengajarkan rifqan persaudaraan dengan penganut Khurafat?! Mawaddah dengan Syi’ah Ahlus Syirk yang meyakini Al-Qur’an kami berbeda dengan Al-Qur’an kalian, mengkafirkan para sahabat Rasulullah , zina sebagai syari’at kawin kontrak dan seabreg keyakinan-keyakinan rusak dan bejat yang dapat menyebabkan kafirnya umat Islam?! Engkau hendak mempromosikan upaya Surkati untuk merangkul Anjing-anjing Neraka dan mempersaudarakan Hizbul Irsyad dengannya?! Dengan mengorbankan harta dan jiwa wahai Abusalma?! Kenapa tidak engkau lengkapi literaturmu dengan ajakan kepada seluruh kaum Muslimin agar membaca buku resmi sejarah Al-Irsyad yang ditulis oleh Husein Badjerei yang berjudul "Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa" agar lebih utuh lagi gembaran umat betapa dekat dan mesranya Surkati dan Al-Irsyad dengan para penjajah kafir najis Belanda yang telah 350 tahun menjajah negeri ini?! I Dan jangan lupa pula untuk menyebutkan bahwa buku resmi ini diterbitkan oleh "Penerbit Presto Prima Utama"!! Benar-benar Sejarah Al-Irsyad telah di"presto" dengan kualitas "prima" bahkan yang paling "utama"!! Siap saji dan siap dikonsumsi habis tanpa sisa!! Kalau ini pertanyaanmu, maka anak-anak ingusan itu tentu akan menjawab:"Ya, kita telah membacanya!!
Dan kami balik bertanya kepadamu:"Apakah engkau telah membaca berbagai sepak terjang "mengerikan" dari buku-buku yang engkau sebutkan tadi wahai bemper-pecundang?"
Kalau engkau bersikap jujur tentu akan berkata:"Sesungguhnya saya belum membacanya apalagi mengetahui isinya, berbagai judul buku itu kami sebutkan hanyalah agar kami kelihatan menguasai permasalahan secara luas" maka ini adalah mushibah bagimu dan bagi umat atas kedustaan yang engkau lancarkan!!
Dan jika engkau menjawab:"Saya sudah tahu isinya, termasuk berbagai kesesatan yang kalian sebutkan dari isi buku itu!" Kalau demikian wahai Abu Salma, maka ini jelas-jelas merupakan pengkhianatan terhadap Islam dan kaum Muslimin!! Engkau telah berupaya menjejalkan berbagai kesesatan dan penyimpangan dan engkau kelabui umat dengan pujian dan tazkiyah yang engkau hiaskan kepada Syaikh Salafiyyinmu!! Ya, Syaikh Salafy satu-satunya di muka bumi yang memiliki sahabat dan bermuridkan para pejabat penjajah kafir najis Belanda!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang memiliki MARS SURKATI YANG PERKASA!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang menghalalkan lotre penjajah kafir Belanda!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang berdakwah dengan mengikuti acara bid’ah Maulid Barzanji agar dakwahnya diterima!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang membai’at para pengikutnya!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang "mentazkiyah" murid kesayangannya dengan cara merokok di depannya!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang menyukai gembong PKI!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang terkagum-kagum dan meneruskan perjuangan Pan-Islamisme agen Yahudi, Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi yang beberapa kali masuk ke tempat pelacuran umum!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang melecehkan dakwah tauhid Syaikh Salafy Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah sebagai Wahabi-Musyaddid!! Dan berbangga dirilah kalian dengan sebutan Surkati dengan Hizbul Irsyadnya!!
Wahai Abusalma!! Sesungguhnya engkau tidak tahu tentang Surkati dan Al-Irsyad kecuali sedikit!! Maka janganlah akalmu menjadikan dirimu merasa lebih besar daripada ilmumu!! Binasalah hawa nafsu!! Jangan engkau ikuti ilmu warisan Hizbul Irsyad yang disebarkan oleh Husein Badjerei " DAN AKAL HARUSLAH MENJADI DASAR UTAMA IMAN SEUTUHNYA DILENGKAPI DENGAN TOPANGAN DALIL YANG SEKSAMA"!! Dalil hanya sebuah pelengkap wahai Abu Salma!! Tidakkah engkau menyadari bahwa untuk menjadi "bemper" seorang Hizby-Pendusta Besar macam Abdurrahman Al-Kadzab tidaklah cukup dengan "modal semangat" dan "rencana pernikahan dengan anak Jakarta yang kuliah di UNBRA" yang diobral di situs internet?!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Dengan berbagai sikap dan keyakinan yang "ghuluw" dan "ekstrim" tersebut, maka Abdurrahman Tamimi menegaskan DI DEPAN CERMIN HIZBYNYA tentang dakwah (Hizbul Irsyad)nya:"Sungguh mereka telah menjauhkan manusia dari dakwah Salafiyyah yang Haq ini, akibat perangai mereka yang buruk dan dakwah mereka yang kasar lagi jelek…Akan tetapi segala puji bagi Allah, kekuatan mereka hancur berkeping-keping sehingga lenyaplah kekuatan mereka. Tersingkaplah keburukan mereka…"(Neo Adz-Dzakhiirah/10/1425/hal.15). Walhamdulillah.
Demikianlah, alasan Hizbiyyun-Sururiyyun yang dikemukakan oleh Abu Salma dan Ma’had Al-Irsyad dalam melambungkan peran dan dakwah Surkati dalam kancah "penjajahan Belanda" di Indonesia namun –walhamdulillah- semua talbis itu telah di"Presto Prima Utama"kan oleh penerbit yang mencetak buku Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa!! Ya benar-benar "duri lunak, makan tanpa sisa" bagi para pembacanya untuk mengetahui dan menguak sejauh mana peran mereka dalam sejarah perjuangan bangsa!! Mereka-pun menerima dan membela dinar Hizbiyyah dengan menutup mata atas dampaknya, berbagai bencana perpecahan di seluruh dunia Islam yang disebarkannya. Bagaimana mungkin dia masih bisa mengatakan bahwa dinar Hizbiyyah tersebut untuk membantu kaum Muslimin padahal kaum Muslimin terpecah belah dibuatnya?! Inikah Jum’iyyah Al-Khairiyyah? Tidak, bahkan inilah hakekat nyata dari Jum’iyyah Hizbiyyah Sarriyyah!!? Walaupun kaki tangannya di negeri ini (Indonesia) berupaya sekuat tenaga menutupi berbagai makar dan tipu dayanya!! Berdirinya sebuah masjid adalah suatu hal yang patut untuk disyukuri, tetapi kalau dengan adanya masjid tersebut menjadikan kaum Muslimin tercabik-cabik persatuannya?! Apakah persatuan manhaj harus kita korbankan demi berdirinya sebuah masjid?! Kenapa tidak, itulah jawaban Hzibiyyun-Sururiyyun!! Money politik harus tetap jalan!! Ironis, keadaan yang sebelumnya saling berpadu dan berkasih sayang, saling bantu dalam berdakwah! Sungguh kaum Muslimin tidak boleh terkecoh dan tertipu oleh gerakan pemecahbelahan umat dengan dalih bantuan ini dan bantuan itu!! Ini adalah taktik dan strategi usang yang sudah terlalu sering diterapkan oleh musuh-musuh umat! Mereka tahu bahwa harta adalah fitnah yang sangat menggoda! Apalah artinya sebuah masjid yang berdiri tegak sementara kaum Muslimin tercabik-cabik persaudaraannya sebagai pondasinya? Tetapi, hal itu memang lebih bernilai dan lebih berharga bagi Hizbiyyin-Sururiyyin-Ikhwaniyyin daripada sebuah persatuan dan persaudaraan! Apa hendak dikata, tapi inilah kenyataannya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Benar-benar mereka tidak mau peduli atas peringatan para Masyayikh Salafiyyin, khususnya Syaikh Muqbil Rahimahullah yang menyatakan bahwa Abdurrahman Abdul Khaliq adalah Ahlul Bid’ah dan Ihya’ut Turots telah memecah belah kaum Muslimin!! Kalau diantara pembaca bertanya:”Kenapa Sururiyyun begitu ngotot membela diri Jum’iyyah tersebut sebagai organisasi yang banyak membantu kaum Muslimin, membantu memenuhi dan menjamin materi para da’i “Salafy”?!
“Kalau melihat sebab yang memotivasi mereka berbuat demikian, tidak kita dapati kecuali yang satu berbicara kepada mereka sebagai orang dalam sedangkan satunya lagi berbicara kepada mereka sebagai orang luar. Kemudian apa yang datang dari kelompoknya itulah kebenaran bagi mereka tanpa ragu, yakni: ‘Wajib bagi kita untuk menutup mata dan menerima layaknya obat yang kita ambil dengan keyakinan bahwa di dalamnya ada manfaat (kesembuhan) walaupun pahit”. Demikianlah hizbiyyah menjadikan sesuatu yang pahit menjadi manis, bathil menjadi haq, serta inilah bukti terbesar bahwa hizbiyyah itu adalah sebenar-benar keburukan” (Al-Maurid, hal.128, Syaikh Ahmad An-Najmi Hafidhahullah)
23.3.3 Salafindo.com Publikasikan Tulisan Abu Salma (lelaki?) Di Balik Cadar
Berikut artikel yang dipublikasikannya:
Situs:Salafindo.com
Kategori: Rudud-Bantahan
Ditulis Oleh: Abu Salma Al-Atsari
Dimasukkan: 16 Nov 2005 | 10:29:17 WIB
Dibuka: 602 kali
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di Mata Para Penyesat Umat (Hizbut Tahrir dan Sufiyah)
"Dan katakanlah: Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap." (Al Isra : 81)
“Sebenarnya Kami melontarkan yang haq kepada yang batil lalu yang haq itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.” (QS. Al-Anbiyaâ : 18).
Tidaklah setiap orang yang datang di dunia ini dengan membawa kebaikan, melainkan dia pasti memiliki musuh-musuh dari kalangan jin dan manusia, sampai-sampai para Nabi juga tidak lepas dari permusuhan ini. Allah berfirman :
"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)." (al-An’am : 112)
Begitu juga permusuhan mereka terhadap para ulama pengibar panji dakwah al-Haq ini mereka lakukan dengan sengit dan dengan kedengkian yang luar biasa.
Diantaranya, apa yang mereka lakukan terhadap asy-Syaikh al-Imam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu, dimana musuh-musuh tauhid memerangi dakwah beliau dan menfitnah dengan tuduhan-tuduhan dusta dan fitnah, agar manusia menjauh dari dakwah yang diberkahi ini, dan juga agar manusia senantiasa "melanggengkan" kesyirikan dan kebid’ahan yang dipelihara oleh ulama-ulama suu’(jahat) yang mereka warisi dari kalangan shufiyun quburiyun (pengikut thariqat sufi dan penyembah/pengkultus kuburan) dan syi’ah rafidhah (aliran syi’ah yang mengkafirkan para sahabat Nabi) serta kaum ilmaniyyun (sekuler) dan para orientalis yang hasad terhadap Islam.
Diantara para pendengki yang membenci dakwah yang diberkahi ini adalah kelompok Hizbut Tahrir[1] dan Majalah Cahaya Nabawi[2], yang mencela dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan menuduh beliau sebagai agen Inggris, dan juga tuduhan-tuduhan dusta lainnya yang mereka kumpulkan dari musuh-musuh tauhid dari kalangan shufiyun dan syi’ah.
Yang sungguh aneh adalah, bukankah Hizbut Tahrir mengklaim bahwa mereka memerangi “pluralisme“ agama, namun mereka menukil dari ulama-ulama yang mengusung pemahaman “pluralisme”. Perhatikan ini wahai Abu Rifa’a, bahwa orang yang engkau nukil tulisannya itu adalah para pengusung faham “pluralisme”, maka apakah yang akan engkau koar-koarkan lagi?!!—-Sampai di sini tulisan Abu Salma—-
Kita katakan:
”Kenapa tulisan tersebut hanya kalian “hadiahkan” kepada Hizbut Tahrir dan Shufiyah” saja?! Kenapa Al-Irsyad kalian sembunyikan rapat-rapat dari “hadiah” ini?!” Minta bukti? Tentu saja ada…
>Kenapa tidak engkau terangkan pula bahwa Al-Irsyad juga termasuk yang “memerangi dakwah beliau dan memfitnah dengan tuduhan-tuduhan dusta dan fitnah, agar manusia menjauh dari dakwah yang diberkahi ini ?” Telah berlalu bukti ilmiyyahnya bagaimana mereka menjuluki dakwah Syaikh sebagai dakwah keras, Wahabisme, membentuk suku-suku yang fanatik, gerakan Musyaddid sebagaimana tulisan Surkati sendiri !!
>Kenapa tidak engkau jelaskan pula bahwa musuh-musuh Syaikh Rahimahullah dari kalangan Khurafiyyun dan dinyatakan oleh Surkati sebagai Khurafiyna ?!
>Kenapa engkau tidak terangkan dengan jujur bahwa musuh dakwah Tauhid Syaikh Rahimahullah dari kalangan Syi’ah itu oleh Surkati diyakini sebagai “Syi’iyna”?!
>Dan cukup kaum Ilmaniyyun (sekuler) yang engkau sebutkan itu juga diwakili oleh Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi yang beberapa kali ke tempat pelacuran umum yang menjadi idola Syaikh Salafy kalian, Surkati As-Sudani !
> Adapun musuh dakwah tauhid Syaikh Rahimahullah dari kalangan “para orientalis yang hasad terhadap Islam” kenapa tidak engkau sebutkan saja secara jantan bahwa peran Christian Snouck Hurgronje dalam dunia Orientalisten-Missionaris dan Kolonialis di negeri ini dan bukti “rifqannya” Surkati dengannya cukup sebagai bukti untuk membungkam semua kebohongan kalian ini ?!
>Bahkan ada yang tidak engkau singgung sama sekali, kedudukan Khawarij sebagai Kilabun Nar (Anjing-anjing Neraka!) yang permusuhannya terhadap dakwah Tauhid tidak kalah dahsyatnya daripada firqah yang telah engkau sebutkan !! Maka jawablah dengan lantang sebagaimana manhaj dakwah Syaikh Salahfiyyin yang kalian banggakan itu dengan ucapan : “Kharijiyna!!” Allahu yahdikum.
>Yang sungguh aneh adalah, bukankah Hizbut Tahrir (baca:Hizbul Irsyad) mengklaim bahwa mereka memerangi “pluralisme” agama, namun mereka (baca :Syaikh Irsyadiyyinnya) menukil dari ulama-ulama yang mengusung pemahaman “pluralisme” (bahkan Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi pujaan Surkati adalah pencetus dan pelopor pertama paham pluralisme !! Dan bukankah sanad kalian lebih “’ali” daripada sanadnya Hizbut Tahrir ?). Perhatikan ini wahai Abu Rifa’â (baca:Abu Salma!), bahwa orang yang engkau nukil (baca:bela) tulisannya itu adalah para pengusung faham pluralisme, maka apakah yang akan engkau koar-koarkan lagi?!!
Maka semua ayat-ayat Allah yang engkau sebutkan di artikel tersebut, (kalau dirimu sedikit saja menggunakan kecerdasanmu yang melimpahruah itu) sebelum engkau arahkan kepada Hizbut Tahrir dan Shufiyyah tentu saja seharusnya engkau gunakan untuk menasehati dan menerangkan kepada umat akan bahaya Hizbul Irsyad dan manhaj dakwahnya!! Bacalah sekali lagi ayat-ayat Allah yang engkau tulis sendiri di artikelmu itu:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.”(QS. Al-Israa’: 36)
Abu Salma! Kalau ENGKAU TIDAK TAHU hakekat kesesatan “Al-Irsyad dan tetek bengeknya” sementara sedemikian “jahat” semangat pembelaanmu terhadapnya sampai-sampai engkau katakan dengan kecongkakan luar biasa yang menembus angkasa :”tidaklah memudharatkan dakwah sama sekali” , maka sungguh hal ini adalah mushibah bagi dirimu!!
Jika engkau tahu kesesatannya (tetapi engkau sembunyikan!) dan engkau tetap membuta babi membelanya maka mushibahnya tentu saja lebih besar!! Ini jelas-jelas pengkhianatan terhadap Islam dan kaum Muslimin!! Pendusta agama!! Penyesat umat!!
Engkaupun menukil firman Allah :
”Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”(QS. Al-Ahzab:58)
Kita katakan:
Abu Salma!! Sedikit gunakan kecerdasanmu dan engkau akan menyadari benar bahwa Buku Himpunan Tiga Risalah buah karya Pembesar-pembesar “Salaf” Hizbul Irsyad adalah buku- yang sungguh-sungguh
“menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat”(QS. Al-Ahzab:58)
Ya menistakan kemuliaan dan kehormatan para ulama pewaris para Nabi!! Seluruhnya !! Tanpa kecuali !! Buku khabits dan kotor!! Kejahatan di atas kejahatan!! Kekejian di atas kekejian!!
“Maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”(QS. Al-Ahzab:58)
”Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian di tuduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan yang nyata.”(QS. An-Nisa:112)
Maha Benar Allah yang telah berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mu’minin dan mu’minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.”(QS. An-Nur:11-12)
Bukankah semua ayat Al-Qur’an di atas adalah gambaran “seutuhnya” keadaan kalian wahai Hizbiyyun?!
Terakhir, alangkah tepatnya jika nasehat Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi Hafidhahullah dibaca oleh Hizbiyyun-Sururiyyun semacam Abu Salma dan orang-orang yang sejenis dengannya:
“Saya sungguh heran dengan orang-orang yang membela mereka dan bergaul serta saling berkasih sayang bersama mereka padahal ia mengetahui sebagian penyimpangan mereka. Saya tidak berpendapat lain kecuali bahwa siapa saja yang melakukan seperti itu, tentulah dia berdosa sebagaimana dosanya seseorang yang melihat satu kaum yang memasang ranjau di jalan kaum muslimin untuk menghilangkan nyawa mereka tanpa alasan yang haq, lalu dia diam sehingga meledaklah ranjau itu dan membinasakan kaum muslimin .
Sesungguhnya berdiam diri dari seseorang yang merencanakan tindakan busuk terhadap kaum muslimin dan hendak menjerumuskan mereka di setiap waktu, merupakan pengkhianatan terbesar kepada kaum muslimin. Sedangkan nasehat bagi kaum muslimin di negara Islam maupun nasehat untuk para pemimpin mereka (yakni pemerintah dan ulama) ialah dengan memperingatkan mereka dari tempat-tempat berbahaya sebelum terjadinya. Tidak kita ragukan bahwa mereka juga mengetahui sebagian rencana yang disimpan oleh orang-orang durhaka itu. Hanya saja kita berpendapat bahwa termasuk suatu kewajiban atas kami adalah menunaikan apa yang kami ketahui agar tanggung jawab atas kami terlepas dan semakin jelas dan kuat kesimpulan saat bertemunya dua kabar, Allah Maha Mengetahui niat segala perbuatan.”(Al-Maurid, hal.42)
Masihkah engkau –wahai Hizby Khabits- mampu menggerakkan lisanmu untuk berucap atau memegang pena menuliskan kalimat:” :"anna Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi ahadun min masyaikhina salafiyin, yu’khadz wa yutrak kalamuhu. lianna kulla qowlin siwa an-Nabiy yu’khadz wa yutrak" sebagaimana ketika engkau membantah fatwa Syaikh Yahya Al-Hajuri (akan datang bukti dan bantahannya, Insya Allah) ketika mentahdzir gembong-gembong sururi lokal pujaan hatimu?!
Lamalah sudah ‘ku berperang
Melawan musuh di dalam diri
Kubujuk halus keras kuhantam
Amat sedikit ‘ku dapat menang
Kehizbiyyahan yang ‘tlah mendalam
Susah ditukar, susah disiangi
23.4 ABDURRAHMAN AL-KADZAB vs ABDUL HAKIM ABDAT AL-HIZBY
Setali pembeli kemenyan
Sekodi pembeli kebaya
Sekali lancung keujian
Seumur hidup takkan dipercaya
Tentu pembaca masih ingat dengan suara merdu Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab ketika menceramahi lebih kurang 1000 penuntut ilmu dan para ulama dari berbagai negara di Yordania dalam mensifati lulusan LIPIA Jakarta:”kebanyakan mereka beraqidah salafiyyah…hanya saja manhaj mereka ikhwani…”(Neo-AdzDzakhiirah, Ed.10/Th.II/2004. hal.14).
Apa jawaban kita atas pernyataan Abdurrahman Al-Kadzab ini? Kita persilakan saja Abdul Hakim Abdat (yang dielu-elukan kalangan Sururiyyin lokal sebagai Ahli Hadits –Sururi- Indonesia) untuk melakukan pembelaan terhadap LIPIA DAN membantah secara telak (baca:bersikap kanibal) terhadap rekan seperjuangannya sendiri:
Ketika ditanya tentang LIPIA-Jakarta :”Banyak orang mengatakan bahwa ustadz-ustadz LIPIA berbau Ikhwani ?”
Abdul Hakim : “Tentu, di Jami’ah Islamiyah (Universitas Islam Madinah-pen) di sana banyak juga yang Ikhwani sebagiannya. Di Jami’ah, nggak kepalang tanggung ; LIPIA, ini Jami’ah, di (Ma’had-pen) Syaikh Muqbil juga banyak! Sekarang ini tidak ada yang mungkin, tapi asas LIPIA didirikan itu di atas manhaj Salaf. Saya kenal orang-perorangnya, karena mengontraknya pertama kali gedung dengan paman saya. Sayalah orang pertama yang ada di LIPIA itu!…. Nggak ada, nggak ada sekarang, semua dicampuri dengan itu, HATTA DI MAJELIS SYAIKH MUQBIL, SYAIKH UTSAIMIN, SYAIKH BIN BAZZ….sikap Masyayikh itu. MEMANG KENYATAANNYA SEPERTI ITU, SYAIKH RABI’.”
Dia juga menyatakan :“….Dan dari lembaga ini (LIPIA-pen) keluar anak murid yang ngerti bahasa Arab dan manhajnya bagus, tidak ada satupun pelajaran bahasa Arab yang terbaik di seluruh Indonesia ini selain di LIPIA yang saya tahu”(Kaset Bantahan Abu Mas’ud Terhadap Prinsip-Prinsip Sesat Abdul Hakim Abdat)
Kita katakan:
1.Apa bantahan ilmiyyahmu –wahai Abdurrahman Al-Kadzab- terhadap tahqiq dan takhrij “kanibal” Abdul Hakim Abdat tentang lulusan LIPIA tersebut? Tentu saja anak-anak ingusan itu akan berusaha menjadi penonton yang tertib dan pendengar yang baik melihat dua orang “penjahit” saling gunting-menggunting dalam lipatan kain “Hizbiyyahnya”!! Allahu yahdikum.
2.Demi Allah bahwa Abdul Hakim “Abdjat” ini tidaklah berbeda dengan rekan semanhajnya (Abdurrahman Tamimi Al-Kadzab!), dia tidak lebih dari seorang Pendusta Besar ketika menyatakan:”di (Ma’had-pen) Syaikh Muqbil juga banyak (hizbynya-pen)!” memang kenyataannya seperti itu, syaikh Rabi’!”
Mana bukti ilmiyyah dan saksi yang mendukung pernyataanmu ini wahai penipu umat?! Sebutkan orang-orang Hizby yang belajar kepada Syaikh Rabi” Hafidhahullah!! Camkan! Hizbiyyun semacam dirimu atau orang-orang sejenismu tidak akan bisa duduk bersama Syaikh Rabi’!! Salafiyyin telah siap untuk mengusir keluar orang-orang semacam dirimu dari majelis taklim beliau wahai Hizby!! Tunjukkan dan sebutkan nama-nama pengajar dan santri Syaikh Muqbil Rahimahullah yang berhaluan Hizby?! Abul Fitan Al-Ma’riby? Aha, dia lebih tertarik dengan hartanya Ihya’ut Turots dan fikrah Ikhwanul Muslimin daripada mengikuti manhaj Syaikh Muqbil!!
Atau “Sururi lokal” yang mengaku mantan murid Syaikh Muqbil Rahimahullah?! Dia tidak lebih dari seekor lalat yang hinggap di sepotong kue buatan Ihya’ut Turots!!
Tentu saja anak-anak ingusan itu tidaklah perlu mengajarimu untuk “mentakhrij” betapa shahihnya hadits-hadits Nabi yang mengancam seorang “pendusta”!! Orang yang sengaja menyebarkan fitnah dan kebohongan ke tengah-tengah umat Islam untuk melampiaskan nafsu hizbiyyahnya!!
23.5 MA’HAD ‘ALI AL-IRSYAD vs YAZID JAWAS AS-SURURI AL-HIZBY
Ketika mendefinisan Sururi, situs Ma’had Al-Irsyad pimpinan direktur Abdurrahman Tamimi Al-Kadzab menyatakan:
“Jawaban:
1. Sururiyyun adalah pengikut Muhammad Surur yang hidup di Birmingham Inggris. MANHAJ MEREKA HARAKI AQIDAHNYA SALAFI.
Ciri-ciri mereka :
- Mengkafirkan pemerintah.
- KOMPROMI/BEKERJASAMA DENGAN AHLI BID’AH, CONTOHNYA JAFAR UMAR THALIB DKK KERJASAMA DENGAN RIZIQ SIHAB, HUSSEIN UMAR DLL.
- Melecehkan ulama-ulama besar.
Kita katakan:
Wahai Hizbul Irsyad! Apakah kalian sadar dengan yang kalian tuliskan?! Husein Umar adalah dedengkot Dewan Dakwah!! Dan kalian nyatakan bahwa salah satu ciri dari Sururiyyun adalah mereka yang bekerjasama dengan ahlul bid’ah! Dan lebih terinci lagi kalian sebutkan dengan jelas nama HUSSEIN UMAR!!
Sekarang tengoklah saudara-saudara kalian Sururi Jabotabek!! Mereka taklim dan menimba ilmu kepada da’i-da’i kondang kalian di masjid Al-Furqan yang notabene adalah markas besar DDII!! Siapa yang mengisinya? Yazid Jawaz tiap Selasa jam 13.30 sampai Ashar!! Abu Qatadah “si pedang tumpul haus akan fulus”, Abdul Hakim yang kalian bangga-banggakan itupun kadangkala menjadi Khatib Jum’atnya !! Kesemuanya bukankah sedang bermesraan dan bersimbiosis mutualisme dengan organisasinya Hussein Umar yang kalian katakan sebagai Ahlu Bid’ah?! Allahu yahdik.
Wahai Yazid Jawaz!! Engkau berhubungan dengan Hussein Umar!! Maka engkau adalah Sururi menurut Ma’had Ali Al-Irsyad pimpinan Abdurrahman Tamimi!! Ya, engkau telah memenuhi salah satu syarat dari ciri-ciri Sururi!! Wahai Abu Qatadah! Abdul Hakim! Kalian adalah Sururi di sisi Abdurrahman Tamimi!!
Kita katakan pula kepada Sururi Jabotabek: Tidakkah kalian sadar bahwa kalian ditahdzir oleh saudara kalian sendiri (Ma’had Al-Irsyad Surabaya) yang mempromotori kedatangan Masyayikh Urdun bahwa kalian adalah Sururi?! Lalu apa bantahan ilmiyyah kalian terhadap mereka dan minta ustadz-ustadz pujaan hati itu untuk membantahnya!!
Adapun anak-anak ingusan itu? Tentu saja akan berusaha menjadi penonton yang baik dan sopan menyaksikan “perang saudara” ini.
Segala puji Hanyalah untuk Allah yang telah memberikan kemudahan menyingkap “keanehan” komunitas Hizbiyyun di negeri ini. Mestinya, sesama penjahit dilarang saling berebut mesin jahit! Allahul Musta’an.
23.6 KALAU SURURI MENDEFINISIKAN SURURI, APA YANG AKAN TERJADI?
23.6.1 APA ITU SURURI?
Ternyata suara merdu “keyakinan” Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab ketika menceramahi para ulama di Yordania dalam mensifati lulusan LIPIA Jakarta:”kebanyakan mereka beraqidah salafiyyah…hanya saja manhaj mereka ikhwani…”(Neo-AdzDzakhiirah, Ed.10/Th.II/2004. hal.14) telah dinyatakan pula secara resmi oleh Ma’had Al-Irsyad.
Maka inilah –definisi sesat yang disebarkan- Ma’had Al-Irsyad pimpinan Abdurrahman Al-Kadzab tentang Sururi :
Judul Soal: Apa Itu Sururi?
Kategori Soal: Manhaj
Nama Penanya: Abu Abdillah / -
Dijawab Pada: 31/08/2004 | 07:13:22 WIB
Dibuka: 588 kali
Pertanyaan:
1. Siapa yang dimaksud dg Sururiyun ? Tolong jelaskan kepada kami. 2. Tolong jelaskan tentang Jafar Umar Thalib dan murid2nya, apakah mereka Salafi? Sebelumnya Ana ucapkan jazakallahu khairan.
Jawaban:
1. Sururiyyun adalah pengikut Muhammad Surur yang hidup di Birmingham Inggris. MANHAJ MEREKA HARAKI AQIDAHNYA SALAFI.
Ciri-ciri mereka :
- Mengkafirkan pemerintah.
- Kompromi/bekerjasama dengan ahli bid’ah, contohnya Jafar Umar Thalib dkk kerjasama dengan Riziq Sihab, Hussein Umar dll.
- Melecehkan ulama-ulama besar.
2. Jafar Umar Thalib dan murid-muridnya MUNGKIN AQIDAH MEREKA SALAFI, tetapi manhaj dakwah mereka jelas-jelas bukan salafi.
(www.Salafindo.comviewsoal.phpID10.htm)
Tanggapan kita:
1. Saat mereka memberikan jawaban yang sangat krusial, tentang aqidah, apa katanya:” mungkin aqidah mereka salafi!! Sungguh ini adalah malapetaka dan kebinasaan yang luar biasa apalagi bagi situs yang dengan bangganya mengaku memiliki link dengan Masyayikh Yordan! Lebih dari itu mengaku dicintai Masyayikh Yordan! Ternyata ketika berbicara tentang aqidah sekelompok orang, kata “mungkin” yang menjadi jawabannya. Kenapa mereka tidak menjawab “Allahu A’lam” ketika merasa ragu dan atau tidak mengetahuinya? Apakah memaksakan diri untuk memberikan jawaban menjadi lebih mulia daripada berdiam diri dari sesuatu yang tidak diketahui?! Sungguh jawaban ini adalah tragedi yang memilukan en memalukan bagi organisasi yang mengaku dicintai oleh para ulama!!
2. Benarkah Sururiyyun memiliki manhaj Haraki dan aqidahnya Salafi?
Sungguh sikap yang tidak bijaksana jika kita menyerahkan definisi ini kepada komunitas Sururi sendiri untuk menjawabnya. Kita simak penjelasan Masyayikh dalam permasalahan ini dan kita bandingkan dengan definisi yang mereka buat…
a. Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad mengatakan:
“Tidaklah bisa Quthbiyyun (sebuah manhaj yang dikembangkan mengikuti pemikiran Sayyid Quthb) dan Sururiyyun dikatakan sebagai Ahlus Sunnah karena banyaknya penyelewengan kedua kelompok ini dalam permasalahan-permasalahan yang sangat berbahaya, diantaranya memiliki manhaj takfir tanpa ada dalil pembolehan sedikitpun baik secara akal maupun nash. Memiliki kesalahan yang sangat keji dan fatal yang terkait dengan perkara yang paling besar permasalahannya di dalam agama yaitu permasalahan i’tiqad dan mengumumkan perang yang dahsyat kepada Ahlus Sunnah baik sebagai rakyat atau pemerintah dan mereka menuduh dan mencela dengan berbagai macam celaan. Sementara Ahlus Sunnah bara’ (berlepas diri) dari mereka” (As-Siraj Al-Waqqad fil Bayan Tash-hih Al-I’tiqad, hal.100 dalam Asy-Syari’ah no.12/1/1425, hal.21).
Bagaimana mungkin firqah yang (kata mereka) beraqidah salaf mengumumkan peperangan yang dahsyat terhadap Ahlus Sunnah Salafiyyah?!
b.Inilah penetapan Muhammad Surur mengenai manhajnya sebagaimana yang termaktub di dalam kitab Al-Maurid karya Al-Allamah Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi Hafidhahullah:
“Setelah saya memisahkan diri dari Jama’ah (al-Ikhwan), maka saya meletakkan untuk diriku hukum-hukum yang tsabit (tetap) dan titik-titik tolak yang tertentu, dimana saya tidak beralih darinya dan tidak menggantikan ia dengan selainnya. Inilah perjalananku di jalur baru yang telah berlalu lebih dari 20 tahun, sedangkan berlalunya hari-hari ini telah menambahkan bagiku keyakinan dan komitmen akan patokan-patokan tetap ini. Diantara patokan yang tsabit tersebut ialah sebagai berikut:
1- Saat ini asasku ialah komitmen pada aqidah dan manhaj Salafush Sholeh Ridwanullah ‘alaihim ajma’in.
2- Amal Islam bagiku sudah tidak lagi sebagai ‘Da’wah Salaf’ dan ‘Hakekat Shufi’, sebab percampuran seperti ini, tidak tepat untuk menjadi asas penyatuan amal Islami serta hanya berakibat timbulnya permusuhan, perpecahan, dan saling bunuh.
3- Amal Islami bagiku tidak lagi sebagaimana slogan yang dipropagandakan oleh mereka tanpa memahami benar maknanya, diantaranya perkataan mereka “Kita saling memberikan udzur dalam persoalan yang kita perselisihkan”. Saya tidak akan memberikan udzur kepada siapa yang berselisih denganku dalam bentuk perselisihan yang saling berlawanan .
4- Akal saya sudah bisa tidak lagi menggambarkan adanya satu jama’ah yang terdapat di dalamnya: Salafi, Shufi, Asy’ari, Khawarij (6), Mu’tazilah, dan selainnya dari aqidah dan pemikiran yang berbeda-beda…”
Footnoot no.6 (Khawarij):
Beginilah ucapannya!! Tapi Ya Allah alangkah mengherankannya, dimana dia mengkafirkan pemerintah secara umum seluruhnya tanpa pengecualian. Lihat dalam majalahnya as-Sunnah seri 26/1413 H, halaman 2-3 .Dia mengkafirkan semua pemerintah yang berasal dari keluarga Su’ud di seri 43/Jumadits Tsaniyah/1415 H (halaman 27-29). Ketika dia mengatakan dalam percakapannya dengan seorang sahabatnya: ((Seorang sahabatku berkata, “Bagaimana pendapatmu dengan perkataan ini “Andaikan anak keturunan ‘Abdul ‘Aziz terlepas dari para karib sekuler yang berada di sekeliling mereka , maka tentu segala urusan tidak akan seburuk ini ?
Maka Muhammad Surur berkata: Hai Abu….MEREKA ITU LEBIH BURUK DARIPADA TEMAN KARIBNYA YANG SEKULER ITU…….SEBAB SESUNGGUHNYA AQIDAH KEDUA BELAH FIHAK SAMA .
Lihatlah wahai pembaca saudaraku –semoga Allah memeliharamu dan memberimu taufiq kepada segala kebajikan- Bagaimana dia menjadikan keluarga Su’ud lebih buruk daripada kaum sekuler, ini menunjukkan bahwa mereka menurutnya (Muhammad Surur-pen) lebih kafir daripada orang-orang sekuler, sebab orang-orang sekuler ini kafir, maka orang yang lebih buruk daripada mereka tentu lebih kafir daripada mereka. Sementara WALAU DENGAN SEMUA (FAKTA) INI, NAMUN DAJJAL INI (MASIH) MENGATAKAN BAHWA DIRINYA BERAQIDAH SALAF
Insya Allah, dengan penjelasan dua Masyayikh kita di atas, terjawab sudah kebatilan definisi sururi yang dibuat oleh sururinya Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya pimpinan Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab!!falhamdulillah.
Sebagaimana bantahan Ustadz Abu Hamzah Yusuf terhadap kesesatan teroris Takfiri Imam Samudra: “Saya yakin, dirimu tidak paham Salafy, tidak pula paham hakekat Murji’ah sehingga kamu gabungkan antara Salafy dengan Murji’ah” (Asy-Syari’ah, no.13/1426, hal.28)
Maka kita katakan kepada Abdurrahman At-Tamimi dan organisasi salafy Demokrasinya: “Saya yakin dirimu tidak paham Salafy, sehingga kamu gabungkan antara Salafy dengan Ikhwani!! Dan saya semakin yakin bahwa kalian benar-benar tidak paham Salafy sehingga kalian gabungkan antara Salafy dengan Haraki-Sururi!!”
Kalau demikian keadaannya, maka siapakah kalian ini sesungguhnya wahai kaum?
Jawablah dengan kemantapan yang sempurna: “Kami adalah Sururi-Haraki-Ikhwani yang berusaha mengaburkan makna Salafy sehingga kaum Muslimin dapat terkecoh dan mengira kami adalah Salafy!!” Allahul Musta’an.
23.6.2 SURURI ADALAH KHAWARIJ DI MASA KINI
Mungkinkah Ikhwani beraqidah Salafi? Mungkinkah Khawarij beraqidah Salaf?! Atau mungkinkah Tablighi beraqidah Salafi? Itulah pertanyaan selanjutnya dari definisi-definisi sesat yang mereka propagandakan. Kita sempurnakan pembahasan ini dengan penjelasan dari Al-‘Allamah Al-Muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah yang diberi tambahan keterangan oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah. Al-Akh Abu Nusaibah Syamsu Muhajir Al-Malanji telah menerjemahkannya untuk kita –walhamdulillah-. Semoga bermanfaat untuk menumpas talbis yang disebarkan oleh Hizbiyyin-Sururiyyin-Ikhwaniyyin. Amin.
Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah ditanya di waktu malam ke tujuh bulan Dzulhijjah 1418H, yang terekam dalam kaset ceramah beliau berjudul “As-Sururiyyah Kharijiyah ‘Ashriyyah” (Sururiyyah Khawarij Masa Kini),
bunyi pertanyaan:
“(Saya ingin bertanya) seputar kitab Al-Irjaa’, wahai Syaikh, yaitu kitab “Al-Irjaa’ fil Fikri” (yaitu kitab milik Safar Al-Hawali)”
Maka Syaikh menjawab:
“Aku tahu kitab itu”
Penanya bertanya:
“(Maksudnya) beberapa catatan kaki, wahai Syaikh, khususnya yang tercantum di jilid kedua dari kitab itu”
Syaikh Al-Albani menjawab:
“Saya pernah berpendapat suatu hari semenjak lebih dari tiga puluh tahun yang lalu, ketika itu saya berada di Jami’ah (Universitas) menyampaikan muhadharah. Di majelis yang penuh pengunjung tersebut saya ditanya pendapatku mengenai Jama’ah Tabligh, maka saat itu aku mengatakan:”Sufi Masa Kini”. Maka aku sekarang teringat kembali untuk mengatakan hal serupa kepada Jama’ah (As-Sururiyyah) yang muncul di masa ini yang banyak menyelisihi Salafush Shalih. Aku jawab di sini dengan meminjam ungkapan Al-Hafidz Adz-Dzahabi:”MEREKA BANYAK MENYELISIHI SALAF PADA SEBAGIAN BESAR MANHAJNYA”
Sehingga layak bagiku untuk menamai mereka (As-Sururiyyah) sebagai:”KHAWARIJ MASA KINI” karena mereka punya kemiripan dengan Khawarij dalam hal –yakni- seperti yang dapat kita baca dari ucapan-ucapan mereka, seperti pernyataannya, komentar-komentar mereka yang mengarah kepada pemikiran Khawarij yang mengkafirkan pelaku dosa besar.
Akan tetapi mereka –mudah-mudahan ini yang aku ketahui-:”merupakan kelalaian mereka atau merupakan makar mereka!!”
Aku katakan seperti ini sebagai bentuk pengamalan firman Allah :
“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa” (QS. Al-Maidah:8)
Seperti yang aku ketahui, mereka tidak secara terang-terangan menyatakan bahwa setiap pelaku dosa besar adalah dikafirkan, akan tetapi mereka sering mempersoalkan sebagian dosa besar, sementara di sisi lain mereka berusaha mendiamkan atau tidak mempersoalkan dosa-dosa besar lainnya!!
Karena itulah aku tidak memutlakkan pendapat, akan tetapi aku mengatakan tentang mereka:
“MEREKA ADALAH KHAWARIJ PADA SEBAGIAN SEGI dan ini adalah sikap yang lebih adil sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah kepada kita…”
Asy-Syaikh Rabi’ Hafidhahullah memberi komentar berkaitan ceramah Syaikh Al-Albani di atas:
Sepantasnya bagi setiap pembaca atau pendengar untuk memperhatikan perkataan Syaikh tentang firqah Sururiyyah ini bahwa mereka:”TELAH MENYELISIHI SALAF DALAM BANYAK MANHAJ MEREKA”
Berbagai manhaj yang banyak menyelisihi salaf itu menunjukkan kepada satu kesimpulan: adanya penyimpangan yang besar pada mereka. Bahkan penyimpangan ini bisa jadi lebih berbahaya dan lebih berat dibandingkan Khawarij yang pernah disifati oleh Rasulullah sebagai makhluk terjelek dengan perangai terjelek pula. Bahwa mereka itulah anjing-anjing neraka. Mereka keluar dari agama secepat melesatnya anak panah keluar dari tubuh buruannya. Mereka membunuh kaum Muslimin dan membiarkan orang-orang musyrik.
Dan apa yang dikatakan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah adalah BENAR adanya, bahwa mereka telah menyelisihi salaf dalam masalah-masalah ushul (pokok) yang banyak dan sangat berbahaya,diantaranya:
· Menampakka